06 Maret 2019

Jangan Terlambat Ditangani, Ini Bedanya 3 Penyakit Dengan Gejala Ruam dan Demam Pada Bayi

Jangan sampai terlambat ditangani, ya

Bayi memang biasanya dianggap normal saat mengalami ruam atau demam pada beberapa hari awal kehidupannya. Hal ini karena kulit mereka yang sensitif masih perlu beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda. Kebanyakan ruam tidak berbahaya dan hilang sendiri.

Namun, jika Si Kecil mengalami ruam disertai demam, segera bawa ke dokter. Sangat penting untuk menyadari dengan segera penyakit dengan gejala ruam disertai demam pada bayi.

Baca Juga : Mengenali Jenis Batuk Pada Bayi

Selain itu, Moms juga perlu mengetahui bahwa ada tiga penyakit yang ditandai dengan gejala ruam disertai demam pada bayi:

Roseola Infantum

shutterstock 396946867
Foto: shutterstock 396946867

Roseola bukan hanya penyakit dengan gejala ruam, namun juga penyakit dengan gejala demam pada anak. Roseola infantum paling umum ditemukan pada anak di bawah usia 2 tahun.

Biasanya ditandai dengan demam tinggi, antara 8,8 derajat Celcius – 40,5 derajat Celcius. Demam ini berlangsung selama sekitar 3-7 hari. Umumnya demam disertai dengan tanda-tanda diarea, kehilangan nafsu makan, batuk, dan pilek. 

Saat demam turun, anak-anak biasanya akan mengalami ruam merah muda pada perut, punggung dan dada, dalam waktu 12 atau 24 jam pasca demam berakhir. Kondisi ini seringkali tidak terdiagnosis sampai demam hilang dan muncul ruam.

Baca Juga : Penyakit Kawasaki yang Bahayakan Jantung Bayi

Penyakit tangan, kaki dan mulut (HFMD)

shutterstock 549258967
Foto: shutterstock 549258967

HFMD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan umumnya menyerang anak-anak berusia 5 tahun. Penyakit ini diawali dengan demam, sakit tenggorokan dan kehilangan nafsu makan.

Beberapa hari setelah demam, akan muncul luka di sekitar mulut (biasanya bagian belakang mulut) yang terasa sakit. Pada waktu yang sama, muncul bintik merah di telapak tangan dan telapak kaki.

Pada kasus yang lebih parah, ruam tersebut akan menyebar ke anggota tubuh lainnya, pantat dan area gebital. Jadi tidak selalu hanya muncul di tangan, kaki dan mulut.

Baca Juga : 5 Gangguan Kesehatan Anak di 5 Tahun Pertama Usianya

Fifth disease

fifth disease andrew kerr
Foto: fifth disease andrew kerr

Ruam yang muncul akibat penyakit ini umumnya disebut sebagai “bekas tamparan pada wajah”. Pasalnya, Si Kecil mungkin terlihat seperti baru ditampar saat mengalami penyakit ini. Fifth disease atau penyakit kelima disebabkan virus bernama parvovirus B19 dan merupakan infeksi yang terjadi pada anak-anak, umumnya cukup ringan.

Penyakit kelima ini muncul dengan gejala demam. Sekitar 7-10 hari kemudian, ruam akan muncul di bagian pipi. Ruam kemudian dapat menyebar ke anggota tubuh lainnya.

Bagi kebanyakan anak, penyakit kelima ini akan muncul dan hilang tanpa masalah serius. Namun, kondisi akan menjadi lebih serius saat Moms yang dalam keadaan hamil menularkannya pada si kecil maupun anak-anak dengan anemia.

Jika Si Kecil menderita anemia atau gejala yang dialaminya terkait penyakit ini semakin memburuk dari waktu ke waktu, segera bawa ke dokter.

Baca Juga : Gejala Campak Pada Balita

Karen Gill, MD, FAAP, seorang pediatri di San Fransisco mengatakan bahwa anak-anak bisa mengalami ruam setelah demam lebih sering dibanding orang dewasa. Ruam yang muncul umumnya akibat infeksi virus dan akan hilang dengan sendirinya tanpa membutuhkan penanganan medis serius.

Ruam yang muncul setelah demam juga dapat disebabkan oleh infeksi virus. Namun, beberapa penyakit dengan gejala ruam dan demam pada waktu yang bersamaan dapat menjadi kondisi serius. Segera hubungi dokter jika Mama menemukan si kecil mengalami ruam saat demam.

(RGW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.