09 Agustus 2022

Kuku Bergelombang Bisa Jadi Sinyal Masalah Kesehatan, Waspada!

kuku bergelombang bisa menandakan berbagai kondisi kesehatan

Pada saat terserang penyakit, setiap jengkal tubuh Moms akan bereaksi dan memberi tanda-tanda. Tanda-tanda tersebut sebenarnya juga bisa dilihat dari kondisi kuku.

Kuku memiliki fungsi utama yaitu perlindung jari tangan dan kaki. Kandungan keratin di dalamnya juga berfungsi menyusun sel-sel di rambut dan kulit.

Meski kuku kita rawat dengan baik, tapi salah satu bagian kecil dari tubuh kita ini bisa diandalkan untuk mengecek kondisi kesehatan. Apakah Moms pernah memiliki kondisi kuku bergelombang?

Menurut Harvard Health Publishing Harvard Medical School, sebanyak 27% wanita di dunia memiliki kecenderungan masalah kuku termasuk kuku rapuh. Hal ini bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan seorang wanita tersebut dan faktor eksternal lainnya.

Kondisi kuku bergelombang bisa terjadi pada siapa saja. Meski demikian, kuku bergelombang ini cenderung lebih sering terjadi pada lansia.

Penyebab Kuku Bergelombang

kuku bergelombang
Foto: kuku bergelombang (healthline.com)

Foto Kuku Bergelombang (Orami Photo Stock)

Biasanya, kuku bergelombang tidaklah berbahaya. Tapi, kondisi ini tetap perlu diwaspadai.

Karena kuku bergelombang bisa menjadi penanda beberapa masalah kesehatan. Sebut saja stres, penyakit ginjal, diabetes, hingga gangguan tiroid.

Berdasarkan arah gelombang kuku, jenis kuku bergelombang dibagi menjadi dua, yaitu arah vertikal dan horizontal. Kok, bisa bergelombang? Berikut penyebabnya.

Baca juga: 7 Cara Memasang Kuku Palsu, Kuku Cantik Tanpa Perlu ke Salon!

1. Kuku Bergelombang Garis Vertikal

Menurut healthline.com, kuku bergelombang vertikal adalah perubahan kuku yang paling sering terjadi akibat faktor usia. Biasanya kondisi ini tidak berbahaya.

Kondisi permukaan kuku tidak rata tersebut bisa disebabkan karena pergantian sel kuku. Meski tidak mengisyaratkan tanda bahaya, kondisi kuku ini bisa menebal, tidak halus lagi, sehingga mudah patah.

Akibatnya kuku akan bergelombang vertikal saat tumbuh mulai dari kutikula hingga ujung kuku.

Selain akibat penuaan, kuku bergelombang vertikal juga bisa terjadi karena cedera seperti terjepit pintu atau trauma lain yang menyebabkan memar.

Karena trauma, permukaan kuku pun menjadi tidak rata dan berubah warna. Meski demikian, kondisi ini akan hilang seiring dengan pertumbuhan kuku.

Kuku bergelombang vertikal juga bisa menjadi penanda beberapa penyakit seperti:

  • Anemia karena defisiensi zat besi

Anemia karena kekurangan zat besi tidak hanya membuat kuku menjadi mudah rapuh, mudah patah, dan kuku bergelombang vertikal serta cekung bak sendok.

  • Onychorrhexis

Ketika kuku bergelombang vertikal disertai perubahan tekstur dan warna kuku, bisa jadi kondisi ini menjadi penanda onychorrhexis. Ini adalah kondisi kuku rapuh yang disertai pengelupasan kulit di sekitar kuku.

Apa penyebab onychorrhexis? Penggunaan sabun, deterjen, penggunaan bahan kimia pada pembersih cat kuku hingga penyakit tiroid bisa menjadi pemicunya.

  • Trachyonychia

Penyebab kuku bergelombang vertikal selanjutnya adalah trachyonychia. Ini adalah kondisi kuku tipis, kasar, rapuh, dan sangat bergelombang.

Dijelaskan lebih lanjut oleh situs humanitas.net, kondisi kuku bergelombang bisa menjadi penanda karena alopecia areata, lichen planus, psoriasis, rheumatoid arthritis, dan perdarahan splinter.

2. Kuku Bergelombang Horizontal

Bagaimana jika seseorang mengalami kuku bergelombang horizontal? Hal ini menjadi penanda masalah kesehatan tertentu yang lebih serius.

Garis pada permukaan kuku yang terbentuk akibat kuku bergelombang horizontal dinamakan garis Beau.

Hal ini bisa menjadi sinyal beberapa penyakit, seperti penyakit ginjal akut, diabetes, penyakit kelamin sifilis, gondong, hingga penyakit yang berhubungan dengan kelenjar tiroid.

Dijelaskan olehMoffitt Cancer Centre, orang yang melakukan perawatan teratur kemoterapi juga bisa memiliki masalah yang terkait pada kesehatan kulit dan kuku. Sebut saja warna kulit yang menggelap, kuku rapuh, kuku terangkat, hingga kuku bergelombang.

Pada tampilan warna kuku, orang yang melakukan perawatan kemoterapi juga akan mengalami perubahan warna.

Perubahan warna kuku tidak lagi cerah, namun berubah menjadi semburat kecokelatan, keunguan, kebiruan, kehijauan, atau bahkan menghitam.

Hal ini karena reaksi obat kemoterapi yang tidak hanya “menghancurkan” sel jahat pada tubuh, tapi juga sel sehat.

Perubahan dan pergantian sel tersebut akan memengaruhi berbagai kondisi tubuh, termasuk area kulit dan kuku.

Tak berhenti di situ saja. Masalah kuku bergelombang secara horizontal juga bisa disebabkan karena masalah kesehatan yang berkaitan dengan pencernaan.

Beberapa masalah pencernaan yang mengganggu penyerapan nutrisi dapat mengubah tampilan kuku, yakni penyakit crohn, celiac dan ulcerative colitis.

Penyakit crohn merupakan masalah pencernaan yang terjadi mulai dari mulut hingga anus. Sedangkan celiac adalah reaksi sistem imun tubuh karena salah mengenali senyawa mengandung gluten sebagai ancaman.

Lain lagi dengan ulcerative colitis, yang merupakan penyakit radang usus besar.

Baca juga: Waspada Usus Buntu Pecah, Ketahui Gejala, Penyebab, dan Penanganannya!

Cara Mengatasi Kuku Bergelombang

Kuku Mudah Patah, Berikut 3 Cara Mengatasinya
Foto: Kuku Mudah Patah, Berikut 3 Cara Mengatasinya

Foto Ilustrasi Cara Mengatasi Kuku Bergelombang (Orami Photo Stock)

Jika masih tergolong ringan, kondisi permukaan kuku yang bergelombang atau tidak rata tidak harus selalu diobati. Namun, jika lekukan kuku tampak semakin dalam, Moms perlu mencermati lagi kondisi kesehatan dan kebiasaan Moms merawat kuku.

Mengganti pola makan dan pola hidup yang lebih sehat bisa dilakukan.

Makanlah makanan yang mengandung nutrisi, vitamin, dan mineral penting untuk tubuh.

Usahakan untuk selalu merawat kuku tangan dan kaki. Hal ini untuk mencegah kemunculan masalah baru pada kuku, seperti infeksi jamur atau perubahan warna kuku.

Cara mengatasi kuku bergelombang pun harus disesuaikan dengan penyebabnya. Misalnya jika Moms memiliki riwayat diabetes atau sedang melakukan pengobatan diabetes.

Kelola tingkat gula darah Moms agar permukaan kuku bergelombang perlahan kian halus.

Bagaimana Kondisi Kuku yang Sehat?

7 perubahan warna kuku dapat memberi tahu kondisi kesehatan hero
Foto: 7 perubahan warna kuku dapat memberi tahu kondisi kesehatan hero

Foto Kondisi Kuku yang Sehat (Orami Photo Stock)

Sebelum kita melangkah lebih jauh tentang kondisi kuku tidak sehat, seperti tekstur kasar hingga kuku bergelombang, Moms perlu mengetahui lebih dulu kondisi kuku sehat.

Menurut laman insider.com, kuku yang sehat bisa dilihat dari bentuk kuku, warna kuku, tekstur, ketebalan, hingga daya tahan kuku. Coba amati kuku Moms, pasangan, dan Si Kecil. Kuku yang sehat ditandai dengan:

Baca juga: Ini Alasan Harus Menggunakan Gunting Kuku Bayi untuk Merawat Si Kecil

1. Warna Kuku Merah Muda atau Mauve (Ungu Muda)

Warna kuku yang tampak di permukaan kuku sebenarnya adalah warna bantalan di bawah kuku.

Kuku yang sehat akan menampilkan bantalan kuku warna merah muda atau mauve. Coba tekan permukaan kuku Moms.

Saat kuku ditekan, warna kuku akan berubah menjadi putih kekuningan, tapi warna bantalan kuku akan kembali berwarna mauve atau merah muda setelah tekanan dilepaskan.

2. Permukaan Kuku Halus

Kuku yang sehat memiliki permukaan kuku yang halus, tidak bergaris, tidak ada garis hitam, ataupun kuku bergelombang.

Hadirnya garis halus yang melintang secara vertikal adalah wajar, selama tidak timbul lekukan menonjol dan tidak biasa pada permukaannya.

Bagaimana jika terdapat garis hitam pada kuku Moms? Cobalah untuk segera konsultasi ke dokter. Kondisi ini bisa menjadi penanda subungual melanoma yaitu kanker kulit yang berasal dari matriks kuku.

3. Kuku Bebas Jamur

Ciri-ciri kuku sehat selanjutnya adalah kuku yang terbebas dari infeksi jamur.

Infeksi jamur yang terjadi pada kuku dapat mengakibatkan perubahan warna kuku dan bentuk kuku.

4. Kulit Sekitar Kuku Halus, Tidak Bengkak, dan Sehat

Pastikan area kuku dan kulit sekitar kuku tidak bengkak atau terjadi peradangan.

Pembengkakan atau radang di lipatan kuku atau kulit sekitar kuku dapat menjadi salah satu gangguan jaringan ikat, penyakit lupus, atau gejala infeksi.

5. Kutikula = Kuku Sehat

Kuku yang sehat artinya memiliki kutikula yang sehat dan lembap. Jadi, saat Moms melakukan manicure atau pedicure, jangan potong habis kutikula di sekitar kuku.

Ingat, kutikula ini merupakan keratin yang tumbuh keluar dari matriks kuku. Kutikula berperan untuk mencegah matriks kuku dari bakteri, jamur, ragi, trauma, dan radang.

Daripada menggunting habis seluruh kutikula kuku Moms, sebaiknya jaga kelembapan kutikula dengan pelembap tangan atau minyak zaitun agar tidak kering.

Moms juga bisa menggunakan pelindung kuku atau cairan nail coat untuk menutrisi, meningkatkan kekuatan kuku, dan melindungi kulit dari goresan.

6. Tidak Ada Bekas Gigitan Kuku

Kerusakan pada kuku bisa juga disebabkan karena kebiasaan menggigit kuku. Itulah sebabnya, jika Si Kecil memiliki kebiasaan ini, hentikan segera, ya, Moms!

Kebiasaan menggigit kuku dapat menyebabkan bentuk kuku rusak dan berubah menjadi pendek secara permanen.

7. Bentuk Kuku Tidak Cembung

Kuku yang sehat juga dapat ditunjukkan dari bentuknya yang tidak terlalu melengkung. Permukaan kuku pun tidak mengalami penebalan, penipisan, atau kuku bergelombang.

Baca Juga: Fungsi Tulang Jari Tangan dan Kaki, Ternyata Beda!

Demikian beberapa hal yang perlu Moms ketahui seputar masalah kuku dan kuku bergelombang.

Yuk, mulai jaga pola hidup dan pola makan, karena apa saja yang Moms lakukan untuk tubuh secara tidak langsung akan memengaruhi performa kulit, termasuk kuku.

  • https://www.insider.com/signs-healthy-nails-2018-10
  • https://moffitt.org/taking-care-of-your-health/taking-care-of-your-health-story-archive/why-are-my-nails-changing-during-chemotherapy/
  • https://www.healthline.com/health/ridges-in-fingernails#causes-and-symptoms
  • https://www.humanitas.net/wiki/symptoms/wavy-nails/
  • https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/does-having-ridged-and-split-fingernails-mean-im-unhealthy

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.