Kesehatan

5 April 2021

Pemeriksaan Mammografi, Ini yang Harus Diketahui

Mammogram atau mammografi digunakan untuk memeriksa kanker payudara
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Adeline Wahyu

Mammografi atau yang biasa juga disebut dengan mammogram sangatlah penting untuk perempuan. Hal ini diperlukan untuk memantau kesehatan pada area payudara.

Jika terjadi kelainan pada payudara seperti kanker payudara, tumor, kista payudara, atau penumpukan kalsium pada jaringan payudara, tes pemindaian payudara atau mammografi akan disarankan.

Mengenai mammografi dr. Cahyo Novianto, Sp.B.SubBOnk, Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi, dari RS Pondok Indah – Puri Indah menjelasakan bahwa mammografi adalah pemeriksaan payudara dengan sinar rontgen, untuk mendeteksi dini adanya kanker payudara. Alat pemeriksaan ini berfungsi seperti halnya foto toraks supaya mendapat objek yang fokus, pengambilan gambar dilakukan dari arah atas, bawah, dan arah samping payudara, dengan menekan payudara dengan alat plat.

Tujuan pemeriksaan ini supaya terlihat apakah ada bercak/bintik/massa pada payudara yang klasifikasinya mengandung kalsium. Sel kanker mengandung kalsium. Jadi, apabila terdapat benjolan/massa kecil pada payudara, lalu dilakukan pemeriksaan melalui mammografi tampak ada bercak mikrokalsifikasi, maka dicurigai menjadi keganasan/kanker.

Pemeriksaan dengan mammografi dianjurkan pada wanita usia 40 - 50 tahun dan sebaiknya pemeriksaan dilakukan setiap dua tahun sekali. Namun khusus untuk ibu berusia 50 - 60 tahun dan atau yang sudah pernah menyusui, sebaiknya melakukan pengecekkan setiap tahun.

Mammografi atau mammogram adalah gambar rontgen payudara. Mammogram dapat digunakan untuk memeriksa kanker payudara pada wanita yang memiliki tanda atau gejala penyakit dan bahkan sebaliknya.

Baca Juga: Payudara Sakit Saat Hamil Berapa Minggu? Simak Jawabannya Berikut Ini!

Ini adalah alat skrining yang digunakan untuk mendeteksi dan mendiagnosis kanker payudara. Bersama dengan pemeriksaan klinis rutin dan pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan, mammogram adalah elemen kunci dalam diagnosis dini kanker payudara.

Data Global Cancer Observatory 2018 dari World Health Organization (WHO) menunjukkan kasus kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah kanker payudara, yakni 58.256 kasus atau 16,7% dari total 348.809 kasus kanker.

Kanker serviks (leher rahim) merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak terjadi di Indonesia sebanyak 32.469 kasus atau 9,3% dari total kasus.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menyatakan, angka kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 orang per 100 ribu penduduk. Rata-rata kematian akibat kanker ini mencapai 17 orang per 100 ribu penduduk.

Sementara itu, angka kanker serviks di Indonesia mencapai 23,4 orang per 100 ribu penduduk. Rata-rata kematian akibat kanker serviks mencapai 13,9 orang per 100 ribu penduduk.

Mengenal Dua Jenis Mammografi

mammogram - shutterstock - 1.jpg

Foto: shutterstock.com

Menurut National Cancer Institute, Amerika Serikat, ada 2 jenis mammogram

1. Screening Mammografi

Screening Mammografi adalah pemeriksaan pada payudara dengan sinar-X yang digunakan untuk mendeteksi perubahan payudara pada wanita yang tidak memiliki tanda atau gejala kanker payudara.

Pemeriksaan mammogram biasanya melibatkan dua atau lebih gambar x-ray, atau gambar, dari setiap payudara.

Gambar x-ray seringkali memungkinkan untuk mendeteksi tumor yang tidak dapat dirasakan.

Screening mammogram juga dapat menemukan mikrokalsifikasi (deposit kecil kalsium) yang terkadang menunjukkan adanya kanker payudara.

2. Diagnostic Mammografi

Sedangkan, Diagnostic Mammografi adalah rontgen payudara yang digunakan untuk mendiagnosis perubahan payudara yang tidak biasa, seperti benjolan, nyeri, penebalan atau keluarnya puting, atau perubahan ukuran atau bentuk payudara.

Ini juga digunakan untuk mengevaluasi kelainan yang terdeteksi pada screening mammografi. Ini adalah alat medis dasar dan sesuai untuk pemeriksaan perubahan payudara, tanpa memandang usia perempuan.

Namun, beberapa tanda ini mungkin juga merupakan tanda kondisi jinak.

Diagnostic mammogram membutuhkan waktu lebih lama daripada screening mammogram dan dosis total radiasi lebih tinggi karena lebih banyak gambar x-ray diperlukan untuk mendapatkan pandangan payudara dari beberapa sudut.

Kapan Sebaiknya Kita Mulai Waspada dan Lakukan Mammografi?

mammogram - shutterstock - 2.jpg

Foto: shutterstock.com

Kita mulai waspada dan menjadwalkan mammogram ke dokter adalah dengan melihat siklus menstruasi yang Moms miliki.

Seminggu setelah menstruasi Moms berakhir cenderung menjadi waktu yang ideal untuk mendapatkan mammogram.

Mammografi disarankan untuk dilakukan oleh perempuan yang berusia 40 tahun ke atas. Pemeriksaan ini pun perlu dilakukan setidaknya setahun sekali khususnya untuk yang memiliki ririko terkena kanker payudara.

Bagi perempuan yang punya risiko tinggi terkena kanker jenis ini, mammografi skrining bisa dilakukan sebelum menginjak usia 40 tahun.

Bukan hanya soal usia, tapi pemeriksaan ini bisa perlu dilakukan ketika muncul beberapa kondisi pada payudara seperti;

  • Nyeri pada payudara
  • Adanya benjolan di payudara
  • Terdapat penebalan di puting
  • Perubahan pada kulit payudara
  • Keluar cairan di puting

Baca Juga: Benarkah Kontrasepsi Hormonal Tingkatkan Risiko Kanker Payudara?

Mempersiapkan Diri untuk Mammografi

mammogram - shutterstock - 3.jpg

Foto: shutterstock.com

Dilansir dari hopkinsmedicine.org, ini cara kita untuk mempersiapkan diri untuk mammogram.

1. Penjadwalan

Payudara bisa lunak seminggu sebelum dan selama menstruasi, jadi cobalah jadwalkan mammogram Moms selama satu hingga dua minggu setelah menstruasi dimulai. Jika Moms memiliki implan payudara, harap beri tahu tenaga medis saat Moms menjadwalkan untuk mammogram.

2. Tindakan Pencegahan

Jika Moms hamil atau berpikir mungkin hamil, silakan periksa dengan dokter dulu ya Moms sebelum menjadwalkan mammogram. Pilihan lain akan didiskusikan dengan Moms dan dokter.

Baca Juga: Bisakah Menyusui Jika Pernah Melakukan Implan Payudara?

3. Breastfeeding

Ketika Moms sedang dalam masa menyusui, jangan lupa untuk memberi tahu dokter mengenai ini, ya.

4. Kebersihan Tubuh

Jangan gunakan deodoran, bedak, lotion, atau parfum pada hari ujian ya, Moms.

5. Pakaian

Moms harus melepas pakaian dari pinggang ke atas dan berganti menjadi baju pasien. Loker akan disediakan untuk mengamankan barang-barang pribadi yang Moms punya. Harap lepaskan semua tindikan dan tinggalkan semua perhiasan dan barang berharga di rumah.

Ya, asien pun tidak diperkenankan untuk memakai perhiasan dan bahan logam tang dipakai dari pinggang ke atas.

Berdasarkan pada kondisi medis Moms saat melakukannya, penyedia layanan kesehatan Moms bisa meminta persiapan khusus lainnya.

Jika Moms sudah pernah melakikan tindakan pemindaian mammografi sebelumnya, disarankan untuk membawa hasilnya ya Moms. Hasi mammogram sebelumnya bisa dipakai untuk perbandingan dengan hasil yang baru.

Baca Juga: Ibu yang Mengidap Kanker Payudara Ini Tetap Menyusui Anaknya, Ini Kisahnya!

Tahapan Mammografi

Ketika Moms melakukan tahapan mammografi skrining ataupun diagnostik, payudara akan ditempatkan dalam alat rontgen yang disertai kompresor untuk menekan payudara dan mendatarkan jaringan di dalamnya.

Tes mammogram ini pun bisa dilakukan dalam posisi duduk dan juga berdiri, Moms.

Biasanya dokter akan meminta Moms untuk menahan napas ketika payudara ditekan. Hal tersebut dimaksudkan agar dokter bisa mendapatkan hasil gambar yang lebih jelas serta mengurangi tingkat paparan radiasi.

Ketika melakukan mammografi mungkin Moms akan merasa tidak nyaman karena terasa nyeri untuk beberapa saat.

Jika pemindaian memiliki hasil tidak jelas atau ditemukan kelaianan, biasanya dokter akan mengulang tes tersebut. Tak perlu khawatir karena hal ini umum dilakukan dalam tes mammografi.

Pemeriksaan ulang sendiri tidak selalu dilakukan secara langsung setelah hasil rontgen keluar. Pemeriksaan ulang bisa dilakukan beberapa hari setelahnya.

Pada umumnya, pemeriksaan mammografi sendiri memerlukan waktu sekitar 30 menit. Namun jika ada prosedur tambahan, biasanya akan memakan waktu lebih lama.

Baca Juga: Kenali Kondisi Mastitis, Payudara Bengkak dan Sakit pada Ibu Menyusui

Sakitkah Selama Mammografi?

mammogram - shutterstock - 4.jpg

Foto: shutterstock.com

Kebanyakan wanita merasa tidak nyaman selama proses rontgen yang sebenarnya. Tekanan pada payudara Moms dari peralatan pengujian dapat menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman, dan itu normal.

Mammogram juga seharusnya tidak menyebabkan efek samping yang mengkhawatirkan atau efek jangka panjang pada jaringan payudara Moms.

Walau begitu, masih ada kekhawatiran soal paparan radiasi yang diakibatkan dari mammogram. Moms bisa bertanya kepada penyedia layanan kesehatan tentang jumlah radiasi yang digunakan selama prosedur dan risiko yang terkait dengan situasi khusus Moms.

Baca Juga: Kata Siapa Pria Tak Bisa Terkena Kanker Payudara? Kenali Gejala dan Faktor Pemicunya!

Sebaiknya catat riwayat paparan radiasi Moms di masa lalu, seperti pemindaian sebelumnya dan jenis sinar-X lainnya, sehingga Moms dapat memberi tahu tim medis yang menangani.

Jika Moms hamil atau curiga bahwa Moms mungkin hamil, Moms harus memberi tahu dokter. Paparan radiasi selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir.

Jika Moms perlu melakukan mammogram, tindakan pencegahan khusus akan dilakukan untuk meminimalkan paparan radiasi pada janin.

Begitu juga dengan Moms yang memiliki implan payudara. Implan payudara dapat mencegah visualisasi payudara secara lengkap.

Beritahu dokter kondisi tersebut karena implan payudara dapat menyembunyikan beberapa jaringan payudara, yang bisa menyulitkan ahli radiologi untuk melihat kanker payudara ketika melihat gambar mammogram yang Moms punya.

Mungkin ada risiko lain tergantung pada kondisi medis spesifik Moms. Pastikan untuk mendiskusikan masalah apa pun dengan dokter sebelum prosedur mammogram dijalankan.

Baca Juga: Payudara Sakit Saat Hamil Berapa Minggu? Simak Jawabannya Berikut Ini!

Tahapan Setelah Mammografi

Moms tidak perlu takut mengenai aktivitas yang tertunda. Secara umum, pasien sudah bisa diperbolehkan untuk pulang dan beraktivitas normal setelah melakukan pemindaian ini.

Namun ketika pasien diberikan suntikan penenang, dokter biasanya tidak memperbolehkan pasien untuk mengendarai kendaraan, meminum alkohol atau mengoperasikan alat berat.

Jadi sangat disarankan untuk datang bersama kerabat atau keluarga untuk menemani dan mengantarkan pulang ya, Moms!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait