2-3 tahun

2-3 TAHUN
4 April 2019

Bagaimana Menghadapi Balita Yang Sulit Berhenti Makan?

Bantu ubah kebiasaan makan agar balita lebih peka terhadap sinyal lapar dan kenyang
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Andra Nur Oktaviani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sama seperti picky eater, kebiasaan balita sulit berhenti makan juga sebenarnya tidak boleh dibiarkan.

Apalagi jika berat badannya terus bertambah melampaui batas ideal karena tidak bisa berhenti ngemil meski selalu makan dalam porsi besar.

Tapi jangan buru-buru menyembunyikan camilan dan melarangnya makan banyak ya, Moms.

Selain dengan mengajarkan kebiasaan makan sehat, ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk menghadapi balita suka makan. Apa saja? Yuk kita cari tahu Moms!

1. Berbagi Tanggung Jawab Makan

bagaimana menghadapi balita yang sulit berhenti makan 1

Themamanotes.com

Banyak orang tua membuat makanan sesuai permintaan anak, memberi makan di waktu dan tempat tidak terjadwal, lalu memaksa anak menghabiskan porsi yang sudah ditentukan.

Balita yang merasa tertekan bisa menjadi picky eater dan anak yang dipaksa menghabiskan makanan meski sudah kenyang jadi tidak peka terhadap sinyal lapar dan kenyang yang diberikan tubuh.

Ellyn Satter, pakar pola makan anak internasional, pernah mengemukakan filosofi memberi makan anak yang disebut dengan The Division of Responsibility in Feeding (DOR).

Dalam filosofi ini dikatakan kalau orang tua bertanggung jawab atas jenis makanan serta waktu dan tempat balita makan. Sedangkan anak bertanggung jawab menentukan apakah mereka mau makan dan seberapa banyak porsi makannya.

Dengan pembagian tanggung jawab tadi, Moms cukup memberikan makanan dan camilan sehat dengan interval terjadwal, sehingga balita tidak lagi merasa tertekan di waktu makan dan bisa belajar mengenali sinyal kenyang dan lapar.

Baca Juga: Cara Mengatasi Anak Susah Makan

2. Biasakan Balita Mengambil Makan Sendiri

bagaimana menghadapi balita yang sulit berhenti makan 2

Foodnetwork.com

Dalam buku Dina Rose yang berjudul It’s Not About the Broccoli, dikatakan kalau anak yang mengambil makan sendiri cenderung makan 25 persen lebih sedikit.

Jadi kalau biasanya Moms yang mengambilkan makanan balita, mulailah ajak dia duduk di meja makan dan menentukan sendiri seberapa banyak yang mau dia makan.

Ajarkan pada balita kalau lebih baik mengambil sedikit di awal tapi nanti menambah porsi bila masih lapar, ketimbang langsung mengambil banyak tapi akhirnya tidak habis.

Yang harus diingat, aturan ‘boleh tambah’ tadi hanya berlaku untuk makanan berat di waktu makan dan tidak untuk camilan ya, Moms.

Menurut penelitian, sebanyak 70 persen anak dan balita yang mengambil makan sendiri setidaknya satu kali dalam seminggu selama 4 minggu bisa lebih mengendalikan diri saat berhadapan dengan makanan.

Psst, Moms juga bisa mengganti piring dengan ukuran yang lebih kecil untuk memberikan efek psikologis porsi yang lebih besar bagi balita yang sulit berhenti makan.

3. Teknik Zona Waktu Makan

bagaimana menghadapi balita yang sulit berhenti makan 3

Healthytimes.com

Dengan ukuran lambung yang kecil, balita yang masih dalam masa pertumbuhan dan tingkat aktivitas tinggi memang cepat lapar dan perlu makan camilan di sela waktu makan untuk mendapatkan energi.

Untuk menghadapi balita suka makan, Moms bisa mencoba teknik zona waktu makan seperti yang ada dalam buku It’s Not About the Broccoli.

Selain menetapkan waktu untuk sarapan, makan siang, dan makan malam, jatah camilan balita juga hanya ditawarkan pada waktu khusus saja. Misalnya setiap 90 menit sekali dengan jatah satu piring kecil buah potong atau satu porsi puding.

Bila balita menolak camilan karena masih kenyang, maka dia harus menunggu hingga waktu makan atau ngemil berikutnya.

Dengan jadwal makan dan ngemil yang teratur, tubuh balita kembali dilatih untuk lebih peka terhadap sinyal kenyang dan lapar.

Baca Juga: Cara Mengatasi Anak Balita Susah Makan

4. Berikan Komentar Positif

bagaimana menghadapi balita yang sulit berhenti makan 4

Medibank.com.au

Saat menghadapi balita suka makan, sebaiknya hindari komentar negatif seperti “Dari tadi makan terus, nanti kamu tambah gendut lho, Nak” yang akan membuat balita merasa tidak percaya diri dan cemas setiap kali makan.

Lebih baik Moms memberikan komentar positif seperti “Makan ini bisa bikin badan kamu lebih kuat” atau “Pelan-pelan ya makannya, coba dengarkan perutmu sudah kenyang atau belum?”

Yang pasti, mengubah kebiasaan balita sulit berhenti makan perlu dilakukan secara disiplin dan konsisten selama beberapa waktu sebelum terlihat hasilnya ya, Moms.

Apa Moms punya pengalaman menghadapi balita suka makan?

(WA/AND)

Artikel Terkait