12 Mei 2023

Serba-serbi Hipertiroid Menurut Dokter, Moms Perlu Tahu!

Stres fisik dan mental bisa memperparah kondisi ini

Moms pernah mendengar penyakit bernama hipertiroidisme atau hipertiroid?

Penyakit ini terjadi ketika kadar hormon tiroid dalam tubuh terlalu tinggi.

Nah, kondisi inilah yang bakal menimbulkan banyak gejala. Mulai dari tangan gemetar, berat badan turun drastis, hingga jantung berdebar.

Mari simak penjelasan hipertiroid lebih lengkap di bawah ini.

Baca Juga: Menelusuri Museum Wayang: Sejarah, Lokasi, Koleksi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Apa Itu Hipertiroid?

Ilustrasi Hipertiroidisme
Foto: Ilustrasi Hipertiroidisme (Shutterstock)

Sebelum mengenal kondisi ini lebih lanjut, ketahui dulu apa itu fungsi tiroid dalam tubuh.

Tiroid adalah kelenjar yang dimiliki setiap orang dan terletak di bagian depan leher.

Melansir National Health Services, kelenjar ini menghasilkan hormon yang berfungsi untuk denyut jantung dan mengatur suhu tubuh.

Memiliki terlalu banyak hormon ini dapat menyebabkan masalah pada tubuh, salah satunya hipertiroid.

Jadi, hipertiroid adalah kondisi saat hormon tiroid terlalu aktif sehingga menyebabkan banyak masalah pada tubuh.

Ini merupakan salah satu kondisi yang tak boleh disepelekan dan membutuhkan perawatan, Moms.

Melansir StatPearls Journal, hipertiroidisme dapat menyerang siapa saja. Namun, 10 kali lebih sering terjadi pada wanita daripada pria, khususnya usia 20 dan 40 tahun.

Berdasarkan data Infantrisk, prevalensi hipertiroid saat hamil berkisar antara 0,05 hingga 0,2 persen.

Baca Juga: Serba-Serbi Museum Fatahillah: Sejarah, Koleksi, Lokasi, Harga Tiket, dan Cara Menuju ke sana

Penyebab Hipertiroid Menurut Dokter

Tiroid
Foto: Tiroid (Chriskresser.com)

Kondisi ini dijelaskan langsung oleh dr. Marina Epriliawati, Sp. P. D, Subsp. E. M. D. (K) Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrinologi Metabolik dan Diabetes RS Pondok Indah – Pondok Indah, nih Moms.

Hipertiroid merupakan suatu keadaan di mana kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan ke dalam aliran darah.

Ada beberapa kondisi medis yang menyebabkan hal ini terjadi, yaitu:

1. Penyakit Graves

Penyakit graves merupakan suatu kelainan autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid dan menyebabkan tiroid menghasilkan hormon dalam jumlah yang berlebihan.

Penyakit graves ini merupakan penyebab terbanyak hipertiroid

2. Nodul Tiroid yang Overaktif

Munculnya satu atau beberapa nodul (benjolan) tiroid yang memproduksi hormon tiroid terlalu banyak. Umumnya benjolan semacam ini bersifat jinak

3. Tiroiditis

Kondisi ini terjadi saat tiroid mengalami peradangan yang menyebabkan hormon tiroid yang tersimpan di dalam kelenjar tiroid keluar ke aliran darah dan menyebabkan gejala hipertiroidisme

4. Faktor Genetik

Faktor risiko hipertiroid adalah riwayat penyakit tiroid pada keluarga, khususnya riwayat penyakit graves.

Riwayat penyakit kronik tertentu seperti anemia pernisiosa dan insufisiensi adrenal primer (kekurangan hormon yang diproduksi oleh kelenjar anak ginjal), serta kehamilan (meningkatkan risiko terjadinya tiroiditis).

Hipertiroid juga lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki

Gejala Hipertiroid

Tiroid
Foto: Tiroid (Orami Photo Stocks)

Tingginya produksi hormon tiroid dapat menyebabkan tingkat metabolisme menjadi tinggi.

Kondisi ini dikenal dengan sebutan hipermetabolik.

Keadaan ini dapat memunculkan beberapa gejala, seperti:

1. Sulit Tidur

Salah satu gejala hipertiroid yang cukup mengganggu adalah kesulitan untuk tidur.

Hal ini dikarenakan hormon tiroid berlebihan dapat merangsang sistem saraf, detak jantung berdetak cepat, dan memproduksi keringat berlebih di malam hari sehingga tidak jarang membuat orang susah tidur.

Akan tetapi, karena gejala ini terlalu umum untuk disebut sebagai penyakit hipertiroid, Moms memerlukan pemeriksaan kadar tiroid dalam darah untuk memastikannya.

2. Mudah Gugup dan Marah

Hipertiroid juga memengaruhi suasana hati, lho Moms.

Hal ini karena kadar hormon tiroid tidak normal.

Selain berperan penting dalam proses metabolisme, tiroid juga menyeimbangkan suasana hati seseorang.

Ketika jumlahnya tidak seimbang, hal ini tentu akan berdampak pada psikologis sehingga mudah marah, gugup, hingga khawatir berlebihan.

Baca Juga: 9 Manfaat Tanaman Thyme untuk Kesehatan, Bisa Redakan Batuk Hingga Basmi Infeksi Jamur

3. Lebih Tahan Suhu Dingin

Ciri-ciri hipertiroid selanjutnya adalah bila seseorang lebih tahan pada suhu dingin daripada orang normal lainnya.

Selain itu sebuah penelitian The Lancet, menunjukkan bahwa penyakit hipertiroid juga akan mengakibatkan tubuh sang penderita jauh lebih tahan pada suhu dingin.

Berbeda dengan penyakit hipotiroid yang justru tak tahan dengan suhu dingin.

4. Berat Badan Turun Drastis

Melansir Health Harvard, kelenjar tiroid disebut-sebut sebagai ahli metabolisme.

Jika kelenjar tersebut menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan, metabolisme tubuh akan meningkat .

Seseorang yang menderita hipertiroid biasanya akan mendapati angka timbangannya turun meskipun nafsu dan porsi makan mereka normal, bahkan bertambah.

Jika Moms merasa berat badan terus menurun walaupun porsi makan sudah ditambah, kemungkinan besar terdapat masalah pada proses metabolisme.

5. Nyeri Dada 

Ciri-ciri sakit hipertiroid selanjutnya adalah sering mengalami nyeri dada.

Tiap jantung berdetak lebih cepat dan kuat, otot jantung otomatis memerlukan oksigen yang lebih banyak.

Detak jantung yang kuat dan cepat dapat menyebabkan nyeri di dada.

Hipertiroid bisa sangat berbahaya apabila orang tersebut memiliki sumbatan pada pembuluh darah koroner.

Ciri-ciri sakit hipertiroid nyeri dada hebat seperti angina bisa terjadi ketika pembuluh darah koroner yang tersumbat tidak dapat membawa oksigen cukup ke otot jantung.

Ini dia gejala lainnya yang tidak jauh berbeda menurut dr. Marina Epriliawati.

Adapun gejalanya adalah:

  • Penurunan berat badan
  • Jantung berdebar
  • Irama jantung yang tidak teratur
  • Mudah lapar
  • Cemas, gugup, dan mudah tersinggung
  • Gemetar, terutama di tangan dan jari-jari
  • Keringat yang berlebihan dan sensitif terhadap panas
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Sering buang air besar
  • Pembesaran kelenjar tiroid yang biasanya dirasakan sebagai bengkak atau pembesaran di leher maupun adanya benjolan pada leher bawah
  • Mudah lelah
  • Kelemahan otot
  • Gangguan tidur
  • Kulit lembap
  • Rambut rontok.

Baca Juga: Review Serum Somethinc Niacinamide + Moisture Sabi Beet Brightening Serum oleh Moms Orami, Terbukti Berkhasiat!

Ciri-Ciri Hipertiroid saat Hamil

Ilustrasi Hamil
Foto: Ilustrasi Hamil (Freepik.com/senivpetro)

Hipertiroid pada ibu hamil adalah kondisi yang harus diwaspadai.

Pasalnya, kondisi ini bisa memicu gangguan kesehatan pada ibu hamil maupun janin yang tengah dikandung.

Berikut ciri-ciri hipertiroid saat hamil yang harus diwaspadai:

6. Preeklamsia

Preeklamsia menjadi gejala hipertiroid saat hamil.

Hal ini merupakan kondisi tekanan darah serius yang dapat terjadi setelah 20 minggu kehamilan atau setelah melahirkan yang disebut dengan preeklamsia postpartum.

Preeklamsia terjadi ketika Moms memiliki tekanan darah tinggi dan tanda-tanda bahwa beberapa organ seperti ginjal juga hati tidak bekerja secara normal.

Tekanan darah adalah kekuatan darah yang menekan dindin arteri Moms.

Arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke bagian tubuh lain.

Tekanan darah tinggi atau disebut dengan hipertensi adalah ketika kekuatan darah terhadap dinding pembuluh darah terlalu tinggi.

Ini bisa membuat jantung Moms stres dan menyebabkan masalah juga menjadi gejala hipertirodisme saat hamil.

7. Hipertensi Paru

Gejala hipertiroid saat hamil lainnya adalah hipertensi paru semacam tekanan darah yang terjadi di arteri paru-paru Moms dan di sisi kanan jantung.

8. Solusio Plasenta

Moms ini adalah kondisi serius di mana plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum lahir.

Plasenta tumbuh di rahim dan memasok Si Kecil dengan makanan dan oksigen melalui tali pusat.

Gejala hipertiroid saat hamil pun meliputi solusio plasenta.

Baca Juga: Nephrolit: Obat Herbal untuk Mengatasi Batu Ginjal, Ketahui Dosisnya!

9. Gagal Jantung

Bila gejala hipertiroid saat hamil terjadi, Moms pun bisa mengalami gagal jantung karena tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh.

10. Badai Tiroid

Inilah gejala hipertiroid saat hamil yang jauh lebih buruk secara tiba-tiba.

Walaupun ini kondisi langka, tetapi mengancam jiwa selama kehamilan.

Moms hamil yang mengalami badai tiroid berisiko tinggi mengalami gagal jantung.

Baca Juga: Serba-Serbi Museum Fatahillah: Sejarah, Koleksi, Lokasi, Harga Tiket, dan Cara Menuju ke sana

Penyebab Umum Hipertiroid

Ilustrasi Tiroid
Foto: Ilustrasi Tiroid (Freepik.com)

Di dalam tiroid, terdapat 2 hormon untuk mengatur metabolisme tubuh, yakni tetraiodothyronine (T4) dan triiodothyronine (T3).

Hipertiroidisme terjadi ketika hormon tiroid terlalu tinggi di luar batas normal.

Ketika Moms memiliki hipertiroidisme, metabolisme akan diproses dalam kecepatan tinggi.

Ini mungkin menyebabkan Moms merasa jantung berdetak lebih cepat, mengalami kecemasan, gugup, dan nafsu makan meningkat.

Lantas apa yang menjadi pemicu hormon ini bisa terlalu tinggi dalam tubuh? Berikut beberapa penyebab umum dari hipertiroid pada wanita dan pria:

1. Penyakit Graves

Melansir Cleveland Clinic, ini merupakan penyebab umum yang paling sering terjadi pada penderita hipertiroid.

Ketika ini terjadi, sistem kekebalan tubuh menyerang tiroid. Hal ini membuat tiroid membuat hormon dalam jumlah yang banyak.

Penyakit Graves adalah kondisi turun-temurun pada riwayat keluarga.

Jika salah satu anggota keluarga mengidap penyakit Graves, ada kemungkinan Moms atau orang lain juga memilikinya.

Seringnya terjadi pada wanita dibandingkan pria.

2. Nodul Tiroid

Penyebab lain dari gangguan tiroid adalah karena ada benjolan atau nodul di sekitar leher.

Ini merupakan benjolan yang mampu menghasilkan lebih banyak hormon daripada yang dibutuhkan tubuh.

Berita baiknya, umumnya benjolan ini sifatnya tidak ganas, Moms.

Jika diraba, benjolan akan terasa keras, padat, ataupun lembek yang berisi cairan.

Munculnya nodul tiroid ini bisa karena tubuh kekurangan yodium dan peradangan kronis pada tiroid.

Baca Juga: Penyakit Kusta: Gejala, Jenis, Hingga Pengobatannya

3. Peradangan Tiroid (Tiroiditis)

Penyebab lain dari hipertiroid karena adanya infeksi atau peradangan pada area tiroid, Moms.

American Thyroid Association memaparkan, peradangan ini dapat disebabkan oleh infeksi atau gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Ketika tiroid meradang, ini bisa memicu kadar hormon dihasilkan lebih tinggi daripada yang dibutuhkan tubuh.

Tiroiditis dapat terjadi saat pasca melahirkan bayi (tiroiditis pascapersalinan) atau dari penggunaan obat-obatan seperti interferon dan amiodaron (obat jantung).

Maka, tak heran jika peradangan tiroid lebih sering terjadi pada wanita.

4. Kadar Yodium Terlalu Tinggi

Yodium merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan hormon tiroid.

Sayangnya, jika kadar yodium terlalu tinggi, dapat berakibat fatal bagi tubuh, Moms.

Garam adalah salah satu sumber yodium yang paling banyak kita konsumsi.

Jika Moms mengonsumsi terlalu banyak yodium, baik obat-obatan atau makanan, hal ini dapat memicu hipertiroidisme.

Konsumsi yodium yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah.

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke, lho.

Baca Juga: Review Cetaphil Bright Healthy Radiance Day Cream oleh Moms Orami, Ada Kandungan Anti Aging!

Siapa yang Berisiko Tinggi terhadap Hipertiroid?

Ilustrasi Tiroid
Foto: Ilustrasi Tiroid (Orami Photo Stocks)

Umumnya, wanita lebih sering mengalami kondisi seperti ini.

Namun di luar itu, ada beberapa faktor risiko yang dapat membuat seseorang terkena hipertiroidisme, Moms.

Berikut faktor-faktor lain yang meningkatkan seseorang mengalami hipertiroid, seperti:

  • Berusia lebih dari 60 tahun.
  • Pernah hamil atau melahirkan dalam 6 bulan terakhir.
  • Pernah menjalani operasi tiroid atau masalah tiroid, seperti gondok.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tiroid.
  • Memiliki diabetes tipe 1 atau gangguan hormonal.
  • Kadar yodium terlalu tinggi dalam tubuh.

Bagi Moms atau Dads yang mengalami anemia pernisiosa, ini juga cukup berisiko tinggi terkena hipertioird.

Kondisi ini terjadi di mana tubuh tidak dapat membuat cukup sel darah merah yang sehat karena kurangnya vitamin B12.

Baca Juga: Promo Payday Orami Diskon hingga 70%, Ayo Serbu!

Bahaya Hipertiroid

Ilustrasi Tiroid
Foto: Ilustrasi Tiroid (Vita4you.gr)

Menurut dr. Marina Epriliawati, hipertiroid bisa berbahaya bila tidak diobati atau tidak ditangani secara baik karena kondisi hipertiroid yang berlangsung lama dapat menyebabkan komplikasi, terutama pada jantung dan tulang.

Kondisi berat lainnya adalah krisis tiroid, yaitu suatu kondisi yang jarang terjadi tetapi dapat mengancam nyawa. Biasanya krisis tiroid terjadi pada pengidap hipertiroid dengan faktor pencetus lain, misalnya infeksi.

Gejalanya berupa demam, detak jantung yang sangat cepat, mual dan muntah, dehidrasi, hingga penurunan kesadaran.

Kondisi ini juga bisa menjadi parah jika seseorang mengalami stres, baik fisik seperti infeksi, operasi, serta penyakit berat lainnya maupun psikologis dapat memperberat gejala hipertiroid.

Merokok juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit, menurunkan efektivitas pengobatan, serta meningkatkan risiko relaps.

Pantangan Hipertiroid Menurut Dokter

Berdasarkan penjelasan dr. Marina Epriliawati, ada beberapa jenis makanan yang perlu dikurangi atau dihindari saat kondisi hipertiroid sedang kambuh, antara lain makanan yang tinggi yodium, seperti:

  • Makanan laut atau seafood
  • Ikan
  • Rumput laut
  • Kepiting, dan lain-lain
  • Susu dan produk susu
  • Keju, kuning telur
  • Garam beryodium
  • Beberapa pewarna makanan.

Ada juga beberapa obat yang mengandung yodium, seperti obat batuk, zat kontras, suplemen, vitamin, atau herbal.

Makanan yang mengandung gluten, kedelai, serta minuman berkafein juga sebaiknya dihindari.

Jika Moms ragu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam subspesialis endokrinologi metabolik dan diabetes untuk mengetahui makanan pantangan pengidap hipertiroid.

Komplikasi Hipertiroid

Ilustrasi Hipertiroidisme
Foto: Ilustrasi Hipertiroidisme (Orami Photo Stocks)

Tiroid yang terlalu aktif terkadang dapat menyebabkan masalah lebih lanjut, terutama jika tidak diobati atau dikontrol dengan baik.

Beberapa komplikasi yang umum terjadi seperti:

1. Hormon Wanita Berantakan

Ketidakseimbangan hormon tiroid dapat berdampak pada semua bagian tubuh.

Salah satu gejala komplikasi dari hipertiroidisme pada wanita dapat berupa siklus haid (menstruasi) yang tidak teratur.

Tak hanya itu, bahkan bisa mengakibatkan komplikasi kehamilan seperti preeklampsia, kelahiran prematur, atau keguguran.

Segera konsultasi dengan dokter jika ini terjadi ya, Moms.

2. Gangguan Penglihatan

Komplikasi yang sering terjadi lainnya adalah gangguan pada penglihatan.

Dikenal juga sebagai gangguan mata yang disebut oftalmopati Graves.

Ini dapat menyebabkan penglihatan ganda, sensitivitas terhadap cahaya, dan mata sakit. Dalam kasus yang jarang terjadi, dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.

Terdapat beberapa komplikasi lainnya yang bisa terjadi menurut terjadi dr. Marina Epriliawati pada pengidap hipertiroid jika kondisinya tidak ditangani secara baik, di antaranya:

  • Gangguan irama jantung, di mana irama jantung menjadi tidak teratur. Kondisi ini disebut sebagai fibrilasi atrium. Kondisi fibrilasi atrium dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke
  • Gagal jantung, di mana jantung tidak dapat memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh
  • Osteoporosis atau pengeroposan tulang, yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah
  • Beberapa pasien hipertiroid dapat mengalami gangguan penglihatan, yakni penyakit mata tiroid berupa mata yang menonjol, nyeri, merah, penglihatan yang berbayang, dan dapat mengakibatkan kebutaan
  • Kulit yang membengkak, dan berubah warna atau disebut sebagai dermopati graves
  • Krisis tiroid atau badai tiroid, yaitu kondisi berat dan sering kali mengancam nyawa serta memerlukan penanganan di gawat darurat. Gejalanya berupa demam, detak jantung yang sangat cepat, mual dan muntah, dehidrasi, hingga penurunan kesadaran

Baca Juga: Kanker Tiroid, Seperti Apa Gejala dan Pengobatannya?

Cara Mengobati Hipertiroid

Obat-obatan
Foto: Obat-obatan (Orami Photo Stocks)

Dalam mengobati hipertiroid, tentu perlu dilihat dari penyebabnya. Setiap orang akan berbeda cara perawatan yang dipilih.

Tapi, sebagai informasi, menurut dr. Marina Epriliawati istilah yang digunakan bukan sembuh, melainkan remisi.

Sebagian besar hipertiroid disebabkan oleh penyakit graves atau autoimun, sehingga istilah yang biasa digunakan adalah remisi.

Remisi merupakan kondisi di mana hormon tiroid berada dalam kadar yang normal tanpa pengobatan dalam kurun waktu minimal satu tahun.

Untuk terapi definitif (terapi menetap) dapat dilakukan dengan melakukan terapi yodium radioaktif atau operasi pengangkatan tiroid.

Tetapi, setelah tindakan tersebut biasanya pasien akan memerlukan suplementasi hormon tiroid seumur hidup.

Berikut beberapa pengobatan untuk mencegah kambuhnya masalah tiroid ini.

1. Terapi Radioaktif

Moms, pengobatan hipertiroid yang pertama adalah dengan menggunakan terapi radioaktif.

Melansir American Academy of Family Physicians, ini merupakan proses pengambilan sel tiroid dengan teknik radioaktif.

Hal ini biasanya menyebabkan kerusakan permanen pada tiroid, namun akan menyembuhkan kondisi hipertiroidisme itu sendiri, Moms.

Sebagian besar pasien yang melakukan perawatan ini harus minum obat hormon tiroid selamanya untuk mempertahankan kadar hormon tetap normal.

2. Obat-obatan

Methimazole (Tapazole) dan propylthiouracil (PTU) adalah obat yang paling umum digunakan dalam mengatasi hipertiroid.

Fungsinya yakni untuk memblokir tiroid dalam menghasilkan hormon.

Efek samping dari pengobatan ini termasuk reaksi alergi seperti ruam atau gatal.

Meski jarang terjadi, obatan-obatan ini dapat menyebabkan tubuh membuat lebih sedikit sel darah putih.

Untuk kasus yang parah, akan memicu infeksi berkelanjutan dalam tubuh. Gejala yang terlihat yakni seperti kulit atau mata kuning, kelelahan, atau nyeri di bagian perut.

3. Operasi

Jika obat-obatan tidak bekerja dengan baik, operasi adalah pilihan lain dalam mengatasi hipertiroid.

Ini adalah proses pengangkatan tiroid atau disebut tiroidektomi.

Umumnya, persiapan ketika operasi ini adalah mengonsumsi obat antitiroid untuk mencegah komplikasi.

Setelahnya, penderita hipertiroid perlu untuk mengonsumsi suplemen hormon dalam jangka waktu yang lama.

Baca Juga: Bayi Rewel Karena Kulit Gatal? Ini 6 Cara Mengatasinya!

Untuk mendiagnosis kondisi hipertiroidisme tentu perlu pemeriksaan dari dokter spesialis ya, Moms.

Jangan pernah menerka-nerka sendiri terhadap gejala yang kita rasakan.

Segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat jika mengalami gejala yang sudah disebutkan.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537053/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5014602/
  • https://www.nhs.uk/conditions/overactive-thyroid-hyperthyroidism/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyperthyroidism/symptoms-causes/syc-20373659
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14129-hyperthyroidism
  • https://www.thyroid.org/thyroiditis/
  • https://www.aafp.org/afp/2016/0301/p363.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.