02 Oktober 2018

Tanpa Disadari, Ini 5 Bahan Kimia Berbahaya di Makanan Anak

Tubuh anak masih belum tumbuh sempurna, sehingga rentan terkena penyakit akibat makanan

Banyak sekali jenis makanan yang dapat diberikan untuk anak-anak. Sayangnya tak semua makanan mengandung bahan yang aman untuk mereka, apalagi makanan dan jajanan yang dibeli di luar, sehingga tidak terjamin kandungannya. 

Meskipun ada beberapa makanan yang dikhususkan untuk anak-anak, tak jarang Moms tetap merasa resah bukan? Beberapa waktu belakangan ini, beredar isu terdapat permen berbentuk lipstik yang berbahaya bagi anak.

Meski hal tersebut belum dipastikan kebenarannya, Moms memang harus mewaspadai segala macam makanan yang dikonsumsi oleh anak. Perhatikanlah beberapa bahan kimia berbahaya yang ada di makanan anak berikut:

Bahan Kimia Berbahaya Dalam Makanan Anak

shutterstock 600866324
Foto: shutterstock 600866324

Menurut dokter, bahan kimia yang ditambahkan ke dalam makanan dan digunakan dalam kemasan makanan berpotensi berbahaya bagi anak-anak. Karena bahan kimia yang digunakan dalam pengemasan dan dalam daging olahan dapat menyebabkan obesitas, masalah pubertas dan masalah kesehatan lainnya. Berikut bahan kimia yang paling dikhawatirkan:

1. Bisphenol

Bahan ini biasanya yang digunakan dalam lapisan kaleng logam. Bahan kimia ini dapat bereaksi seperti estrogen dalam tubuh yang dapat mempengaruhi masa pubertas, meningkatkan lemak tubuh, mengurangi kesuburan dan berdampak pada sistem saraf dan sistem kekebalan tubuh.

2. Phthalates

Kemudian ada bahan kimia bernama phthalates yang ditemukan dalam plastik. Bahan kimia ini dapat mempengaruhi perkembangan kelamin laki-laki, obesitas, dan penyakit jantung.

3. Perfluoroalkyl

Bahan kimia ini yang biasa digunakan dalam kemasan makanan dan dapat mengurangi kekebalan tubuh, berat lahir hingga kesuburan.

4. Perchlorate

Berikutnya perchlorate merupakan bahan kimia yang umumnya ditambahkan dalam kemasan makanan kering untuk mengendalikan listrik statis. Bahan kimia ini diketahui mengganggu fungsi tiroid dan dapat memengaruhi perkembangan otak awal.

5. Nitrat dan Nitrit

Dua bahan kimia ini digunakan untuk mengawetkan makanan dan ditemukan dalam daging olahan, bahaya dari bahan kimia ini yaitu dapat mengimbangi produksi hormon tiroid.

Semua orang memang dapat dipengaruhi oleh bahan kimia, tetapi anak-anak yang memiliki risiko terbesar bila terpapar oleh bahan kimia. Hal ini dikarenakan organ mereka masih berkembang dan belum tumbuh sempurna, sehingga gangguan pada perkembangan itu bisa terjadi secara permanen.

Baca Juga: Perhatikan 5 Hal Ini Saat Beli Jajanan Anak

Cara Mengurangi Paparan Kimia Dalam Makanan

shutterstock 1028760766
Foto: shutterstock 1028760766

Sebagai orang tua, Moms tentu ingin melindungi mereka bukan. berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan bahan kimia dalam makanan:

- Konsumsi produk segar atau beku bila memungkinkan.

- Saat menyajikan makanan upayakanlah untuk menggunakan wadah kaca atau stainless steel.

- Saat menghangatkan makanan, hindari menggunakan plastik di microwave.

- Jangan gunakan plastik daur ulang.

- Jangan terlalu sering memberikan daging olahan.

- Cuci tangan dengan bersih sebelum dan sesudah menyentuh makanan.

- Bersihkan semua buah dan sayuran yang tidak bisa dikupas.

Mudah sekali bukan untuk mengatasi paparan bahan? Jangan lupa untuk terus diterapkan demi melindungi Si Kecil ya, Moms.

(MDP)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.