3-12 bulan

3-12 BULAN
9 Desember 2020

15+ Jenis Bintik Merah pada Bayi, Mulai dari Ringan Hingga Beresiko!

Mengenali gejalanya dapat membantu Si Kecil mendapat perawatan yang tepat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kulit bayi yang masih sensitif menyebabkan beberapa kondisi, salah satunya yaitu bintik merah pada bayi.

Penyebab bintik merah pada bayi bisa karena kondisi yang tidak berbahaya seperti jerawat atau biang keringat, atau sesuatu yang lebih serius seperti campak hingga meningitis.

Oleh karena itu, Moms dapat mencari tahu dan mengenali kondisi kulit apa yang menjadi penyebab pasti bintik merah pada bayi. Hal ini agar Si Kecil mendapatkan perawatan yang tepat dan efektif.

Sebuah studi yang dipaparkan oleh Pregnancy Birth & Baby, setiap bayi baru lahir biasanya mengalami bintik merah pada bayi. Ini muncul antara 2 hari dan dua minggu setelah bayi lahir, atau dalam waktu tertentu.

Bercak atau bintik merah pada bayi ini biasanya berbentuk benjolan, datar, kecil dan muncul di daerah wajah dan menyebar ke anggota tubuh lainya.

Bintik merah pada bayi ini tidak berbahaya, tidak menular, dan akan hilang setelah beberapa hari atau beberapa saat.

Baca Juga: Bisa Karena Banyak Hal, Ketahui 5 Penyebab Kulit Gatal pada Bayi

Namun Moms perlu tahu bintik merah pada bayi dapat disebabkan dari beragam kondisi medis dan faktor yang meningkatkan resiko.

Penyebab Bintik Merah pada Bayi

Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menyebabkan timbulnya bintik merah pada bayi. Cari tahu ya, Moms!

1. Jerawat Bayi

Bintik merah pada bayi bisa jadi itu jerawat bayi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jerawat pada bayi umumnya muncul 2-4 minggu setelah kelahiran. Jerawat bisa muncul di pipi, hidung, atau dahi. Hingga saat ini, penyebab jerawat pada bayi belum diketahui.

Jerawat pada bayi umumnya dapat hilang dengan sendirinya setelah bayi berusia tiga hingga empat bulan. Jerawat yang menyerupai bintik merah pada bayi ini tidak terasa sakit atau nyeri.

Jangan gunakan produk jerawat untuk kulit dewasa, pada bayi karena kulit bayi masih sangat sensitif, sehingga penggunaan sembarang produk bisa menyebabkan iritasi.

2. Eksim

Eksim atau eczema bisa menimbulkan bintik merah pada bayi, yang disertai rasa gatal dan nyeri. Kulit bayi juga akan terlihat kering. Eksim umumnya muncul saat bayi berusia enam bulan.

Seringkali, eksim terjadi di pipi atau dahi. Menurut Healthy Children, seiring bertambahnya usia, kondisi ini dapat juga meluas hingga lutut, siku, dan area lipatan kulit lainnya.

Baca Juga: Ketahui 3 Penyebab Eksim pada Bayi

3. Biang Keringat

Biang keringat pada bayi bisa terjadi karena keringat tidak bisa keluar dari kulit akibat tersumbatnya pori-porinya. Kondisi ini umumnya muncul di leher, bahu, dada, ketiak, lipatan siku, dan pangkal paha.

Biang keringat muncul saat cuaca sedang panas. Sehingga, untuk mencegahnya, berikan Si Kecil pakaian yang longgar, dan berbahan dingin.

Berbagai obat untuk biang keringat seperti salep dan krim bisa Moms dapatkan di apotek tanpa resep dokter.

4. Eritema Toksikum

Cara mengatasi bintik merah pada bayi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Kondisi lain yang bisa menyebabkan munculnya bintik merah pada bayi adalah eritema toksikum. Meski ada unsur “toksik” pada namanya, bukan berarti kondisi ini toksik atau beracun, dan berbahaya bagi bayi.

Eritema toksikum dapat muncul di semua bagian kulit, kecuali telapak kaki dan telapak tangan. Kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam hitungan hari atau minggu.

Ini hampir sama dengan eksim, namun tidak menimbulkan gatal atau rasa panas di bintik merah pada kulit bayi.

5. Campak

Bintik merah pada bayi juga bisa salah satu indikasi ia terkena campak. Jika Si Kecil terinfeksi campak, selain bintik merah, gejala berupa demam, batuk, mata bengkak, dan munculnya bercak putih di mulut, juga dapat menyertai.

Ruam atau bintik merah akan muncul di wajah, kepala dan leher Si Kecil, kemudian menyebar ke seluruh tubuh dan bisa menimbulkan rasa gatal.

Biasanya anak yang menderita campak akan lebih rewel, tidak napsu makan dan demam tinggi selama beberapa hari. Maka Moms perlu segera ke dokter untuk mencari tahu penyebab dan penanganan lebih dini.

6. Folikulitis

Folikulitis terjadi saat folikel rambut di bawah kulit terinfeksi. Kondisi ini ditandai dengan kemunculan bintik atau benjolan merah kecil atau jerawat yang berisi cairan di kulit.

Folikulitis bisa muncul di semua bagian tubuh yang memiliki sel rambut, terutama di kaki, tangan, ketiak, atau bokong.

Bintik merah pada bayi ini memang jarang ditemukan namun setiap bayi beresiko mengalami penyakit ini. Pada kebanyakan kasus, folikulitis bisa sembuh dengan sendirinya, dalam waktu kurang lebih 10 hari.

7. Meningitis

Meningitis salah satu gejala yang dirasakan yakni bintik merah pada bayi-3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Meningitis atau radang selaput otak adalah suatu infeksi berbahaya yang dapat berkembang dengan cepat. Salah satu ciri khas yang muncul pada bintik merah pada bayi akibat meningitis adalah jika kulit diberi tekanan, maka bintik merahnya tidak memudar.

Meningitis tidak selalu menimbulkan bintik merah. Jika bintik tersebut sudah mulai muncul, maka infeksi yang dialami sudah cukup parah, dan Moms perlu segera menghubungi dokter.

Meningitis tak hanya dapat menghampiri orang dewasa, yakni bayi dan anak kecil juga beresiko.

8. Ruam

Ruam tidak hanya dapat muncul di area genital dan bokong, tapi juga pada bagian wajah, seperti pipi. Bintik merah pada bayi tersebut dapat terasa hangat jika disentuh. Kondisi ini umum terjadi sampai anak berusia satu tahun.

Ruam atau bintik merah pada bayi ini juga bisa karena gigitan serangga atau alergi terhadap produk. Seperti yang dipaparkan oleh Mott Children Hospital, ruam popok juga sering terjadi pada bayi dengan ditandai timbul bintik merah pada bayi di sekitar popok.

Untuk menghindari hal ini, selalu pastikan popok bayi dalam keadaan kering dan bersih. Ini menghindari penyebaran bakteri pada kulit bayi.

Baca Juga: 4 Kriteria Pelembap untuk Kulit Kering Bayi

9. Roseola

Roseola ditandai dengan bintik merah pada bayi, ini cara mengatasinya!

Foto: Orami Photo Stock

Bintik merah pada kulit bayi juga dapat disebabkan oleh roseola. Kondisi ini umumnya diawali dengan munculnya demam, flu, mata bengkak, dan pembengkakan kelenjar di leher.

Demam yang dialami anak dapat muncul hingga tiga atau empat hari, dan kemudian reda secara tiba-tiba. Saat demam reda, bintik merah pada kulit bayi akan mulai muncul di dada, perut, atau punggung, lalu meluas ke seluruh permukaan tubuh.

10. Rubella

Bintik merah pada bayi di leher dan wajah adalah salah satu gejala awal rubella. Bintik ini juga akan membuat kulit terasa lebih kasar.

Pada rubella, bintik yang muncul akan disertai dengan gejala lain seperti demam, hidung berair, mata merah dan bengkak, serta pembengkakan kelenjar yang bisa dialami Si Kecil.

11. Scabies

Scabies adalah kondisi yang muncul akibat gigitan tungau atau kutu di kulit. Bintik merah pada bayi akibat scabies rasanya sangat gatal, dan muncul di tangan serta kaki dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

12. Demam Scarlet (Scarlatina)

Demam scarlet diawali dengan munculnya gejala seperti sakit tenggorokan, pusing, demam, dan mual serta muntah. Dua hari setelah gejala tersebut muncul, bintik merah akan mulai terlihat di kulit.

Bintik merah pada bayi akibat demam scarlet terlihat seperti ruam akibat terbakar matahari dan terasa kasar. Ruam biasanya dimulai di dada atau perut, kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Baca Juga: Bayi Rewel Karena Kulit Gatal? Ini 6 Cara Mengatasinya!

13. Slapped Cheek Syndrome

Bintik merah pada bayi ditandai dengan kemerahan pada pipi seperti ditampar.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Slapped cheek syndrome atau sindrom pipi tertampar adalah suatu infeksi virus yang membuat bercak-bercak merah pada bayi, seperti habis ditampar.

Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak merah terang di pipi. Tanda tersebut tidak disertai rasa sakit atau nyeri, dan akan muncul pada hari keempat atau ke-14 setelah virus mulai menginfeksi.

14. Cradle Cap

Dermatitis seboroik menyebabkan ruam pada area kulit yang mengandung banyak kelenjar penghasil minyak. Pada bayi, ruam terutama muncul di kulit kepala, dan orang-orang biasanya menyebutnya sebagai cradle cap. Namun, cradle cap juga bisa muncul di pipi, terutama di sekitar mata dan hidung.

Bintik merah cradle cap memiliki karakteristik seperti berikut:

  • Kemerahan dan radang
  • Penampilan berminyak atau berminyak
  • Bercak bersisik atau berkerak putih atau kuning

Bintik merah pada bayi ini kulit terlihat berminyak serta muncul kerak putih-putih di sekitar kulit.

15. Alergi Makanan

Bintik merah pada bayi bisa menjadi reaksi yang jelas terhadap makanan yang mungkin menyebabkan alergi pada bayi Moms. Kondisi ini dapat terjadi saat ditransfer ke bayi melalui ASI juga.

Jika bayi Moms mengonsumsi makanan tambahan, bahan-bahan formula tertentu juga dapat memicu alergi pada bayi, dan ia mungkin mengalami bintik merah di wajah.

16. Alergi Binatang

Jika Moms memiliki hewan peliharaan di rumah, kehadirannya juga bisa memicu alergi pada bayi Moms.

Bintik merah pada bayi yang disertai gatal-gatal, salah satu penyebab dapat dipicu dari hewan peliharaan di rumah. Rambut hewan peliharaan yang biasanya berserakan di sekitar rumah juga dapat memicu reaksi alergi.

Jika Moms bermain dengan hewan peliharaan, pastikan tangan dan tubuh kita bersih dari air liur atau bulu hewan peliharaan sebelum menggendong Si Kecil.

Baca Juga: 4 Produk Skincare Bayi untuk Traveling, Jangan sampai Ketinggalan!

Cara Mengatasi Bintik Merah pada Bayi

Cara menghilangkan bintik merah pada bayi tergantung dari penyebab itu sendiri. Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa Moms gunakan untuk mengatasinya.

1. Gunakan Salep

3 Pilihan Salep untuk Mengatasi Bintik Merah pada Bayi

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi bintik merah pada bayi yang pertama adalah Moms bisa gunakan obat oles atau salep untuk mengatasi bintik merah pada bayi di pipi akibat eksim. Saat mencoba menentukan penyebab eksim anak, ada baiknya Moms mencatat gejala dan pemicu potensial.

Dengan menghindari pemicu ini, Moms bisa mencegah timbulnya gejala.

Di bawah ini adalah beberapa pemicu umum eksim pada bayi:

  • Panas dan berkeringat
  • Kulit kering
  • Bahan pengiritasi, seperti sabun, deterjen cuci, dan asap rokok
  • Alergen, seperti tungau debu, serbuk sari, dan bulu hewan peliharaan
  • Kain tertentu, seperti wol dan nilon

Perawatan untuk eksim yang bisa Moms berikan untuk anak meliputi:

  • Pelembap over-the-counter (OTC)
  • Krim resep dan salep, seperti krim steroid
  • Obat imunosupresan
  • Fototerapi

Baca Juga: Pipi Anak Berbintik Kemerahan? Jangan-jangan Itu Gejala Rosacea

Seorang dokter dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit anak dan merekomendasikan pengobatan. Mereka juga dapat memberi saran tentang pemicu dan cara menghindarinya.

2. Krim Antijamur

Untuk gejala cradle cap yang ringan, obat bebas resep seperti krim antijamur dan sampo medis, dapat membantu meredakan ketidaknyamanan dan mempercepat penyembuhan. Namun, bicarakan dengan dokter sebelum menggunakan krim ini pada bayi ya Moms.

Cara mengatasi bintik merah pada bayi akibat jamur dapat menggunakan krim atau salep khusus membunuh jamur pada kulit.

Jika kulit bersisik Moms juga bisa oleskan minyak mineral atau petroleum jelly ke kulit kepala bayi 1 jam sebelum menggunakan sampo anti-ketombe dapat membantu melonggarkan dan menghilangkan sisik.

Untuk bayi dengan gejala yang lebih parah, dokter mungkin meresepkan steroid topikal untuk mengurangi peradangan. Temui dokter segera, jika kulit bayi:

  • Terasa panas
  • Ada cairan mengalir
  • Mengeluarkan bau yang tidak sedap

3. Biarkan Menghilang Sendiri

Cara mengatasi bintik merah pada bayi satu ini bisa dilakukan jika anak menderita milia. Kondisi kulit ini cenderung akan membersihkan dirinya sendiri dalam beberapa minggu, setelah pori-pori terbuka.

Baca Juga: 7 Produk di Rumah yang Memicu Ruam Kulit pada Bayi, Tak Diduga

Biasanya tidak diperlukan perawatan. Hindari menggunakan krim dan salep pada kulit bayi, karena ini dapat lebih lanjut menyumbat pori-pori dan menyebabkan lebih banyak milia.

4. Bersihkan Kulit Anak dengan Baik

Cara mengatasi bintik merah pada bayi, catat ya Moms!

Foto: Orami Photo Stock

Umumnya, jerawat pada bayi yang baru lahir tidak begitu mengkhawatirkan. Kondisi ini tidak mungkin menyebabkan jaringan parut dan cenderung sembuh tanpa perawatan setelah beberapa minggu atau bulan.

Cara mengatasi bintik merah pada bayi yang ditandai jerawat bayi dapat dihilangkan dengan cara alami yakni rajin menjaga kebersihan kulit bayi.

Namun Moms harus memperhatikan kebersihan kulit bayi. Yang bisa Moms lakukan adalah:

  • Cuci kulit bayi dengan lembut menggunakan air hangat.
  • Menghindari menggosok daerah yang terkena dampak
  • Hindari produk perawatan kulit yang berminyak atau berminyak
  • Mencari saran dari dokter anak sebelum menggunakan obat jerawat atau produk pembersih.

Baca Juga: Simak Gejala Cacar Ular alias Herpes Zoster yang Mengganggu

5. Berikan Bayi Acetaminophen Atau Ibuprofen

Gejala-gejala dari sindrom pipi tertampar biasanya ringan, dan infeksi yang mendasarinya biasanya hilang tanpa pengobatan.

Cara mengatasi bintik merah pada bayi dengan mengonsumsi obat minum tidak boleh asal konsumsi ya. Moms.

Obat bebas resep, seperti acetaminophen dan ibuprofen, dapat membantu cara mengatasi bintik merah pada bayi dan meringankan ketidaknyamanan Si Kecil. Namun, bicarakan dengan dokter sebelum memberikan obat ini kepada anak kecil atau bayi Moms ya.

Jangan pernah memberikan aspirin pada anak, karena dapat meningkatkan risiko kondisi serius yang disebut sindrom Reye.

Tips Merawat Kulit Bayi

Tips cara mengatasi bintik merah pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Kulit bayi memang lebih sensitif dan rapuh jika dibandingkan dengan kulit orang dewasa. Dengan merawat kulit bayi tetap bersih, ini juga salah satu cara mengatasi bintik merah paa bayi. Sehingga, untuk menjaga kesehatannya pun diperlukan cara tertentu, seperti berikut ini.

  • Mandikan bayi dengan air hangat dan sabun yang berbahan lembut selama kurang lebih lima menit. Moms juga bisa menggunakan sabun yang sama untuk membersihkan kulit kepalanya.
  • Setelah selesai mandi, keringkan secara perlahan dan oleskan pelembap di kulit bayi.
  • Moms juga dapat mengoleskan krim khusus di area yang akan ditutupi popok, untuk mencegah munculnya ruam popok pada Si Kecil.

Pilihlah sabun, pelembap, maupun krim untuk bayi yang berbahan ringan dan lembut. Hindari produk yang mengandung parfum, karena dapat mengiritasi kulit bayi.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Mengatasi Ruam Popok Bayi

Sebagian besar kondisi penyebab bintik merah pada bayi tidaklah berbahaya, dan dapat sembuh dengan sendirinya. Hanya saja, ada beberapa penyebab yang menandakan suatu infeksi atau gangguan kesehatan tertentu.

Sehingga, sebaiknya Moms segera memeriksakan kondisi Si Kecil ke dokter, apabila bintik merah pada bayi yang dialaminya disertai dengan gejala-gejala berikut:

  • Demam
  • Nafsu makan hilang
  • Disertai benjolan-benjolan berisi nanah
  • Muncul garis-garis merah yang berkembang dari bercak merah di kulit
  • Kelenjar getah bening membengkak
  • Batuk
  • Lemas
  • Bintik merah tidak terlihat pudar apabila kulit diberi tekanan

Jika Moms merasa khawatir, jangan ragu memeriksakan anak ke dokter meskipun bintik merah pada bayi tidak disertai gejala-gejala di atas.

Baca Juga: Ini Tanda DBD (Demam Berdarah Dengue) yang Bisa Terjadi pada Anak

Dokter akan mencari penyebab munculnya bintik merah pada kulit bayi, serta melakukan perawatan untuk mengatasi bintik merah pada bayi yang paling tepat untuk Si Kecil.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait