Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
10 Februari 2022

Infeksi Virus, Cari Tahu Jenis hingga Cara Mengatasinya

Gejala infeksi virus beragam, tergantung jenis infeksinya
Infeksi Virus, Cari Tahu Jenis hingga Cara Mengatasinya

Infeksi virus adalah kondisi atau penyakit yang disebabkan oleh serangan virus yang memasuki tubuh.

Virus adalah agen infeksi yang sangat kecil. Mereka terdiri dari sepotong materi genetik, seperti DNA atau RNA, yang terbungkus dalam lapisan protein.

Virus menyerang sel dalam tubuh dan menggunakan komponen sel tersebut untuk membantu mereka berkembang biak.

Proses ini sering merusak atau menghancurkan sel yang terinfeksi. Yuk, simak lebih lanjut tentang infeksi virus!

Baca juga: Fakta Mengenai Adenovirus dan Penularan yang Perlu Diwaspadai

Apa Itu Infeksi Virus?

virus-meningitis.jpg

Foto: virus-meningitis.jpg (sciencesource.com)

Foto: Orami Photo Stock

Virus adalah entitas mikroskopis yang memiliki inti materi genetik, baik DNA maupun RNA. Inti ditutupi dengan kapsid, lapisan pelindung yang terbuat dari protein.

Menurut studi pada 2010 di jurnal Nature Education, ada beberapa perselisihan tentang apakah virus memenuhi kriteria untuk organisme hidup.

Mereka dapat tumbuh dan berkembang biak, tetapi mereka tidak menghasilkan adenosin trifosfat.

Adenosin trifosfat adalah senyawa yang mendorong banyak proses dalam sel hidup.

Mereka juga tidak mengandung ribosom, sehingga mereka tidak dapat memproduksi protein.

Ini membuat mereka tidak dapat bereproduksi secara mandiri dan sepenuhnya bergantung pada inangnya.

Setelah memasuki sel inang, virus membajak sel dengan melepaskan materi genetik dan proteinnya sendiri ke dalam inang. Selanjutnya, virus terus bereproduksi.

Proses virus masuk ke tubuh, menyerang, dan bereproduksi inilah yang disebut infeksi virus.

Sebagai penyakit, infeksi virus tidak selalu menular dari orang ke orang. Namun, kebanyakan infeksi virus menular, misalnya:

Beberapa infeksi virus dapat menular melalui cara lain. Misalnya melalui gigitan serangga yang terinfeksi.

Baca juga: Tetap Waspada, Ini Dia Gejala Virus Corona yang Perlu Diketahui

Jenis-Jenis Infeksi Virus

Mengatasi Flu dan Batuk (www.hartsteinpsychological.com).jpg

Foto: Mengatasi Flu dan Batuk (www.hartsteinpsychological.com).jpg (www.hartsteinpsychological.com)

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit akibat infeksi virus ada banyak sekali jenisnya. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Infeksi Virus Pernapasan

Infeksi virus pernapasan biasanya menular dan dapat memengaruhi bagian atas atau bawah saluran pernapasan. Gejala umum infeksi virus pernapasan adalah:

  • Hidung meler atau tersumbat
  • Batuk
  • Bersin
  • Demam
  • Pegal-pegal

Contoh penyakitnya adalah:

  • Flu
  • Infeksi virus pernapasan syncytial
  • Infeksi adenovirus
  • Infeksi virus parainfluenza
  • Severe acute respiratory syndrome (SARS)

Virus penyebab infeksi pada sistem pernapasan biasanya disebarkan oleh tetesan yang dihasilkan melalui batuk atau bersin (droplets).

Jika seseorang dengan infeksi virus batuk atau bersin di dekat orang lain dan ia menghirupnya, ia dapat tertular.

Virus ini juga dapat menyebar melalui benda-benda yang terkontaminasi, seperti:

  • Gagang pintu
  • Permukaan meja
  • Barang-barang pribadi

Jika Moms menyentuh salah satu benda ini dan kemudian menyentuh hidung atau mata, Moms bisa terkena penyakit.

2. Infeksi Virus Gastrointestinal

Infeksi virus gastrointestinal memengaruhi saluran pencernaan.

Virus yang menyebabkannya menular dan biasanya menyebabkan kondisi yang disebut gastroenteritis, juga disebut flu perut.

Gejala umum infeksi virus gastrointestinal meliputi:

  • Kram perut
  • Diare
  • Muntah

Contoh penyakitnya adalah:

Virus penyebab infeksi pada gastrointestinal biasanya menular melalui tinja yang mengontaminasi air atau makanan.

Moms juga bisa mendapatkan virus dari berbagi peralatan atau benda pribadi dengan seseorang yang terinfeksi.

Baca juga: Kenali 4 Fungsi Eosinofil, Bagian Sel Darah Putih untuk Mengatasi Infeksi Parasit

3. Infeksi Virus Eksantematosa

Infeksi virus eksantematosa biasanya ditandai dengan gejala ruam kulit. Banyak dari infeksi menyebabkan gejala tambahan juga.

Contoh infeksi virus eksantematosa meliputi:

  • Campak
  • Rubella
  • Cacar air/herpes zoster
  • Roseola
  • Cacar
  • Chikungunya

Banyak virus penyebab penyakit ini menyebar melalui tetesan pernapasan dari batuk atau bersin seseorang yang terinfeksi virus.

Infeksi virus eksantema lainnya, seperti cacar air dan cacar, dapat ditularkan melalui kontak dengan cairan pada lesi atau ruam kulit yang terbuka.

Herpes zoster biasanya hanya terjadi pada orang yang pernah menderita cacar air di beberapa titik. Ini adalah reaktivasi virus varicella-zoster yang telah tertidur di sel tubuh.

Sementara itu, virus penyebab chikungunya menyebar melalui gigitan nyamuk dan tidak dapat ditularkan dari orang ke orang.

4. Infeksi Virus Hati

Infeksi virus ini menyebabkan peradangan pada organ hati hati, yang dikenal sebagai hepatitis.

Perlu dicatat bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus lain, seperti cytomegalovirus dan virus demam kuning, juga dapat memengaruhi hati.

Contoh infeksi virus hati meliputi:

  • Hepatitis A
  • Hepatitis B
  • Hepatitis C
  • Hepatitis D
  • Hepatitis E

Hepatitis B dan C dapat ditularkan dari orang ke orang melalui cairan tubuh.

Berbagi barang yang bersentuhan dengan darah, seperti jarum atau pisau cukur, juga dapat menyebarkan virus. Hepatitis B dapat menyebar melalui hubungan seksual.

Seseorang bisa terinfeksi hepatitis A dan E dengan mengonsumsi makanan atau air yang telah terkontaminasi kotoran dari seseorang yang terinfeksi virus.

Sementara itu, hepatitis D biasanya hanya dapat terjadi jika sudah pernah atau sedang terinfeksi virus hepatitis B.

5. Infeksi Virus Kulit

Infeksi virus kulit dapat menyebabkan lesi atau ruam terbentuk pada kulit. Dalam banyak kasus, lesi ini dapat bertahan lama atau muncul kembali setelah menghilang beberapa saat.

Contoh infeksi virus pada kulit adalah:

  • Kutil, termasuk kutil kelamin
  • Herpes mulut
  • Herpes genital
  • Moluskum kontagiosum

Virus-virus penyebab penyakit tersebut dapat menular.

Biasanya penularan terjadi melalui kontak fisik yang dekat dengan seseorang yang memiliki virus atau menyentuh benda yang terkontaminasi.

Baca juga: 7+ Medical Kit yang Wajib Punya, Bisa untuk Travelling!

6. Infeksi Virus Hemoragik

Infeksi virus hemoragik adalah kondisi parah yang melibatkan kerusakan pada sistem peredaran darah. Gejala umumnya adalah:

  • Demam tinggi
  • Pegal-pegal
  • Lemah dan lesu
  • Perdarahan dari mulut atau telinga

Contoh penyakitnya adalah:

  • Ebola
  • Demam Lassa
  • Demam berdarah
  • Demam kuning
  • Demam berdarah Marburg
  • Demam berdarah Krimea-Kongo

Beberapa infeksi virus hemoragik, seperti demam berdarah dan demam kuning, menyebar melalui gigitan serangga yang terinfeksi.

Lainnya, seperti Ebola, menyebar ke orang lain melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya dari seseorang yang terinfeksi virus.

Sementara demam Lassa menyebar melalui menghirup atau mengonsumsi kotoran kering atau urine hewan pengerat pembawa virus.

7. Infeksi Virus Neurologis

Beberapa virus dapat menginfeksi otak dan jaringan sekitarnya. Inilah yang dimaksud infeksi virus neurologis. Ini dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk:

  • Demam
  • Kebingungan
  • Kantuk
  • Kejang
  • Masalah koordinasi

Contoh infeksi virus neurologis adalah:

  • Polio
  • Meningitis virus
  • Ensefalitis virus
  • Rabies

Kebanyakan virus menyebar melalui gigitan hewan atau serangga yang terinfeksi, seperti nyamuk atau kutu.

Virus lain, seperti virus polio dan enterovirus lainnya, dapat menyebar melalui kontak dekat dengan seseorang yang mengidap virus tersebut dan benda yang terkontaminasi.

Bagaimana Mengatasi Infeksi Virus?

fluoxetine

Foto: fluoxetine (newscientist.com)

Foto: Orami Photo Stock

Jika infeksi bakteri dapat diatasi dengan antibiotik, bagaimana dengan infeksi virus? Tentunya antibiotik tidak bisa dijadikan sebagai pengobatan.

Pada kebanyakan kasus infeksi virus yang ringan, biasanya penyakit dapat sembuh dengan sendirinya. Ini karena kekebalan tubuh bekerja dan berhasil melawan infeksi.

Pada beberapa kondisi, menurut studi pada 2016 di jurnal Viral Pathogenesis, obat antivirus bisa diresepkan dokter untuk mengatasi infeksi.

Namun terkadang, satu-satunya pilihan adalah memberi obat yang berfokus untuk menghilangkan gejala.

Dalam beberapa dekade terakhir, para ilmuwan telah mengembangkan obat antivirus, sebagian besar sebagai tanggapan terhadap AIDS.

Obat-obatan ini tidak menghancurkan virus, tetapi memperlambat atau mencegah perkembangannya.

Baca juga: Sering Alami Kesemutan? Waspada Gejala Penyakit Neuropati

Dengan pengobatan antivirus untuk HIV, misalnya, tingkat virus dalam tubuh bisa menjadi sangat rendah sehingga tes tidak dapat mendeteksinya.

Pada titik ini, infeksi virus menjadi tidak dapat ditularkan ke orang lain. Antivirus juga tersedia untuk mengobati:

  • Infeksi HSV
  • Hepatitis B dan C
  • Influenza
  • Herpes zoster
  • Cacar air

Itulah pembahasan mengenai infeksi virus, mulai dari definisi, jenis, hingga cara mengobatinya. Semoga bermanfaat!

  • https://www.nature.com/scitable/topicpage/the-origins-of-viruses-14398218/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/labs/pmc/articles/PMC7149377/
  • https://www.healthline.com/health/viral-diseases
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/158179
  • https://www.narayanahealth.org/blog/viral-infections-types-treatment-and-prevention/