22 September 2022

Herpes Labialis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Bisa menimbulkan nyeri saat menelan

Moms, apakah sedang mengalami bibir melepuh? Jika ya, jangan disepelekan. Lepuhan di mulut bisa disebabkan oleh hal ringan, seperti konsumsi makanan panas hingga infeksi virus, seperti herpes labialis.

Apa itu herpes labialis? Ada penyebab dan gejalanya? Moms, kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, yuk!

Apa Itu Herpes Labialis?

herpes labialis
Foto: herpes labialis (nhs.uk)

Herpes labialis atau herpes oral, adalah infeks ivirus herpes pada area mulut. Kondisi ini menyebabkan lepuh kecil yang menyakitkan di area bibir, gusi, ataupun tenggorokan.

Lepuhan ini disebabkan oleh virus herpes simpleks-1 (HSV-1), yakni salah satu virus umum yang sangat menular.

Ada tiga tahap infeksi yang terjadi pada herpes oral, yang meliputi infeksi primer, periode laten, dan kekambuhan.

Berikut penjelasannya dilansir dari jurnal ilmiah berjudul Treatment and Prevention of Herpes Labialis yang ditulis oleh Wim Opstelten, dkk.

Selama tahap awal infeksi, virus memasuki kulit atau membran mukosa, lalu berkembang biak.

Pada tahap ini, lepuh dan gejala lain seperti demam dapat berkembang. Namun terkadang, virus bisa tidak menimbulkan gejala apa pun.

Setelah infeksi primer, virus tertidur di dalam jaringan saraf tulang belakang (periode laten). Di situ, virus tetap bereproduksi meski tidak aktif.

Di kemudian hari, virus dapat aktif kembali, terutama apabila terjadi tekanan emosional atau fisik, dan menyebabkan perkembangan luka dan gejala lebih lanjut.

Mengutip studi berjudul “Management of Herpes Labials Triggred by Stess” yang dimuat dalam jurnal IJKG Interdental, infeksi HSV-1 memang bersifat laten dan dapat direaktivasi kembali oleh kondisi stres.

Penyebabnya, stres akan mengurangi populasi dari sel imun, seperti IL-6, TNFα, limfosit B, sel NK, dan monosit. Hal tersebut yang menyebabkan reaktivasi HSV-1.

Wim Opstelten, dkk menyebut kalau jumlah kekambuhan herpes labialis cenderung menurun setelah usia 35 tahun.

Baca juga: Penyakit Kusta: Gejala, Jenis, hingga Pengobatannya

Penyebab Herpes Labialis

Penyebab herpes labialis
Foto: Penyebab herpes labialis (canva.com)

Penyakit Herpes labialis disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1), meski terkadang virus herpes simpleks tipe 2 (HSV-2) bisa juga jadi penyebabnya.

Infeksi HSV-2 biasanya ditularkan melalui seks oral dengan seseorang yang memiliki infeksi herpes genital. Pada herpes genital, lepuh yang menyakitkan berkembang di dalam dan di sekitar selangkangan.

Virus herpes menyebar dengan mudah saat berkontak dekat dengan individu yang terinfeksi.

Moms juga bisa menderita penyakit ini jika menyentuh benda-benda yang terkontaminasi virus, seperti handuk, pisau cukur, dan sendok.

Saat berhasil masuk dan menginfeksi, virus tertidur di dalam sel saraf. Kondisi tertentu dapat membuat gejala herpes labialis muncul, seperti:

  • Kelelahan
  • Haid
  • Sistem kekebalan tubuh lemah
  • Perubahan hormonal
  • Paparan sinar matahari yang kuat
  • Paparan suhu ekstrim
  • Demam
  • Operasi gigi
  • Infeksi saluran pernapasan atas

Tanda dan Gejala Herpes Labialis

Gejala herpes labialis
Foto: Gejala herpes labialis (canva.com)

Keluhan biasanya tidak muncul segera setelah infeksi virus herpes simpleks terjadi.

Gejala herpes labialis biasanya muncul dalam 1 - 3 minggu setelah kontak awal dengan virus.

Melansir Mayo Clinic, penderita biasanya mengalami gejala, seperti:

  • Kesemutan dan gatal. Banyak orang merasa gatal, terbakar, atau kesemutan di sekitar bibir selama sekitar satu hari sebelum muncul bintik kecil, keras, nyeri, dan lepuh meletus.
  • Lepuh. Lepuh kecil berisi cairan biasanya muncul di sepanjang batas bibir. Terkadang lepuh muncul di sekitar hidung atau pipi atau di dalam mulut.
  • Lepuh pecah dan mengeras. Lepuh kecil bisa menyatu dan kemudian pecah, meninggalkan luka terbuka dangkal yang berair dan mengeras.

Setelah itu, tanda herpes labialis lainnya dapat mengikuti:

Baca juga: Mengenal Batuk Rejan, Penyakit yang Bisa Membahayakan Bayi dan Anak

Cara Mengobati Herpes Labialis

Konsultasi dokter
Foto: Konsultasi dokter (canva.com)

Lepuhan herpes labialis biasanya sembuh sendiri dalam waktu sekitar sepuluh hari sejak timbulnya.

Namun, untuk mempercepat penyembuhan, Moms disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.

Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikannya.

Jika dari hasil pemeriksaan Moms terbukti menderita penyakit herpes mulut dan bibir, dokter akan memberikan obat antivirus, seperti:

Pemberian obat jenis ini berguna untuk meringankan gejala dan membantu menekan risiko penyebaran dari penderita kepada orang lain.

Agen antivirus ini lebih efektif jika diminum segera setelah gejala pertama kali muncul (misalnya ketika kesemutan dirasakan di sekitar mulut) dan sebelum lepuh pertama kali muncul.

Selain melalui obat herpes labialis dari dokter, beberapa perawatan mandiri juga bisa dilakukan untuk meringankan gejala, seperti:

  • Mencuci lecet dengan sabun antiseptik dan air untuk membantu mencegah penyebaran virus ke area lain dari tubuh
  • Mengaplikasikan es ke lepuh untuk membantu menghilangkan rasa sakit
  • Menghindari minuman panas dan makanan pedas atau asin
  • Berkumur dengan air dingin
  • Bilas dengan air garam
  • Minum obat pereda nyeri

Baca juga: Mengenal Epidemiologi, Bidang Ilmu Medis yang Punya Peranan Penting

Cara Mencegah Herpes Labialis

Cara mencegah herpes labialis
Foto: Cara mencegah herpes labialis (canva.com)

Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? Nah, Moms, ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mencegah terinfeksi herpes labial, seperti:

  • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, terutama setelah dari toilet atau sebelum makan.
  • Jangan menggunakan alat-alat kebersihan pribadi bersama dengan orang lain, seperti handuk dan peralatan makan.
  • Konsumsi makanan bernutrisi, usahakan tidur, serta olahraga yang cukup.Hindari terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama.
  • Karena kekambuhan herpes bisa dipicu oleh stres, hindari stres fisik dan mental. Sebaiknya, Moms kenali dan pelajari cara mengatasi sekaligus mencegah stres.

Jadi, Moms sudah mengenali apa itu herpes labialis, penyebab, gejala, dan cara mengobatinya.

Jangan segan menghubungi dokter jika penyakit ini kambuh lebih dari 4 - 6 kali per tahun, termasuk saat gejala semakin parah, terdapat demam, serta kencing nanah.

  • https://www.news-medical.net/health/What-is-Herpes-Labialis.aspx
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2602638/
  • https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/interdental/article/download/2966/2442/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cold-sore/symptoms-causes/syc-20371017

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.