Scroll untuk melanjutkan membaca

3-12 BULAN
25 Januari 2023

15+ Penyebab Bintik Merah pada Bayi, Tak Melulu Biang Keringat!

Mengenali gejalanya dapat membantu Si Kecil mendapat perawatan yang tepat
15+ Penyebab Bintik Merah pada Bayi, Tak Melulu Biang Keringat!

Kulit bayi masih sangat sensitif, sehingga rentan mengalami berbagai masalah. Salah satu masalah tersebut, yaitu bintik merah pada bayi.

Penyebab bintik merah pada bayi bisa karena kondisi yang tidak berbahaya, seperti jerawat atau biang keringat.

Namun, kondisi tersebut juga bisa disebabkan oleh sesuatu yang lebih serius, seperti campak hingga meningitis.

Oleh karena itu, Moms wajib mengenal penyebab dan gejala bintik merah pada bayi.

Dengan demikian, Moms tahu kapan waktu yang tepat membawa Si Kecil berobat ke dokter apabila mengalami kondisi tersebut.

Yuk, cek selengkapnya lewat ulasan di bawah ini, Moms!

Baca Juga: Mengenal Mikrosefalus, Kondisi Lingkar Kepala Bayi Lebih Kecil dari Normal

Mengenal Bintik Merah pada Bayi

Pipi Bayi Merah

Foto: Pipi Bayi Merah (Orami Photo Stocks)

Sebuah studi yang dipaparkan oleh Pregnancy Birth & Baby menyatakan, setiap bayi baru lahir biasanya mengalami bintik merah pada kulitnya.

Ciri-ciri tersebut muncul antara 2 hari dan 2 minggu setelah bayi lahir, atau dalam waktu tertentu.

Bercak atau bintik merah pada bayi ini biasanya berbentuk benjolan, datar, kecil, dan muncul di daerah wajah serta menyebar ke anggota tubuh lainya.

Bintik merah pada bayi ini tidak berbahaya, tidak menular, dan akan hilang setelah beberapa hari atau beberapa saat.

Namun, Moms perlu tahu bintik merah pada bayi dapat disebabkan oleh beragam kondisi medis.

Gejala dari bintik merah pada bayi ini tentu beragam, oleh karena itu dibutuhkan diagnosis lebih lanjut.

Diagnosa yang tepat menentukan pengobatan dari kulit merah pada bayi.

Baca Juga: 6 Penyebab Telinga Bayi Bau, Jangan Dianggap Sepele!

Penyebab Bintik Merah pada Bayi

Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab bintik merah pada bayi. Catat, ya, Moms!

1. Jerawat Bayi

Jerawat Bayi

Foto: Jerawat Bayi (Orami Photo Stocks)

Jerawat pada bayi umumnya muncul 2-4 minggu setelah kelahiran.

Jerawat bisa muncul di pipi, hidung, atau dahi. Hingga saat ini, penyebab jerawat pada bayi masih belum diketahui pasti.

Jerawat yang menyerupai bintik merah pada bayi ini tidak terasa sakit atau nyeri, juga tidak berbahaya.

Namun, pastikan untuk tidak menggunakan produk jerawat untuk orang dewasa pada kulit bayi, ya, Moms.

Bagaimanapun juga, kulit bayi masih sangat sensitif. Jika menggunakan obat yang tidak sesuai, kulit Si Kecil malah bisa mengalami iritasi.

2. Eksim

Eksim atau eczema bisa menimbulkan bintik merah pada bayi. Gejalanya biasanya disertai dengan rasa gatal, nyeri, dan kulit kering.

Eksim umumnya muncul saat bayi berusia 6 bulan. Sering kali, bintik merah pada bayi akibat eksim muncul di pipi atau dahi.

Menurut laman Healthy Children, seiring bertambahnya usia, kondisi ini dapat meluas hingga ke lutut, siku, dan area lipatan kulit lainnya.

Baca Juga: 13 Ciri Kucing Cacingan, Salah Satunya Suka Menyeret Pantat

3. Biang Keringat

Biang Keringat pada Kulit

Foto: Biang Keringat pada Kulit (Orami Photo Stocks)

Biang keringat pada bayi bisa terjadi karena keringat tidak bisa keluar dari kulit akibat tersumbatnya pori-porinya.

Kondisi ini umumnya muncul di leher, bahu, dada, ketiak, lipatan siku, dan pangkal paha.

Biang keringat muncul saat cuaca sedang panas. Sehingga, untuk mencegahnya, berikan Si Kecil pakaian yang longgar dan berbahan dingin.

Berbagai obat untuk biang keringat seperti salep dan krim bisa Moms dapatkan di apotek tanpa resep dokter.

4. Eritema Toksikum

Kondisi lain yang bisa menyebabkan munculnya bintik merah pada bayi adalah eritema toksikum.

Meski ada unsur “toksik” pada namanya, bukan berarti kondisi ini toksik atau beracun, dan berbahaya bagi bayi.

Eritema toksikum dapat muncul di semua bagian kulit, kecuali telapak kaki dan telapak tangan.

Kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam hitungan hari atau minggu.

Gejalanya hampir sama dengan eksim, tapi tidak menimbulkan gatal atau rasa panas di bintik merah pada kulit bayi.

5. Campak

Bayi Campak

Foto: Bayi Campak (Orami Photo Stocks)

Bintik merah pada bayi juga bisa jadi salah satu indikasi ia terkena campak.

Jika Si Kecil terinfeksi campak, selain bintik merah, gejala berupa demam, batuk, mata bengkak, dan munculnya bercak putih di mulut, juga dapat menyertai.

Ruam atau bintik merah akan muncul di wajah, kepala, dan leher Si Kecil, kemudian menyebar ke seluruh tubuh dan bisa menimbulkan rasa gatal.

Biasanya anak yang menderita campak akan lebih rewel, tidak nafsu makan, dan demam tinggi selama beberapa hari.

Maka Moms perlu segera ke dokter untuk mencari tahu penyebab dan penangananya lebih dini.

6. Folikulitis

Folikulitis terjadi saat folikel rambut di bawah kulit terinfeksi.

Kondisi ini ditandai dengan kemunculan bintik atau benjolan merah kecil atau jerawat yang berisi cairan di kulit.

Folikulitis bisa muncul di semua bagian tubuh yang memiliki sel rambut, terutama di kaki, tangan, ketiak, atau bokong.

Bintik merah pada bayi ini memang jarang ditemukan. Namun, setiap bayi berisiko mengalami penyakit ini.

Pada kebanyakan kasus, folikulitis bisa sembuh dengan sendirinya, dalam waktu kurang lebih 10 hari.

Baca Juga: Agar Cepat Kering, Intip 15 Tips Merawat Tali Pusar Bayi Baru Lahir

7. Meningitis

Meningitis Bayi

Foto: Meningitis Bayi (Orami Photo Stocks)

Meningitis atau radang selaput otak adalah suatu infeksi berbahaya yang dapat berkembang dengan cepat.

Salah satu ciri khas yang muncul pada bintik merah pada bayi akibat meningitis adalah jika kulit diberi tekanan, bintik merahnya tidak memudar.

Meningitis tidak selalu menimbulkan bintik merah.

Jika bintik tersebut sudah mulai muncul, infeksi yang dialami sudah cukup parah, dan Moms perlu segera menghubungi dokter.

Meningitis tak hanya dapat menghampiri orang dewasa, tetapi bayi dan anak kecil juga berisiko.

8. Ruam Kulit

Ruam tidak hanya dapat muncul di area genital dan bokong, tapi juga pada bagian wajah, seperti pipi.

Bintik merah pada bayi tersebut dapat terasa hangat jika disentuh. Kondisi ini umum terjadi sampai anak berusia 1 tahun.

Ruam atau bintik merah pada bayi ini juga bisa karena gigitan serangga atau alergi terhadap produk.

Seperti yang dipaparkan oleh Mott Children Hospital, ruam popok juga sering terjadi dan ditandai dengan timbulnya bintik merah pada bayi di sekitar popok.

Untuk menghindari hal ini, selalu pastikan popok bayi dalam keadaan kering dan bersih. Ini untuk menghindari penyebaran bakteri pada kulit bayi.

Baca Juga: 14 Rekomendasi Pelembap Wajah untuk Kulit Kering, Berminyak, Sensitif dan Berjerawat

9. Roseola

Ilustrasi Bintik Merah

Foto: Ilustrasi Bintik Merah (healthgaes.blogspot.com)

Bintik merah pada kulit bayi juga dapat disebabkan oleh roseola.

Kondisi ini umumnya diawali dengan munculnya demam, flu, mata bengkak, dan pembengkakan kelenjar di leher.

Demam yang dialami anak dapat muncul hingga 3 atau 4 hari, dan kemudian reda secara tiba-tiba.

Saat demam reda, bintik merah pada kulit bayi akan mulai muncul di dada, perut, atau punggung, lalu meluas ke seluruh permukaan tubuh.

10. Rubella

Bintik merah pada bayi di leher dan wajah adalah salah satu gejala awal rubella. Bintik ini juga akan membuat kulit terasa lebih kasar.

Pada rubella, bintik yang muncul akan disertai dengan gejala lain seperti demam, hidung berair, mata merah dan bengkak.

Selain itu, umumnya gejala rubella juga serta pembengkakan kelenjar yang bisa dialami Si Kecil.

11. Scabies

Gatal Scabies

Foto: Gatal Scabies (findatopdoc.com)

Scabies adalah kondisi yang muncul akibat gigitan tungau atau kutu di kulit.

Bintik merah pada bayi akibat scabies rasanya sangat gatal, dan muncul di tangan serta kaki dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Dokter biasanya mengobati masalah kulit ini dengan meresepkan krim atau losion obat untuk membunuh tungau.

Cukup oleskan krim ke kulit di seluruh tubuh (dari leher ke bawah), bukan hanya area yang terkena ruam.

Pada bayi dan anak kecil, oleskan juga krim pada wajah (hindari mulut dan mata), kulit kepala, dan telinga.

12. Demam Scarlet (Scarlatina)

Demam scarlet diawali dengan munculnya gejala seperti sakit tenggorokan, pusing, demam, dan mual serta muntah.

Dua hari setelah gejala tersebut muncul, bintik merah akan mulai terlihat di kulit.

Bintik merah pada bayi akibat demam scarlet terlihat seperti ruam akibat terbakar matahari dan terasa kasar.

Ruam biasanya dimulai di dada atau perut, kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Baca Juga: Review Perlak Bayi Bello Baby Dry Sheet oleh Moms Orami, Lembut dan Anti Tembus!

13. Slapped Cheek Syndrome

Ruam di Pipi Bayi

Foto: Ruam di Pipi Bayi (Orami Photo Stocks)

Slapped cheek syndrome atau sindrom pipi tertampar adalah suatu infeksi virus yang membuat bercak-bercak merah pada bayi, seperti habis ditampar.

Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak merah terang di pipi.

Tanda tersebut tidak disertai rasa sakit atau nyeri, dan akan muncul pada hari ke-4 atau ke-14 setelah virus mulai menginfeksi.

14. Cradle Cap

Dermatitis seboroik menyebabkan ruam pada area kulit yang mengandung banyak kelenjar penghasil minyak.

Pada bayi, ruam terutama muncul di kulit kepala, dan orang-orang biasanya menyebutnya sebagai cradle cap.

Bintik merah cradle cap memiliki karakteristik seperti berikut:

  • Kemerahan dan radang
  • Tampilannya yang berminyak
  • Bercak bersisik atau berkerak putih atau kuning

Namun, cradle cap juga bisa muncul di pipi, terutama di sekitar mata dan hidung.

15. Alergi Makanan

Alergi Dingin pada Bayi

Foto: Alergi Dingin pada Bayi (Orami Photo Stocks)

Bintik merah pada bayi bisa menjadi reaksi yang jelas terhadap makanan yang mungkin menyebabkan alergi pada bayi, Moms.

Kondisi ini bisa terjadi saat Moms mengonsumsi makanan tertentu pemicu alergi kemudian menyusui Si Kecil sehingga tersalurkan lewat ASI.

Jika bayi Moms mengonsumsi makanan tambahan, bahan-bahan formula tertentu juga dapat memicu alergi pada bayi.

Gejalanya yakni ia mungkin mengalami bintik merah di wajah dan area kulit lainnya.

16. Alergi Bulu Hewan

Jika Moms memiliki hewan peliharaan di rumah, kehadirannya juga bisa memicu alergi pada bayi.

Bintik merah pada bayi yang disertai gatal-gatal, dapat dipicu dari hewan peliharaan di rumah.

Rambut hewan peliharaan yang biasanya berserakan di sekitar rumah juga dapat memicu reaksi alergi.

Jika Moms bermain dengan hewan peliharaan, pastikan tangan dan tubuh bersih dari air liur atau bulu hewan peliharaan sebelum menggendong Si Kecil.

Baca Juga: 5 Review Gendongan Baby Carrier Favorit Moms, Pilih yang Mana?

Cara Mengatasi Bintik Merah pada Bayi

Mengoleskan Salep

Foto: Mengoleskan Salep (Orami Photo Stock)

Cara mengatasi bintik merah pada bayi mesti disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.

Secara umum, tindakan yang bisa Moms lakukan sebagai cara mengatasi bintik merah pada bayi, yaitu:

1. Gunakan Salep atau Obat Oles

Cara mengatasi bintik merah pada bayi yang pertama adalah Moms bisa gunakan obat oles atau salep.

Biasanya salep diberikan jika Si Kecil mengalami eksim atau masalah kulit lainnya.

Perawatan untuk eksim yang bisa Moms berikan untuk bayi meliputi:

  • Pelembap kulit
  • Krim resep dan salep, seperti krim steroid
  • Obat imunosupresan
  • Fototerapi

Baca Juga: Liprolac, Suplemen Probiotik untuk Bayi dan Anak-anak

Apabila tak kunjung sembuh, Moms dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit anak dan merekomendasikan pengobatan.

Mereka juga dapat memberi saran tentang pemicu dan cara menghindarinya.

2. Gunakan Krim Antijamur

Untuk gejala cradle cap yang ringan, obat bebas resep seperti krim antijamur dan sampo medis dapat membantu meredakan gejala.

Cara mengatasi bintik merah pada bayi akibat jamur dapat menggunakan krim atau salep khusus membunuh jamur pada kulit.

Jika kulit bersisik, Moms juga bisa oleskan minyak mineral atau petroleum jelly ke kulit kepala bayi 1 jam sebelum menggunakan sampo antijamur.

Tujuannya yaitu untuk bantu melonggarkan dan menghilangkan sisik.

Untuk bayi dengan gejala yang lebih parah, dokter mungkin meresepkan steroid oles untuk mengurangi peradangan.

Temui dokter segera, jika kulit bayi mengalami:

  • Terasa panas
  • Ada cairan mengalir
  • Mengeluarkan bau yang tidak sedap

Namun, bicarakan dengan dokter sebelum menggunakan krim ini pada bayi ya, Moms.

3. Biarkan Menghilang Sendiri

Cara mengatasi bintik merah pada bayi satu ini bisa dilakukan jika anak menderita milia.

Kondisi kulit ini cenderung akan membersihkan dirinya sendiri dalam beberapa minggu, setelah pori-pori terbuka.

Biasanya tidak diperlukan perawatan khusus untuk menghilangkan kulit merah pada bayi.

Hindari menggunakan krim dan salep pada kulit bayi, karena ini dapat lebih lanjut menyumbat pori-pori dan menyebabkan lebih banyak milia.

4. Bersihkan Kulit Anak dengan Baik

Umumnya, jerawat pada bayi yang baru lahir tidak begitu mengkhawatirkan.

Kondisi ini tidak mungkin menyebabkan jaringan parut dan cenderung sembuh tanpa perawatan setelah beberapa minggu atau bulan.

Cara mengatasi bintik merah pada bayi yang ditandai jerawat bayi dapat dihilangkan dengan cara alami yakni rajin menjaga kebersihan kulit bayi.

Namun, Moms harus memperhatikan kebersihan kulit bayi. Adapun hal yang bisa Moms lakukan adalah:

  • Bersihkan kulit bayi dengan lembut menggunakan air hangat.
  • Hindari menggosok daerah yang terkena dampak.
  • Hindari produk perawatan kulit yang berminyak atau berminyak.

Mencari saran dari dokter anak sebelum menggunakan obat jerawat atau produk pembersih juga diutamakan, ya.

Baca Juga: Simak Gejala Cacar Ular alias Herpes Zoster yang Mengganggu

5. Berikan Bayi Acetaminophen atau Ibuprofen

Acetaminophen dan ibuprofen dapat membantu mengatasi bintik merah pada bayi serta meringankan ketidaknyamanan pada Si Kecil.

Namun, Moms wajib berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum memberikan obat ini kepada Si Kecil.

Pada dasarnya, cara mengatasi bintik merah pada bayi dengan mengonsumsi obat minum tidak boleh dilakukan sembarangan.

Moms juga sebaiknya tidak memberikan aspirin kepada anak, karena dapat meningkatkan risiko kondisi serius yang disebut sindrom Reye.

6. Hindari Pemicu Gatal pada Kulit

Saat mencoba menentukan penyebab eksim anak, ada baiknya Moms mencatat gejala dan pemicu potensial.

Di bawah ini adalah beberapa pemicu umum eksim pada bayi:

  • Panas dan berkeringat
  • Kulit kering
  • Bahan pengiritasi, seperti sabun, deterjen cuci, dan asap rokok
  • Alergen, seperti tungau debu, serbuk sari, dan bulu hewan peliharaan
  • Kain tertentu, seperti wol dan nilon

Dengan menghindari pemicu ini, Moms bisa mencegah timbulnya gejala.

Baca Juga: 4 Salep Mata untuk Bayi, Aman Digunakan untuk Newborn

Tips Merawat Kulit Bayi

Kulit Bayi Kering

Foto: Kulit Bayi Kering (Orami Photo Stocks)

Kulit bayi memang lebih sensitif jika dibandingkan dengan kulit orang dewasa.

Dengan merawat kulit bayi tetap bersih, ini juga salah satu cara mengatasi bintik merah pada bayi.

Oleh karena itu, untuk menjaga kesehatannya pun diperlukan cara tertentu, seperti berikut ini.

  • Mandikan bayi dengan air hangat dan sabun yang berbahan lembut selama kurang lebih 5 menit. Moms juga bisa menggunakan sabun yang sama untuk membersihkan kulit kepalanya.
  • Setelah selesai mandi, keringkan secara perlahan dan oleskan pelembap di kulit bayi.
  • Moms juga dapat mengoleskan krim khusus di area yang akan ditutupi popok, untuk mencegah munculnya ruam popok pada Si Kecil.

Pilihlah sabun, pelembap, maupun krim untuk bayi yang berbahan ringan dan lembut.

Hindari produk yang mengandung parfum, karena dapat mengiritasi kulit bayi.

Baca Juga: Lakukan 5 Langkah Ini agar Si Kecil Bebas Ruam Popok

Kapan Harus ke Dokter?

Anak Berkonsultasi dengan Dokter

Foto: Anak Berkonsultasi dengan Dokter (Orami Photo Stock)

Sebagian besar penyebab bintik merah pada bayi tidaklah berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya.

Hanya saja, ada beberapa penyebab yang menandakan suatu infeksi atau gangguan kesehatan tertentu.

Sebaiknya Moms segera memeriksakan kondisi Si Kecil ke dokter, apabila bintik merah pada bayi yang dialaminya cukup serius.

Segera ke dokter apabila Si Kecil mengalami gejala-gejala berikut:

  • Demam
  • Nafsu makan berkurang atau hilang
  • Bintik merah pada bayi disertai benjolan berisi nanah
  • Muncul garis-garis merah yang berkembang dari bercak di kulit
  • Kelenjar getah bening membengkak
  • Batuk
  • Badan lemas dan kelelahan
  • Bintik merah pada bayi tidak terlihat pudar apabila kulit diberi tekanan

Jika Moms merasa khawatir, jangan ragu memeriksakan Si Kecil ke dokter, sekalipun bintik merah pada bayi tidak disertai dengan gejala-gejala di atas.

Baca Juga: Ini Tanda DBD (Demam Berdarah Dengue) yang Bisa Terjadi pada Anak

Tak perlu khawatir, dokter akan mencari penyebab munculnya bintik merah pada kulit bayi dan penanganan yang paling tepat.

Jangan lupa juga untuk melakukan perawatan tambahan di rumah guna mengoptimalkan pengobatan bintik merah pada bayi.

  • https://www.pregnancybirthbaby.org.au/common-childhood-rashes#:~:text=Many%20newborns%20develop%20a%20blotchy,few%20days%20or%20a%20week.
  • https://www.mottchildren.org/health-library/zx1747
  • https://www.healthline.com/health/how-to-spot-and-take-care-of-your-babys-rash

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.