Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN MENTAL
10 Oktober 2022

16 Ciri-ciri Depresi, Mulai dari Sering Hilang Konsentrasi hingga Muncul Keinginan Bunuh Diri

Lekas marah sampai makan terlalu banyak bisa jadi tanda depresi
16 Ciri-ciri Depresi, Mulai dari Sering Hilang Konsentrasi hingga Muncul Keinginan Bunuh Diri

Depresi tidak mengenal jenis kelamin. Siapa saja bisa terkena depresi, baik pria maupun perempuan. Namun, yang membedakan ciri-ciri depresi pada perempuan adalah lebih mudah dikenali ketimbang pria.

Depresi adalah gangguan suasana hati yang menyebabkan perasaan sedih, hampa, dan kehilangan sukacita yang terus-menerus.

Depresi dapat menimbulkan kesulitan melakukan aktivitas normal sehari-hari dan terkadang merasa hidup ini tidak layak untuk dijalani.

Terdapat ciri-ciri depresi secara khusus yang menentukan apakah itu depresi atau kesedihan yang terkadang kita alami dalam hidup.

Untuk mengetahuinya lebih lanjut, mari kita simak Moms ciri-ciri depresi pada artikel ini.

Baca Juga: Jangan Abai, Ini 7 Bentuk Kekerasan Verbal dan Dampaknya di Rumah Tangga

Ciri-ciri Depresi

Ilustrasi Depresi

Foto: Ilustrasi Depresi (Orami Photo Stock)

Terkadang gejala kesehatan mental muncul sebagai masalah fisik.

Misalnya, jantung yang berdetak kencang, dada yang mengencang, sakit kepala yang sedang berlangsung, atau masalah pencernaan bisa menjadi tanda-tanda masalah kesehatan mental.

Banyak pria lebih cenderung menemui dokter mereka tentang gejala fisik daripada gejala emosional. Yuk kita simak apa saja gejala-gejala depresi yang tersembunyi.

1. Pandangan Tanpa Harapan

Depresi berat merupakan gangguan mood yang memengaruhi perasaan tentang kehidupan secara umum.

Ciri-ciri depresi memiliki pandangan hidup tanpa harapan atau ketidakberdayaan adalah gejala depresi yang paling umum.

Perasaan lain mungkin terjadi, seperti merasa tidak berharga, membenci diri sendiri, atau rasa bersalah yang tidak pantas.

2. Makan Tidak Teratur

Salah satu ciri depresi pada seseorang adalah sering makan tidak teratur.

Melansir dari American Journal of Psychiatry, makan terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat menunjukkan adanya ciri-ciri depresi.

Makan terlalu banyak, terlalu sedikit atau bisa juga mengonsumsi makanan-makanan tidak sehat seperti junk food dalam jumlah besar bisa menjadi ciri depresi.

Tetntunga dengan adanya perubahan dalam asupan makanan ini dapat menyebabkan seseorang mengalami masalah pada berat badan.

3. Mudah Marah

Ciri-ciri depresi yang paling umum adalah mudah marah.

Mudah ​​marah, hipersensitivitas, kehilangan selera humor, melakukan pelecehan verbal pada orang yang dicintai

4. Kehilangan Minat

Depresi dapat menghilangkan kesenangan atau kenikmatan dari hal-hal yang disukai.

Hilangnya minat atau penarikan diri dari aktivitas yang pernah dilakukan, seperti olahraga, melakukan hobi, atau jalan-jalan dengan teman merupakan ciri-ciri depresi.

Selain itu, ciri-ciri depresi juga mengalami kehilangan minat pada seks, sehingga menimbulkan masalah penurunan gairah seksual dan bahkan impotensi.

Baca Juga: 4 Gerakan Senam Jantung Sehat yang Mudah Dilakukan. Tubuh Jadi Segar dan Bugar!

5. Gejala Fisik

Ciri-ciri seseorang yang mengidap depresi selanjutnya adalah terlihat dari gejala fisik.

Terdapat sejumlah gejala fisik yang bisa dialami, seperti nyeri punggung bawah, sakit kepala, susah tidur, disfungsi seksual, masalah perut, dan pencernaan.

Gejala fisik ini dapat bertahan meskipun telah melakukan perawatan medis konvensional.

Menyambut bulan Oktober 2022, jangan sampai melewati promo 10.10 hanya di Orami Shopping, Moms! Ada banyak penawaran spesial dan gratis voucher s.d Rp 1 juta untuk kebutuhan Moms dan Si Kecil, lho.

6. Mengalami Gangguan Tidur

Depresi sering kali membuat seseorang kekurangan energi dan merasa lelah yang luar biasa.

Ciri-ciri depresi ini paling melemahkan dan menyebabkan tidur berlebihan.

Namun, depresi juga dapat memicu terjadinya insomnia. Kurangnya kualitas tidur nyenyak juga bisa memicu kecemasan.

7. Kecemasan

Perempuan Cemas

Foto: Perempuan Cemas (Freepik.com/cookie-studio)

Meskipun depresi belum terbukti menyebabkan kecemasan, kedua kondisi tersebut sering kali terjadi bersamaan.

Ciri-ciri depresi yang mengalami kecemasan bisa meliputi:

  • Gugup, gelisah, atau merasa tegang.
  • Mengalami perasaan panik dan takut.
  • Detak jantung cepat.
  • Pernapasan cepat.
  • Keringat berlebih.
  • Gemetar atau otot berkedut.
  • Kesulitan fokus atau berpikir jernih tentang apa pun selain hal yang dikhawatirkan.

8. Perilaku Kompulsif

Ciri-ciri depresi selanjutnya adalah perilaku kompulsif.

Ini ditandai dengan melakukan tindakan kekerasan, penyalahgunaan obat-obatan, hingga terlibat judi secara kompulsif.

Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Stres di Rumah, Patut Dicoba!

9. Iritabilitas Pada Pria

Penderita yang mengalami depresi dapat memicu seseorang mengalami iritabilitas atau agitasi.

Ini merupakan keadaan seseorang yang menjadi mudah tersinggung yang parah akan suatu hal atau situasi stres.

10. Perubahan Nafsu Makan dan Berat Badan

Perubahan berat badan dan nafsu makan bisa menjadi salah satu ciri-ciri depresi. Ciri satu ini mungkin dapat berbeda untuk setiap orang.

Beberapa orang akan mengalami peningkatan nafsu makan dan berat badan, sementara yang lain tidak mudah lapar, sehingga berat badannya menjadi turun drastis.

Salah satu indikasi apakah perubahan pola makan tersebut behubungan dengan depresi adalah apakah hal tersebut disengaja atau tidak. Jika tidak, bisa jadi itu disebabkan oleh depresi.

11. Bertindak Sembrono

Ciri-ciri depresi selanjutnya adalah melakukan tindakan yang sembrono.

Umumnya, kondisi ini ditandai terlibat dalam perilaku yang berisiko, seperti mengemudi sembrono atau melakukan hubungan seksual yang tidak aman.

Baca Juga: 8 Jenis Gangguan Parafilia, Kelainan Perilaku Seksual yang Berhasrat pada Hal Tidak Umum

12. Melakukan Isolasi Sosial dan Emosional

Perilaku isolasi sosial dan emosional merupakan salah satu ciri-ciri depresi.

Ini ditandai dengan mengekspresikan rasa malu, rasa bersalah, dan perasaan tidak berharga bahkan berbicara tentang kematian atau bunuh diri meski hanya secara sepintas.

13. Penggunaan Alkohol atau Narkoba

Konsumsi Alkohol.jpg

Foto: Konsumsi Alkohol.jpg (Independent.co.uk)

Beberapa orang dengan gangguan suasana hati dapat berisiko mengonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang untuk mengatasi perasaan sedih, kesepian, atau putus asa yang dialami.

Baca Juga: 6 Gerakan Yoga untuk Pemula, Tubuh Jadi Lebih Lentur, Rileks, dan Tidak Kaku!

14. Kebahagiaan yang Dipaksa

Terkadang, ciri-ciri depresi adalah menyembunyikan kesedihannya. Mereka mungkin memasang wajah bahagia saat ditemani orang lain.

Namun, bisa jadi sulit untuk mempertahankan kebahagiaan yang dipaksakan ini, sehingga topeng bisa saja lepas dan seseorang mungkin menunjukkan tanda-tanda kesedihan, keputusasaan, atau kesepian secara tidak sengaja.

15. Kehilangan Konsentrasi

Adanya masalah dengan ingatan dan konsentrasi saat melakukan sesuatu merupakan ciri-ciri depresi yang terjadi secara umum.

Umumnya, penderitanya akan merasa tidak fokus saat diajak berbicara dan mengeluarkan kata-kata yang tidak nyambung dengan topik pembicaraan.

Baca Juga: Zypraz Obat untuk Gangguan Kecemasan, Ini Dosis dan Efek Sampingnya

16. Kemauan untuk Melakukan Bunuh Diri

Seseorang yang meninggal karena bunuh diri biasanya menunjukkan ciri-ciri depresi terlebih dahulu.

Seringkali seseorang akan membicarakannya atau melakukan upaya pertama sebelum berhasil mengakhiri hidup mereka.

Jika Moms merasa seseorang berisiko melukai diri sendiri atau menyakiti orang lain, lakukan langkah ini:

  • Hubungi layanan panggilan darurat.
  • Tetaplah bersama orang tersebut sampai bantuan datang.
  • Singkirkan senjata, pisau, obat-obatan, atau benda lain yang dapat membahayakan keselataman.
  • Dengarkan, tetapi jangan menilai, membantah, mengancam, atau berteriak.

Jika Moms atau seseorang terdekat mengalami beberapa ciri-ciri depresi yang disebutkan sebelumnya selama lebih dari dua minggu.

Moms atau seseorang terdekat tersebut kemungkinan menderita gangguan depresi berat. Mengakui bahwa mengalami depresi sangat penting untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Memahami apa yang membuat seseorang mengalami depresi merupakan langkah awal yang tepat dalam mencegah terjadinya sesuatu yang lebih buruk.

Depresi telah memengaruhi jutaan orang, Namun Moms tidak perlu khawatir, sebab sudah ada berbagai perawatan yang tersedia, dari perubahan gaya hidup hingga pengobatan dari dokter ahli.

Apa pun pengobatan yang dipilih, jangan ragu untuk meminta bantuan dari profesional.

Baca Juga: Panduan Gerakan Senam Zumba dan Manfaatnya untuk Kesehatan, Bisa Lancarkan Metabolisme Tubuh!

Tipe-tipe Depresi

Pria Depresi

Foto: Pria Depresi (Freepik.com/jcomp)

Depresi memiliki beberapa tipe berdasarkan kondisinya. Melansir dari Medical News Today, berikut ini beberapa tipe dari depresi.

1. Depresi Mayor

Seseorang yang hidup dengan tipe depresi ini akan mengalami keadaan kesedihan yang terjadi secara konstan.

Penderitanya dapat kehilangan minat pada aktivitas yang dulu mereka sukai. Perawatan untuk kondisi ini biasanya melibatkan pengobatan dan psikoterapi.

2. Gangguan Depresi Persisten

Gangguan depresi persisten juga dikenal dengan nama dysthymia.

Gangguan depresi ini dapat menyebabkan gejala yang berlangsung setidaknya selama 2 tahun.

Seseorang yang hidup dengan gangguan ini berkemungkinan memiliki episode (periode gejala) depresi mayor, serta gejala depresi yang lebih ringan yang tidak memenuhi kriteria depresi mayor.

Baca Juga: Mengenal Meditasi, Cara Mudah yang Cepat Menghilangkan Stres dan Depresi

3. Depresi Pascapersalinan

Depresi pascapersalinan ini terjadi pada ibu yang telah melahirkan.

Setelah melahirkan, beberapa wanita berisiko mengalami periode kesedihan singkat atau emosi yang meningkat, yang terkadang disebut baby blues.

Ini biasanya dapat hilang dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Namun, depresi pascapersalinan dapat lebih parah dari baby blues.

Ini dapat bertahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Belum ditemukan penyebab untuk jenis depresi ini.

Bila seseorang mengalami depresi berkelanjutan setelah melahirkan, maka harus segera melakukan perawatan yang tepat.

4. Gangguan Depresi Mayor Musiman

Tipe depresi ini biasanya terjadi selama bulan-bulan di musim dingin dan gugur.

Sehingga paling sering terjadi di negara dengan empat musim, atau orang-orang yang tinggal di negara-negara dengan musim dingin yang panjang atau cenderung parah.

Baca Juga: Menyelami Gangguan Kesehatan Mental pada Ibu Pascamelahirkan

Penyebab Terjadinya Depresi

Ilustrasi Depresi

Foto: Ilustrasi Depresi (Freepik.com/thongden_studio)

Penyebab pasti depresi masih belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat faktor penyebab depresi paling umum yang perlu Moms ketahui.

1. Genetik

Memiliki kerabat dekat yang mengalami depresi dapat meningkatkan risiko mengalami kondisi ini.

2. Perubahan Hormon

Perubahan atau ketidakseimbangan hormon dalam tubuh dapat menyebabkan atau memicu depresi. Misalnya, banyak wanita mengalami depresi pasca melahirkan setelah melahirkan.

3. Trauma atau Stres

Mengalami stres tinggi akibat pekerjaan dan lainnya, peristiwa traumatis, atau perubahan besar dalam hidup dapat memicu terjadinya depresi pada seseorang.

4. Menderita Penyakit Lain

Memiliki kondisi kesehatan mental atau fisik lain, dan mengonsumsi obat-obatan tertentu dapat meningkatkan risiko depresi.

Baca Juga: Gangguan Tidur karena Stres, Apa Penyebabnya?

Cara Mengatasi Depresi

Minum Obat-obatan

Foto: Minum Obat-obatan (Freepik.com/stefamerpik)

Depresi dapat diobati selama pengobatannya sesuai dan tepat untuk jenis depresi yang dialami.

Ini dapat dilakukan dalam beberapa cara, yakni:

  • Memberi dukungan pada penderitanya.
  • Psikoterapi, seperti konseling dan terapi perilaku kognitif.
  • Mengonsumsi obat-obatan. Biasanya dokter akan meresepkan sejumlah obat, seperti antidepresan yang harus dikonsumsi sesuai anjuran.

Membiarkan depresi dan tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan kesehatan dan nyawa.

Oleh karena itu, penderita depresi harus segera menerima bantuan. Jangan ragu untuk berkonsultasi pada profesional bila mengalami ciri-ciri depresi di atas ya, Moms.

  • https://www.healthline.com/health/depression/recognizing-symptoms#getting-help
  • https://www.cdc.gov/nchs/fastats/suicide.htm
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4818200/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/325513#common-causes-of-depression
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/8933#risk-factors