17 November 2021

Cedera ACL: Gejala, Penyebab, dan Pilihan Pengobatannya

Termasuk salah satu cedera yang sering terjadi saat olahraga

Pernahkah Moms mendengar atau bahkan mengalami cedera ACL? Meski namanya terdengar asing, cedera ini cukup sering terjadi, lho, Moms.

Untuk itu, kenali apa itu cedera ACL hingga cara mencegahnya, yuk!

Apa Itu Cedera ACL?

Cedera ACL
Foto: Cedera ACL

Foto: Orami Photo Stock

Cedera ACL adalah robekan atau keseleo pada anterior cruciate ligament, yaitu jaringan yang membantu menghubungkan tulang paha (femur) ke tulang kering (tibia).

Ini merupakan salah satu jenis dari cedera lutut.

Cedera ACL biasanya paling sering terjadi selama olahraga yang berhenti secara mendadak atau perubahan arah mendadak, seperti:

  • Melompat
  • Mendarat
  • Bermain sepak bola
  • Bermain bola basket

Biasanya, dokter mengategorikan cedera pada skala 1-3, tergantung tingkat keparahannya. Berikut penjelasannya, Moms.

  • Tingkat 1: Ligamen meregang, tetapi masih berfungsi menstabilkan sendi lutut
  • Tingkat 2: Ligamen meregang dan melonggar, sebagiannya robek
  • Tingkat 3: Ligamen robek – terbagi menjadi 2 bagian. Ini adalah cedera yang sangat parah

Robekan ACL sering disertai dengan cedera pada bagian-bagian tertentu pula, seperti:

  • Ligamen kolateral
  • Kapsul sendi
  • Tulang rawan artikular
  • Meniskus (bantalan tulang rawan)

Baca Juga: Cedera Otot: Gejala, Penyebab, dan Langkah Mengatasinya

Gejala Cedera ACL

cedera ACL
Foto: cedera ACL

Foto: Orami Photo Stock

Cedera ACL sering kali terjadi selama aktivitas olahraga yang dapat memberi tekanan pada lutut.

Melansir dari OrthoInfo, berikut beberapa gejala cedera ACL:

1. Muncul Bunyi

Sebagian orang mendengar suara letupan di area lutut ketika mereka terluka. Namun, ini tidak muncul pada semua orang.

2. Nyeri

Jika Moms mengalami cedera ringan, Moms mungkin tidak merasakan sakit.

Namun jika cukup serius atau parah, Moms mungkin merasa sakit di sepanjang garis sendi lutut.

Sebagian orang juga mengalami kesulitan berdiri atau berpijak pada kaki yang sakit.

3. Pembengkakan

Pembengkakan biasanya muncul selama 24 jam pertama. Moms dapat mengurangi pembengkakan dengan mengompres menggunakan air dingin (es).

Moms juga bisa mengangkat kaki lebih tinggi di atas bantal.

4. Sulit Berjalan

Jika kaki Moms sakit saat dipijak, ini bisa mengakibatkan sulit berjalan. Moms mungkin butuh pegangan saat harus bangkit dari duduk atau berdiri.

5. Rentang Gerak Kurang

Setelah mengalami cedera pada ACL, rentang gerak Moms mungkin jadi terbatas. Moms mungkin tidak bisa menekuk lutut atau melipat kaki.

Penyebab Cedera ACL

Cedera-Lutut.jpg
Foto: Cedera-Lutut.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cedera ACL kerap kali disebabkan karena aktivitas olahraga yang memberi tekanan pada lutut, seperti:

  • Berhenti secara tiba-tiba saat berolahraga
  • Mengalami benturan pada lutut
  • Mendarat dengan canggung saat melompat
  • Posisi kaki memutar saat dipijak
  • Tiba-tiba melambat dan berubah arah saat bergerak

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Cedera Engkel, Catat Moms!

Bagaimana Cara Mendiagnosis Kondisi Ini?

cedera ACL
Foto: cedera ACL

Foto: Orami Photo Stock

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu pada area lutut.

Dokter akan melihat apakah ada memar, pembengkakan, bunyi, hingga nyeri atau tidak saat ditekan.

Selain itu, dokter juga biasanya akan menggerakkan lutut ke berbagai posisi untuk menilai rentang gerak dan fungsi sendi secara keseluruhan.

Namun, selain pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan tes untuk memastikan kondisi yang dialami:

1. Sinar X

Sinar X dilakukan untuk melihat dan memperjelas area yang cedera. Namun, area ini tidak bisa mengecek jaringan lunak seperti ligamen dan tendon.

Biasanya, prosedur ini dilakukan untuk memeriksa apakah ada patah tulang atau tidak.

2. MRI

MRI dilakukan dengan menggunakan gelombang radio dan medan magnet yang kuat untuk membuat gambar jaringan keras dan lunak di tubuh.

MRI dapat menunjukkan tingkat cedera ACL dan tanda-tanda kerusakan pada jaringan lain di lutut termasuk tulang rawan.

3. USG

USG menggunakan gelombang suara untuk memvisualisasikan struktur bagian dalam tubuh.

Ultrasound dapat digunakan untuk memeriksa cedera pada ligamen, tendon, dan otot lutut.

Pengobatan Cedera ACL

cedera ACL
Foto: cedera ACL (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Melansir dari Mayo Clinic, ada beberapa pengobatan untuk cedera ACL, yaitu:

1. Metode R.I.C.E

Metode ini menjadi pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat Moms mengalami cedera olahraga, termasuk pada ACL:

  • Rest (istirahat), segera istirahatkan kaki saat nyeri mulai terasa
  • Ice. Cobalah untuk mengompres area lutut dengan es setidaknya setiap 2 jam selama 20 menit sekali
  • Compression (kompresi), bungkus area yang cedera dengan perban elastis di sekitar lutut
  • Elevate (mengangkat kaki), berbaringlah dengan menyangga kaki atau lutut di atas bantal

2. Rehabilitasi

Perawatan medis untuk cedera ACL dilakukan selama beberapa minggu dengan terapi rehabilitasi.

Terapis akan mengajari latihan tertentu yang dilakukan dengan pengawasan berkelanjutan di rumah.

Kemungkinan, Moms juga akan dipakaikan sebuah alat untuk menstabilkan lutut.

Moms juga akan disarankan untuk menggunakan kruk sementara waktu untuk menghindari beban pada lutut. Tujuan dari rehabilitasi ini antara lain:

  • Mengurangi rasa sakit dan pembengkakan
  • Mengembalikan seluruh rentang gerak lutut
  • Memperkuat otot

3. Operasi

Dokter akan merekomendasikan operasi, jika:

  • Moms seorang atlet dan akan melanjutkan olahraga
  • Lebih dari satu ligamen atau tulang rawan berserat di lutut mengalami luka
  • Cedera tersebut menyebabkan lutut tertekuk selama aktivitas sehari-hari

Saat operasi, dokter akan mengangkat ligamen yang rusak dan menggantinya dengan segmen tendon.

Ini adalah jaringan yang mirip dengan ligamen yang menghubungkan otot ke tulang. Jaringan pengganti ini disebut cangkok.

Dokter bedah akan menggunakan sepotong tendon dari bagian lutut lain atau tendon dari otot orang yang sudah meninggal.

Setelah operasi, Moms masih harus melanjutkan terapi rehabilitatif lainnya.

Dengan operasi, stabilitas dan fungsi lutut akan kembali meski tidak senormal sedia kala.

Baca Juga: 7 Manfaat Jogging dan Tipsnya agar Tidak Cedera

Secara umum, dibutuhkan wajtu hingga 1 tahun atau lebih sebelum seorang atlet bisa kembali bermain dengan aman.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acl-injury/diagnosis-treatment/drc-20350744
  • https://orthoinfo.aaos.org/en/treatment/acl-injury-does-it-require-surgery/
  • https://www.webmd.com/pain-management/knee-pain/acl-injury-what-to-know
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16576-acl-anterior-cruciate-ligament-tears

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.