10 April 2019

Wajib Tahu, 5 Fakta Vaksinasi HPV yang Dapat Mencegah Kanker Serviks

Mitos atau fakta, vaksin HPV bisa menyebabkan menopause?


Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia.

Kanker yang menyerang daerah leher rahim wanita ini disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus).

Kanker ini tidak memiliki gejala, hingga seseorang baru mengetahui terkena kanker serviks setelah mencapai stadium lanjut. 

Mengatasi ketakutan pada kanker serviks, maka bisa dicegah dengan vaksinasi HPV. Namun sebelum melakukan vaksinasi, harus ketahui beberapa hal berikut ini.

Baca Juga : Mengungkap 10 Faktor Pemicu Kanker Serviks pada Wanita

1. Vaksinasi HPV Dapat diberikan Pada Anak-anak

Beberapa pendapat dari Advisory Committee on Immunization Practice (ACIP) serta Centre for diagnosis Control Prevention (CDC) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksinasi HPV dapat diberikan pada anak perempuan mulai dari usia 10 tahun.

2. Vaksinasi HPV Tidak Menyebabkan Menopause

Mungkin Moms pernah mendengar atau mendapat broadcast tentang vaksinasi HPV yang bisa menyebabkan menopause? Jangan langsung percaya Moms!

Menopause sendiri dipengaruhi dari fungsi sel ovrium yang berkurang karena usia sehingga produksi hormon estrogen menurun.

Penyebab lainnya akibat dari operasi pengangkatan ovarium (yang dilakukan bersamaan dengan pengangkatan kandungan atau histerektomi) atau adanya paparan radiasi dan juga kemoterapi.

Baca Juga : 6 Gejala Kanker Serviks yang Sering Diabaikan Wanita, Salah Satunya Kutil di Kelamin

3. Paps Smear Dulu Baru Vaksinasi HPV

Untuk perempuan yang telah aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu.

Paps smear berfungsi untuk mendeteksi sel abnormal atau lesi prakanker dan dilakukan secara berkala untuk wanita berusia di atas 40 tahun atau wanita yang beresiko tinggi terkena kanker.

Apabila pemeriksaan paps smear menunjukkan hasil negatif, maka bisa dijalankan proses vaksinasi HPV.

4. Vaksinasi HPV Dilakukan Sebanyak 3 Kali

Untuk pemberian vaksinasi HPV ini pada umunya dilakukan sebanyak 3 kali dengan jarak waktu 0, 2 dan 6 bulan dan pemberian tidak dianjurkan melebihi dari waktu 1 tahun.

Khusus untuk anak usia 10-13 tahun, cukup dengan pemberian 2 dosis, yaitu bulan 0 dan bulan 6.

Baca Juga: 14 Pertanyaan Paling Banyak Ditanyakan Seputar Vaksin dan Jawabannya

5. Dapat Mencegah Penyebaran Kanker Serviks

Hingga saat ini, penelitian menunjukkan keberhasilan vaksinasi HPV bisa mencapai 100 persen.

Walau demikian, tetap disarankan untuk melakukan pap smear secara berkala sebagai pencegahan sekunder.

Jadi itulah hal-hal yang perlu Moms ketahui seputar vaksinasi HPV. Mari cegah sekarang juga, lindungi diri dengan vaksinasi HPV guna cegah kanker serviks.

Jika Moms ingin vaksinasi lebih nyaman, Moms bisa melakukan vaksinasi di rumah. Cek vaksinasi HPV ke rumah sekarang di Orami.

Sumber:

1. TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. 

2. Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita”. Diakses di Tanyadok.

3. Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. Diakses di Tanyadok.

4. CDC. “Human Papillomavirus (HPV)”.

5. Valentine, Maria. “Apa Sebenarnya Menopause Bagi Wanita?”. Diakses di Tanyadok.

6. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.