Kesehatan

4 Mei 2021

Apa Penyebab dan Cara Mengatasi Benjolan di Payudara?

Benjolan pada payudara belum tentu kanker, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Amelia Puteri

Benjolan di payudara adalah hal yang bisa membuat kaum perempuan merasa khawatir. Bagaimana tidak, hal ini adalah hal yang berpotensi menjadi kanker.

Dilansir dari Cancer Epidemiology, benjolan payudara adalah gejala presentasi paling umum di antara para perempuan yang mengidap kanker payudara dan juga memiliki kemungkinan tinggi untuk berkembang menjadi ganas.

Nah, rasa panik pastilah semakin tinggi ketika benjolan di payudara disertai dengan rasa nyeri yang berkepanjangan. Lalu, di saat apa kita harus khawatir?

Benjolan payudara tidak selalu disebabkan oleh kondisi yang berbahaya sehingga Moms tidak perlu terlalu khwatir. Faktanya adalah 80% benjolan payudara yang timbul bukanlah merupakan suatu kanker.

Adapun benjolan yang timbul di payudara dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis berikut ini!

Baca Juga: Payudara Sakit Saat Hamil Berapa Minggu? Simak Jawabannya Berikut Ini!

Jenis-jenis Benjolan di Payudara

benjolan di payudara

Foto: Orami Photo Stock

Nah, Moms! Berikut akan dibahas mengenai jenis-jenis benjolan di payudara yang tidak perlu dikhawatirkan hingga yang perlu segera ditangani!

1. Fibroadenoma Mammae

Fibroadenoma Mammae atau FAM adalah benjolan di payudara yang teraba padat dan mudah untuk digerakkan.

Biasanya FAM adalah salah satu jenis tumor jinak yang ada di payudara. Perempuan yang mengalami kondisi ini biasanya berusia 15 hingga 35 tahun.

Fibroadenoma sendiri memiliki jenisnya sendiri-sendiri nih, Moms! yakni;

  • Simple Fibroadenoma

jenis yang paling sering terjadi dan biasanya dialami oleh perempuan yang masih muda. Biasanya jenis ini pun tak berisiko berubah jadi ganas.

  • Complex Fibroadenoma

Jenis benjolan di payudara ini biasanya mengandung sel-sel yang bisa tumbuh dengan cepat. Biasanya complex fibroadenima dimiliki oleh perempuan yang lanjut usia.

  • Jubenile Fibroadenoma

Jenis benjolan di payudara ini dialami oleh perempuan dengan usia 10 - 18 tahun. Jenis ini bisa membesar namun biasanya bisa menyusut seiring berjalannya waktu.

  • Giant Fibroadenoma

Benjolan pada payudara ini bisa membesar hingga ukurannya 5cm. Biasanya benjolan pada payudara ini bisa diangkat agat tak menekan jaringan payudara di sekitarnya.

  • Phyllodes Tumor

Salah satu benjolan di payudara ini pun biasanya bersifat jinak. Perlu diperhatikan, ini bisa berubah menjadi ganas. Dokter pun akan menyarankan tumor ini untuk diangkat.

2. Kista Payudara

benjolan di payudara

Foto: Orami Photo Stock

Kista Payudara adalah benjolan berbentuk bulan dan bisa juga lonjong yang berisi cairan dan tumbuh dalam jaringan payudara.

Benjolan ini tak mengandung sel kanker dan biasanya bersifat jinak. Kista payudara pun bisanya bisa berjumlah lebih dari satu dan tumbuh pada salah satu atau bahkan kedua payudara.

Membicarakan benjolan di payudara, Moms perlu mengingat dan mengenal bentuk payudara Moms. Jadi, jika ada perubahan Moms bisa mengetahuinya dengan segera.

Namun perlu diketahui, dilansir dari U.S. Preventive Services Task Force tak merekomendasikan Moms untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Jadi, harus segera dikonsultasikan ya, Moms!

3. Perubahan Fibrokistik

Setiap wanita pasti memiliki jaringan susu pada payudaranya. Ketika ada perubahan hormonal yang cukup drastis. Belum ada penelitian yang jelas mengenai penyakit ini.

Tapi yang pasti, wanita diatas usia 40 tahun lebih berisiko memiliki Fibrosis Kistik.

Kondisi ini banyak dialami oleh banyak perempuan. Namun kebanyakan dari mereka tak menunjukan gejala apapun.

Biasanya, perempuan yang terkena perubahan fibrokistik sendiri berusia 30 hingga 50 tahun. Sementara mereka yang di bawah 21 tahun memiliki risiko sekitar 10%.

Seperti yang sudah disebutkan, gejala benjolan di payudara ini memang terkadang tidak dirasakan. Namun, biasanya gejala bisa hadir dalam kondisi yang lebih berat.

Gejala umum yang bisa dirasakan adalah nyeri, bengkak, dan ada benjolan di payudara, payudara padat, kencang atau menegang ketika diraba. Payudara pun biasanya terlihat lebih berisi.

Dalam keadaan yang lanjut, biasanya pembengkakan atau benjolan pada salah satu payudara ataupun keduanya. Nah biasanya gejala akan muncul beberapa minggu sebelum menstruasi karena perubahan hormon.

Beberapa puting payudara yang memiliki kondisi ini pun bisa mengeluarkan cairan cokelat gelap atau kehijauan. Ketika Moms mengalami hal ini, segeralah temui dokter, ya!

Puting Moms pun bisa juga mengeluarkan cairan berwarna merah atau bening. Jika hal itu terjadi, hal tersebut bisa jadi sebagai tanda kanker payudara.

Seperti yang sudah disebutkan, penyebab benjolan di payudara yang ini belum diketahui. Ahli pun menduga kondisi ini terjadi karena hormon reproduksi terutama esterogen.

Ya, beberapa penyakit atau kondisi yang berkaitan dengan payudara memang disebabkan oleh hormon esterogen.

Tingkat hormon yang bisa naik dan turun selama siklus menstruasi bisa menjadi sebab payudara Moms terasa tak nyaman. Nah, di saat yang sama payudara Moms juga mungkin akan terasa bengkak dan sakit.

Kondisi fibrokistik payudara sendiri biasanya akan lebih mengganggu ketika menstruasi akan datang.

Baca Juga: Bisakah Menyusui Jika Pernah Melakukan Implan Payudara?

4. Lemak Nekrosis Traumatik

Kondisi benjolan di payudara ini berbeda dengan yang lain. Nekrosis lemak sendiri adalah sebuah kondisi timbulnya kerusakan pada jaringan lemak dan dalam kasus kali ini adalah payudara.

Biasanya nekrosis lemak sendiri bisa terjadi secara spontan akibat trauma, atau cidera. Kondisi ini pun terjadi karena radiasi.

Gejala yang biasanya hadir karena nekrosis lemak payudara adalah munculnya benjolan di payudara yang keras, tidak membesar, terkadang terasa nyeri dan adanya perubahan kulit di sekitar benjolan.

Biasanya kulit terlihat seperti tertarik atau keriput.

Dalam keadaan umum, nekrosis lemak payudara sendiir tak memerlukan penanganan khusus. Meski demikian, ada hal yang perlu diperhatikan.

Jika Moms mengalami ketidaknyamanan ketika mengidap kondisi ini, treatment yang bisa dilakukan adalah dengan biopsi dan juga aspirasi ketika nekrosis berisi minyak atau operasi.

Jika Moms merasa mengidap penyakit ini, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar bisa dilakukan pemeriksaan dan Moms bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Ini Tanpa Disadari Bikin Payudara Kendur

5. Kanker Payudara

benjolan di payudara

Foto: Orami Photo Stock

Dalam penelitian pada jurnal Clinical Breast Cancer, kanker payudara adalah kanker yang berkembang di area sel payudara.

Biasanya, kanker terbentuk di lobulus atau saluran payudara. Lobulus adalah kelenjar yang menghasilkan susu, dan duktus adalah jalur yang membawa susu dari kelenjar ke puting.

Kanker juga dapat terjadi di jaringan lemak atau jaringan ikat fibrosa di dalam payudara, Moms.

Sel kanker yang tidak terkontrol seringkali menyerang jaringan payudara sehat lainnya dan dapat berpindah ke kelenjar getah bening di bawah ketiak.

Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bahwa tingkat kelangsungan hidup kanker payudara telah meningkat, dan jumlah kematian yang terkait dengan penyakit ini terus menurun, sebagian besar karena faktor-faktor seperti deteksi dini, pendekatan pengobatan baru yang dipersonalisasi dan pemahaman yang lebih baik tentang penyakit ini.

Ciri-ciri kanker payudara adalah;

  • Perubahan bentuk puting.
  • Nyeri payudara yang tidak kunjung hilang setelah haid.
  • Benjolan baru yang tidak hilang setelah menstruasi.
  • Keluarnya cairan dari salah satu payudara yang bening, merah, coklat, atau kuning.
  • Kemerahan yang tidak dapat dijelaskan, bengkak, iritasi kulit, gatal, atau ruam pada payudara.
  • Bengkak atau benjolan di sekitar tulang selangka atau di bawah lengan.
  • Benjolan yang keras dengan tepi tidak beraturan lebih cenderung bersifat kanker.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara langsung dan mungkin akan disarankan untuk dilakukan pemeriksaan tambahan lainnya seperti USG, mamografi, MRI, atau biopsi (pengambilan sampel jaringan) untuk mengetahui secara pasti apakah benjolan merupakan suatu keganasan atau bukan.

Beberapa anjuran yang dapat dilakukan:

  • Lakukan pemeriksaan payudara mandiri secara rutin saat berbaring atau ketika mandi, amati apakah ada perubahan pada payudara.
  • Makan makanan bergizi seimbang. Pilih makanan yang sehat dan penuhi kebutuhan asupan nutrisi harian
  • Hindari makanan cepat saji atau junk food
  • Istirahat yang cukup dan meminimalisir stres.
  • Hindari memencet atau mengurut benjolan yang timbul
  • Tidak merokok
  • Bila timbul rasa sakit dapat mengonsumsi obat analgetik seperti paracetamol untuk meredakan nyeri
  • Segera periksakan diri ke dokter

Nah, itu dia Moms beberapa penyebab benjolan di payudara yang patut diwaspadai karena berbahaya dan juga yang tidak perlu dikhawatirkan. Meski tidak perlu diperhatikan, Moms tetap perlu memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, ya!

Cara Mengatasi Benjolan di Payudara

benjolan di payudara

Foto: Orami Photo Stock

Cara menghilangkan benjolan di payudara bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Langkah awal yang perlu Moms lakukan adalah memeriksakannya ke dokter.

Dari situ, dokter biasanya akan memberikan pengobatan sesuai penyebab terjadinya benjolan di payudara.

Dilansir dari Healthline, jika Moms memiliki infeksi payudara, dokter biasanya akan memberikan antibiotik untuk menyembuhkannya. Namun, jika penyebabnya adalah kista, biasanya dokter akan mengeluarkan cairan yang ada di payudara.

Obat penghancur benjolan di payudara yang biasa diberikan oleh dokter adalah pil KB untuk menurunkan kadar esterogen. Dokter pun biasanya memberikan antibiotik beserta parasetamol atau ibuprofen untuk pereda rasa sakit sebagai obat penghancur benjiolan di payudara yang diakibatkan oleh mastitis.

Namun, jika kista tidak juga menghilang atau hancur dengan obat, dokter pun biasanya akan melakukan beberapa cara.

Berikut cara yang umumnya dilakukan dokter untuk menyembuhkannya;

  • Lumpectomy, alias menghilangkan benjolan yang ada
  • Mastectomy, alias mengangkat jaringan di payudara
  • Kemoterapi, biasanya menggunakan obat untuk melawan dan menghancurkan kanker
  • Radiasi, sebuah tindakan yang digunakan menggunakan sinar radioaktif atau material lain untuk melawan kanker.

Itu dia Moms, penjelasan mengenai benjolan di payudara serta cara mengatasinya. Konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat, ya.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5482318/
  • http://www.uspreventiveservicestaskforce.org/Page/Document/UpdateSummaryFinal/breast-cancer-screening
  • https://www.cdc.gov/cancer/breast/index.htm
  • https://www.healthline.com/symptom/breast-lump#Treatment-for-Breast-Lumps-
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait