04 April 2024

BAB Bayi Berbusa, Ini Penyebab hingga Cara Mengatasinya

Sering dialami banyak bayi baru lahir

BAB bayi berbusa nyatanya sering dialami bagi sebagian bayi yang baru lahir.

Feses normal orang dewasa biasanya berbentuk padat dan berwarna cokelat.

Namun, bentuk feses pada bayi akan jauh berbeda dan penting untuk terus memantaunya, karena bisa terjadi kondisi BAB bayi berbusa.

Baik pada bayi yang baru lahir atau bayi yang sudah mulai makan Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Apakah hal ini normal dirasakan bagi Si Kecil? Cek selengkapnya di bawah ini ya, Moms!

Baca Juga: Ibu Hamil Sering Gerah dan Berkeringat, Ini Kata Dokter!

Normalkah BAB Bayi Berbusa?

Fakta Bayi Baru Lahir
Foto: Fakta Bayi Baru Lahir (Orami Photo Stock)

Bayi baru lahir akan mengeluarkan mekonium atau zat berwarna hitam yang lengket pada beberapa hari pertama setelah lahir.

Setelah sekitar tiga hari, feses bayi yang baru lahir berubah menjadi lebih ringan dan encer.

Pada saat ini, feses mereka akan berwarna cokelat muda, kuning, atau kuning kehijauan.

Bayi yang disusui mungkin memiliki feses yang lebih encer. Itu bukanlah pertanda buruk.

Hal ini karena artinya bayi Moms menyerap zat padat di ASI.

Sementara bayi yang diberi susu formula, fesesnya lebih terlihat seperti pasta daripada feses bayi yang mengonsumsi ASI saja.

Moms mungkin akan melihat perubahan pada feses bayi Moms seiring mereka tumbuh. Moms juga mungkin melihat perbedaan jika pola makan mereka berubah.

Misalnya, Saat beralih dari ASI ke MPASI atau mengubah jenis susu formula yang Moms berikan.

Ini semua menyebabkan perubahan jumlah, konsistensi, dan warna feses. Termasuk membuat BAB bayi berbusa.

Selain itu, mengutip Healthline, saat bayi Moms mulai makan makanan padat, Moms mungkin melihat potongan kecil makanan di feses mereka.

Perubahan pola makan ini juga dapat mengubah frekuensi buang air besar bayi Moms setiap harinya.

Sebenarnya, perubahan bentuk feses atau BAB bayi berbusa menandakan ia tengah menyesuaikan sistem pencernaannya dengan makanan yang dikonsumsi.

Baca Juga: Hematochezia, Kondisi Munculnya Darah Segar pada Feses

Penyebab BAB Bayi Berbusa

BAB berbusa pada bayi merupakan hal yang umum terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan.

Biasanya, kondisi ini mirip seperti diare dan tampak ada gelembung di dalamnya.

BAB bayi yang berbusa terkadang juga tampak berminyak atau mengandung lendir.

BAB bayi yang berbusa sering kali disebabkan oleh beberapa hal.

Misalnya ketidakseimbangan kandungan ASI yang diminum, reaksi terhadap makanan, dan beberapa kondisi lainnya seperti masalah kondisi medis.

Berikut ini adalah beberapa penyebab BAB bayi berbusa dan juga cara menanganinya.

1. Ketidakseimbangan Kandungan ASI

BAB Bayi Berbusa
Foto: BAB Bayi Berbusa (Freepik.com)

Menyusui adalah salah satu cara paling efektif untuk memastikan kesehatan dan kelangsungan hidup Si Kecil.

Menurut World Health Organization (WHO), ASI adalah makanan yang ideal untuk bayi.

ASI menjadi sumber nutrisi yang aman, bersih dan mengandung antibodi yang membantu melindungi Si Kecil dari banyak penyakit.

ASI menyediakan hampir semua energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk enam bulan pertama kehidupan.

ASI menjadi sumber utama nutrisi anak hingga usia 6 bulan dan terus memberikan manfaat bersama makanan pendamping hingga usia 2 tahun atau lebih.

Menurut Frontiers, komposisi ASI dapat bervariasi, tetapi secara umum mengandung sekitar 87% air, 1% protein, 3-5% lemak (lipid), dan 7% karbohidrat (termasuk laktosa dan oligosakarida).

ASI juga mengandung banyak mineral (kalsium, fosfor, magnesium, kalium, dan natrium), dan lebih sedikit protein dibanding susu sapi.

Susu mengandung senyawa yang membantu melindungi anak-anak dari penyakit menular.

Akan tetapi, ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kualitas ASI. Mulai dari psikologis sang ibu, makanan, hingga gaya hidup.

Salah satu kekhawatiran bagi beberapa ibu adalah bahwa bayi mungkin tidak mendapatkan cukup ASI.

Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan bayi untuk merasa puas dengan setiap pemberian ASI dan penambahan berat badannya.

Ini juga dapat menyebabkan bayi kembung dan menderita gangguan pencernaan lainnya.

Baca Juga: 6 Posisi Menyusui Bayi Baru Lahir yang Benar, Kata Dokter!

BAB bayi berbusa sering kali merupakan tanda bahwa mereka kelebihan laktosa atau gula yang ditemukan dalam ASI.

ASI terdiri dari dua bagian yaitu foremilk dan hindmilk.

Foremilk biasanya keluar di awal proses menyusui dan diikuti oleh hindmilk yang lebih kaya lemak saat menyusui berlanjut.

Seorang bayi mungkin menerima banyak foremilk di awal menyusu dan tidak mendapatkan hindmilk yang tersisa.

Ini dikenal sebagai kelebihan pasokan atau ketidakseimbangan foremilk dan hindmilk.

Padahal, foremilk memiliki lebih sedikit nutrisi daripada hindmilk yang penuh lemak dan kalori.

Jika bayi Moms mendapatkan terlalu banyak foremilk, maka biasanya akan sulit mencerna laktosa dengan benar.

Kondisi kelebihan laktosa ini akhirnya menyebabkan perubahan feses. Salah satunya BAB bayi berbusa.

Selain BAB bayi berbusa, gejala lain dari masalah ketidakseimbangan ini, seperti mudah menangis, rewel, dan gelisah setelah menyusu.

Lalu, feses berbusa yang warnanya hijau dan berair, dan perut kembung.

Dikutip dari Healthline, kadang-kadang ketidakseimbangan foremilk dan hindmilk ini salah didiagnosis.

Biasanya sebagai alergi terhadap laktosa atau kondisi lain yang menyebabkan gejala serupa seperti kolik, asam lambung dan alergi protein susu.

Moms juga bisa merasakan gejala dari kondisi ini, yaitu ketika memiliki payudara yang sering terasa terlalu penuh dan ASI yang keluar sedikit demi sedikit.

Jika sering BAB bayi berbusa, dianjurkan untuk menyusui lebih lama di satu payudara sebelum beralih ke payudara lain, untuk memastikan bayi mendapatkan cukup hindmilk.

Ini akan memastikan bahwa bayi menerima cukup ASI baik foremilk dan hindmilk.

Moms disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau konsultan laktasi untuk mendapatkan arahan tentang cara menyusui yang tepat dan memastikan kesehatan bagi bayi.

Konsultan laktasi akan memberikan informasi misalnya mengenai cara menyusui yang baik bagi bayi dan Moms sendiri, serta cara meningkatkan produksi ASI.

Baca Juga: 6 Penyebab Bayi Tidak Buang Air Besar dan Cara Mengatasinya

Infeksi bakteri, parasit, atau virus dapat menyerang saluran pencernaan. Biasanya, kondisi infeksi...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb