Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
23 November 2022

Implan Payudara: Jenis, Prosedur, Biaya, Efek Samping dan Komplikasinya

Ada banyak risiko yang dapat dialami jika melakukannya
Implan Payudara: Jenis, Prosedur, Biaya, Efek Samping dan Komplikasinya

Sebagian perempuan tertarik untuk melakukan prosedur implan payudara.

Faktanya, implan payudara terdiri dari berbagai jenis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan setiap orang.

Mulai dari implan payudara silikon, hingga yang menyerupai bentuk payudara asli atau pada umumnya.

Apakah Moms tertarik mencobanya? Berikut ini adalah informasi seputar implan payudara yang mungkin Moms butuhkan.

Yuk, kenali lebih lanjut di bawah ini!

Baca Juga: 8 Jenis Makanan yang Bisa Membesarkan Bokong

Apa Itu Implan Payudara?

Payudara Implan

Foto: Payudara Implan (Shutterstock.com)

Melansir Plastic Surgery, implan payudara adalah proses pembesaran payudara yang melibatkan implan atau pemindahan lemak dari anggota tubuh lainnya.

Ada beragam alasan mengapa banyak perempuan memilih untuk implan payudara.

Alasan-alasan tersebut, misalnya:

Menurut American Society of Plastic Surgeons, pembesaran payudara masih merupakan prosedur bedah nomor 1 untuk wanita.

Sebelum melakukannya, Moms bisa memikirkan kembali rencana tersebut dengan matang, ya.

Hal ini karena terdapat beberapa dampak buruk setelah melalui proses implan payudara.

Bukan hanya prosedurnya yang mahal, tetapi juga kurangnya jaminan akan berhasil 100% dan risiko yang bisa timbul setelahnya.

Baca Juga: 7 Olahraga untuk Mengencangkan Payudara

Jenis-Jenis Implan Payudara

Komplikasi Implan Payudara

Foto: Komplikasi Implan Payudara (Shutterstock.com)

Implan payudara yang ditanam hanya boleh ditinggalkan di dalam tubuh selama 10-15 tahun.

Bila sudah durasi waktu tersebut, implan harus segera diganti.

Terlepas dari itu, dilansir dari Indian Journal of Plastic Surgery dan studi lain, terdapat jenis-jenis implan payudara yang sering digunakan, yaitu:

1. Implan Saline

Implan saline merupakan payudara buatan yang terbuat dari kantong silikon berisi air garam steril.

Pengisian implan saline dapat dilakukan sebelum atau saat operasi dilakukan.

Untuk pembesaran payudara, implan saline hanya dapat dilakukan oleh wanita yang telah berusia 18 tahun ke atas.

Sementara itu, untuk tujuan rekonstruksi payudara, jenis implan payudara ini dapat dilakukan oleh semua usia.

2. Implan Silikon

Umumnya, banyak wanita menggunakan implan silikon, karena rasanya lebih mirip dengan payudara sungguhan dibandingkan implan salin.

Jenis implan ini berisi gel silikon yang menyerupai lemak manusia.

Implan silikon dianggap lebih unggul secara estetika dibandingkan dengan implan salin.

Implan silikon hanya dapat dilakukan pada wanita yang telah berusia 22 tahun ke atas untuk tujuan pembesaran payudara.

Sedangkan untuk tujuan rekonstruksi, implan payudara dengan silikon dapat dilakukan oleh wanita segala usia.

Selain itu, pemasangan silikon juga dapat dilakukan dalam bentuk suntikan.

3. Implan Gummy Bear

Implan jenis ini terkadang disebut dengan implan payudara bergetah.

Hal ini karena implan tersebut mempertahankan bentuknya, bahkan ketika 'cangkangnya' rusak.

Konsistensi gel silikon di dalam implan ini lebih kental daripada gel tradisional.

Implan payudara gummy bear memiliki lebih banyak tonjolan di bagian bawah dan meruncing ke arah atas.

Jika implan berputar, hal itu dapat menyebabkan penampilan payudara berubah dan memerlukan prosedur terpisah untuk memperbaikinya.

Penempatan jenis implan gummy bear membutuhkan sayatan yang sedikit lebih panjang di kulit.

Baca Juga: 8 Cara Pijat Payudara untuk ASI agar Susu Mengalir Lancar dan Meredakan Nyeri saat Menyusui

Prosedur Pemasangan Implan Payudara

Manfaat Meremas Payudara

Foto: Manfaat Meremas Payudara (Pexels/Dainis Graveris)

Perlu untuk mengetahui prosedur pemasangan implan payudara sebelum melakukannya.

Apabila setuju untuk melakukan implan payudara, maka nantinya Moms akan melalui berbagai proses, seperti:

  1. Sebelum operasi, Moms akan diminta untuk menghentikan penggunaan obat-obatan tertentu.
  2. Dokter akan memberikan bius total secara menyeluruh.
  3. Dokter akan membuat sayatan di bawah payudara, lengan, dan sekitar puting.
  4. Implan akan dimasukkan dan ditempatkan di bagian atas atau bawah otot dada.
  5. Setelah selesai, dokter akan menjahit sayatan tersebut dan menutupnya dengan kain kasa.

Operasi pemasangan implan payudara umumnya berlangsung selama 1-2 jam.

Setelah operasi selesai, payudara akan mengalami pembengkakan dan muncul jaringan parut.

Namun, kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan waktu.

Selama masa pemulihan, Moms dianjurkan untuk menggunakan bra khusus guna menopang payudara.

Selain itu, Moms juga tidak diperbolehkan mengangkat beban berat selama 6 minggu setelah operasi dilakukan, agar kondisi implan payudara tetap aman.

Moms juga diharuskan untuk melakukan pemeriksaan MRI secara rutin setiap 2-3 tahun.

Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi bila terjadi kerusakan pada implan.

Jangan lupa, Moms juga perlu memeriksakan diri ke dokter jika merasa ada perubahan sekecil apa pun pada payudara.

Baca Juga: 7+ Makanan untuk Mengencangkan Payudara secara Alami, Yuk Coba!

Biaya Implan Payudara

Fakta Puting Payudara

Foto: Fakta Puting Payudara (Self.com)

Setiap jenis implan payudara, memiliki biaya atau harga resmi yang berbeda.

Untuk biayanya, di Indonesia operasi implan payudara rata-rata dimulai dari Rp20 juta ke atas.

Sedangkan mengutip Medical Departures, biaya untuk operasi memperbesar payudara di Thailand berada pada rentang 2,721-3,868 USD atau setara Rp28-54 juta.

Biaya implan payudara tersebut sudah termasuk dengan perawatan selama operasi memperbesar payudara.

Namun, tidak untuk biaya akomodasi, seperti perjalanan atau penginapan selama berada di Thailand.

Biaya tambahan mungkin diperlukan selama proses pengobatan yang meliputi obat-obatan, terapi khusus, hingga bra khusus setelah operasi.

Baca Juga: Kenali Kondisi Mastitis, Payudara Bengkak dan Sakit pada Ibu Menyusui

Efek Samping Implan Payudara

Manfaat Meremas Payudara

Foto: Manfaat Meremas Payudara (Pixabay.com)

Setelah operasi implan payudara, waktu pemulihan diperlukan untuk membantu luka sembuh dan tubuh menyesuaikan diri.

Meski lebih aman daripada silikon suntik, kedua jenis implan ini tetap berpotensi menimbulkan beberapa risiko kesehatan, seperti:

  • Nyeri payudara
  • Infeksi
  • Perubahan sensitivitas pada payudara dan puting
  • Implan pecah atau bocor

Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan risiko ini sebelum melakukan implan payudara.

Tak hanya itu, beberapa efek samping lain yang mungkin dirasakan meliputi:

  • Memar
  • Berdarah
  • Penggumpalan darah
  • Nekrosis kulit
  • Luka yang lama sembuh
  • Penumpukan atau penipisan jaringan kulit
  • Bentuk, volume, dan sensasi payudara yang berubah
  • Ketidaknyamanan di payudara
  • Pengendapan kalsium
  • Keluar cairan dari puting
  • Implan yang turun
  • Payudara asimetris
  • Membutuhkan operasi lanjutan

Implan payudara juga dapat berisiko menimbulkan jaringan parut yang menempel pada implan.

Hal ini membuat implan cenderung bergerak di dalam payudara dan menjadi reposisi.

Baca Juga: 190+ Inspirasi Nama Bayi Perempuan Palestina, Cantik!

Komplikasi Implan Payudara

Ukuran Kista Payudara

Foto: Ukuran Kista Payudara (Shutterstock.com)

Tak cuma setelah operasi saja, ada beberapa dampak buruk dari implan payudara.

Beberapa komplikasi ini dapat terjadi karena beberapa faktor. Berikut risiko komplikasi yang bisa terjadi dari implan payudara:

1. Memengaruhi Produksi ASI

Pemasangan implan payudara dapat menyebabkan hilangnya jaringan dan kelenjar payudara yang memproduksi ASI.

Meski demikian, sebagian wanita yang melakukan prosedur ini tetap bisa menyusui buah hatinya.

Risiko ini bisa jadi pertimbangan Moms sebelum melakukan pemasangan implan payudara dan berencana ingin memiliki momongan.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter apabila ada rencana program hamil dalam waktu dekat.

Baca Juga: Bisakah Menyusui Jika Pernah Melakukan Implan Payudara?

2. Breast Implant Illness (BII)

Dampak buruk yang paling umum terjadi setelah melakukan implan payudara adalah Breast Implant Illness (BII) atau penyakit implan payudara.

Walau begitu, penyakit implan payudara saat ini bukan kondisi medis yang diakui dalam hal diagnosis.

Tetapi, orang yang melaporkan penyakit implan payudara mengalami gejala seperti:

Dr. Andrea Pusic, Joseph E. Murray Profesor Bedah di Harvard Medical School mengatakan, gejala penyakit implan payudara dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain, termasuk:

Karena itu, para ilmuwan belum bisa menarik garis langsung antara implan dan penyakit ini karena perlu adanya penelitian lebih jauh.

3. Kanker Langka

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan BPOM Amerika Serikat telah mengidentifikasi kemungkinan terkait implan payudara dengan kanker langka.

Kanker tersebut dikenal sebagai limfoma sel besar anaplastik terkait-implan payudara atau Breast Implant-Associated Anaplastic Large Cell Lymphoma (BIA-ALCL).

Belum ada penyebab pasti dari BIA-ALCL tersebut. Namun, penggunaan implan bertekstur dikaitkan dengan lebih banyak kasus kanker langka tersebut daripada implan halus.

Para ilmuwan mengatakan hal tersebut bisa terjadi karena implan bertekstur memiliki area permukaan yang lebih besar di mana infeksi bakteri dapat terbentuk.

Infeksi dapat memicu jenis respon imun yang pada akhirnya, dalam kasus yang sangat jarang, menghasilkan BIA-ALCL.

Baca Juga: 12 Manfaat Yoga Ashtanga, Bantu Tubuh Menjadi Lentur

Cara Pencegahan Komplikasi Implan

Prosedur Implan Payudara

Foto: Prosedur Implan Payudara (Shutterstock.com)

Tingkat kelangsungan hidup untuk orang-orang dengan BIA-ALCL relatif tinggi.

Bahkan, tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi bagi orang dengan kanker stadium 1 yang memiliki pengangkatan total implan atau implan yang terkena kanker.

Namun, pengobatan kanker itu menantang, mahal, dan tidak selalu efektif khasiatnya.

Untuk meminimalkan risiko infeksi, pantau payudara Moms dengan cermat setelah prosedur operasi dilakukan.

Temui dokter dengan segera jika Moms melihat ada perubahan pada payudara atau kesehatan, terutama jika Moms mengalami tanda-tanda infeksi, seperti:

  • Pembengkakan atau rasa sakit terus menerus di sekitar implan payudara
  • Pengumpulan cairan
  • Benjolan di bawah kulit di sekitar implan
  • Kulit kemerahan
  • Perubahan bentuk atau warna payudara
  • Demam

Baca Juga: Yuk Moms, Cari Tahu Serba-serbi Tentang Kanker Payudara Berikut Ini

Demikian informasi seputar implan payudara dan dampak buruknya bagi tubuh serta kesehatan.

Dengan adanya hal-hal tersebut, apakah Moms masih tertarik untuk melakukan prosedur implan payudara? Pikirkan dengan matang, ya, Moms!

  • https://www.plasticsurgery.org/cosmetic-procedures/breast-augmentation/procedure
  • https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/breast-augmentation/about/pac-20393178
  • https://www.nhs.uk/conditions/cosmetic-procedures/breast-enlargement/
  • https://medlineplus.gov/ency/article/002984.htm
  • https://www.healthline.com/health-news/what-to-know-about-breast-implant-recall#What-is-BIA-ALCL?
  • https://www.docdoc.com/id/info/procedure/breast-implants
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2825138/
  • https://www.fda.gov/medical-devices/breast-implants/questions-and-answers-about-breast-implant-associated-anaplastic-large-cell-lymphoma-bia-alcl
  • https://www.health.harvard.edu/womens-health/could-your-breast-implants-be-making-you-sick
  • https://www.medicaldepartures.com/article/cost-of-breast-implants-clinics-in-thailand