Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Balita | Dec 17, 2017

Apa yang Pertama Kali Harus Dilakukan Saat Balita Kejang?

Bagikan


 

Pernahkah Mama melihat balita kejang? Jika belum, hal yang perlu Mama ketahui mengenai kejang adalah kapan balita disebut kejang atau tidak.

Jenis kejang yang sering terjadi pada balita adalah kejang demam. Kejang demam adalah suatu kondisi kejang yang terjadi saat anak mengalami kenaikan suhu tubuh 38 derajat celsius atau lebih yang disebabkan proses di luar otak. Biasanya kondisi ini didahului dengan demam terlebih dahulu.

Gejala yang sering ditunjukkan anak disaat kejang adalah mata mendelik, tubuh kaku-kelojotan, serta lidah tergigit. Tentu jika hal ini terjadi, pasti Mama akan panik dan khawatir.

 

Lalu, apa yang pertama harus Mama lakukan jika balita mengalami kejang?

  • Letakkan balita di tempat yang aman dan datar, usahakan dia jauh dari benda-benda yang berbahaya seperti barang pecah belah atau sumber listrik.
  • Setelah itu, rebahkan balita dalam posisi miring agar makanan, minuman, muntahan, atau benda lain yang ada dalam mulut balita tidak masuk ke dalam sehingga menghindari balita tersedak. Selain itu, posisi miring tersebut bertujuan agar tidak ada sumbatan jalan napas.
  • Saat kejang, jangan pernah memasukkan benda apapun baik itu makanan atau minuman ke dalam mulut balita. Hal ini disebabkan karena berisiko besar menyebabkan sumbatan jalan napas.
  • Jangan menghentikan kejang balita secara paksa terutama dengan menahan gerakan anak karena hal ini berisiko menyebabkan patah tulang.
  • Amati secara seksama bagaimana posisi balita saat kejang karena bisa menjadi informasi yang penting saat dokter menanyakan pada Mama. Tunggu sampai kejang balita berhenti, kemudian bawa balita ke unit gawat darurat terdekat.
  • Jika balita pernah mengalami kejang demam sebelumnya, seringkali dokter akan memberikan edukasi mengenai kejang itu sendiri, serta memberikan obat anti kejang jika suatu saat kejang berulang kembali. Biasanya obat dimasukkan lewat dubur dan tunggu reaksi obat hingga kejang berhenti. Gunakanlah obat tersebut sesuai dengan instruksi dokter.

 

Setelah balita berhenti kejang, segera evaluasi balita apakah dia langsung menangis atau tidak sadar.

Jika didapat kondisi dimana sesudah kejang balita tidak segera sadar kembali, lebih banyak tidur, atau tidak mampu berkomunikasi secara baik segera bawa balita anda ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut serta melakukan pemeriksaan penunjang untuk mencari penyebab kejang lain, terutama radang selaput otak (meningitis) atau radang otak (ensefalitis).

Namun, hal yang perlu ditekankan bahwa tidak semua kejang pada balita termasuk kejang demam. Apabila terjadi kejang yang disertai demam dengan usia di atas 5 tahun, maka perlu disingkirkan penyebab kejang lainnya, seperti radang otak atau epilepsi pada anak.

Meskipun kondisi ini tampak menakutkan, kejang demam tidak merusak otak sejauh Mama mengerti mengenai kejang demam pada balita beserta tindakan pertamanya. Sejauh kejang tersebut tidak merusak otak dan tidak mengganggu kecerdasan dari balita, kondisi ini akan menghilang seiring bertambahnya usia balita.

Jadi Mama tidak perlu panik ketika balita anda kejang. Segera lakukan tindakan pertama di atas dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

 

(PIA)

 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.