01 Juni 2023

Apakah Kanker Payudara Penyakit Keturunan? Cari Tahu Moms!

Salah satunya disebabkan karena mutasi DNA

Mungkin Moms bertanya-tanya, apakah kanker payudara penyakit keturunan yang bisa terjadi pada Si Kecil di masa depan?

Faktanya jika ibu atau nenek Moms menderita kanker payudara, maka risiko Moms untuk memiliki risiko kanker ini akan meningkat.

Walau demikian, sebenarnya hal ini tak selalu terjadi Moms.

Dalam tubuh seseorang, jika ada kesalahan dalam gen, maka kesalahan akan muncul di semua sel yang mengandung gen yang sama.

Ada dua jenis perubahan DNA yaitu yang diwariskan dan yang terjadi seiring waktu.

Perubahan DNA diwariskan diturunkan dari orang tua ke anak.

Lalu, apakah kanker payudara penyakit keturunan? Simak penjelasannya secara lengkap di bawah ini, ya Moms.

Baca Juga: 23 Cara Mencegah Kanker Payudara, Moms Wajib Tahu!

Apakah Kanker Payudara Penyakit Keturunan?

Kanker Payudara
Foto: Kanker Payudara (Shutterstock.com)

Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 5-10% kanker payudara dan 10-15% kanker ovarium adalah penyakit keturunan.

Risiko kanker keturunan ini disebut kanker herediter.

Artinya, jawaban apakah kanker payudara penyakit keturunan yakni bisa terjadi karena ada gen yang diwarisi.

Namun, gen berperan sebagai instruksi dan mengandung informasi untuk membangun dan memelihara sel-sel dalam tubuh.

Manusia mewarisi satu set gen dari ibu mereka dan satu set gen dari ayah mereka dan terdiri dari DNA.

Sebagian besar kasus kanker payudara yang diturunkan terkait dengan mutasi pada dua gen yaitu BRCA1 dan BRCA2.

Artinya, jawaban apakah kanker payudara penyakit keturunan bisa saja terjadi karena gen BRCA1 dan BRCA2.

Fungsi BRCA adalah untuk memperbaiki kerusakan sel dan menjaga sel-sel payudara, ovarium, dan sel lainnya.

Tetapi ketika gen ini mengandung mutasi yang diwariskan dari generasi ke generasi, gen tidak berfungsi normal dan risiko kanker payudara, ovarium, dan lainnya meningkat.

Mutasi BRCA1 dan BRCA2 dapat menyebabkan hingga 10% dari semua kanker payudara, atau 1 dari setiap 10 kasus.

Memiliki mutasi BRCA1 atau BRCA2 tidak berarti Moms akan didiagnosis dengan kanker payudara.

Meski begitu, penjelasan apakah kanker payudara penyakit keturunan yakni cukup berisiko dan bisa saja terjadi pada beberapa orang.

Baca Juga: Hari Kanker Payudara Sedunia: Tingkatkan Pemahaman dan Kesadaran tentang Kanker Payudara

Faktor Risiko Mutasi Sel Kanker Payudara

Payudara Implan
Foto: Payudara Implan (Shutterstock.com)

Bagaimana penjelasan jawaban dari 'apakah kanker payudara penyakit keturunan?'

Peneliti mempelajari bahwa mutasi lain dalam potongan kromosom mungkin terkait dengan risiko kanker payudara.

Risiko ini lebih tinggi pada perempuan dengan mutasi BRCA1 serta wanita yang tidak mewarisi mutasi gen kanker payudara.

Jika Moms mewarisi salinan gen yang bermutasi dari salah satu orang tua, maka Moms memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

Risiko ini juga dipengaruhi oleh berapa banyak anggota keluarga lain yang menderita kanker payudara.

Wanita dengan salah satu mutasi ini lebih mungkin didiagnosis menderita kanker payudara pada usia yang lebih muda, serta memiliki kanker di kedua payudara.

Kemungkinan Moms memiliki mutasi genetik terkait dengan kanker payudara jika:

  1. Moms memiliki saudara sedarah seperti nenek, ibu, saudara perempuan, tante di pihak keluarga ibu atau ayah yang didiagnosis kanker payudara sebelum usia 50 tahun.
  2. Ada kanker ovarium dan payudara pada sisi yang sama dari keluarga atau dalam satu individu.
  3. Ada kanker lain di keluarga selain kanker payudara, seperti prostat, melanoma, pankreas, lambung, rahim, tiroid, usus besar atau kanker sarkoma.
  4. Perempuan dalam keluarga memiliki kanker di kedua payudara.

Baca Juga: Penyebab Sakit Kepala Sebelah Kiri dan Cara Mengatasinya

Lantas, apakah kanker payudara penyakit keturunan di Amerika Serikat?

Rata-rata perempuan di Amerika Serikat memiliki sekitar 12% risiko terkena kanker payudara dalam hidupnya.

Perempuan yang memiliki mutasi BRCA1 atau mutasi BRCA2 atau keduanya dapat memiliki hingga 80% risiko didiagnosis dengan kanker payudara selama masa hidup mereka.

Rata-rata, seorang wanita dengan mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 memiliki peluang 7 dari 10 terkena kanker payudara pada usia 80 tahun.

Kanker payudara terkait dengan mutasi BRCA1 atau BRCA2 cenderung berkembang pada perempuan yang lebih muda.

Ini juga terjadi lebih sering pada kedua payudara dibandingkan kanker pada perempuan tanpa mutasi genetik ini.

Perempuan dengan mutasi BRCA1 atau BRCA2 juga memiliki peningkatan risiko mengembangkan kanker ovarium, kolon, dan pankreas, serta melanoma.

Jika satu anggota keluarga memiliki mutasi genetik yang terkait dengan kanker payudara, itu tidak berarti bahwa semua anggota keluarga akan memilikinya.

Namun, saat ini kebanyakan orang yang mengidap kanker payudara tidak mewarisi mutasi genetik yang terkait.

Sehingga, diagnosis dengan dokter menjadi solusi yang tepat untuk mengetahuinya.

Jadi, 'apakah kanker payudara penyakit keturunan' bisa saja berbeda pada setiap orang.

Baca Juga: 12+ Obat Kanker Payudara, dari Medis hingga Herbal Tradisional

Faktor Penyebab Kanker Payudara

Gejala Kanker Payudara
Foto: Gejala Kanker Payudara (Buoyhealth.imgix.net)

Sebelumnya telah terjawab dari kekhawatiran 'apakah kanker payudara penyakit keturunan.'

Penelitian telah menunjukkan bahwa risiko terkena kanker payudara disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor.

Beberapa wanita akan terkena kanker payudara bahkan tanpa faktor risiko lain yang mereka ketahui.

Meski memiliki faktor risiko tidak berarti Moms akan terkena penyakit tersebut.

Payudara perempuan terdiri dari lemak, saluran payudara, lobulus, dan jaringan ikat.

Kanker biasanya terbentuk di lobulus atau saluran payudara. Lobulus merupakan kelenjar yang menghasilkan susu.

Sedangkan saluran payudara merupakan tabung yang menjadi jalur untuk menyalurkan susu dari lobulus ke puting.

Kanker menyebabkan adanya sel berkembang biak secara tidak terkendali.

Sel-sel yang tidak terkendali ini bisa menyerang jaringan payudara sehat lainnya dan bisa melebar ke kelenjar getah bening di bawah lengan.

Baca Juga: Kanker Prostat: Gejala, Penyebab, hingga Pencegahannya

Kelenjar getah bening ini merupakan jalur utama yang membantu sel-sel kanker bergerak ke bagian lain dari tubuh.

Gaya hidup, faktor genetik, dan lingkungan sekitar diperkirakan menjadi penyebab terjadinya kanker payudara.

Sebab sebagian besar wanita memiliki beberapa faktor risiko, tetapi sebagian besar wanita tidak terkena kanker payudara.

Jika Moms memiliki faktor risiko kanker payudara, bicarakan dengan dokter tentang cara menurunkan risiko dan tentang skrining kanker payudara.

Baca Juga: 10+ Jenis-Jenis Kanker Payudara, dari Stadium Awal hingga Akhir

Faktor Risiko Kanker Payudara yang Tidak Dapat Diubah

Ilustrasi Kanker Payudara
Foto: Ilustrasi Kanker Payudara (Scitechdaily.com)

Seperti yang telah disebutkan kanker payudara bisa disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor.

Berikut ini beberapa faktor risiko kanker payudara yang tidak dapat diubah:

  • Menua

Apakah kanker payudara penyakit keturunan dan bisa terjadi kepada Si Kecil di kemudian hari?

Risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia.

Sebagian besar kanker payudara didiagnosis setelah usia 50 tahun.

  • Mutasi Genetik

Wanita yang mewarisi perubahan (mutasi) pada gen tertentu, seperti BRCA1 dan BRCA2, berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara dan ovarium.

  • Sejarah Reproduksi

Memulai periode menstruasi sebelum usia 12 tahun dan memulai menopause setelah usia 55 tahun membuat wanita terpapar hormon lebih lama, sehingga meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

  • Memiliki Payudara yang Padat

Payudara yang padat memiliki lebih banyak jaringan ikat daripada jaringan lemak, yang terkadang membuat sulit untuk melihat tumor pada mammogram.

Wanita dengan payudara padat lebih mungkin terkena kanker payudara.

Baca Juga: Cara Melakukan Pijat Oksitosin dengan Mudah dan Manfaatnya

  • Riwayat Pribadi Kanker Payudara atau Penyakit Payudara Non-kanker

Apakah kanker payudara penyakit keturunan dalam sebuah keluarga?

Wanita yang pernah menderita kanker payudara lebih mungkin terkena untuk kedua kalinya.

Beberapa penyakit payudara non-kanker seperti hiperplasia atipikal atau karsinoma lobular in situ dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

  • Riwayat Keluarga Kanker Payudara atau Kanker Ovarium

Risiko seorang wanita terkena kanker payudara lebih tinggi jika ia memiliki ibu, saudara, atau keluarga yang menderita kanker payudara atau ovarium.

Memiliki kerabat laki-laki tingkat pertama dengan kanker payudara juga meningkatkan risiko wanita.

  • Pengobatan Menggunakan Terapi Radiasi

Wanita yang menjalani terapi radiasi pada dada atau payudara (misalnya, pengobatan limfoma Hodgkin) sebelum usia 30 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara di kemudian hari.

  • Paparan Obat Dietilstilbestrol (DES)

DES diberikan kepada beberapa wanita hamil di Amerika Serikat antara tahun 1940 dan 1971 untuk mencegah keguguran.

Wanita yang mengonsumsi DES, atau jika ibunya mengonsumsi DES saat hamil, memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

Baca Juga: 10 Tempat Deteksi Kanker Payudara di Jabodetabek, Lengkap dengan Harganya

Faktor Risiko Kanker yang Bisa Diubah

Minum Alkohol
Foto: Minum Alkohol (Freepik.com/tirachardz)

Apakah kanker payudara penyakit keturunan yang bisa diubah?

Tenang saja, ada beberapa faktor risiko yang bisa diubah seiring memperbaiki gaya hidup, seperti:

  • Tidak Olahraga atau Kurang Aktif

Tidak seperti jawaban 'apakah kanker payudara penyakit keturunan', faktor berikut ini dapat diubah.

Wanita yang tidak aktif secara fisik memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

  • Kelebihan Berat Badan Setelah Menopause

Wanita yang lebih tua dengan kondisi kelebihan berat badan atau mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker.

Jadi, ada baiknya untuk Moms mengubah gaya hidup menjadi lebih baik guna menghindari berat badan berlebih,

  • Terapi Penggantian Hormon

Beberapa bentuk terapi penggantian hormon mencakup estrogen dan progesteron.

Terapi yang dilakukan selama menopause dapat meningkatkan risiko kanker payudara bila dilakukan selama lebih dari 5 tahun.

Kontrasepsi minum tertentu (pil KB) juga ditemukan meningkatkan risiko kanker payudara.

  • Sejarah Reproduksi

Hamil pertama setelah usia 30 tahun, tidak menyusui, dan tidak pernah hamil cukup bulan dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

  • Minum Alkohol

Studi menunjukkan bahwa risiko wanita terkena kanker payudara meningkat dengan semakin banyak alkohol yang ia minum.

Penelitian menunjukkan bahwa faktor lain seperti merokok, terpapar bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker, dan perubahan hormon lain juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Baca Juga: Paranoid: Gejala, Faktor Risiko, Diagnosis, dan Pengobatannya

Itulah jawaban mengenai pertanyaan apakah kanker payudara penyakit keturunan.

Semoga menjawab, ya Moms!

  • https://www.cdc.gov/cancer/breast/young_women/bringyourbrave/hereditary_breast_cancer/index.htm#:~:text=About%205%25%20to%2010%25%20of,from%20your%20mother%20or%20father.
  • https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/risk-and-prevention/breast-cancer-risk-factors-you-cannot-change.html
  • https://medlineplus.gov/genetics/condition/breast-cancer/#resources

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb