06 Oktober 2023

Kanker Payudara: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Mulai dari gejala, hingga pengobatannya
Kanker Payudara: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Foto: Orami Photo Stock

Kanker payudara adalah salah satu penyakit ganas yang paling umum menyerang wanita.

Meski begitu, penyakit ini juga bisa menyerang pria, lho, Dads!

Kasus kanker payudara pada pria memang tidak sebanyak wanita. Namun, penyakit ini tetap tidak bisa disepelekan karena sangat mematikan.

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tingkat harapan hidup pasien kanker payudara telah meningkat dan jumlah kematian yang terkait dengan penyakit ini terus menurun.

Hal ini karena semakin banyak orang telah sadar akan gejala kanker payudara.

Lantas, bagaimana dengan Moms dan Dads? Apakah sudah tahu apa saja gejala dari penyakit mematikan ini?

Bagaimanapun juga, kanker payudara mesti dideteksi dan diobati sejak dini.

Dengan demikian, risiko komplikasi dapat diminimalkan sehingga penyakit bisa sembuh total.

Yuk, cari tahu selengkapnya tentang kanker payudara, mulai dari kemungkinan penyebab, gejala, hingga pengobatannya!

Baca Juga: Mengenal Fibroadenoma, Benjolan Payudara yang Tidak Nyeri

Apa Itu Kanker Payudara?

Kanker Payudara
Foto: Kanker Payudara (Photo by Ave Calvar Martinez from Pexels)

Dalam penelitian pada jurnal Clinical Breast Cancer, kanker payudara adalah kanker yang berkembang di area sel payudara.

Penyakit ini muncul karena adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak normal dan tidak terkontrol (sel kanker) di dalam payudara.

Sel-sel kanker ini awalnya sama seperti sel normal.

Di payudara, sel-sel tersebut bisa berasal dari saluran susu (duktus), kelenjar susu (lobulus), atau jaringan ikat di dalamnya.

Namun, sel-sel tersebut memiliki perilaku yang berbeda.

Sel kanker dapat membelah dengan cepat, sehingga sulit dikontrol dan bisa menyebar ke jaringan sekitarnya.

Bahkan, sel kanker juga bisa berkembang sampai ke organ-organ tubuh lainnya.

Seseorang dapat dikatakan terkena kanker apabila terjadi perubahan atau mutasi pada gen yang mengatur pertumbuhan sel.

Hal ini membuat sel berkembang biak dan membelah diri secara tidak terkendali.

Sel kanker yang tidak terkontrol seringkali menyerang jaringan payudara sehat lainnya dan dapat berpindah ke kelenjar getah bening di bawah ketiak.

Padahal, kelenjar getah bening adalah jalur utama yang membantu sel kanker berpindah dari bagian tubuh lainnya.

Baca Juga: Tips Hamil 9 Bulan agar Sehat dan Lancar saat Persalinan

Gejala Kanker Payudara

Gejala Kanker Payudara
Foto: Gejala Kanker Payudara (shutterstock.com)

Meskipun tak kasat mata, namun ada ciri-ciri kanker payudara yang harus dicermati.

Beberapa pasien kanker payudara tak menyadari dirinya sedang menderita kanker hingga akhirnya didiagnosa menderita kanker stadium akhir.

Hal ini bisa terjadi karena banyak orang mengabaikan ciri-ciri kanker payudara.

Nah, agar Moms lebih waspada, berikut ciri-cirinya kanker payudara menurut penelitian dalam jurnal Cancer Epidemiology.

  • Retraksi, atau puting susu ke dalam
  • Pembesaran satu payudara
  • Lesung pipit pada permukaan payudara
  • Benjolan semakin besar
  • Tekstur "kulit jeruk" pada kulit
  • Nyeri vagina
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja
  • Pembesaran kelenjar getah bening di ketiak
  • Vena terlihat di payudara

dr. Rachmawati, Sp.B.SubBOnk, Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi, RS Pondok Indah – Pondok Indah dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, mengatakan ada beberapa ciri khusus kanker payudara pada pria.

"Gejala kanker payudara pada laki-laki biasanya tidak nyeri, dirasakan benjolan padat di bawah puting dengan keterlibatan puting sekitar 40-50% kasus." jelas dr. Rachmawati.

Bisa terdapat perubahan pada kulit, puting tertarik ke dalam, ulkus, bisa juga terdapat perlengketan benjolan pada kulit atau jaringan di bawahnya.

Pembesaran kelenjar getah bening ketiak didapatkan pada kasus yang lanjut.

Payudara kiri lebih sering terkena dibandingkan payudara kanan dan kurang dari 1% pasien terkena kanker pada kedua payudara.

Baca Juga: Mengenal 14 Jenis Kacang-Kacangan, Makanan Sehat saat Hamil

Penyebab Kanker Payudara

Kanker adalah penyakit yang misterius. Bahkan, hingga kini, ilmuwan masih belum memahami secara pasti penyebab kanker payudara.

Sebab, setiap orang memiliki gejala dan kondisi yang berbeda-beda terkait penyakit mematikan tersebut.

Kendati demikian, ada beberapa faktor risiko yang diduga memengaruhi kemungkinan terkena kanker payudara.

Berikut penjelasannya:

1. Faktor Usia

Pita Kanker Payudara (Orami Photo Stocks)
Foto: Pita Kanker Payudara (Orami Photo Stocks)

Risiko terkena kanker jenis ini meningkat seiring bertambahnya usia.

Kondisi ini paling sering terjadi pada wanita di atas usia 50 tahun yang telah mengalami menopause.

Sekitar 8 dari 10 kasus kanker payudara terjadi pada wanita di atas 50 tahun.

Oleh karena itu, jika Moms atau anggota keluarga lainnya berusia 50 tahun hingga 70 tahun diharapkan melakukan screening kanker payudara setiap 3 tahun sekali.

Hal ini bagian untuk menjaga diri dari bahaya kanker ini.

Selain itu, untuk mendapatkan penanganan yang lebih cepat dari dokter jika ternyata timbul gejala-gejala atau ciri-ciri kanker jenis ini dalam tubuh.

2. Faktor Keturunan

Jika Moms memiliki kerabat dekat yang pernah menderita kanker payudara atau kanker ovarium, maka ada kemungkinan Moms memiliki risiko yang lebih tinggi terkena kanker jenis ini.

Namun, karena jenis kanker ini yang paling umum terjadi pada wanita, kemungkinan kanker terjadi pada lebih dari satu anggota keluarga secara kebetulan.

"Sekitar 15-20% laki-laki dengan kanker payudara memiliki riwayat keluarga dibandingkan 7% populasi umum pada laki-laki." ucap dr. Rachmawati.

Menurut penelitian dalam jurnal Annals of Oncology, sebagian besar kasus kanker ini tidak diturunkan dalam keluarga.

Tetapi gen yang dikenal sebagai BRCA1 dan BRCA2 dapat meningkatkan risiko Moms terkena kanker payudara dan ovarium.

Umumnya, gen ini diturunkan dari orang tua ke anaknya. Gen TP53 dan CHEK2, juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Segeralah bertemu dan memeriksakan diri ke dokter apabila Moms memiliki riwayat kanker payudara atau ovarium di keluarga dan dikhawatirkan Moms juga mengalami hal serupa.

Biasanya, dokter akan meminta Moms untuk melakukan tes genetik yakni tes yang akan memberi tahu apakah Moms mewarisi salah satu gen risiko kanker tersebut.

Baca Juga: ASI Bertahan Berapa Jam Setelah Dipompa? Cari Tahu Yuk!

Apabila sebelumnya pernah menderita kanker payudara atau perubahan sel kanker non-invasif dini di...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.