Kesehatan Umum

8 Oktober 2021

5 Penyebab Benjolan Kecil di Dinding Pipi Dalam, Jangan Diabaikan!

Infeksi harpes mulut juga bisa menjadi penyebabnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Kemunculan benjolan kecil di dinding pipi dalam bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari infeksi, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga tumor.

Masing-masing penyebab dapat menimbulkan gejala yang berbeda dan tentunya membutuhkan penangan yang berbeda juga.

Di dalam pipi, baik di sisi kanan atau kiri terdapat banyak jaringan, otot, saraf, pembuluh darah, dan kelenjar getah bening. Jika orang tersebut mengalami gangguan, dapat terjadi pembesaran hingga menimbulkan benjolan.

Benjolan pun tidak hanya muncul di pipi dalam bagian kanan atau kiri, bisa juga muncul di kedua sisi.

Lantas, apa penyebab benjolan kecil di dinding pipi dalam? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Baca Juga: 6 Fungsi Usus Besar dalam Pencernaan Makanan Manusia

Penyebab Benjolan Kecil di Dinding Pipi Dalam

Munculnya benjolan kecil di dinding pipi dalam bisa disebabkan oleh beberapa kondisi atau gangguan kesetan, antara lain:

1. Sariawan

sariawan

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab benjolan kecil di dinding pipi dalam yang sering terjadi adalah sariawan.

Kondisi sariawan di pipi memang umum terjadi di bagian mulut mana saja, termasuk di dalam pipi. Kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya, tapi memang membuat rasa tidak nyaman.

Biasanya, 1–2 hari sebelum sariawan muncul, ada sensasi kesemutan atau terbakar di area bibir atau mulut. Setelah itu, akan muncul kemerahan dan luka yang terasa nyeri dan kadang bisa membengkak.

Penyebab utama dari sariawan yaitu adanya jamur candida albicans, yang memang berada di dalam mulut dalam jumlah kecil dan pertumbuhannya tidak terkendali.

Apabila sariawan sudah parah, Moms akan merasakan nyeri, susah membuka mulut, pendarahan ringan hingga muncul benjolan.

2. Infeksi Herpes

herpes

Foto: Orami Photo Stock

Herpes di bibir dan mulut dikenal sebagai herpes labialis atau herpes oral, yaitu kondisi infeksi virus herpes yang menyerang mulut, bibir, atau gusi akibat virus herpes simpleks-1 (HSV-1).

Virus ini  dapat menulari siapa saja dengan mudah. Menggunakan alat makan, pelembap bibir atau berciuman dengan penderita herpes, akan berisiko tertular penyakit ini.

Tanda herpes di mulut dapat diawali dengan munculnya sariawan, tetapi sariawan akibat herpes berbeda dengan sariawan biasa. Luka herpes biasanya terlihat melepuh dan terisi cairan yang bisa pecah apabila digaruk.

Gejala penyakit herpes labialis yang harus diwaspadai sebagai berikut:

  • Kulit di sekitar bibir atau mulut terasa gatal .
  • Bibir tampak bengkak.
  • Luka melepuh (lenting) di sekitar area mulut atau bibir.
  • Bibir atau mulut terasa kesemutan.
  • Munculnya benjolan kecil di dinding pipi dalam.

Infeksi HSV-1 dapat berlangsung seumur hidup dan gejala bisa kambuh sewaktu-waktu. Untungnya, gejala herpes mulut bisa diatasi dengan obat antivirus.

Baca Juga: Benarkah Batuk Bisa Jadi Tanda Gagal Jantung? Kenali Gejala Lain dan Pengobatannya

3. Infeksi HPV Oral

HPV oral.jpg

Foto: soundbridgedentalarts.com

Human papilloma virus atau HPV adalah jenis virus yang paling sering ditularkan melalui hubungan seksual.

Kemungkinan, orang yang aktif secara seksual akan mengalami infeksi HPV satu kali semasa hidupnya. HPV dapat dengan mudah ditularkan karena hanya memerlukan sentuhan antar kulit, termasuk pada mulut (HPV oral).

Virus tersebut dapat dengan mudah menginfeksi ketika mukosa mulut tidak dapat menahan paparan virus, seperti karena adanya luka atau celah pada permukaan mukosa.

Tak hanya itu, melansir European Journal of Oral Sciences, infeksi HPV di mulut bisa dapat berubah menjadi kanker orofaringeal jika tak tertangani. Jika Moms menderita kanker orofaring, sel kanker berarti terbentuk di tengah tenggorokan, termasuk lidah, amandel, dan dinding faring.

Hal ini juga bisa menjadi penyebab benjolan kecil di dinding pipi dalam yang nantinya jika tidak diobati dengan baik benjolan akan semakin besar.

Gejala HPV oral bisa tidak muncul sehingga orang yang terinfeksi tidak menyadari hal tersebut. Namun, ada beberapa kasus seseorang mengalami gejala awal, seperti:

  • Kesulitan menelan
  • Nyeri terus menerus di bagian mulut yang berdekatan dengan telinga
  • Batuk berdarah
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba
  • Sakit tenggorokan terus menerus
  • Pembengkakan di sekitar pipi
  • Pembengkakan pada leher
  • Sering mengalami suara serak
  • Pembesaran kelenjar limfa

4. Fibroma

fibroma

Foto: Orami Photo Stock

Fibroma adalah salah satu jenis tumor jinak yang tumbuh pada jaringan ikat.

Umumnya fibroma paling sering muncul di dalam pipi, di sisi lidah, atau bibir, serta berdiameter kurang dari satu sentimeter dan tak jarang menimbulkan benjolan kecil di dinding pipi dalam.

Beberapa gejala yang dapat menunjukkan adanya fibroma oral, yaitu:

  • Terdapat peradangan, pembengkakan serta rasa nyeri pada bagian yang terkena.
  • Terdapat benjolan pada jaringan lunak
  • Terjadi perdarahan
  • Rasa sakit saat mengunyah
  • Bau nafas yang tidak sedap

Penyebab utama fibroma oral adalah trauma atau iritasi pada jaringan sensitif mulut. Hal ini dapat terjadi melalui cedera pada mulut, atau bisa juga akibat kebiasaan, seperti menggigit bagian dalam pipi.

Meskipun terlihat menakutkan, fibroma oral umumnya tidak bersifat kanker. Dokter gigi kemungkinan besar akan mengambil tindakan pengangkatan dan biopsi agar aman.

5. Mukokel

mukokel

Foto: Orami Photo Stock

Mukokel adalah suatu kondisi dimana terjadi penyumbayan air liur yang menyebab kan terjadinya penumpukan cairan dan menyebabkan munculnya benjolan.

Tak jarang masalah kesehatan ini juga menjadi penyebab benjolan kecil di dinding pipi dalam.

Sebuah penelitian Annals of Dermatology menyebutkan bahwa, dalam rentang waktu 10 tahun terdapat laporan sekitar 200 hingga 300 kasus mukokel yang bisa terjadi.

Selain itu, perempuan lebih berisiko terkena dibandingkan laki-laki. Terdapat 72.2% perempuan dan 27.8% laki-laki yang dilaporkan terkenal mukokel.

Namun, laki-laki juga bisa terkena mukokel dengan persentase lebih besar dari perempuan.

Kista mukokel paling sering disebabkan oleh trauma pada rongga mulut, seperti:

  • menggigit bibir
  • menggigit pipi
  • tindikan
  • pecahnya kelenjar ludah secara tidak sengaja
  • gigi yang berdekatan menyebabkan kerusakan kronis
  • kebersihan gigi yang buruk

Pada umumnya mukokel yang masih berukuran kurang dari 2 cm tidak berbahaya dan biasanya dapat menghilang dengan sendirinya.

Namun, jika ukuran mukokel yang cukup besar dan tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu lama, sebaiknya dilakukan tindakan untuk menghilangkannya seperti laser, penyuntikan steroid, atau cryotherapy.

Baca Juga: 25 Rekomendasi Drama Korea Terbaik dari Berbagai Genre, Wajib Tonton Banget!

Nah itu dia Moms penyebab benjolan kecil di dinding pipi dalam. Jika benjolan Moms tak kunjung sembuh dan justru mengganggu aktivitas, sebaiknya segera periksa ke dokter ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6174935/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3199403/
  • https://cancer.ca/en/cancer-information/cancer-types/oral/what-is-oral-cancer/non-cancerous-tumours
  • https://www.healthline.com/health/stomatitis
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait