29 September 2017

Fakta Dibalik 3 Mitos Penyakit Jantung yang Sering Dipercaya

Jangan panik dulu, ternyata 3 hal seputar penyakit jantung ini hanya mitos! Cari tahu faktanya.

Penyakit jantung seringkali disebut the silent killer karena gejalanya jarang disadari hingga berakhir dengan kematian si penderitanya. Misalnya, kematian akibat serangan jantung mendadak. Salah satu faktor serangan jantung adalah gaya hidup. Dan perlu Mama ketahui, saat ini bukan hanya mereka yang lanjut usia yang rentan terkena serangan jantung, anak-anak dan remaja pun punya risiko sama besarnya jika mengabaikan pola hidup sehat.

Baca Juga: Ini 8 Makanan yang Ramah Jantung

Sayangnya, ketidakpahaman akan pentingnya organ vital ini seringkali dibarengi kepercayaan terhadap sejumlah mitos tentang penyakit jantung yang beredar di masyarakat. Untuk itu, sebaiknya Mama juga memahami fakta dibalik mitos-mitos populer tentang penyakit jantung yang sering dipercaya. Apa saja?

1. Penyakit Keturunan

Pernahkah Mama dengar bahwa penyakit jantung adalah penyakit keturunan? Memang, anak yang memiliki orang tua dengan penderita jantung bisa saja menderita penyakit serupa.

Hanya saja, faktor genetik ini juga dipicu pola hidup tak sehat. Misalnya, kurang gerak atau jarang berolahraga, tidak beristirahat dengan cukup, banyak mengonsumsi fast food, makanan berlemak, merokok, dan mengonsumsi alkohol.

Maka, jangan kaget jika ada seorang penderita penyakit jantung yang sama sekali tidak memiliki riwayat keturunan penyakit jantung di keluarganya.

Baca Juga: Kenali Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi

2. Darah Tinggi Picu Serangan Jantung

Penyebab utama terjadinya serangan jantung adalah terganggunya pasokan aliran darah menuju jantung. Jantung yang sehat memiliki pasokan darah dan oksigen yang cukup.

Namun, dalam kasus penyakit jantung koroner, aliran darah menuju jantung tersumbat akibat tumpukan plak dari kolesterol. Penyebab timbulnya plak ini adalah akumulasi jenis makanan dan minuman tak sehat yang dikonsumsi sehari-hari.

Jadi, sebenarnya penyakit darah tinggi bukan faktor utama serangan jantung. Hanya saja, risiko serangan jantung akan semakin rentan terjadi bila tekanan darah tinggi datang bersamaan dan hal itu bisa menyebabkan kematian. Maka kurangi risiko tersebut dengan sering mengkonsumsi makanan yang bisa menurunkan tekanan darah tinggi.

3. Dada Sering Terasa Nyeri

Keluhan rasa nyeri di bagian dada seringkali dianggap sebagai ciri atau gejala penyakit jantung. Padahal, hal ini tak selalu benar. Banyak ditemukan gejala tersebut ternyata disebabkan masalah otot dada, gangguan saluran pencernaan, atau kecemasan berlebih.

Lain halnya jika seseorang terkena penyakit jantung, bagian rasa nyeri pada dada tak langsung dapat ditunjuk hanya dengan jari. Nyeri pada dada tersebut juga disertai sesak napas, rasa terbakar, nyerti seperti ditusuk-tusuk atau tertekan benda berat.

Nah, ciri lain dari nyeri dada yang menunjukkan penyakit jantung biasanya rasa nyeri juga menjalar ke leher, lengan, dan punggung dalam waktu 20 menit atau lebih.

Jika hal itu terjadi, lebih baik segera periksakan ke dokter untuk memeriksa kondisi jantung untuk meminimalisir risiko fatal.

Jadi, di antara 3 mitos tadi, mana yang paling sering Mama dengar atau mungkin pernah Mama percaya?

(LMF)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.