22 Januari 2023

Serba-serbi Penyakit Jantung Lemah, Bisa Sebabkan Gagal Jantung Jika Tak Diobati

Simak penyebab dan cara mengobatinya berikut ini
Serba-serbi Penyakit Jantung Lemah, Bisa Sebabkan Gagal Jantung Jika Tak Diobati

Foto: Orami Photo Stock

Jantung lemah dalam istilah medis disebut juga dengan kardiomiopati.

Menurut Mayo Clinic, jantung lemah adalah penyakit otot jantung yang membuat jantung lebih sulit untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Kardiomiopati atau jantung lemah ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat menyebabkan gagal jantung.

Untuk itu, Moms perlu mewaspadainya dengan memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasi jantung lemah.

Baca Juga: Selain Nyeri Dada, Ini 5 Gejala Lain Serangan Jantung

Gejala Jantung Lemah

Jantung Lemah
Foto: Jantung Lemah (Orami Photo Stocks)

Mungkin tidak ada tanda atau gejala pada tahap awal kardiomiopati. Namun seiring perkembangan kondisi, tanda dan gejala biasanya muncul, di antaranya:

  • Sesak napas saat beraktivitas atau bahkan saat istirahat
  • Pembengkakan pada tungkai, pergelangan kaki, dan kaki
  • Perut kembung karena penumpukan cairan
  • Batuk ketika sedang berbaring
  • Kesulitan berbaring telentang
  • Kelelahan
  • Detak jantung yang terasa cepat atau berdebar-debar
  • Ketidaknyamanan atau merasa adanya tekanan di dada
  • Pusing dan pingsan

Tanda dan gejala cenderung memburuk jika tidak diobati.

Baca Juga: 5+ Penyebab Nyeri Dada dan Gejalanya, Ternyata Tidak Melulu karena Sakit Jantung

Penyebab Jantung Lemah

Jantung Lemah
Foto: Jantung Lemah (Freepik.com/fongbeerredhot)

Mengutip National Health Service, jantung lemah kardiomiopati adalah istilah umum untuk penyakit otot jantung, di mana dinding bilik jantung menjadi meregang, menebal atau kaku.

Hal ini pun memengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Sering kali, penyebab jantung lemah tidak diketahui. Namun, pada beberapa orang, penyakit ini adalah hasil dari kondisi lain yang diperoleh atau diturunkan dari orang tua (diwariskan).

Kondisi kesehatan atau perilaku tertentu yang dapat menyebabkan jantung lemah meliputi:

  • Tekanan darah tinggi jangka panjang
  • Kerusakan jaringan jantung akibat serangan jantung
  • Denyut jantung cepat jangka panjang
  • Masalah katup jantung
  • Infeksi COVID-19
  • Infeksi tertentu, terutama yang menyebabkan radang jantung
  • Gangguan metabolisme, seperti obesitas, penyakit tiroid, atau diabetes
  • Kekurangan vitamin atau mineral esensial dalam makanan, seperti thiamin (vitamin B-1)
  • Komplikasi kehamilan
  • Penumpukan zat besi di otot jantung (hemochromatosis)
  • Pertumbuhan gumpalan kecil sel inflamasi (granuloma) di bagian mana pun dari tubuh, termasuk jantung dan paru-paru (sarkoidosis)
  • Penumpukan protein abnormal di organ (amiloidosis)
  • Gangguan jaringan ikat
  • Minum terlalu banyak alkohol selama bertahun-tahun
  • Penggunaan kokain, amfetamin atau steroid anabolik
  • Penggunaan beberapa obat kemoterapi dan radiasi untuk mengobati kanker

Baca Juga: GERD, Gangguan Pencernaan yang Mirip Serangan Jantung

Faktor Risiko Jantung Lemah

Jantung Lemah
Foto: Jantung Lemah (forbes.com)

Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko jantung lemah, di antaranya:

  • Riwayat keluarga kardiomiopati, gagal jantung, dan serangan jantung mendadak
  • Tekanan darah tinggi jangka panjang
  • Kondisi yang memengaruhi jantung, termasuk serangan jantung di masa lalu, penyakit arteri koroner, atau infeksi di jantung (kardiomiopati iskemik)
  • Obesitas yang membuat jantung bekerja lebih keras
  • Penyalahgunaan alkohol jangka panjang
  • Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti kokain, amfetamin, dan steroid anabolik
  • Pengobatan dengan obat kemoterapi tertentu dan radiasi untuk kanker

Banyak penyakit juga meningkatkan risiko kardiomiopati, termasuk diabetes, penyakit tiroid, penyimpanan kelebihan zat besi dalam tubuh (hemochromatosis), amiloidosis, sarkoidosis, gangguan jaringan ikat.

Baca Juga: 5 Tanda Risiko Penyakit Jantung, Jangan Diabaikan!

Jenis-jenis Jantung Lemah

Jantung Lemah
Foto: Jantung Lemah (Orami Photo Stock)

Ada beberapa jenis kardiomiopati, yaitu:

1. Kardiomiopati Dilatasi

Pada jenis kardiomiopati ini, kemampuan memompa ruang pompa utama jantung - ventrikel kiri - menjadi membesar (melebar) dan tidak dapat memompa darah keluar dari jantung secara efektif.

Meskipun jenis ini dapat menyerang orang-orang dari segala usia, ini paling sering terjadi pada orang paruh baya dan lebih mungkin mempengaruhi pria.

Penyebab tersering adalah penyakit arteri koroner atau serangan jantung. Namun, bisa juga disebabkan oleh cacat genetik.

2. Kardiomiopati Hipertrofik

Jenis jantung lemah ini melibatkan penebalan otot jantung yang tidak normal, yang membuat jantung lebih sulit untuk bekerja. Ini sebagian besar mempengaruhi otot ruang pompa utama jantung (ventrikel kiri).

Kardiomiopati hipertrofik dapat berkembang pada semua usia, tetapi kondisinya cenderung lebih parah jika terjadi selama masa kanak-kanak.

Kebanyakan orang dengan jenis kardiomiopati ini memiliki riwayat penyakit dalam keluarga. Beberapa mutasi genetik telah dikaitkan dengan kardiomiopati hipertrofik.

3. Kardiomiopati Restriktif

Pada tipe ini, otot jantung menjadi kaku dan kurang fleksibel sehingga tidak bisa mengembang dan terisi darah di antara detak jantung.

Jenis kardiomiopati yang paling tidak umum ini dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering menyerang orang yang lebih tua.

Kardiomiopati restriktif dapat terjadi tanpa alasan yang diketahui (idiopatik), atau dapat disebabkan oleh penyakit di tempat lain di tubuh yang memengaruhi jantung, seperti amiloidosis.

4. Lemah Jantung ARVD

Jenis lain dari penyakit jantung lemah, yaitu Arrhythmogenic right ventricular cardiomyopathy (ARVD).

Pada jenis kardiomiopati langka ini, otot di ruang jantung kanan bawah (ventrikel kanan) digantikan oleh jaringan parut atau jaringan lemak, yang dapat menyebabkan masalah irama jantung. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh mutasi genetik.

Selain jenis atau tipe yang telah disebutkan di atas, masih ada kardiomiopati tidak terklasifikasi. Namun, hal ini termasuk langka sehingga jarang ditemui.

Baca Juga: 11 Contoh Kuku yang Tidak Sehat, Bisa Jadi Tanda Anemia Hingga Penyakit Jantung

Cara Mengobati Jantung Lemah

Cara Mengobati Jantung Lemah
Foto: Cara Mengobati Jantung Lemah (Orami Photo Stock)

Berdasarkan informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), jika Moms mengalami salah satu dari gejala di atas, segeralah menemui dokter untuk melakukan perawatan.

Tujuan pengobatan adalah untuk memperlambat penyakit, mengontrol gejala, dan mencegah kematian mendadak.

Jika Moms didiagnosis dengan kardiomiopati, dokter mungkin akan meminta untuk mengubah pola makan dan aktivitas fisik.

Lalu, mengurangi stres, menghindari alkohol dan obat-obatan lain, dan minum obat.

Dokter mungkin juga akan merawat Moms jika mengalami kondisi yang menyebabkan kardiomiopati, jika ada, atau merekomendasikan operasi.

Yang jelas, perawatan lemah jantung ini tergantung pada jenis yang dimiliki.

Baca Juga: Mengetahui 4 Langkah Pertolongan Pertama pada Penyakit Jantung

Komplikasi Jantung Lemah

Komplikasi Jantung Lemah
Foto: Komplikasi Jantung Lemah (Orami Photo Stock)

Jika jantung lemah tidak segera diatasi, dapat menyebabkan komplikasi penyakit lain yang serius dan berbahaya.

Berikut risiko komplikasi jantung lemah:

  • Gagal Jantung

Jantung yang tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh bisa menyebabkan gagal jantung. Gagal jantung yang tidak diobati pun akhirnya bisa mengancam jiwa.

  • Gumpalan Darah

Karena jantung tidak dapat memompa darah secara efektif, gumpalan darah mungkin terbentuk di jantung.

Jika gumpalan masuk ke aliran darah, mereka dapat menghalangi aliran darah ke organ lain, termasuk jantung dan otak.

  • Masalah Katup Jantung

Kardiomiopati dapat menyebabkan jantung membesar sehingga katup jantung bermasalah karena mungkin tidak menutup dengan benar dan hal ini dapat menyebabkan darah mengalir ke belakang di dalam katup.

  • Henti Jantung dan Kematian Mendadak

Kardiomiopati atau lemah jantung dapat memicu irama jantung abnormal yang menyebabkan pingsan atau, dalam beberapa kasus, kematian mendadak jika jantung berhenti berdetak secara efektif.

Baca Juga: 15 Kelainan Jantung Bawaan Pada Bayi, Moms Sudah Tahu?

Upaya Pencegahan Jantung Lemah

Jantung Lemah
Foto: Jantung Lemah (Womenshealth.com)

Dalam banyak kasus, Moms tidak dapat mencegah penyakit lemah jantung ini.

Jadi, konsultasikan dengan dokter segera jika Moms memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tersebut atau penyakit lain yang berisiko.

Meski demikian, Moms tetap dapat berusaha untuk mengurangi risiko kardiomiopati dan jenis penyakit jantung lainnya dengan menjalani gaya hidup sehat.

Misalnya seperti menghindari penggunaan alkohol atau kokain, mengontrol tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes.

Mengonsumsi makanan yang sehat, berolahraga secara teratur, tidur cukup, dan berusaha mengurangi stres.

Itulah beberapa informasi penting terkait lemah jantung. Semoga dapat menambah pengetahuan bagi Moms sehingga lebih waspada dan dapat menghindarinya.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cardiomyopathy/symptoms-causes/syc-20370709
  • https://www.nhs.uk/conditions/cardiomyopathy/
  • https://www.cdc.gov/heartdisease/cardiomyopathy.htm

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.