Kesehatan

KESEHATAN
28 Maret 2021

Penyakit Pneumonia, Ketahui dari Penyebab Hingga Pencegahannya

Cari tahu pembahasan lengkapnya berikut ini, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Amelia Puteri

Semenjak kehadiran virus corona atau COVID-19, banyak orang yang menjadi lebih waspada dengan penyakit pernapasan. Salah satunya adalah pneumonia.

Pneumonia sendiri merupakan infeksi di salah satu atau kedua paru-paru. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur.

Bakteri, virus, dan jamur penyebab infeksi menyebabkan peradangan pada kantung udara di paru-paru, yang disebut alveoli. Alveoli terisi cairan atau nanah, sehingga membuat seseorang sulit bernapas.

Jika Moms ingin mencari tahu lebih lanjut tentang penyakit pneumonia, simak penjelasan lebih lanjut berikut ini.

Baca Juga: 5 Pengobatan Pneumonia yang Mudah Dilakukan di Rumah

Pengertian Penyakit Pneumonia

pneumonia-1

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut yang menyerang jaringan paru-paru akibat adanya mikrorganisme seperti virus, bakteri, parasit, dan jamur yang masuk ke dalam tubuh.

"Biasanya, pneumonia disebabkan oleh streptococcus, staphylococcus, dan lagionella. Namun, penyebab merebaknya wabah ini ditelusuri bukan berasal dari virus biasa yang menyebabkan penyakit pneumonia," jelas dr. Feni Fitriani, Sp. P (K), M.Pd.Ked, Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan Konsultan Paru Kerja dan Lingkungan di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa virus yang menyebabkan wabah ini adalah virus korona.

Virus corona sebelumnya juga menyebabkan penyakit Severe Acute Respiratory Infection (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang menjangkiti ribuan orang di dunia.

Menurut American Lung Association, pneumonia bakteri, yang merupakan bentuk paling umum, cenderung lebih serius daripada jenis pneumonia lainnya, dengan gejala yang memerlukan perawatan medis.

Gejala pneumonia bakterial bisa berkembang secara bertahap atau tiba-tiba.

Seperti demam bisa naik setinggi 40 derajat Celcius yang berbahaya, banyak keringat dan peningkatan pernapasan dan denyut nadi dengan cepat.

Bibir dan bantalan kuku mungkin memiliki warna kebiruan karena kekurangan oksigen dalam darah. Kondisi mental pasien mungkin bingung atau mengigau.

Baca Juga: 14 Obat Tradisional Pneumonia pada Bayi dan Balita

Proses Infeksi Penyakit Pneumonia

cegah infeksi virus Corona novel.jpg

Foto: josephmuciraexclusives.com

Mengutip Mayo Clinic, penyakit pneumonia merupakan infeksi yang meradang kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru.

Kantung udara bisa berisi cairan atau nanah (bahan bernanah), menyebabkan batuk berdahak atau bernanah, demam, menggigil, dan kesulitan bernapas. Berbagai organisme, termasuk bakteri, virus, dan jamur, dapat menyebabkan pneumonia.

Penyakit pneumonia dapat berkisar dari yang ringan hingga yang mengancam jiwa. Penyakit ini paling serius untuk bayi dan anak kecil, orang yang berusia lebih dari 65 tahun, dan orang dengan masalah kesehatan atau sistem kekebalan yang lemah.

"Meskipun penyakit ini dapat menyerang orang di segala usia, tetapi anak kecil, ibu hamil dan lansia harus lebih waspada, karena kekebalan tubuhnya tidak sebaik kekebalan tubuh pada orang di usia produktif," tambahnya.

Dalam jurnal Methods in Molecular Biology, juga dijelaskan bahwa virus-virus corona pada manusia yang umum lebih rentan menyerang bayi, lansia, dan individu yang sedang mengalami penyakit infeksi saluran pernapasan.

Pneumonia dapat diklasifikasikan atau dikarakterisasi dengan berbagai cara. Profesional perawatan kesehatan sering merujuk pada pneumonia berdasarkan cara infeksinya, seperti pneumonia yang didapat dari komunitas atau pneumonia yang didapat di rumah sakit.

Mengutip Medicine Net, ada beberapa jenis penyakit pneumonia.

1. Pneumonia yang Didapat dari Komunitas (CAP)

Sesuai dengan namanya, adalah infeksi saluran pernapasan pada paru-paru yang berkembang di luar rumah sakit atau lingkungan perawatan kesehatan. Penyakit pneumonia ini lebih umum terjadi daripada yang didapat di rumah sakit.

2. Pneumonia yang Didapat dari Rumah Sakit (HAP)

Penyakit pneumonia ini didapat ketika seseorang sudah dirawat di rumah sakit karena kondisi lain. HAP umumnya lebih serius karena berkembang pada pasien sakit yang sudah dirawat di rumah sakit atau dalam perawatan medis karena kondisi lain.

Menggunakan ventilator untuk bantuan pernapasan meningkatkan risiko terkena HAP. Penyakit pneumonia terkait perawatan kesehatan didapat dari pengaturan perawatan kesehatan lain, seperti pusat dialisis ginjal, klinik rawat jalan, atau panti jompo.

Sistem klasifikasi lain untuk penyakit pneumonia juga menggambarkan cara sel inflamasi menyusup ke jaringan paru-paru atau tampilan jaringan yang terkena.

  • Bronkopneumonia. Menyebabkan infiltrat peradangan yang tersebar dan tidak merata di kantung udara di seluruh paru-paru. Ini lebih menyebar dari pneumonia lobar.
  • Pneumonia lobar. Menyebabkan peradangan pada satu lobus paru-paru dan biasanya melibatkan semua ruang udara dalam satu lobus.
  • Pneumonia lipoid. Kondisi ini ditandai dengan penumpukan lemak di dalam ruang udara. Ini bisa disebabkan oleh aspirasi minyak atau berhubungan dengan obstruksi jalan napas.

Baca Juga: Stop Bingung dan Tertukar, Ini Beda Infeksi Virus dan Bakteri pada Anak

Penyebab Pneumonia

penyebab pneumonia

Foto: Orami Photo Stock

Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai macam bakteri, virus dan jamur di udara yang kita hirup. Dengan mencari tahu penyebab pneumonia, bisa menjadi langkah penting untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Berikut ini penyebab pneumonia, seperti melansir dari American Lung Association.

1. Bakteri

Jenis pneumonia bakteri yang paling umum disebut pneumonia pneumokokus.

Pneumonia pneumokokus disebabkan oleh kuman Streptococcus pneumoniae yang biasanya hidup di saluran pernapasan bagian atas.

Pneumonia bakteri dapat terjadi dengan sendirinya atau berkembang setelah seseorang terserang flu. Pneumonia bakteri sering menyerang hanya satu bagian, atau lobus, paru-paru.

Ketika ini terjadi, kondisi tersebut disebut pneumonia lobar. Mereka yang berisiko terbesar terkena pneumonia bakterial, termasuk orang yang baru sembuh dari operasi, orang dengan penyakit pernapasan atau infeksi virus, dan orang yang sistem kekebalannya lemah.

Beberapa jenis bakteri menyebabkan pneumonia "atipikal", termasuk:

  • Mycoplasma pneumoniae, adalah bakteri kecil yang menyebar luas yang biasanya menginfeksi orang yang berusia di bawah 40 tahun, terutama yang tinggal dan bekerja dalam kondisi ramai. Penyakit ini seringkali cukup ringan untuk tidak terdeteksi dan kadang-kadang disebut sebagai "pneumonia berjalan."
  • Chlamydophila pneumoniae, biasanya menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas sepanjang tahun, tetapi juga dapat menyebabkan pneumonia ringan.
  • Legionella pneumophila, menyebabkan bentuk pneumonia berbahaya yang disebut penyakit Legionnaire. Tidak seperti pneumonia bakteri lainnya, Legionella tidak ditularkan dari orang ke orang. Wabah penyakit berkaitan dengan paparan air yang terkontaminasi.

2. Virus

Virus yang menginfeksi saluran pernapasan bagian atas juga dapat menyebabkan pneumonia. Virus influenza adalah penyebab paling umum dari virus pneumonia pada orang dewasa.

Respiratory syncytial virus (RSV) adalah penyebab paling umum dari pneumonia virus pada anak kecil. Kebanyakan pneumonia virus tidak serius dan berlangsung lebih singkat dibandingkan pneumonia bakterial.

Pneumonia virus yang disebabkan oleh virus influenza bisa parah dan terkadang berakibat fatal.

Virus menyerang paru-paru dan berkembang biak. Namun, hampir tidak ada tanda fisik jaringan paru-paru yang terisi cairan. Pneumonia ini paling serius pada orang yang sudah memiliki penyakit jantung atau paru-paru dan wanita hamil.

3. Jamur

Pneumonia jamur paling umum terjadi pada orang dengan masalah kesehatan kronis atau sistem kekebalan yang lemah, dan pada orang yang terpapar jamur tertentu dalam dosis besar dari tanah atau kotoran burung yang terkontaminasi.

Pneumocystis pneumonia adalah infeksi jamur serius yang disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii.

Ini terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah karena HIV/AIDS atau penggunaan obat-obatan jangka panjang yang menekan sistem kekebalan, seperti yang digunakan untuk kanker atau tindakan transplantasi organ.

Baca Juga: Cari Tahu Apa Saja Minuman Pembersih Paru-Paru, Cegah Gangguan Pernapasan

Gejala Pneumonia

gejala virus Corona novel

Foto: Orami Photo Stock

Dijelaskan dr. Feni, gejala penyakit pneumonia akibat virus Corona sebenarnya sama dengan gejala penyakit pneumonia biasa. Penanganan segera dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan mencegah penularan ke orang lain.

Segeralah ke dokter, apabila Moms merasakan dan mengalami beberapa kondisi seperti demam dan infeksi saluran pernapasan dengan gejala batuk kering dan pilek, sesak dan kesulitan bernapas, juga lesu.

Selain itu, gejala lain dari penyakit pneumonia termasuk nyeri dada saat bernapas atau batuk, kebingungan atau perubahan kesadaran mental (pada orang dewasa usia 65 tahun ke atas), batuk yang bisa mengeluarkan dahak, kelelahan, dan demam yang berkeringat dan menggigil.

Gejala lain juga termasuk suhu tubuh lebih rendah dari suhu tubuh normal (pada orang dewasa yang lebih tua dari usia 65 dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah), mual, muntah atau diare.

Bayi baru lahir dan bayi mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi. Atau mereka mungkin muntah, demam dan batuk, tampak gelisah atau lelah dan tanpa energi, atau mengalami kesulitan bernapas dan makan.

Baca Juga: Mari Mencegah Pneumonia Bayi Lewat Pemberian ASI Seperti Ini!

Pencegahan dan Cara Mengobati Pneumonia

mencegah tertular virus Corona novel

Foto: Orami Photo Stock

Moms dapat mengurangi risiko terkena penyakit pneumonia dengan mengikuti beberapa langkah sederhana. Mengutip American Lung Association, berikut ini caranya.

1. Melakukan Vaksinasi

Dapatkan vaksinasi flu setiap tahun untuk mencegah influenza musiman. Flu adalah penyebab umum pneumonia, jadi mencegah flu adalah cara yang baik untuk mencegah pneumonia.

Anak-anak di bawah usia 5 tahun dan orang dewasa berusia 65 tahun ke atas harus divaksinasi untuk melawan penyakit pneumonia pneumokokus, suatu bentuk umum dari pneumonia bakteri.

Vaksin pneumokokus juga direkomendasikan untuk semua anak dan orang dewasa yang berisiko tinggi terkena penyakit pneumokokus karena kondisi kesehatan lainnya.

2. Cuci Tangan Secara Rutin

Sering-seringlah mencuci tangan, terutama setelah membuang ingus, ke kamar mandi, mengganti popok, dan sebelum makan atau menyiapkan makanan.

3. Hindari Aktivitas Merokok

Tembakau merusak kemampuan paru-paru untuk melawan infeksi, dan perokok diketahui berisiko lebih tinggi terkena penyakit pneumonia.

Perokok dianggap sebagai salah satu kelompok berisiko tinggi yang dianjurkan untuk mendapatkan vaksin pneumokokus.

4. Waspadai Kesehatan Umum

Karena pneumonia sering kali terjadi setelah infeksi pernapasan, waspadalah terhadap gejala apa pun yang bertahan lebih dari beberapa hari.

Kebiasaan kesehatan yang baik, seperti pola makan yang sehat, istirahat, olahraga teratur, dan sebagainya, membantu Moms agar tidak sakit akibat virus dan penyakit pernapasan.

5. Perlindungan Pneumonia untuk Anak

Untuk perlindungan penyakit pneumonia bagi Si Kecil bicarakan dengan dokter tentang vaksin Hib, yang mencegah pneumonia pada anak-anak dari Haemophilus influenza tipe b.

Selain itu, obat yang disebut Synagis (palivizumab), yang diberikan kepada beberapa anak di bawah 24 bulan untuk mencegah pneumonia yang disebabkan oleh virus pernapasan syncytial (RSV).

Itu dia Moms, penjelasan mengenai penyakit pneumonia yang perlu diketahui. Untuk informasi lebih lanjut, Moms dapat berkonsultasi ke dokter, ya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait