25 Januari 2023

Bayi Tidak Buang Air Besar: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Kurang bergerak juga bisa jadi pemicunya

Ketika bayi tidak buang air besar (BAB), Moms mungkin akan langsung merasa sangat khawatir.

Pasalnya, kondisi ini bisa bikin Si Kecil tidak nyaman, enggan menyusu, bahkan rewel.

Bayi tidak buang air besar (BAB) atau sembelit terjadi ketika Si Kecil memiliki tinja keras atau masalah dengan pencernaannya.

Hal ini kerap terjadi pada bayi yang diberikan susu formula atau ketika Si Kecil telah mengosumsi MPASI.

Sebaliknya, bayi yang minum ASI ekslusif hampir tidak pernah mengalami sembelit atau susah buang air besar.

Ini karena ASI mengandung bahan pencahar alami dan nutrisi yang dapat dicerna sepenuhnya oleh bayi.

Lantas, apa saja penyebab bayi tidak BAB dalam waktu lama? Apakah ada cara untuk mengatasinya? Cari tahu di bawah ini, yuk!

Baca Juga: Ciri-Ciri Gumoh yang Berbahaya, Moms Wajib Waspada!

Gejala Bayi Tidak BAB

Popok Celana
Foto: Popok Celana (Parenting.firstcry.com)

Bayi tidak buang air besar dalam waktu beberapa hari adalah hal yang normal.

Ketika Si Kecil masih mengonsumsi ASI, kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan, Moms.

ASI adalah obat pencahar alami. Karenanya, bayi yang mendapat ASI eksklusif bisa buang air besar tanpa hambatan.

Terlepas dari itu, ada tanda-tanda atau gejala lain yang kerap menyertai bayi tidak buang air besar, di antaranya:

  • Buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu
  • Susah BAB
  • Tinja keras atau bertekstur sangat kental
  • Bau kentut dan tekstur tinja yang tidak biasa
  • Perut bayi tampang kencang

Mengutip Medline Plus, konstipasi atau sembelit sering terjadi pada anak-anak.

Penelitian oleh Singapore Medical Journal mengatakan, sulit buang air besar terjadi pada 30% bayi di seluruh dunia.

Namun, Si Kecil yang mengalami kondisi tersebut umumnya akan sering mengeluarkan gas alias kentut.

Kondisi ini tergolong normal dan tidak perlu dikhawatirkan, apalagi jika tidak ada keluhan atau gejala penyerta.

Baca Juga: Mengenal Croup, Gejala Batuk Keras Seperti Menggonggong

Berapa Lama Normalnya Bayi Tidak BAB?

Bayi BAB Sendiri
Foto: Bayi BAB Sendiri (Orami Photo Stocks)

Menurut dr. Barry Army Bakry, Sp.A (K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastroenterologi & Hepatologi Anak RS Pondok Indah – Puri Indah, bayi yang minum ASI lebih sering BAB dibandingkan bayi yang minum susu formula.

Seperti yang Moms ketahui, buang air besar bisa menunjukkan apakah Si Kecil dalam kondisi sehat atau tidak.

Bahkan, tidak jarang, bayi tidak buang air besar dijadikan indikator kesehatan Si Kecil.

Maka, jika bayi tidak BAB, Moms bisa mengetahui apakah Si Kecil dalam kondisi sehat atau tidak.

Faktanya, intensitas BAB, bentuk, warna, konsistensi tinja yang dikeluarkan Si Kecil juga bisa menjadi indikator bayi sehat atau normal.

Tapi, jika Si Kecil tidak buang air besar, Moms jangan cemas terlebih dahulu, ya.

Sebab, tidak semua bayi yang sulit BAB menunjukkan adanya masalah kesehatan.

Terlebih, frekuensi BAB itu sendiri akan bervariasi pada setiap anak.

Baca Juga: 5+ Cara Membersihkan Telinga Bayi, Jangan Pakai Cotton Bud!

"Mendekati usia 4 bulan, apa pun susu yang dikonsumsinya, rerata frekuensi BAB bayi adalah 2 kali per hari," ungkap dr. Barry.

Melansir dari What to Expect, bayi yang diberi susu formula biasanya akan buang air besar 3 hingga 4 kali sehari.

Namun, selanjutnya, bayi bisa tidak buang air besar sama sekali selama 3 sampai 4 hari.

Selama kotoran bayi dalam kondisi lembut dan dapat keluar dengan mudah, Moms tidak perlu khawatir.

Tetapi, Moms perlu hubungi dokter jika Si Kecil tidak buang air besar selama lebih dari 5 hari.

Sebagai tambahan informasi, Moms mungkin akan menemukan bayi tidak BAB tapi sering kentut.

Menurut dr. Barry, hal itu terjadi akibat banyaknya udara yang terperangkap di dalam saluran cerna.

Penumpukan gas di saluran cerna yang membuat bayi tidak BAB tapi sering kentut terjadi karena udara yang masuk saat Si Kecil minum susu atau ASI.

"Hal ini karena posisi saat minum yang kurang tepat, sehingga udara ikut masuk secara berlebihan ke saluran pencernaan saat bayi minum susu," jelas dr. Barry.

Penyebab Bayi Tidak Buang Air Besar

Bayi Jarang BAB
Foto: Bayi Jarang BAB (Orami Photo Stocks)

Jika bayi telah diberikan susu formula, mereka akan buang air besar sekitar 4 kali sehari atau 1 kali dalam beberapa hari.

Apabila bayi telah mengenal makanan padat atau MPASI, pencernaan bayi akan mulai beradaptasi lagi.

Pada bulan pertama, bayi cenderung buang air besar sekali sehari. Setelah itu, bayi tidak BAB dalam beberapa hari, bahkan seminggu.

Mereka juga akan kesulitan mengeluarkan tinja karena otot pada usus akan melemah.

Mereka akan cenderung gelisah, menangis, dan wajah memerah ketika bayi tidak bisa buang air besar.

Apa yang menyebabkan bayi tidak BAB? Berikut penjelasannya.

1. Konsumsi Susu Formula

Saat bayi kurang bergerak, maka otot pada usus juga tidak dapat bekerja secara optimal.

Hal ini yang menyebabkan susu atau makanan padat yang bayi konsumsi susah untuk dicerna secara alami.

Saat bayi telah mengenal susu formula, bayi tidak buang air besar lebih sering terjadi.

Ini karena pencernaan bayi mulai mengenal nutrisi baru yang tak ada pada ASI eksklusif.

“Bayi yang diberi susu formula secara eksklusif, memiliki kemungkinan lebih besar untuk tidak bisa buang air besar,” kata Jane Morton, profesor klinis pediatri di Stanford University School of Medicine.

2. Alergi Susu

Bayi Minum Susu
Foto: Bayi Minum Susu (Orami Photo Stock)

Dokter Jennifer Shu, dokter anak di Atlanta, menambahkan bahwa susu formula bisa membuat kotoran anak lebih banyak dan keras, daripada ASI.

Jika bayi Moms memiliki alergi protein-susu atau intoleransi, bisa menjadi penyebab bayi mengalami sembelit atau tidak.

Formula berbasis susu dapat menyebabkan hal ini, serta susu dalam makanan ibu yang diberikan pada bayi melalui ASI.

Ini juga berlaku untuk segala jenis susu yang dapat dikonsumsi bayi yang lebih lebih tua, seperti yoghurt dan keju.

3. MPASI yang Tidak Sesuai

Ketika bayi berusia 6 bulan atau lebih, dokter anak sering memberi tahukan kepada orang tua untuk memberikan berbagai jenis MPASI.

Saat bayi mulai mencoba makanan padat, ia mungkin akan mengeluarkan gas namun tidak buang air besar.

Memperkenalkan makanan padat dan makanan baru kepada bayi dapat menyebabkan sedikit gangguan pencernaan.

Beragam tekstur makanan mulai dikonsumsi bayi atau biasa yang kita kenal sebagai MPASI.

“Apa yang bayi kita makan akan sangat menentukan jenis kotoran yang Si Kecil,” kata Dr. Jennifer Shu. Banyaknya jenis makanan yang dikonsumsi, dapat menyebabkan bayi tidak buang air besar.

Baca Juga: 7+ Makanan Kaya Serat untuk Pencernaan Bayi dan Ibu Hamil

4. Nutrisi Makanan Tidak Seimbang

Sayuran Terbaik untuk MPASI
Foto: Sayuran Terbaik untuk MPASI (Blog.regopantes.com)

Cobalah pertimbangkan makanan yang akan Moms berikan pada anak, seperti saus apel, pisang, atau sereal.

Terlalu banyak jenis makanan terutama sereal beras, dapat membuat bayi tidak BAB.

Jadi pilih makanan anak dengan cermat, Moms.

Memperkenalkan makanan baru secara perlahan saat Moms memulai makanan padat dapat membantu menunjukkan kepekaan.

Salah memilah makanan, dapat menyebabkan masalah gas atau bayi susah buang air besar.

5. Gangguan Cairan Tubuh

Dehidrasi pada bayi bisa menjadi penyebab bayi tidak buang air besar.

Namun saat mereka terlalu konsumsi cairan pada tubuh, ini juga bisa menjadi penyebab bayi tidak buang air besar.

Pemberian cairan atau air berlebihan pada bayi dapat mengakibatkan gangguan elektrolit.

Gangguan elektrolit inilah yang dapat berakibat serius dan terkadang berakibat fatal.

ASI dan susu formula mengandung jumlah natrium, klorida, kalium, dan elektrolit lain yang telah sesuai porsinya.

Baca Juga: 5 Manfaat Susu Rendah Laktosa dan Rekomendasinya untuk Anak

Saat Moms mencoba memberikan minum air putih, kandungan pada air dapat menghancurkan sumber elektrolit pada tubuh.

Menurut studi yang dilakukan oleh Childrens MD MomDocs, bayi yang terlalu banyak mengonsumsi cairan selain menjadi penyebab tidak buang air besar, fungsi ginjal juga akan terganggu.

Sedangkan untuk anak berusia 3 bulan yang minum susu eksklusif tanpa cairan lain, normal jika mengalami kondisi susah BAB.

Bayi susah buang air besar selama 18 hari adalah hal normal selama tidak ada gangguan kesehatan lain.

6. Riwayat Keluarga

Sembelit
Foto: Sembelit (Orami Photo Stock)

Saat bayi tidak buang air besar dalam beberapa kurun waktu, mungkin ini disebabkan riwayat keluarga yang juga mengalami sembelit.

Bayi tidak buang air besar juga dipengaruhi dari apa yang dikonsumsi ibunya.

Saat ibu terlalu banyak mengonsumsi produk susu seperti keju dan susu sapi, ini akan menyebabkan bayi tidak buang air besar.

Menurut Mayo Clinic, ketika anak mengalami perubahan rutinitas seperti sedang travelling, perubahan cuaca, ini juga memengaruhi fungsi usus.

Bayi tidak buang air besar akan lebih sering terjadi pada proses adaptasi ini, lho.

7. Bayi Kurang Bergerak

Menurut Seattle Children, bayi yang kurang bergerak dan terlalu banyak di tempat tidur menjadi salah satu penyebab bayi tidak BAB.

Maka dari itu Moms perlu mengajak anak bermain dan membuat ia bergerak.

Saat bayi kurang bergerak, maka otot pada usus juga tidak dapat bekerja secara optimal.

Hal ini yang menyebabkan susu atau makanan padat yang bayi konsumsi susah untuk dicerna secara alami.

Bayi kurang bergerak saat usia satu tahun atau kurang. Ini menjadi penyebab bayi tidak bisa buang air besar.

Baca Juga: Diare pada Bayi: Ketahui Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya di Sini!

8. Gangguan Kesehatan

Ruam Popok pada Bayi
Foto: Ruam Popok pada Bayi

Penyakit tertentu dapat menyebabkan bayi tidak buang air besar.

Saat bayi menangis atau tidak terlihat nyaman saat buang air besar, hal ini mungkin terjadi gangguan pada pencernaannya.

Biasanya, mengejan adalah hal normal saat bayi tidak buang air besar dan biasanya hanya mengeluarkan gas.

Namun saat gas berbau tidak sedap, perut terasa keras, maka perlu dicurigai ia mengalami gangguan kesehatan.

Menurut Pregnancy Birth Baby, saat bayi berusia kurang dari 8 minggu tidak buang air besar selama 2-3 hari, harus lebih waspada.

Apabila berat badan tidak bertambah, perlu pemeriksaan segera ke dokter untuk mendapatkan perawatan.

Bayi tidak BAB dapat dibantu dengan memijat bagian perut bayi secara perlahan.

Ini dapat merangsang bayi buang air besar. Mandi dengan air hangat juga akan merilekskan otot-otot bayi.

Bahaya Bayi Tidak Buang Air Besar

Bayi Susah Buang Air Besar
Foto: Bayi Susah Buang Air Besar (Orami Photo Stocks)

Moms, bayi tidak BAB atau konstipasi tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa saja, lho.

Si Kecil juga bisa mengalami hal yang sama yakni susah buang air besar.

Apabila konstipasi pada bayi tidak ditangani, kemungkinan akan berdampak buruk pada perkembangannya.

Akibatnya, kemungkinan kondisi ini bisa berlanjut sampai Si Kecil bertumbuh dewasa.

"Bahaya yang mungkin timbul mulai dari gangguan saluran cerna seperti konstipasi sampai gangguan pertumbuhan bayi," jelas dr. Barry.

Kemudian, melansir dari Mayo Clinic, bahaya bayi tidak BAB bisa menimbulkan beberapa komplikasi, seperti

  • Luka yang bisa sangat menyakitkan pada kulit di sekitar anus (fisura anus).
  • Prolaps rektum, ketika rektum keluar dari anus. Rektum sendiri adalah bagian dari usus besar yang berada di akhir usus.
  • Tinja yang tertahan di usus.

Si Kecil juga akan menghindari buang air besar karena sakit.

Akibatnya, menyebabkan tinja menumpuk di usus besar dan rektum, hingga bisa bocor keluar (encopresis).

Baca Juga: 18 Obat Susah BAB dari Bahan Alami dan Medis untuk Melancarkan Buang Air Besar

Cara Mengatasi Bayi Susah BAB

Makanan Kaya Serat untuk Pencernaan Bayi
Foto: Makanan Kaya Serat untuk Pencernaan Bayi (babycentre.co.uk)

Jika bayi tidak BAB, Moms bisa mencoba pengobatan rumahan untuk Si Kecil, namun perlu berkonsultasi dulu dengan dokter anak.

Berikut pengobatan rumahan yang bisa dicoba.

1. Utamakan Gizi Makanan yang Sesuai

Moms dapat mencoba memberi bayi lebih banyak ASI atau susu formula jika anak mau.

Jika bayi Moms sudah makan makanan padat, beri ia lebih banyak serat untuk membantunya buang air besar.

Cobalah bubur plum, ubi jalar, barley, atau sereal gandum utuh.

Makanan kaya serat mungkin membuat bayi kembung, tetapi sering kali membantu buang air besar.

2. Pastikan Bayi Terhidrasi

Jika bayi Moms berusia di atas 6 bulan, Moms dapat memberi mereka beberapa liter air.

Jika ragu, bicarakan dengan dokter tentang memberi mereka 2 hingga 4 gram apel, prune, atau jus pir.

Jus ini memiliki gula alami yang disebut sorbitol yang juga berfungsi sebagai pencahar.

Meminumnya dapat membantu melembutkan kotoran bayi.

3. Bayi Aktif Bergerak

Bayi Moms mungkin perlu bergerak untuk membantunya buang air besar.

Menggerakkan kaki bayi seperti saat bersepeda dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaannya.

Moms juga dapat mencoba menggendong bayi sehingga mereka “berjalan” di pangkuan kita.

Baca Juga: Itinerary 5 Hari di Korea, Serunya Jalan-jalan Pakai Hanbok di Insadong!

4. Buat Tubuhnya Relaks

Coba pijat perut dan tubuh bayi.

Cara ini dapat membantu merelaksasi dan membuka otot perut yang tegang.

Moms juga bisa mencoba mandi air hangat untuk membantunya relaks.

5. Konsumsi Obat-obatan

Jika tidak ada perubahan dalam pemberian makan atau olahraga yang membantu mengatasi sembelit, cara ini perlu dicoba.

Dokter anak mungkin merekomendasikan untuk mencoba obat gliserin bayi.

Obat ini harus dimasukkan ke dalam rektum bayi, tetapi mereka mungkin lega dan tidur nyenyak ketika mereka bisa buang air besar.

Baca Juga: 55+ Nama Bayi Kembar Laki-Laki Islam beserta Artinya, Keren!

Itu dia beberapa hal yang bisa menjadi penyebab bayi tidak buang air besar. Apakah buah hati Moms juga mengalaminya?

Segera hubungi dokter anak jika Si Kecil yang baru lahir (di bawah 6 minggu) tidak buang air besar sama sekali, ya, Moms!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7052003/
  • https://childrensmd.org/browse-by-age-group/newborn-infants/long-can-baby-go-without-pooping/
  • https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/constipation/
  • https://www.pregnancybirthbaby.org.au/constipation-in-babies
  • https://medlineplus.gov/ency/article/003125.htm
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation-in-children/symptoms-causes/syc-20354242#:~:text=Although%20constipation%20in%20children%20can,comes%20out%20of%20the%20anus
  • https://www.whattoexpect.com/first-year/health-and-safety/newborn-infant-baby-poop/#:~:text=Formula%2Dfed%20babies%20typically%20poop,for%20more%20than%20five%20days.
  • https://dailymom.com/nurture/7-ways-to-overcome-poop-withholding/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb