Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Bahaya Campak pada Ibu Hamil, Gejala, dan Pengobatannya

Bagikan


Bahaya Campak pada Ibu Hamil, Gejala, dan Pengobatannya

Campak atau rubella merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus campak golongan Paramixovirus dan dapat membahayakan perkembangan janin pada ibu hamil.

Untuk itu, penting sekali bagi Moms untuk dapat mengenali gejala, bahaya hingga penanganan terhadapĀ  penyakit ini. Terutama jika campak terjadi ketika masa kehamilan.

Gejala Campak

Gejala awal campak biasanya muncul sejak 10-12 hari setelah tertular virus. Yaitu demam yang disertai mata merah, berair serta sensitif pada cahaya.

Ditambah dengan batuk kering dan pilek, diare, dan sakit tenggorokan. Adapun gejala lainnya seperti pusing, lelah, nyeri sendi, atau pembengkakan kelenjar getah bening.

Berikutya, setelah demam turun, akan muncul bintil-bintil merah dengan bagian putih ditengahnya sekitar mulut dimana dalamm beberapa hari kemudian, bintil tersebut akan hilang dan meninggalkan ruam merah pada kulit dan akhirnya menyebar ke seluruh tubuh.

Ruam tersebut memang tak gatal namun cukup menggangu karena kulit ibu hamil yang cukup sensitif.

Terakhir, demam akan kembali naik bersamaan dengan munculnya ruam merah. Gejala seperti batuk, pilek, diare, sakit tenggorokan, pusing, lelah, dan nyeri sendi juga akan bertambah parah.

Namun, keadaan ini akan mereda sendirinya sekitar 3-4 hari setelah penyebaran bercak merah tersebut.

Baca Juga : 7 Fakta Seputar Campak dan Rubella pada Bayi

Bahaya Campak

Bagi ibu hamil campak memang tak berbahaya bagi dirinya, namun sebaliknya virus ini sangat berbahaya bagi kesehatan janin.

Karena pada saat campak, suhu tubuh yang naik hingga 38-40 derajat Celcius dapat berpengaruh secara langsung pada janin dalam perut sang ibu dan janin yang masih lemah akan merasakan panas tubuh yang berlebih.

Tak hanya itu, risiko campak terhadap janin akan mengkibatkan kecacatan sepertiĀ Insidensi Anomali Congenital.

Risiko ini adalah cacat bawaan yang berat dan umumnya terjadi jika ibu terinfeksi virus sejak tanda kehamilan awal atau kehamilan muda. Frekuensi kemungkinan cacat bawaan yang akan terjadi jika ibu hamil terinfeksi rubella adalah 50 % pada bulan pertama, 25% pada bulan kedua, 10% pada bulan ketiga dan 4% pada bulan keempat.

Pada bulan pertama kehamilan campak dapat menyebabkan terjadinya malformasi jantung, mata, telinga atau otak. Sedangkan pada bulan ke empat dapat mengakibatkan terjadinya infeksi sistemik dan retardasi pertumbuhan intrauterin.

Selain itu, infeksi rubella konginetal dapat menyebabkan Syndrom Rubella Kongenital seperti: Pertumbuhan janin yang terhambat, katarak pada satu atau kedua mata, kelainan jantung, hilangnya fungsi pendengaran, radang otak hingga yang terburuk adalah janin meninggal dalam kandungan.

Baca Juga : 8 Gejala Campak yang Wajib Dikenali pada Balita

Mengobati Campak

Mencegah campak dapat dilakukan dengan beberapa hal seperti: vaksinasi, pemeriksaan kekebalan tubuh serta mencegah kontak langsung dengan penderita.

Sementara itu, bila Moms sudah menderita campak, pengobatan yang dapat Moms lakukan hanyalah dengan hal yang bersifat simptomatis, karena hingga saat ini belum ada obat spesifik yang dapat mengobati virus ini.

Sehingga pengobatan yang diberikan biasanya bersifat meringkan gejala yang dialami. Namun guna meringankan gejala tersebut ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan seperti beristirahat.

Pada umumnya campak membuat ibu hamil merasa lelah dan sakit persendian, oleh karenanya istirahat sangat dibutuhkan. Selain istirahat, perbanyak pula konsumsi air putih guna terhindar dari dehidrasi.

Dan ingat Moms, jangan sembarangan mengkonsumsi obat penurun panas maupun peredam nyeri. Benar-benar konsultasikan dengan dokter mana obat yang aman untuk Moms konsumsi dan tidak membahayakan diri maupun janin selama masa kehamilan.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.