15 Juli 2024

24 Rekomendasi Obat Biang Keringat pada Bayi yang Aman

Si Kecil gatal karena biang keringat? Atasi dengan obat ini, Moms!

Ada beragam jenis obat biang keringat pada bayi, mulai dari krim atau salep, bedak, hingga menggunakan bahan-bahan alami.

Biang keringat pada bayi bukanlah kondisi kulit yang mengkhawatirkan, namun tetap harus cepat ditangani.

Dengan tindakan dan perawatan kulit bayi yang tepat, biang keringat akan hilang 2–3 hari dari awal munculnya bintik merah di permukaan kulit.

Menurut laman Seattle Children, pada dasarnya, biang keringat memang disebabkan suhu ruangan yang panas, namun ada beberapa hal yang bisa memperparah kondisi tersebut.

Suhu panas ditambah bahan pakaian tak nyaman dan penggunaan produk perawatan kulit bayi yang tidak aman dapat menjadi pemicu lainnya.

Durasi tidur bayi yang panjang serta memiliki alergi terhadap obat tertentu juga dapat memperparah gangguan kesehatan kulit ini.

Jika Si Kecil mengalami kondisi tersebut, Moms bisa memberikan salep atau menggunakan bahan-bahan alami lho untuk mengatasinya.

Lantas, apa saja obat biang keringat pada bayi salep dan bahan alami? Mari simak penjelasannya di bahwa ini.

Baca Juga: Gejala Campak pada Bayi dan Cara Mengobatinya, Simak!

Gejala Biang Keringat pada Bayi

Gejala Biang Keringat pada Bayi
Foto: Gejala Biang Keringat pada Bayi (Orami Photo Stocks)

Sebelum kita mengetahui obat biang keringat pada bayi, Moms juga harus tahu gejala biang keringat Si Kecil yang umum terjadi.

Satu-satunya gejala biang keringat pada bayi adalah ruam pada bagian tubuh yang terkena panas.

Bedong, pakaian hangat, ventilasi yang buruk, dan berada di dekat sumber panas seperti pemanas ruangan dapat meningkatkan risiko biang keringat pada bayi.

Seorang pengasuh mungkin memperhatikan ruam di area tubuh yang sangat hangat.

Biang keringat juga lebih mungkin muncul di lipatan kulit, seperti di leher atau selangkangan.

Gejala biang keringat pada bayi meliputi:

  • Ruam yang mungkin tampak merah.
  • Lecet kecil seukuran jarum di area kulit yang luas.
  • Kulit panas.

Dalam kebanyakan kasus, biang keringat pada bayi hilang dengan cukup cepat dan tidak menyebabkan terlalu banyak ketidaknyamanan.

Jadi, kemungkinan tidak memerlukan pengobatan ke dokter.

Tanda-tanda biang keringat pada bayi terlihat jelas, terutama pada cuaca panas.

Jika pengasuh tidak yakin dengan ruam, dokter biasanya dapat mendiagnosis ruam berdasarkan penampilannya.

Baca Juga: 16 Rekomendasi Popok Bayi Terbaik, Anti Bocor dan Anti Ruam

Jenis Biang Keringat pada Bayi

Jenis Biang Keringat pada Bayi
Foto: Jenis Biang Keringat pada Bayi (Medicalnewstoday.com)

Biang keringat pada bayi ini dikenal juga dengan nama miliaria.

Ada beberapa jenis miliaria yang umum dan dapat dibedakan secara klinis, yaitu miliaria crystallina dan miliaria rubra.

Berikut ini jenis biang keringat pada bayi.

1. Miliaria Crystallina

Kondisi ini disebabkan oleh penutupan saluran ekrin dengan ukuran 1–2 mm.

Paling sering ada di kulit kepala, leher, dan badan.

Biang keringat jenis ini bisa bertahan selama berjam-jam hingga berhari-hari.

2. Miliaria Rubra

Kondisi ini juga dikenal sebagai ruam panas yang disebabkan oleh sumbatan kelenjar keringat yang lebih dalam.

Biasanya, terjadi pada bagian kulit yang tertutup.

3. Miliaria Profunda

Adalah jenis biang keringat yang paling parah, tetapi jarang terjadi pada bayi.

Ketika keringat di dermis bocor ke dalam dermis, itu dapat menyebabkan pembilasan dan pembakaran yang intens.

Bayi dengan miliaria profunda juga dapat mengalami tanda-tanda kelelahan panas. Ruam juga dapat mengalami infeksi.

4. Miliaria Pustulosa

Kondisi ini menyebabkan pustula teriritasi yang terlihat seperti lepuh yang menyakitkan.

Mereka mungkin berkeropeng atau pecah dan berdarah.

Baik miliaria crystallina dan miliaria rubra, merupakan biang keringat pada bayi yang jinak.

Kedua jenis milaria ini bisa dicegah dengan menghindari overheating, tidak pakai pakaian berlebih, mandi air dingin, dan gunakan pendingin udara.

Selain itu, jika Moms sudah mengetahui jenis dan penyebab biang keringat pada bayi, kondisi ini bisa diatasi dengan obat biang keringat pada bayi seperti di bawah ini.

Penyebab Biang Keringat pada Bayi

Penyebab Biang Keringat pada Bayi (Orami Photo Stock)
Foto: Penyebab Biang Keringat pada Bayi (Orami Photo Stock)

Meskipun anak-anak yang sudah lebih besar dan orang dewasa bisa mengalami biang keringat juga (atau dikenal sebagai miliaria).

Melansir Today's Parent, Michele Ramien, seorang Clinical Associate Professor di Alberta Children's Hospital di Calgary, mengatakan biang keringat ini paling umum terjadi pada bayi yang baru lahir.

Hal ini karena kelenjar keringat mereka belum sepenuhnya matang.

Tak hanya itu, bayi lebih mungkin mengalami biang keringat karena beberapa alasan, seperti:

  • Bayi memiliki kendali yang kurang atas lingkungannya dan tidak bisa melepas pakaian atau menjauh dari sumber panas.
  • Tubuh bayi kurang bisa dalam mengatur suhu.
  • Bayi cenderung memiliki lebih banyak lipatan kulit, yang dapat memerangkap suhu panas dan keringat.

Melansir American Academy of Family Physicians (AAFP), biang keringat pada bayi juga bisa terjadi karena ketidakmatangan pada struktur kulit.

Cuaca panas, terutama di samping kelembapan, bisa menjadi pemicu paling umum untuk biang keringat pada bayi juga.

Tubuh kita membuat keringat untuk mendinginkan kulit.

Saat berkeringat lebih banyak dari biasanya, kelenjar bisa menjadi kewalahan.

Saluran keringat mungkin tersumbat, menjebak keringat jauh di bawah kulit kita.

Atau keringat bisa bocor melalui lapisan kulit di dekat lapisan atas dan terjebak di sana.

Biang keringat pada bayi bisa terjadi kapan saja sepanjang tahun, tetapi paling umum terjadi pada bulan-bulan yang hangat.

Beberapa orang yang terbiasa dengan iklim yang lebih sejuk cenderung mengalami biang keringat saat mereka bepergian untuk mengunjungi tempat tropis yang suhunya jauh lebih tinggi.

Baca Juga: 13 Penyebab Pup Bayi Warna Hijau dan Cara Mengatasinya!

Obat Biang Keringat pada Bayi di Apotek

Untuk mengatasi biang keringat pada bayi, Moms dapat mengambil tindakan yang tepat dalam menanganinya.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, sebagian besar miliaria atau biang keringat pada bayi akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Namun, untuk meredakan dan mencegah biang keringat semakin parah, ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk Si Kecil.

Moms bisa memberikan obat biang keringat pada bayi berikut ini:

Obat biang keringat pada bayi yang pertama adalah Buds Organic Super Soothing Rescue Lotion.

Obat biang keringat pada bayi ini diformulasikan aman untuk bayi serta bebas dari bahan kimia berbahaya, sehingga Moms tak perlu khawatir kulit Si Kecil iritasi.

Moms bisa oleskan produk ini secukupnya sebagai daily lotion setelah Si Kecil mandi.

Kulit bayi yang biang keringat juga bisa berubah menjadi iritasi.

Selain itu juga bisa timbul ruam popok akibat dari gesekan pada daerah lipatan bayi.

Untuk mengatasinya, Moms bisa menggunakan Zwitsal Extra Care Baby Cream With Zinc.

Kandungan Zinc di dalam obat biang keringat pada bayi ini mampu menyelesaikan masalah iritasi hingga meredakan gatal yang berlebihan.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Salep Gatal untuk Bayi, Bisa Langsung Dibeli!

Obat biang keringat pada bayi selanjutnya adalah Pure Baby Rash Cream.

Kandungan DExpanthenol serta moisturizer didalamnya memberikan kelembutan pada kulit bayi.

Tidak perlu ragu, karena obat biang keringat pada bayi ini aman bagi kulit Si Kecil yang sensitif.

Di dalamnya juga mengandung Zinc Oxide yang dapat membantu mengatasi masalah iritasi dan ruam pada kulit bayi yang sensitif.

Aveeno Baby Soothing Relief Moisturizing Cream sangat efektif meredakan rasa gatal serta...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.