3-12 bulan

14 Agustus 2021

6 Penyebab Bayi Keringat Dingin dan Langkah Awal Mengatasinya

Ini penyebab dan cara mengatasi bayi yang sedang keringat dingin!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Amelia Puteri

Keringat dingin adalah salah satu kondisi pada bayi yang cukup umum terjadi. Penyebab bayi keringat dingin biasanya karena ia sedang pilek, flu, atau infeksi sinus, sehingga kemudian mereka akan mengalami demam.

Saat demam mereda dan penyakitnya hilang, suhu tubuh biasanya masih akan tetap tinggi beberapa derajat. Untuk itu, tubuh bayi akan berkeringat guna membantu suhu tubuh menjadi dingin dan kembali normal.

Mengutip artikel yang dipublikasikan oleh Johnson & Johnson, tubuh bayi akan melepaskan keringat ke permukaan kulit untuk kemudian diuapkan oleh panas tubuh.

Energi yang dibutuhkan untuk menguapkan keringat ini yang akan membuat tubuh bayi kemudian terasa dingin.

Keringat dingin juga biasanya terjadi karena tubuh bayi belum mampu mengatur suhu tubuh dengan baik. Biasanya keringat dingin bisa muncul di beberapa bagian tubuh, seperti telapak kaki dan tangan atau ketiak.

Keringat dingin bisa dibagi menjadi dua jenis tergantung penyebabnya. Yang pertama adalah keringat dingin tanpa alasan, dan penyebab yang lainnya adalah keringat dingin akibat kondisi medis yang mendasarinya.

Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya berikut ini:

Baca Juga: Ini 5 Cara Menurunkan Panas pada Bayi yang Sederhana

Penyebab Bayi Keringat Dingin

Penyebab Bayi Keringat Dingin

Foto: raisingchildren.net.au

Berikut ini penyebab bayi bisa alami keringat dingin:

1. Ruangan yang Panas

Menidurkan anak dengan terlalu banyak selimut atau di ruangan yang panas dapat membuat bayi keringat dingin.

Sebagai pengingat, Moms sebetulnya tidak diperkenankan untuk memberikan bantal, selimut, atau barang lain yang tidak diperlukan di tempat tidurnya.

Jadi, pastikan bantal hanya sebagai pelindung di sisi kasur saja agar ia tidak jatuh dan biarkan bayi mengenakan pakaian yang nyaman saat tidur.

2. Tanpa Alasan

Moms sudah mengecilkan suhu ruangan dan memberikan bayi pakaian yang nyaman dan tidak terlalu tebal, tapi bayi keringat dingin?

Tak perlu khawatir karena terkadang, keringat malam pada anak terjadi tanpa alasan sama sekali.

Balita atau anak kecil memiliki lebih banyak kelenjar keringat per kaki persegi daripada orang dewasa, hanya karena mereka manusia yang lebih kecil.

Selain itu, tubuh kecil mereka belum belajar cara menyeimbangkan suhu tubuh sebaik tubuh orang dewasa. Hal ini dapat menyebabkan keringat dingin tanpa alasan sama sekali.

3. Masalah pada Hidung, Tenggorokan, dan Paru-Paru

Keringat dingin pada anak-anak mungkin juga terkait dengan kondisi kesehatan umum lainnya. Ini kemungkinan besar ada hubungannya dengan hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Tidak setiap anak dengan kondisi kesehatan ini akan berkeringat di malam hari.

Namun, menurut jurnal Archives Disease of Childhood ditemukan fakta bahwa anak-anak yang berkeringat di malam hari atau kerap mengalami keringat dingin lebih cenderung memiliki masalah kesehatan lain, seperti:

  • Alergi.
  • Asma.
  • Pilek karena alergi.
  • Reaksi alergi kulit seperti eksim.
  • Sleep apnea.
  • Tonsilitis
  • Hiperaktif.

Baca Juga: Demam, Perhatikan Usia Bayi Sebelum Memberinya Obat Penurun Panas

4. Paru-Paru Sensitif atau Alami Peradangan

Meski sangat jarang, namun kondisi bayi keringat dingin juga bisa terjadi akibat pneumonitis hipersensitivitas (HP). Kondisi ini adalah sejenis peradangan paru-paru (bengkak dan kemerahan) yang mirip dengan alergi yang bisa terjadi karena menghirup debu atau jamur.

Baik orang dewasa maupun anak-anak bisa mengalami kondisi ini. HP dapat terlihat seperti pneumonia atau infeksi dada, tetapi itu bukan infeksi dan tidak membaik dengan antibiotik.

HP mungkin mulai 2 hingga 9 jam setelah menghirup debu atau jamur. Gejala biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah 1 hingga 3 hari, asalkan bayi terhindar dari pemicunya.

HP lebih sering terjadi pada anak-anak yang menderita asma dan alergi lainnya.

Seiring dengan keringat dingin di malam hari, anak juga mungkin memiliki gejala seperti:

  • Batuk.
  • Sesak napas.
  • Demam.
  • Kelelahan.

5. Penyakit Jantung Bawaan

Kelainan jantung atau cacat jantung bawaan pada bayi juga bisa membuat aliran darah dalam tubuhnya bermasalah. Alhasil, kondisi ini akan membuat suplai oksigen ke organ dan jaringan tubuh berkurang. Dampaknya, bisa terjadi bayi keringat dingin.

Bayi yang menderita penyakit jantung bawaan ini umumnya akan mengalami keringat dingin ketika sedang diberi makan atau bahkan saat menangis.

Kondisi ini perlu mendapatkan penanganan yang tepat karena kelainan jantung bawaan juga bisa membuat kulit bayi tampak pucat, kebiruan, dan kondisi lain yang membahayakan.

6. Kanker

Limfoma dan jenis kanker lainnya adalah penyebab bayi keringat dingin yang sangat sangat jarang terjadi. Limfoma hodgkin bisa terjadi pada anak di bawah usia 10 tahun.

Segala jenis kanker pada masa kanak-kanak memang sangat menakutkan dan sangat sulit bagi anak dan orang tua. Untungnya, limfoma jenis ini memiliki tingkat keberhasilan untuk sembuh lebih dari 90 persen.

Limfoma dan penyakit serupa lainnya harus berlangsung cukup lama untuk menyebabkan gejala seperti keringat dingin di malam hari.

Namun, Moms mungkin perlu memperhatikan gejala lain yang lebih umum dari penyakit ini, seperti:

Baca Juga: Ternyata Demam Bisa Jadi Pertanda ISPA pada Bayi

Cara Mengatasi Bayi Keringat Dingin

Cara Mengatasi Bayi Keringat Dingin

Foto: healthline.com

Lalu, seperti apa cara mengatasi bayi keringat dingin?

Kemungkinan besar bayi tidak membutuhkan perawatan apa pun saat alami keringat dingin. Sebab keringat sesekali dan bahkan teratur saat tidur adalah normal bagi banyak anak, terutama laki-laki.

Cobalah memakaikan bayi piyama yang lebih tipis dan ringan, pilih tempat tidur yang lebih ringan, dan turunkan suhu ruangan.

Jika ada penyebab kesehatan yang mendasari seperti pilek atau flu, keringat dingin kemungkinan besar akan hilang setelah anak virus hilang.

Mengobati dan menjaga kondisi kesehatan lain seperti asma dan alergi juga dapat membantu mengontrol keringat malam pada beberapa anak.

Dokter anak mungkin menguji keringat mereka untuk mengesampingkan kondisi lain. Tes sederhana ini tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat dilakukan di klinik terdekat:

  • Tes Iodium Pati. Solusinya diusapkan ke kulit anak untuk menemukan area yang terlalu banyak berkeringat.
  • Tes Kertas. Jenis kertas khusus ditempatkan di area di mana Si Kecil banyak berkeringat. Kertas tersebut menyerap keringat dan kemudian ditimbang untuk melihat seberapa banyak keringatnya.

Namun, Moms perlu memberi tahu dokter jika anak memiliki gejala masalah kesehatan yang mungkin terkait dengan keringat malam. Kondisi kronis seperti asma dan alergi bisa menyebabkan keringat malam.

Selain itu, infeksi juga bisa menyebabkan keringat.

Gejala yang harus diberitahukan kepada dokter jika terjadi saat anak alami keringat dingin antara lain:

  • Nafas berisik.
  • Bayi bernapas melalui mulut.
  • Mengi.
  • Sesak napas.
  • Sakit telinga.
  • Leher kaku.
  • Kepala terkulai.
  • Kehilangan selera makan.
  • Penurunan berat badan.
  • Muntah parah.
  • Diare.

Segera berikan bayi perawatan medis jika bayi mengalami demam yang berlangsung lebih dari 2 hari, atau semakin parah. Moms juga perlu menemui dokter anak jika keringat anak mulai berbau berbeda atau jika bayi memiliki bau badan.

Perawatan yang cepat dan tepat adalah hal yang sangat diperlukan untuk mencegah kondisi menjadi semakin parah.

  • https://www.calpol.co.uk/expert-advice/cold-sweats
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21427123/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait