Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
11 November 2022

15 Cara Mengatasi Anak Muntah dan Mual dengan Cepat, Jangan Panik!

Coba langkah-langkah sederhana ini untuk mengatasi muntah pada anak
15 Cara Mengatasi Anak Muntah dan Mual dengan Cepat, Jangan Panik!

Melihat anak muntah tentu membuat orang tua cemas dan khawatir.

Oleh sebab itu, Moms dan Dads perlu memahami bagaimana langkah-langkahnya untuk mengatasi muntah pada anak.

Banyak penyebab berbeda yang dapat membuat Si Kecil muntah.

Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), muntah merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh anak untuk mengeluarkan toksin yang tertelan.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anak muntah:

  • Mabuk di perjalanan
  • Infeksi (di perut, usus, paru-paru, kuping, saluran kencing)
  • Usus buntu
  • Menelan bahan beracun
  • Cedera kepala

Namun, dalam sebagian besar kasus, anak muntah disebabkan oleh masalah gastroenteritis, infeksi saluran pencernaan.

Gastroenteritis, sering disebut "flu perut", biasanya disebabkan oleh virus umum yang bersentuhan dengan kita setiap hari.

Selain menyebabkan muntah, juga bisa menyebabkan mual, sakit perut, dan diare.

Muntah-muntah biasanya didului dengan rasa mual. Saat mual, anak akan terlihat pucat, berkeringat, dan tidak nafsu makan.

Dalam laman IDAI disebutkan, mual merupakan suatu mekanisme perlindungan untuk mencegah sesuatu yang tertelan lebih masuk ke dalam tubuh.

Yuk kita kenali anak muntah lebih lanjut, Moms!

Baca Juga: Segudang Manfaat Ikan Bandeng untuk Kesehatan Tubuh, Tidak Main-Main!

Penyebab Muntah pada Anak

Anak Alergi

Foto: Anak Alergi

Ada sejumlah kemungkinan penyebab anak muntah, yang akan dijelaskan secara detail di bawah ini, dikutip dari National Health Service.

1. Gastroenteritis

Seperti dijelaskan di atas, gastroenteritis ini merupakan penyebab umum.

Gastroenteritis adalah infeksi pada usus, yang biasanya bisa berlangsung selama beberapa hari.

Infeksi gastroenteritis biasanya tidak berlangsung lama dan tidak berbahaya.

Namun, anak-anak (terutama bayi) yang tidak cukup minum dan juga mengalami diare bisa mengalami dehidrasi.

Ini berarti tubuh mereka kehilangan nutrisi dan air, yang menyebabkan penyakit lebih lanjut.

Penting untuk Moms agar tetap tenang.

Muntah memang menakutkan bagi anak kecil dan melelahkan bagi anak-anak dari segala usia.

Mencegah dehidrasi adalah kunci agar anak bisa pulih dengan cepat.

2. Alergi Makanan

Alergi makanan dapat menyebabk ananak muntah, serta gejala lainnya, seperti timbulnya ruam kulit merah, gatal (urtikaria) dan pembengkakan pada wajah di sekitar mata, bibir, lidah atau langit-langit mulut.

9 dari 10 reaksi alergi terkait dengan makanan berikut:

  • Kacang kacangan
  • Kacang pohon (almond, kacang mete, atau kenari, misalnya)
  • Ikan
  • Kerang (udang, misalnya)
  • Telur
  • susu
  • Gandum
  • Kedelai

Bayi yang masih sangat kecil yang mencoba susu, kedelai, biji-bijian tertentu, dan beberapa makanan padat lainnya untuk pertama kalinya berisiko mengalami sesuatu yang disebut “sindrom enterokolitis yang diinduksi protein makanan” (FPIES).

Kondisi ini muncul 2 hingga 6 jam setelah mereka makan dan muntah berkali-kali.

Mereka mungkin juga mengalami diare yang berdarah. Segera bawa anak ke dokter jika curiga Si Kecil mengidap FPIES.

Baca Juga: 9 Obat Alami Sakit Tenggorokan, Mulai dari Minyak Kelapa hingga Madu!

Waspadai makanan yang dapat menyebabkan anak muntah dan temui dokter anak untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Jika benar anak alergi makanan, dokter mungkin akan meresepkan obat yang dibutuhkan.

3. Infeksi lainnya

Muntah terkadang bisa menjadi tanda infeksi selain gastroenteritis, seperti infeksi saluran kemih (ISK), infeksi telinga tengah, pneumonia, atau meningitis.

Hubungi dokter anak jika mereka muntah dan mengalami gejala infeksi tambahan, seperti suhu tubuh yang tinggi (demam) dan mudah marah atau rewel.

4. Radang Usus Buntu

Apendisitis adalah pembengkakan usus buntu yang menyakitkan, kantong seperti jari yang terhubung ke usus besar.

Ini menyebabkan sakit perut parah yang semakin memburuk dari waktu ke waktu.

Jika anak Moms mengalami sakit perut yang semakin parah, hubungi dokter anak ya Moms.

Mungkin perlu menggunakan ambulans juga jika Si Kecil mengalami nyeri yang memburuk dengan cepat dan menyebar ke seluruh perut mereka.

Dalam sebagian besar kasus radang usus buntu, usus buntu tersebut perlu diangkat dengan operasi sesegera mungkin.

5. Keracunan Makanan

Anak Muntah

Foto: Anak Muntah (shutterstock.com)

Kapan pun kuman menempel pada makanan yang dimakan anak, ada kemungkinan mereka bisa terkena penyakit yang ditularkan melalui makanan (keracunan makanan).

Beberapa bakteri yang biasanya bersembunyi di dalam makanan adalah:

  • Salmonella
  • Listeria
  • Campylobacter
  • E. coli

Anak bisa terkena keracunan makanan dari hampir semua makanan, terutama jika tidak dimasak atau disimpan dengan benar.

Penyebab paling umum adalah:

  • Daging
  • Unggas
  • Telur
  • Sayuran yang belum dicuci, seperti selada

Anak mungkin akan mulai muntah dalam beberapa jam setelah makan makanan yang terkontaminasi.

Terkadang perlu satu atau dua hari sampai gejala muncul.

Biasanya anak juga akan mengalami mual, diare berair, dan sakit perut.

Gejala dapat berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari.

Baca Juga: 6 Tingkat Penurunan Kesadaran, Mulai dari Kesulitan Mengenali Sekitar, hingga Koma

6. Gegar Otak

Anak-anak sering kali melukai atau membenturkan kepala mereka, terutama saat mereka berjalan atau berolahraga.

Kapanpun ketika Si Kecil mengalami cedera kepala, penting untuk memperhatikan tanda-tanda gegar otak.

Ini karena anak muntah adalah salah satu dari tanda-tandanya.

Adapun tanda lainnya dilansir dari WebMD, termasuk:

  • Kehilangan kesadaran
  • Sakit kepala
  • Penglihatan kabur
  • Kesulitan berjalan
  • Kebingungan
  • Bicara cadel
  • Kesulitan bangun

Muntah dan gejala lainnya mungkin tidak muncul hingga 24 hingga 72 jam setelah kepala Si Kecil terbentur.

Baiknya, segera cari pertolongan medis jika anak muntah terjadi setelah Si Kecil mengalami cedera kepala.

7. Dehidrasi

Tidak semua penyebab anak muntah dikarenakan sakit atai cidera serius lho, Moms.

Walau memang, penyebab umumnya adalah virus perut dan terkadang keracunan makanan.

Namun salah satu hal yang bisa jadi penyebabnya adalah dehidrasi. Ini juga bisa muncul ketika anak-anak sakit dan kekurangan cairan.

Anak-anak mengalami dehidrasi lebih cepat daripada orang dewasa. Awasi Si Kecil jika menunjukkan tanda-tanda:

  • Lebih cepar lelah atau rewel
  • Mulut kering
  • Sedikit air mata saat menangis
  • Kulit dingin
  • Mata tampak cekung
  • Tidak buang air kecil sesering biasanya, dan ketika mereka melakukannya, tidak terlalu banyak air seni yang keluar dan berwarna kuning gelap.

Untuk mencegah dan meredakan dehidrasi, usahakan agar Si Kecil tetap minum walau dalam jumlah yang sangat sedikit.

Moms juga bisa mencoba memberikan minuman olahraga, atau larutan rehidrasi oral seperti CeraLyte, Enfalyte, atau Pedialyte.

Baca Juga: 4 Tips Mudah Mempersiapkan Balita Ke Rumah Sakit

Cara Mengatasi Anak Muntah

Anak Sakit

Foto: Anak Sakit (Freepik.com/peoplecreations)

Anak muntah tidak selalu mendandakan masalah yang serius.

Biasanya, ini disebabkan oleh virus, mabuk perjalanan, atau keracunan makanan.

Moms bahkan mungkin berpikir untuk memberikan beberapa obat kepadanya.

Namun, sebagian besar anak kecil tidak suka minum obat, apalagi obat tablet atau kapsul.

Oleh sebab itu, Moms harus mempertimbangkan beberapa pengobatan rumahan untuk muntah.

Berikut ini sejumlah langkah yang bisa Moms lakukan untuk mengatasi anak muntah secara rumahan.

Yuk, kita lihat Moms.

1. Tetap Tenang

Melihat anak muntah dan lemas memang bisa bikin orang tua khawatir.

Namun, Jennifer Gershman, PharmD, CPh, ahli farmasi dan kontributor di situs web Pharmacy Times mengingatkan Moms dan Dads agar tetap tenang supaya bisa memberikan mengatasi muntah pada balita yang tepat.

Banyak-banyaklah cuci tangan untuk meminimalisasi risiko tertular kuman penyebab infeksi dari Si Kecil.

Kemungkinan besar anak akan membaik dalam waktu 1x24 jam.

2. Cegah Dehidrasi

Salah satu dampak fatal dari muntah-muntah adalah dehidrasi atau kekurangan cairan.

Oleh karena itu, mengatasi anak muntah yang tak kalah penting adalah menjaga agar asupan cairan tetap tercukupi.

Berikan hanya air putih atau cairan yang mengandung elektrolit.

Selain berbentuk cairan, Moms juga bisa memberikan dalam bentuk es batu atau es loli.

Hindari memberikan minuman bergula atau bersoda kepada anak yang muntah-muntah.

Setelah Si Kecil muntah, tunggu sekitar 30 menit sebelum memintanya untuk minum atau menyuapkan cairan.

Baca Juga: Mengenal Mitos Seputar Mandi Gerhana untuk Ibu Hamil, Dipercaya Mencegah Bayi Cacat

3. Hindari Makanan Padat

Anak Minum

Foto: Anak Minum

Saat sedang muntah-muntah, pencernaan Si Kecil sedang tidak nyaman.

Moms tak perlu memberikan makanan padat kepada anak yang sedang muntah-muntah.

Tunggu hingga 24 jam pascamuntah pertama kali, sebelum memberikan makanan padat seperti kentang rebus, pisang, nasi lembut, roti, atau kraker.

Bila setelah mengatasi muntah pada balita di atas Si Kecil menunjukkan salah satu atau beberapa gejala berikut, segera bawa ia ke dokter:

  • Tidak buang air kecil selama 6−8 jam
  • Mulut kering, bibir pecah-pecah
  • Kulit kering, berkeriput, pucat
  • Lemas dan kesadaran berkurang
  • Bernapas mendalam dan cepat
  • Denyut nadi melemah atau lebih cepat
  • Mata cekung

4. Cobalah Jus Jahe dan Madu

Jahe bekerja dengan baik untuk mual dan anak muntah.

Parut jahe, kemudian peras sari jahe parut dan tambahkan beberapa tetes madu untuk membuatnya enak.

Berikan kepada anak Moms dua atau tiga kali sehari.

Campuran sari jahe dan madu tidak hanya akan menyembuhkan mual tetapi juga membantu proses pencernaan.

5. Jus Mint

Daun mint segar sangat efektif untuk muntah dan mual. Haluskan beberapa daun mint segar dan ekstrak sarinya.

Ambil sekitar 1 sendok makan jus mint dalam mangkuk dan tambahkan 1 sendok teh jus lemon ke jus mint.

Moms dapat menambahkan sedikit madu ke dalam campuran ini untuk meningkatkan rasanya.

Sebagai alternatif, kita juga dapat memberikan beberapa lembar daun mint segar kepada anak untuk dikunyah.

Baca Juga: Agoraphobia, Kondisi Ketakutan Berlebihan saat Berada di Tempat-tempat Tertentu

6. Coba Berikan Anak Air Beras

Air Beras

Foto: Air Beras

Air beras membantu menyembuhkan muntah akibat gastritis.

Nasi putih adalah pilihan yang lebih baik daripada nasi merah saat membuat air beras.

Ambil secangkir nasi putih dan rebus dengan dua gelas air.

Rebus nasi setengah matang lalu saring kelebihan air atau pati dan minta anak Moms minum air ini untuk menghentikan muntahnya.

7. Biji Kapulaga juga Bisa Membantu

Salah satu pengobatan rumahan yang paling efektif untuk anak muntah adalah biji kapulaga.

Biji kapulaga memiliki efek menenangkan pada perut Si Kecil, dan juga dapat membantu meredakan mual dan muntah.

Giling setengah sendok teh biji kapulaga, tambahkan sedikit gula dan berikan campuran ini kepada anak Moms untuk meredakan muntahnya.

Baca Juga: 7 Bahaya Pemanis Buatan yang Terkandung dalam Makanan dan Minuman Kemasan

8. Cengkeh juga Membantu

Salah satu bahan pengobatan tradisional yang bisa meredakan anak muntah adalah cengkeh.

Ini dikarenkan cengkeh mengandung eugenol, senyawa yang dianggap memiliki kemampuan antibakteri.

Cengkeh membantu pencernaan dan bisa meredakan muntah. Jika anak Moms sudah sedikit lebih besar dan bisa mengunyah cengkeh, berikan dia satu untuk dikunyah langsung.

Moms juga bisa membuat teh cengkeh dengan merebus beberapa siung dalam secangkir air.

Tambahkan satu sendok teh madu dan berikan kepada Si Kecil.

9. Gunakan Biji Adas

Biji adas dapat membantu menenangkan saluran pencernaan.

Sifat antimikroba biji adas bekerja sangat baik untuk mual dan anak muntah.

Rebus satu sendok teh biji adas dalam air selama sekitar sepuluh menit.

Saring dan berikan kepada Si Kecil. Moms bisa memberikannya kepada anak sebanyak 3-4 kali sehari.

10. Cuka Apel

Sifat antimikroba cuka apel bekerja sangat baik untuk mencegah mual dan anak muntah.

Cuka apel dapat menenangkan perut dan membantu detoksifikasi juga.

Campurkan satu sendok teh cuka apel dan madu dalam segelas air dan minta anak Moms meminumnya sepanjang hari.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Sikat Gigi Anak yang Aman untuk Si Kecil

11. Cobalah Campuran Jus Bawang Merah dan Jus Jahe

Bawang adalah sumber yang kaya akan antibiotik alami. Moms dapat mencegah serangan muntah anak secara efektif dengan jus bawang.

Ambil bawang bombay dan jus jahe dalam jumlah yang sama dalam mangkuk dan aduk rata. Buat Si Kecil menyesap jus ini beberapa kali sehari.

Sebagai alternatif, Moms juga bisa menambahkan madu organik ke dalam jus bawang untuk meredakan mual dan muntah.

12. Gunakan Aromaterapi

Aromaterapi

Foto: Aromaterapi

Aromaterapi dapat membantu meredakan mual dan muntah.

Menurut Iranian Red Crescent Medical Journal, menghirup minyak lemon membantu mengurangi mual dan muntah.

Untuk menghirup aromaterapi, ajarkan anak untuk mencoba bernapas dalam-dalam dengan botol minyak esensial terbuka atau tambahkan beberapa tetes ke kapas.

Moms juga bisa menambahkan minyak ini ke diffuser ruangan.

Jika tidak memiliki minyak lemon, coba potong lemon segar dan hirup aromanya.

Aroma lain yang dapat meredakan mual adalah:

13. Minum Obat

Obat bebas untuk menghentikan muntah (antiemetik) seperti Pepto-Bismol dan Kaopectate mengandung bismut subsalisilat.

Kandungan tersebut dapat membantu melindungi lapisan perut dan mengurangi muntah yang disebabkan oleh keracunan makanan.

Sedangkan Antihistamin OTC (H1 blocker) seperti Dramamine membantu menghentikan muntah yang disebabkan oleh mabuk perjalanan.

Efek samping antihistamin mungkin termasuk mulut kering, penglihatan kabur, dan retensi urin.

Baca Juga: Cegah Lemas Akibat Dehidrasi, Ikuti 4 Kiat Ampuh Agar Anak Moms Suka Minum Air Putih

14. Kaldu Ayam

Saat anak muntah dan diare, berikan asupan nutrisi berupa kaldu ayam.

Selain mengatasi muntah, kaldu ayam juga bermanfaat menggantikan cairan tubuh yang selama selama muntah.

15. Beri Larutan Elektrolit (oralit)

Elektrolit (oralit) sebenarnya adalah larutan yang mengandung garam, gula dan serta mineral lainnya, seperti potasium dan kalium.

Larutan ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Saat muntah, Si Kecil dapat kekurangan cairan tubuh dalam jumlah yang besar sehingga berisiko tinggi mengalami dehidrasi.

WHO telah merekomendasikan pemberian oralit sebagai cara mengatasi muntah untuk mengatasi dan mencegah dehidrasi.

Menurut riset yang diterbitkan Current Gastroenterology Reports, larutan elektrolit (oralit) terbukti manjur untuk mencegah dehidrasi berkat kandungan glukosa pada yang merangsang natrium menyerap cairan di usus kecil.

Obat Anak Muntah di Apotek

Anak Minum Obat

Foto: Anak Minum Obat (Orami Photo Stocks)

Berdasarkan pertimbangan di atas, barulah dokter dapat memberikan obat sebagai cara mengatasi mual anak.

Selain tentunya untuk meredakan rasa mual, pemberian obat dapat mencegah anak jadi muntah-muntah yang bisa berisiko menyebabkan dehidrasi.

Kemungkinan dokter akan memberikan salah satu dari obat yang bisa dibeli di apotek berikut ini.

1. Metoclopramide

Metoclopramide merupakan obat mual muntah yang tidak hanya mengurangi rasa mual dan ingin muntah, obat ini juga mempercepat proses pencernaan di lambung.

Metoclopramide umum digunakan pada anak yang memiliki gejala GERD.

Adapun efek samping yang ditimbulkan seperti diare, sakit kepala, kantuk, mulut kering, dan kram perut.

2. Ondansetron

Ondansetron awalnya hanya disetujui untuk mencegah mual dan muntah bagi pasien yang akan menjalani kemoterapi atau pembedahan.

Namun, obat ini juga dapat diberikan untuk mual dan muntah pada anak yang disebabkan muntaber akut.

Melansir About Kids Health, ondansetron termasuk golongan obat antagonis reseptor 5-HT3 serotonin.

Obat ini bekerja menghalangi aksi serotonin, zat alami yang diproduksi otak untuk memicu mual dan muntah.

Obat mual untuk anak ini hanya bisa didapat dengan menebus resep dokter.

Takaran dosis dan waktu pemberian obatnya pun hanya bisa diberikan di rumah sakit di bawah pengawasan dokter.

Baca Juga: 7 Bahaya Pemanis Buatan yang Terkandung dalam Makanan dan Minuman Kemasan

3. Bismuth Subsalicylate

Terdapat dua jenis golongan obat yang termasuk dalam bismuth subsalisilat yakni Kaopectate dan pepto bismol.

Kedua jenis obat ini bisa menghentikan mual dan muntah pada anak-anak dan bisa digunakan dengan sangat aman.

Obat biasanya juga mudah diberikan kepada anak karena hanya perlu dikunyah dengan rasa buah yang disukai anak seperti jeruk dan semangka.

Obat ini bisa digunakan untuk mengobati mual yang berhubungan dengan kondisi diare, kelelahan, masuk angin, keracunan makanan dan penyakit yang disebabkan oleh virus seperti flu.

Untuk menggunakan obat ini sebaiknya mendapatkan resep dari dokter untuk menetapkan dosis sesuai dengan kondisi penyakit anak.

4. Antihistamin

Antihistamin berfungsi untuk mengendalikan syaraf dalam otak yang kemudian bisa menghentikan perintah untuk mual dan muntah.

Obat ini sangat baik untuk anak yang sudah berumur lebih dari 1 tahun.

Obat bisa bekerja dengan cepat untuk mual dan muntah yang menjadi dampak dari kondisi seperti flu, mabuk perjalanan dan masuk angin.

Namun antihistamin bisa menyebabkan mengantuk sehingga penggunaan harus mendapatkan pengawasan dari dokter dan orang tua.

5. Emetrol

Emetrol (asam fosfat) berfungsi sebagai obat untuk mengatasi mual akibat infeksi pada pencernaan, seperti kasus keracunan dan muntaber atau akibat makan berlebihan.

Namun, emetrol tidak boleh digunakan oleh pengidap diabetes tanpa pengawasan ketat dari dokter karena mengandung gula.

Emetrol tidak boleh dikonsumsi lebih dari lima dosis dalam satu jam tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Konsultasikan juga dengan dokter sebelum menggunakan obat ini jika untuk ibu hamil atau menyusui dan jika ingin digunakan untuk anak kecil.

Baca Juga: Mengenal Delfina Suarez, Anak Luis Suarez yang Kerap Dijodohkan dengan Ronaldo Jr

Jadi, jangan panik Moms. Dengan langkah-langkah mengatasi muntah pada anak di atas, Moms bisa bertindak dengan lebih tenang, bukan?

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4005434/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3950600
  • https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/apa-yang-perlu-dilakukan-bila-anak-muntah
  • https://www.healthline.com/health/how-to-stop-vomiting-remedies#herbs
  • https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/vomiting-in-children-and-babies
  • https://www.webmd.com/children/guide/child-throw-up-no-fever
  • https://www.webmd.com/children/ss/nausea-vomiting-remedies-treatment