Kesehatan Umum

18 September 2021

Penyebab Nyeri Dada dan Gejalanya, Ternyata Tidak Melulu karena Sakit Jantung

Jika nyeri dada terus berlanjut, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter ya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Karla Farhana

Nyeri dada sangat berbahaya jika tak ditanggulangi atau terlalu lama dibiarkan.

Nyeri dada sendiri menjadi penyebab terbesar kedua dari seseorang yang masuk Unit Gawat Darurat (UGD) di Amerika Serikat.

Dilansir dari sebuah jurnal yang berjudul Chest Pain, nyeri dada sendiri adalah sebuah keluhan yang wajar.

Meski demikian kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda dari penyakit berbahaya yang mengancam nyawa.

Nah, karena berbahaya, Moms sebaiknya mengetahui kemungkinan nyeri dada yang dimiliki.

Nyeri dada sendiri bisa menjadi efek dari berbagai macam penyakit. Nyeri dada sendiri pun sering dikaitkan dengan penyakit jantung, Moms.

Sangat banyak kemungkinan penyebab nyeri dada dan nyeri punggung tersebut.

Nyeri dada dibedakan menjadi 2 macam, yaitu nyeri dada terkait jantung dan nyeri dada tidak terkait jantung.

Nyeri Dada Terkait Jantung

nyeri dada

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang sudah dibahas sekilas, nyeri di dada sendiri biasanya tak selalu jadi pertanda adanya masalah pada jantung.

Meski demikian, nyeri dada adalah gejala umum yang menjadi tanda adanya penyakit jantung. Karenanya, Moms jangan sampai salah membedakan, ya!

Nyeri dada sendiri ternyata terbagi dalam berbagai macam sensasi lho, Moms.

Nyeri dada bisa dirasakan secara ringan, hingga sakit yang seperti ditusuk benda tajam. Tak sampai sana, Moms juga bisa merasakan sensasi terbakar di dada.

Nyeri pun dalam beberapa kasus tak hanya terasa di dada saja. Terkadang menjalar ke rahang, leher, punggung belakang bahkan ke kedua tangan.

Seperti yang sudah disebutkan, nyeri dada bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Namun yang paling berbahaya adalah ketika berhubungan dengan jantung.

Baca Juga: Balita Malas Menggosok Gigi Berpotensi Terkena Sakit Jantung?

Gejala Nyeri Dada Akibat Gangguan Jantung

Agar tidak bingung dan bisa membedakan, ini gejala nyeri dada yang disebabkan oleh gangguan jantung;

  • nyeri dada dapat terasa di belakang tulang dada, dada kiri
  • nyeri dirasakan sebagai dada kencang, seperti diremas, rasa tertekan/berat
  • nyeri dapat menjalar ke lengan kiri, rahang, punggung
  • intensitas nyeri ini tidak berubah dengan menarik napas dalam maupun batuk.
  • nyeri memberat dengan aktivitas, misalnya saat olahraga

Penyebab Nyeri Dada Akibat Gangguan Jantung

Penyebab nyeri dada terkait jantung misalnya penyakit jantung koroner, perikarditis, dan lain-lain.

Perlu diketahui Moms, meski nyeri dada seringkali dikaitkan pada penyakit jantung.

Namun sebagian orang yang menderita kondisi jantung mengatakan mereka mengalami ketidaknyamanan yang ringan.

Bahkan ketidaknyamanan yang dirasakan sendiri tak selal diidentifikasikan sebagai rasa sakit.

Nah, kita sudah mengetahui berbagai ciri nyeri di dada yang berkaitan dengan penyakit jantung.

Selanjutnya, yuk kita bahas mengenai rasa nyeri di dada yang tidak ada kaitannya dengan jantung.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Kawasaki yang Bahayakan Jantung Bayi

Nyeri Dada Tak Terkait Penyakit Jantung

nyeri dada

Foto: Orami Photo Stock

Berbeda dengan nyeri yang dijadikan sebagai tanda penyakit jantung, nyeri di dada tidak terkait jantung, cirinya:

  • nyeri dada dapat dirasakan di belakang tulang dada,
  • rasa nyeri yang tajam,
  • akan semakin nyeri dengan menarik napas maupun batuk,
  • intensitas nyeri akan berubah dengan perubahan posisi, misalnya pada penyakit asam lambung, nyeri akan memburuk dengan membungkuk.

Nah selain itu, Moms juga perlu mengetahui berbagai penyakit yang bisa menyebabkan nyeri dada. Berikut daftarnya!

1. Maag

Tahukah Moms ketika penyakit maag hadir hal tersebut juga bisa menyebabkan nyeri di bagian dada?

Perut yang mulas parah bisa menyebabkan seseorang panik dan mengura dirinya mengalami serangan jantung.

Nah, ketika hal ini terjadi, maka Moms perlu mengira-ngira.

Ketika Moms tak masuk seseorang yang berisiko terkena serangan jantung, maka bisa dipastikan gejala tersebut berasal dari asam yang berada di kerongkongan.

Jika Moms merasakan hal ini, nyeri di dada bisa hilang dengan mengonsumsi antasid. Obat tersebut bisa meredakan rasa sakit seperti terbakar karena pencernaan.

Jika Mom ragu untuk mengonsumsi hal ini, segera hubungi dokter, ya!

2. Herpes Zoster

Herpes Zoster bisa menjadi salah satu penyebab nyeri dada yang tak ada hubungannya dengan kondisi kesehatan jantung.

Dilansir dari jurnal US National Library of Medicine National Institutes of Health menuliskan bahwa infeksi virus varicella zoster (VCV) ini pertama kali didokumentasikan dalam tulisan peradaban kuno sebagai ruam vesikuler.

Dalam dokumentasi tersebut, tidak diketahui apa penyebab herpes zoster ini.

Namun, herpes zoster merupakan sejenis virus cacar air dalam tubuh yang menyebabkan rasa sakit parah di sekitar satu sisi tulang rusuk.

Perlu diperhatikan, penyakit ini bisanya akan menimbulkan ruam yang sangat banyak. Moms bisa merasakan panas dan gatal di area yang memiliki ruang.

Tidak seperti cacar air yang tersebar di tubuh, herpes zoster sendiri adalah ruam yang berkumpul dalam beberapa titik di tubuh.

Ruam ini berbentuk seperti ular karena ia seakan melingkari tubuh.

Herpes zoster ini pun terkadang tidak diketahui karena ukuran ruamnya yang sangat kecil.

Seseorang yang menderita herpes zoster biasanya akan merasa sakit yang mengikuti garis tulang rusuk dan pada area di sepanjang yang sakit.

Baca Juga: Kostokondritis, Penyebab Nyeri Dada pada Balita

3. Panic Attack atau Serangan Panik

nyeri dada

Foto: Orami Photo Stock

Rasa sakit di dada, jantung yang berdebar tidak normal, telapak tangan berkeringan dan disertai dengan sakit kepala bisa menjadi salah satu gejala serangan jantung.

Namun hal ini ternyata juga bisa terjadi pada mereka yang mengalami gejala serangan panik atau yang biasa dikenal dengan panic attack nih, Moms!

Jika Moms mengalami gangguan panik, sebaiknya langsung dikonsultasikan ke pada dokter untuk bisa mengevaluasi kesehatan jantung, nih.

Hal tersebut dikarenakan Moms perlu mengetahui langkah tepat yang perlu diambil ketika mengalami panic attack.

Jangan ragu untuk segera pergi ke UGD ketika gejala ini menyerang.

4. Angina Pectoris

Nyeri dada terutama di sebelah kiri memang bikin panik. Terlebih itu adalah area di mana jantung kita berada ya, Moms.

Namun ternyata nyeri di dada kiri juga tak selalu menjadi pertanda kita memiliki penyakit jantung.

Ketika Moms mengalami nyeri dada di sebelah kiri, hal tersebut bisa saja disebabkan oleh angina pectoris.

Gejala angina sendiri hampir sama seperti penyakit jantung yakni dada yang terasa sesak atau rasa sakit yang seperti kram otot pada dada sebelah kiri.

Nah biasanya kondisi ini terjadi usai seseorang melakukan aktivitas fisik yang membuat jantung perlu bekerja lebih keras dari biasanya.

Angina sendiri disebabkan oleh otot jantung yang tidak mendapatkan darah yang cukup mengandung oksigen.

Jadi, Moms akan merasakan seperti dada yang ditekan atau diremas.

Ketidaknyamanan yang disebabkan oleh kondisi ini pun bisa menjalar ke pundak, lengan, leher, dan punggung.

5. Pankreatitis

Pankreatitis juga bisa menjadi salah satu penyebab dari nyeri dada nih, Moms.

Pankreatitis adalah radang pankreas, yakni kelenjar datang panjang di belakang lambung yang bisa menyebabkan rasa sakit di perut.

Nah, rasa sakit perut yang diakibatkan oleh kondisi ini juga bisa menjalar ke dada. Jadi, Moms perlu berhati-hati, ya!

Melansir dari Journal of the Pancreas, walaupun hal ini jarang terjadi, nyeri di dada bagian bawah adalah salah satu gejala kondisi ini.

Rasa sakit pun bisa semakin lebar ketika Moms berbaring.

Nah, banyak sekali ya Moms kondisi yang menyebabkan nyeri di dada.

Ketika nyeri dada terjadi, Moms jangan langsung panik dan mengira ada permasalahan di jantung, Moms ya!

Untuk mengetahui masalah nyeri dada dibutuhkan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan apa yang terjadi. Jadi, segera hubungi dokter ketika Moms merasakan hal ini.

Baca Juga: 3 Cara Bantu Anak Yang Mengalami Serangan Panik

Jika Moms memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau stroke serta memiliki faktor risiko jantung seperti merokok, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, ada baiknya Moms check-up kesehatan jantung dan pembuluh darah ke dokter.

Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis diantaranya tes darah, rekam jantung (EKG), treadmill, foto rontgen, dll.

Konsultasikan dengan dokter jika gejala nyeri dada dan punggung tersebut:

  • disertai mual, muntah, keringat dingin, pusing,
  • nyeri dada menetap atau semakin memberat,
  • disertai sesak napas, dan
  • disertai demam atau batuk.

Nah, itu dia Moms berbagai jenis nyeri dada. Yuk periksakan diri ke dokter jika mengalami hal ini!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3684190/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470557/
  • https://pancreas.imedpub.com/acute-pancreatitis-with-normal-serum-lipase-and-amylase-a-rare-presentation.php?aid=7509
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait