Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
02 Maret 2023

Herpes Genital: Penyebab, Komplikasi, dan Cara Mengatasinya

Penyakit ini tak hanya menyebar lewat hubungan seksual, lho!
Herpes Genital: Penyebab, Komplikasi, dan Cara Mengatasinya

Apakah Moms pernah mendengar tentang penyakit herpes genital?

Penyakit yang masuk dalam kategori Infeksi Menular Seksual (IMS) ini memang ditakuti banyak orang.

Termasuk kategori gangguan kulit, penyakit ini bisa diobati dengan berbagai perawatan medis.

Semakin cepat dideteksi dan diobati, maka tingkat penyembuhannya pun akan semakin tinggi.

Yuk, cari tahu serba-serbi penyakit yang dikenal juga sebagai herpes simplex ini!

Baca Juga: Bayi Lahir dengan Kelamin Ganda (Interseks), Haruskah Operasi?

Jenis Virus Herpes

Herpes Genital

Foto: Herpes Genital (Freepik.com/drobotdean)

Herpes adalah sekelompok virus menular yang menyebabkan lecet dan luka.

Beberapa jenis virus herpes yang lebih umum dikenali adalah:

1. Tipe HSV 1

Dikenal dengan HSV-1 atau herpes oral, virus ini menyebabkan sariawan yang terbentuk di bibir, gusi, lidah, dan bagian dalam mulut.

Virus ini dapat menyebabkan herpes genital dalam beberapa kasus.

Jenis ini biasanya menyebar melalui air liur ketika mencium seseorang dengan luka herpes terbuka.

Seseorang juga bisa tertular HSV-1 apabila berbagi barang seperti sikat gigi, lipstik, atau peralatan makan.

2. Tipe HSV 2

Tak hanya itu, ada jenis virus herpes lainnya yang bisa menyerang orang dengan imunitas rendah.

HSV 2 ini termasuk dalam herpes zoster yang juga menyebabkan penyakit seperti cacar air.

Selain orang dewasa, anak-anak pun bisa terjangkit oleh virus ini.

Penyebaran virus ini melalui kontak fisik dan penggunaan barang pribadi secara bersamaan.

Baca Juga: Penyebab Anak Tantrum Pulang Sekolah dan Cara Mengatasinya

Gejala Herpes Genital

Infeksi Saluran Kemih

Foto: Infeksi Saluran Kemih (Affiliatedurologist.com)

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, sekitar 1 dari 6 orang dengan usia 14-49 tahun pernah mengalami herpes genital.

Kondisi yang terjadi akibat infeksi virus ini lebih umum menyerang wanita dibandingkan pria.

Hal tersebut lantaran beberapa virus memang lebih mudah menginfeksi vagina daripada penis.

Herpes biasanya ditandai dengan munculnya bintil-bintil berisi cairan dan terasa sakit di daerah genital.

Bintil tersebut bisa pecah dan berubah menjadi luka terbuka, seperti sariawan.

Gejala herpes genital atau herpes kelamin lainnya dapat berupa:

  • Nyeri atau terasa gatal pada daerah kelamin
  • Muncul bintil berkelompok berisi cairan
  • Luka setelah lentingan pecah
  • Muncul koreng setelah luka sembuh

"Penyakit herpes genital terkadang menyebabkan rasa nyeri saat buang air kecil. Ini menjadi gejala yang kerap dirasakan penderita," terang dr. Alexander Chandra, Sp. KK, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, RS Pondok Indah – Puri Indah.

Pada beberapa kasus, herpes genital juga bisa menyebabkan munculnya gejala menyerupai flu, seperti demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Baca Juga: Waspada Kutil di Leher, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Penyebab Herpes Genital

Ilustrasi Gejala Herpes Genital

Foto: Ilustrasi Gejala Herpes Genital (Freepik.com/wayhomestudio)

Herpes genital atau herpes kelamin adalah salah satu penyakit menular seksual yang diakibatkan oleh infeksi infeksi virus herpes tipe 2 (HSV-2).

Menurut penjelasan dr. Chandra, penyebaran virus tersebut ada di daerah kelamin, baik pada pria maupun wanita.

Faktor penyebab terjadinya herpes genital, yakni karena beberapa hal di bawah ini:

1. Hubungan Seksual Berisiko

Pada umumnya, herpes kelamin ditularkan melalui hubungan seksual yang berisiko, baik melalui vagina, anal, ataupun seks oral.

Risiko penularan bisa semakin tinggi apabila melakukan hubungan seksual tanpa kondom.

Selain itu, risiko herpes genital juga bisa meningkat apabila Moms atau Dads sering berganti-ganti pasangan seksual.

Penting untuk diketahui bahwa virus jenis HSV-1 dan HSV-2 dapat menyebar meskipun tidak ada luka yang terbuka pada kulit.

2. Kontak Fisik dengan Penderita

Penularan dari herpes kelamin ini dapat terjadi karena kontak fisik.

Menurut U.S. Department of Veterans Affairs, selain melalui hubungan seksual, penularan virus herpes biasanya terjadi melalui kontak kulit ke kulit.

Herpes simpleks tipe 1 bisa ditularkan melalui air liur mulut atau luka pada kulit.

Selain itu, kontak fisik ciuman atau berbagi barang pribadi seperti sikat gigi atau peralatan makan pun bisa menularkannya.

3. Luka Terbuka

Luka terbuka menjadi sasaran empuk virus untuk masuk dan menginfeksi peredaran darah.

Virus herpes juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui mulut, bahkan labia pada wanita.

Dalam banyak kasus, virus herpes biasanya terjadi dalam waktu 2 minggu setelah tertular dari orang yang terinfeksi.

Baca Juga: Kenali Fungsi Hippocampus, Bagian Otak yang Penting untuk Pembentukan Memori

Kelompok Risiko Tinggi Tertular Herpes

HIV pada Anak

Foto: HIV pada Anak (Orami Photo Stocks)

Siapa pun dapat tertular HSV atau herpes genital tanpa memandang usia.

Jika Moms terpapar HSV, kemungkinan besar akan tertular virus.

Ini adalah penyakit yang sangat umum dan kebanyakan kasus muncul tanpa gejala.

Bahkan, banyak orang hidup dengan virus ini dan tidak pernah mengalami gejala serius yang dapat dikenali.

Moms mungkin memiliki peluang lebih tinggi untuk tertular virus jika termasuk dalam beberapa faktor di bawah ini:

  • Memiliki pasangan seksual yang positif HSV
  • Perempuan hamil yang terkena HSV
  • Imunodefisiensi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa antibodi HSV-1 mungkin memberi perlindungan orang dengan herpes dari tertular HSV-2.

Namun, banyak orang yang hidup dengan satu jenis virus dalam waktu yang lama.

Namun, Moms tidak akan tertular jenis virus yang sama lagi, karena virus tidak aktif di tubuh setelah tertular.

Moms mungkin memiliki peluang yang sedikit lebih tinggi untuk tertular herpes genital, jika berhubungan seks tanpa menggunakan kondom atau kontrasepsi lainnya.

Perlu diingat, bahwa kondom dan kontrasepsi lainnya tidak selalu menutupi infeksi, karena luka dapat muncul di bokong atau paha bagian dalam.

Baca Juga: Waspada Flu Singapura, Infeksi Virus yang Patut Diperhatikan

Komplikasi Herpes Genital

Gejala Infeksi Virus Nipah

Foto: Gejala Infeksi Virus Nipah (Freepik.com)

Penyakit yang disebabkan oleh virus ini agak sulit untuk sembuh dengan sendirinya, sehingga memerlukan pengobatan lanjutan.

Apabila penyakit ini tidak segera disembuhkan, dapat berpotensi menyebabkan komplikasi.

Adapun komplikasi yang dapat terjadi akibat herpes kelamin antara lain:

1. Infeksi Serius

Pada orang dengan gangguan kekebalan tubuh, termasuk orang dengan infeksi HIV lanjut, herpes dapat memiliki gejala yang lebih parah.

Komplikasi langka dari HSV-2 termasuk meningoensefalitis (infeksi otak) dan infeksi diseminata.

Jarang terjadi, infeksi HSV-1 dapat menyebabkan komplikasi yang lebih parah seperti ensefalitis (infeksi otak) atau keratitis (infeksi mata).

2. Herpes Kehamilan

Herpes neonatal dapat terjadi ketika bayi terpapar HSV ketika persalinan.

Herpes neonatal jarang terjadi, diperkirakan terjadi pada 10 dari setiap 100.000 kelahiran secara global.

Namun, ini adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan kecacatan atau kematian neurologis yang bertahan lama.

Risiko herpes neonatal paling besar ketika seorang ibu tertular HSV untuk pertama kalinya pada akhir kehamilan.

Baca Juga: Cek Pencegahan Penularan HIV pada Ibu Hamil ke Bayi yang Dikandung Berikut Ini!

Cara Mengatasi dan Mencegah Herpes Genital

Salep untuk Gatal

Foto: Salep untuk Gatal (Orami Photo Stocks)

Lantas, seperti apa cara mencegah herpes genital pengobatan yang bisa dilakukan? Berikut penjelasannya!

1. Hindari Seks Bebas

Salah satu cara agar tidak tertular virus herpes genital adalah dengan tidak melakukan seks bebas.

Kita tak pernah tahu riwayat seseorang apakah mereka memiliki virus herpes sebelumnya atau tidak.

Berganti-ganti pasangan saat melakukan hubungan intim pun dapat berpotensi terkena penyakit menular seksual.

2. Memakai Kondom saat Berhubungan Seksual

Kondom

Foto: Kondom (freepik.com)

"Memakai alat kontrasepsi seperti kondom adalah cara tepat untuk menghindari infeksi menular seksual," jelas dr. Chandra.

Hal ini pun perlu dilakukan apabila memiliki jerawat atau kutil di sekitar kelamin.

Hanya saja, kondom juga tidak selamanya efektif karena hanya melindungi bagian genital saja.

Virus herpes masih bisa menyebar ke bagian tubuh lain yang tidak tertutupi kondom.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Gairah Seksual Wanita Menurun

3. Hindari Pakaian Ketat

Pakaian Ketat

Foto: Pakaian Ketat (Istockphoto.com)

Untuk meredakan gejala dari herpes genital, sebaiknya hindari memakai pakaian dalam ketat.

Ini dapat memperparah jaringan luka yang timbul di sekitar alat kelamin. Jika luka sering bergesekan, dapat meningkatkan risiko infeksi.

4. Mandi Air Hangat

Rasa gatal yang cukup parah akibat herpes kadang membuat seseorang sulit untuk beraktivitas. Bahkan merasa tidak nyaman untuk istirahat sekalipun.

Untuk mengatasi ini, cobalah mandi atau berendam air hangat. Rasa hangat yang diantarkan air ke kulit bisa meredakan gatal-gatal.

Jangan pula menggaruk kulit yang gatal ya, Moms. Menggaruk kulit yang gatal akan membuat infeksi kulit semakin parah.

5. Konsultasi Dokter

Ragu ingin mengobati penyakit ini? Cobalah konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, ya.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, wanita hamil yang terinfeksi virus herpes perlu mendiskusikan kondisi mereka dengan dokter kandungan.

Hal ini dikarenakan herpes dapat meningkatkan risiko keguguran dan dapat ditularkan dari ibu ke anaknya.

6. Oleskan Salep Gatal

Salep

Foto: Salep (Istockphoto)

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa salep yang mengandung 1-2% lidokain bisa meredakan gatal pada kulit.

Salep ini biasanya akan diresepkan oleh dokter untuk mengatasi gejala herpes genital.

Apabila salep tidak mempan mengurangi rasa gatal, diperlukan minum obat tertentu.

7. Konsumsi Obat Antivirus

Apabila terinfeksi virus herpes, dokter akan melakukan serangkaian pengobatan.

Penanganan yang dilakukan adalah dengan mengonsumsi antivirus, pereda nyeri, dan perlu ditambahkan salep untuk meredakan gatal pada kulit.

Perlu diingat herpes genital dapat kambuh kembali jika tubuh dalam keadaan tidak fit.

Baca Juga: Manfaat dan Efek Samping Obat Diuretik untuk Penderita Hipertensi

Demikian informasi penting mengenai herpes, yang merupakan salah satu penyakit menular seksual.

Perlu diingat, tak semua orang dengan herpes genital akan mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan.

Karena, terdapat beberapa kasus di mana penderita herpes genital tidak merasakan gejala apa pun meski telah terinfeksi.

Terlepas dari itu, apabila Moms atau Dads curiga mengalami herpes genital, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter, ya.

Pastikan pula untuk selalu menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, terutama di bagian kelamin (genital)!

  • https://www.cdc.gov/std/herpes/stdfact-herpes.htm
  • https://www.va.gov/WHOLEHEALTHLIBRARY/tools/herpes-simplex-virus-hsv-1-2-infection.asp
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4248-genital-herpes-hsv-2#:~:text=The%20herpes%20simplex%20virus%20(HSV,someone%20who%20has%20open%20sores.
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/herpes-simplex-virus
  • https://www.healthline.com/health/herpes-simplex#risk-factors

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.