15 Februari 2023

Kejang Otot: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Cari tahu bareng yuk, Moms

Coba cermati lagi, pernahkah Moms dan Dads mengalami kejang otot? Kejang otot atau kram bisa berlangsung singkat dalam hitungan detik hingga beberapa menit.

Pada saat kejang otot terjadi, otot akan terasa kencang seperti ditarik dan sulit untuk digerakkan.

Dr. Bob Murray, PhD, FACSM sekaligus Managing Principal of Sports Science Insights, LLC menjelaskan bahwa kejang otot diakibatkan oleh neuromuscular system (sistem otot dan syaraf dalam tubuh) seseorang yang stabil, sehingga terjadi kontraksi suatu otot atau lebih secara tiba-tiba.

Kontraksi ini bersifat tidak disengaja, artinya tidak bisa dikontrol oleh orang tersebut. Sebagai area tubuh yang paling sering digunakan, kejang otot sering terjadi pada area kaki dan tangan.

Kontraksi otot yang tidak sengaja, biasanya tidak berbahaya dan sementara, meski demikian kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit.

Siapa yang Berisiko Mengalami Kejang Otot?

Kejang Otot
Foto: Kejang Otot

Hampir semua orang pernah mengalami kejang otot. Mulai dari orang dewasa, lansia, hingga anak kecil.

Namun menurut America Academy of Orthopaedic Surgeons, seseorang yang berusia di atas 40 tahun cenderung lebih mudah mengalami kejang otot karena proses penuaan.

JurnalMuscle Cramps pun menyatakan bahwa 37% orang yang berusia di atas 60 tahun lebih sering mengalami kejang otot, terutama ketika ia tidur saat malam hari. Kondisi ini dikenal dengan nocturnal leg cramps.

Tak hanya itu saja, Moms yang sedang hamil pun pasti pernah mengalami kejang otot di area kaki.

Hal ini terjadi karena adanya perubahan sirkulasi darah dan tekanan pada kaki akibat membawa beban yang lebih berat.

Janin yang semakin membesar di dalam kandungan Moms bisa memberikan tekanan pada saraf dan pembuluh darah.

Baca juga: Berencana Melahirkan Normal, Ini Informasi yang Perlu Moms Ketahui!

Gejala Kejang Otot

Gejala Kejang Otot
Foto: Gejala Kejang Otot (Orami Photo Stocks)

Tidak semua kejang otot menyakitkan, tetapi beberapa dapat menyebabkan rasa sakit. Terasa seolah-olah otot kita bergerak sendiri. Pada beberapa orang bahkan mungkin bisa melihat otot berkedut.

Terkadang kondisi ini juga bisa terasa seperti seluruh otot kita mengalami kram dan tidak bisa bergerak. Efek ini paling sering terjadi di kaki, dan bisa sangat menyakitkan.

Otot mungkin terasa sulit untuk disentuh. Sementara sensasi kram cenderung hilang dalam beberapa menit atau lebih, otot mungkin terus sakit untuk beberapa waktu sesudahnya.

Selain itu, kejang otot biasanya juga disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Nyeri di punggung, leher, atau kepala.
  • Kelemahan pada otot,
  • Kulit mati rasa,
  • Sensasi tertusuk jarum.
  • Getaran.
  • Kelumpuhan.
  • Koordinasi yang buruk.
  • Gerakan lambat.
  • Penglihatan ganda.
  • Masalah tidur.

Penyebab Kejang Otot

Penyebab Kejang Otot
Foto: Penyebab Kejang Otot

Ada banyak hal yang bisa memicu terjadinya kejang otot. Situs Medical News Today menyatakan ada beberapa hal penyebab terjadinya kejang otot, yaitu:

  • Suplai darah tidak memadai
  • Tekanan pada syaraf
  • Kurang mineral seperti kalium, kalsium, dan magnesium
  • Dehidrasi
  • Cuaca yang panas
  • Kelelahan ekstrem setelah aktivitas berat
  • Otot jarang digunakan
  • Duduk atau berdiri terlalu lama
  • Pertambahan usia
  • Sering menggunakan sepatu hak tinggi dalam jangka waktu lama
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti pseudoephedrine (biasa digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat) dan statin (obat untuk kolesterol)
  • Kehamilan
  • Masalah kesehatan tertentu seperti diabetes, cedera tulang belakang, saraf terjepit, hingga hipotiroidisme

Baca juga: 4 Latihan Mudah Untuk Si Kecil Yang Baru Belajar Berjalan

Cara Mengatasi Kejang Otot

Cara Mengatasi Kejang Otot
Foto: Cara Mengatasi Kejang Otot

Kondisi tiba-tiba mengalami kejang otot memang sangat menyebalkan dan mengganggu aktivitas.

Bagaimana cara mengatasinya? Simak cara meminimalkan nyeri seperti yang dilansir dari American Osteophatic Association, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti:

1. Hentikan Aktivitas dan Jangan Panik

Saat terjadi kejang otot, sebaiknya hentikan segala aktivitas yang memicu terjadinya masalah otot ini.

Bersikaplah tenang dan relaks. Jangan panik, kaget, atau sibuk menggerak-gerakkan bagian tubuh yang sakit. Kondisi ini malah membuat otot makin sakit.

2. Duduk dan Ambil Posisi Lurus

Selain itu, ambil posisi duduk dan luruskan area yang mengalami kejang otot.

Contohnya jika jari kaki mengalami kejang otot sehingga membuat jari condong ke arah bawah, dorong perlahan jari kaki yang mengalami kejang otot ke arah sebaliknya. Lakukan sambil tetap meluruskan kaki.

Demikian juga jika otot betis yang mengalami kejang otot. Luruskan kaki dan bawa setiap jemari kaki ke arah lutut.

Baca juga:4 Gerakan Senam Hamil Selama Trimester Kedua, Ikuti Yuk!

3. Lakukan Stretching

Dilansir dari healthline.com, saat seseorang mengalami kejang otot, maka ia perlu merelaksan otot yang tegang. Agar otot menjadi lebih relaks, Moms bisa melakukan peregangan otot. Tapi, lakukan dengan cara yang lembut dan ringan, ya!

Regangkan area yang mengalami kejang selama beberapa detik. Ulangi hingga kejang mereda. Moms bisa memberi pijatan ringan setelah kejang otot mereda.

Biasanya, kejang otot akan cepat mereda pada kondisi tertentu. Namun, kejang ini juga bisa berlangsung lebih lama. Lebih baik, jangan paksakan diri untuk langsung beraktivitas, ya!

Memaksakan untuk tetap beraktivitas hanya akan membuat kondisi kejang otot semakin parah. Yang lebih parah, bukan tak mungkin Moms malah mengalami cedera otot.

Jika kejang otot parah, sering terjadi, respons yang buruk terhadap pengobatan, dan tidak memiliki penyebab yang jelas, buatlah janji dengan dokter keluarga Moms. Kejang otot bisa jadi terkait dengan faktor kesehatan tertentu pada tubuh.

4. Kompres dengan Handuk Dingin

Saat mengalami kejang otot, kompres area yang sakit atau nyeri atau panas dengan handuk dingin untuk meredakan nyeri. Moms juga bisa menggunakan es batu selain handuk dingin.

Tempelkan pada bagian yang kram selama beberapa menit. Lakukan sambil meluruskan area tubuh pada posisi relaks yang mengalami kejang otot sembari kamu meluruskan bagian tubuh tersebut senyaman mungkin.

5. Mandi dengan Air Hangat

Tahukah Moms bahwa kejang otot bisa saja terjadi karena tubuh terlalu lelah? Terlalu lelah bisa membuat seseorang tidak fokus, sehingga cenderung melakukan gerakan tiba-tiba dan salah gerak.

Cara merelakskan kejang otot yang pastinya Moms suka adalah dengan mandi berendam dengan air hangat.

Moms juga bisa menggunakan bantal panas elektrik yang kini banyak dijual di pasaran. Gunakan bantal panas tersebut pada area yang nyeri. Sensasi hangatnya tentu bisa memberi relaksasi pada area otot yang nyeri.

Baca juga: Mengenal Pillow Talk, Percakapan Intim di Ranjang untuk Tingkatkan Gairah Hubungan

6. Konsumsi Makanan Berprotein

Untuk mencegah terjadinya kejang otot, selain memperbanyak konsumsi magnesium, Moms juga disarankan mengonsumsi makanan yang kaya akan protein.

Perbanyak makanan yang mengandung protein, karena protein dapat membantu proses perbaikan otot yang cedera.

Moms bisa konsumsi daging merah, ikan, dan kacang-kacangan. Tetapi, ingat jangan dikonsumsi secara berlebihan ya.

Cara Mencegah Kejang Otot

Cara Mencegah Kejang Otot
Foto: Cara Mencegah Kejang Otot

Mengalami kejang otot tentu bisa mengganggu aktivitas. Nah, daripada mengatasi kejang otot, akan lebih baik lagi Moms melakukan upaya pencegahan.

Ada beberapa gaya hidup yang perlu diperhatikan agar terhindar dari kejang otot. Begini caranya:

1. Pastikan Tubuh Terhidrasi

Sebagian besar tubuh kita memang membutuhkan air. Itulah sebabnya kita perlu minum air mineral setidaknya 2 liter setiap hari. Hal ini sangat memengaruhi seluruh kesehatan tubuh.

Dilansir dari medicinenet.com, dehidrasi juga bisa menjadi pemicu terjadinya kejang otot. Pastikan Moms dan keluarga memenuhi kebutuhan cairan harian.

Salah satu kondisi yang berpotensi menjadi penyebab dehidrasi adalah aktivitas fisik yang berat di cuaca panas. Jadi, jika Moms dihadapkan pada situasi demikian, pastikan untuk selalu mengonsumsi air demi mencegah dehidrasi.

2. Lakukan Stretching secara Teratur

Moms juga perlu melakukan stretching atau latihan peregangan otot setiap hari terutama sebelum dan setelah berolahraga.

Pastikan untuk melakukan pemanasan peregangan otot kurang lebih 15 menit setelah sebelum berolahraga dan setelah olahraga.

Jangan langsung berolahraga setelah makan, ya! Dengan demikian, Moms bisa terhindar dari masalah otot kejang atau kram.

3. Hindari merokok dan mengonsumsi kafein

Dilansir dari healthline.com mengonsumsi kafein dan merokok memiliki dampak buruk untuk kesehatan otot.

Terlalu sering mengonsumsi kafein, merokok, bahkan minum minuman beralkohol dapat meningkatkan potensi seseorang mengalami berbagai masalah kesehatan otot, termasuk otot yang tegang.

Baca juga: Suami Lebih Senang Berkumpul Dengan Teman-Temannya? Ini yang Harus Dilakukan Istri

4. Pastikan Kandungan Mineral dalam Tubuh Tercukupi

Kekurangan mineral dalam tubuh juga bisa memicu otot mudah kram dan tegang.

Agar terhindar dari masalah menyebalkan ini, Moms disarankan untuk mengonsumsi makanan atau minum suplemen yang mengandung kalium, kalsium, dan magnesium.

Meski demikian, tetap konsultasikan kepada dokter sebelum mengonsumsi suplemen ini agar tidak menimbulkan masalah kesehatan baru.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui seputar kejang otot.

Yang terpenting, ketika Moms merasa kejang otot terasa sangat tidak nyaman, terjadi pembengkakan kaki, otot melemah, tidak membaik dengan perawatan sendiri, dan terlalu sering terjadi tanpa sebab yang jelas, segera periksakan ke dokter, ya!

  • https://osteopathic.org/what-is-osteopathic-medicine/muscle-cramp/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/what-causes-cramps#causes
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499895/
  • https://www.trainingpeaks.com/blog/the-real-cause-of-muscle-cramps/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.