Scroll untuk melanjutkan membaca

PERNIKAHAN & SEKS
25 September 2022

9 Cara Memakai Kondom dengan Benar dan Tips Menggunakannya, Bisa Tambah Pelumas!

Hindari menyimpan kondom di tempat yang terkena panas langsung
9 Cara Memakai Kondom dengan Benar dan Tips Menggunakannya, Bisa Tambah Pelumas!

Kondom adalah alat kontrasepsi yang terbuat dari karet lateks atau karet sintetis yang disebut polusoprene atau plastik yang sangat tipis bernama poliuretan. Tak boleh sembarangan, ada sederet cara memakai kondom yang perlu Moms dan Dads ketahui.

Melansir National Health Service, menggunakan kondom saat berhubungan seks adalah cara tebaik untuk melindungi diri dari infeksi menular seksual atau kehamilan.

Sedangkan dikutip dari Indian Journal of Sexually Transmitted Diseases and AIDS, dijelaskan bahwa kondom merupakan salah satu alat yang penting dan dapat berfungsi untuk mencegah infeksi menular seksual dan HIV/AIDS.

Baca Juga: Kondom, Alat Kontrasepsi Populer untuk Cegah Penyakit HIV/AIDS

Jenis-jenis Kondom

Kondom

Foto: Kondom (Freepik.com/nakaridore)

Terdapat dua jenis kondom yang dijual di berbagai negara, yaitu kondom wanita dan kondom pria.

Sebelum mengetahui cara memakai kondom, yuk Moms kenali terlebih dahulu jenis-jenisnya berikut ini.

1. Kondom Pria

Saat berhubungan seks, kondom pria digunakan di area penis untuk mencegah air mani atau sperma masuk ke dalam vagina wanita saat ejakulasi.

Sehingga, tidak terjadi pembuahan di dalam rahim wanita. Kondom sebaiknya digunakan ketika penis sudah mulai ereksi atau mengeras, dan belum bersentuhan dengan tubuh pasangan.

Pastikan kondom tetap terpasang saat berhubungan seks. Jika terlepas, sebaiknya hentikan dan kenakan yang baru.

Setelah terjadi proses ejakulasi dan saat penis masih keras, pegang kondom kemudian tarik penis dari tubuh pasangan. Kondom hanya boleh dilepas saat penis sudah benar-benar terlepas dari vagina wanita.

Bungkus kondom bekas dengan tisu dan taruh di tempat sampah.

Jangan pernah buang kondom ke dalam toilet karena dapat menyebabkan penyumbatan di toilet dan kerusakan lingkungan.

Baca Juga: KB Spiral: Jenis, Efek Samping, Keunggulan, dan Prosedur Pemasangan hingga Biayanya

2. Kondom Wanita

Kondom wanita banyak terdapat di negara eropa, seperti Inggris. Berbeda dengan kondom untuk pria, jenis alat kontrasepsi ini dapat dimasukan kapan saja sebelum berhubungan seks.

Namun, perlu diingat kondom wanita harus selalu dimasukkan sebelum penis menyentuh area genital.

Moms harus segera melepas kondom segera setelah selesai berhubungan intim. Caranya, putar sedikut dan tarik ujung kondom untuk melepaskannya.

Namun, berhati-hatilah agar sperma tidak tumpah di dalam vagina. Jika hal ini terjadi Moms sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter.

Jangan lupa, kondom harus dibungkus dengan tisu sebelum dibuang ke tempat sampah.

Cara Memakai Kondom yang Benar

Ilustrasi Cara Memakai Kondom

Foto: Ilustrasi Cara Memakai Kondom (Freepik.com/freepik)

Memakai kondom dengan benar dapat sangat efektif dalam mencegah terjadinya kehamilan, atau bahkan terhindar dari penyakit menular seksual.

Hal tersebut didukung dalam penelitian di Indian Journal of Community Medicine, yang menyebutkan bahwa penggunaan kondom secara konsisten dan benar adalah faktor terpenting dalam mencegah kehamilan.

Namun, hal ini sering diabaikan oleh Moms dan pasangan. Sehingga, kehamilan bisa terjadi walaupun sudah menggunakan alat pengaman atau kondom.

Untuk itu, simak beberapa cara memakai kondom yang benar, dilansir dariVery Well Health berikut ini, agar dapat terhindar dari penyakit dan kehamilan pun dapat dicegah.

1. Periksa Tanggal Kedaluarsa Kondom

Langkah pertama dalam cara memakai kondom dengan benar adalah memastikannya masih bisa digunakan.

Selalu periksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan kondom sebelum menggunakannya.

Ketika kondom sudah memasuki masa kedaluwarsa atau disimpan dengan cara yang tidak benar, maka bahannya akan mudah rusak.

Hal ini membuat kondom menjadi kurang efektif ketika digunakan, sehingga dapat menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan atau infeksi menular seksual (IMS).

Pastikan kemasannya juga tidak rusak. Jika Moms melihat terdapat robekan, lubang, atau tanda-tanda kerusakan lainnya, buanglah, terlepas dari tanggal kedaluwarsanya.

2. Buka Kemasan Kondom Secara Hati-hati

Kemasan tempat kondom pada dasarnya cukup mudah dibuka, namun sangat penting untuk berhati-hati ketika membukanya.

Saat akan membukanya, pertama-tama cucilah tangan dengan bersih. Ini sangat penting dilakukan, apalagi jika Moms memiliki cairan dari dalam tubuh di tangan setelah melakukan foreplay yang dapat mencemari kondom.

Setelah besih dan kering, sobek kemasan dengan hati-hati di sepanjang sudut atau tepinya.

Jangan menggunakan kuku, gunting, atau benda tajam lainnya, karena hal tersebut dapat merobek atau merobek kondom beserta pembungkusnya.

3. Temukan Sisi Kondom yang Benar

Saat sebelum menggunakan kondom, pegang kondom dan pastikan sisi yang akan ditempatkan pada penis adalah sisi yang benar.

Ini dapat dilakukan dengan membuka gulungan kondom sedikit untuk memeriksanya, jika perlu.

Tidak perlu memasukkan jari ke dalam kondom untuk melakukan ini.

Moms akan tahu sisi yang benar jika kondom dapat dengan mudah digulung ke bawah penis.

Jika secara tidak sengaja menggunakan kondom dengan sisi yang salah, buanglah dan mulai lagi dengan yang baru, sebab bagian luarnya kemungkinan sudah terkena cairan alat kelamin.

4. Jepit Ujung Kondom dan Letakkan di Kepala Penis

Jepit ujung kondom dengan jari dan letakkan di penis.

Melakukan hal ini dapat memastikan bahwa terdapat ruang untuk cairan yang dikeluarkan selama ejakulasi (klimaks). Tanpa itu, kondom bisa pecah.

Ini juga dapat membantu menjaga udara agar tidak terperangkap di dalam kondom. Kebanyakan kondom memiliki ujung reservoir untuk tujuan ini.

Ujung reservoir adalah yang berbentuk wadah dan seperti berputing sebagai tempat kantung sperma.

5. Gulung Kondom Menutupi Penis

Setelah kondom terpasang, buka gulungannya sehingga dapat menutupi seluruh batang penis.

Melakukan hal ini akan membantu mengurangi risiko penularan IMS yang ditularkan dari kontak kulit ke kulit, seperti sifilis.

Hal tersebut juga dapat membuat kondom lebih kecil kemungkinannya untuk terlepas ketika digunakan untuk berhubungan intim.

Jika kondom tidak sepenuhnya menutupi batang penis, atau jika terasa kencang, berarti kondom terlalu kecil.

Menggunakan kondom yang terlalu kecil atau terlalu besar dapat meningkatkan risiko kegagalan dalam tujuannya.

Maka dari itu, pastikan telah memilih kondom yang sesuai dengan ukuran alat kelamin.

6. Hilangkan Udara dari Dalam Kondom

Jika ujung kondom terlihat seperti balon yang mengembang, berarti terdapat udara di dalamnya. Membiarkannya seperto bisa membuat kondom lebih berisiko pecah saat berhubungan intim.

Lepaskan udara tersebut dengan meletakkan tangan di sekitar penis dan dengan lembut menekan dengan lembut dan meratakan kondom dari ujung ke pangkal.

Terkadang, menempatkan sedikit pelumas di ujung kondom sebelum memakainya dapat membantu mencegah adanya udara di dalam kondom.

7. Pegang Tepi Kondom Saat Penis Akan Dikeluarkan dari Vagina

Setelah selesai ejakulasi, cara memakai kondom untuk melepasnya adalah dengan pegang tepi kondom dan segera cabut penis dari dalam vagina sebelum ereksinya hilang.

Hal ini dilakukan untuk mencegah kebocoran kondom di dalam vagina pasangan.

Lakukan ini hal ini sebelum penis menjadi lunak, agar kondom tidak terlalu longgar dan mengeluarkan air mani.

8. Hati-hati Saat Melepaskan Kondom

Hati-hati saat melepaskan kondom dari vagina agar air mani tidak tumpah. Bungkus kondom bekas dengan tisu dan buang ke tempat sampah dan jangan membuangnya ke toilet.

9. Buang Kondom Setelah Digunakan

Setelah selesai berhubungan intim, bungkus kondom dengan tisu atau kantong plastik, dan pastikan buang di tempat sampah.

Jangan pernah membuang kondom ke dalam toilet, karena hal tersebut dapat menyumbat saluran pipa.

Kondom harus diletakkan di tempat sampah, bukan toilet. (Mereka dapat menyumbat pipa).

Baca Juga: Keluarga Berencana (KB): Ketahui Tujuan, Manfaat, Metode KB yang Umumnya Digunakan

Tips Menggunakan Kondom

Alat Kontrasepsi Kondom

Foto: Alat Kontrasepsi Kondom (Freepik.com/newafrica)

Setelah mengatahui cara-cara memakai kondom, berikut beberapa tips yang bisa Moms dan Dads ikuti ketika memilih menggunakan alat kontrasepsi ini.

1. Hindari Merek yang Tidak Memberi Perlindungan Lengkap

Saat ini banyak produsen merancang kondom jenis baru yang lebih mengunggulkan stimulasi, bukan perlindungan.

Hindari merek yang tidak menyebutkan mengenai pencegahan kehamilan atau infeksi menular seksual.

Jika kondom tidak menutupi seluruh bagian penis maka tidak akan memberikan perlindungan lengkap.

2. Hindari Kondom Alami

Kondom alami memang efektif untuk mencegah kehamilan, tetapi sering kali tidak melindungi dari infeksi menular seksual.

Kondom jenis ini biasanya berbahan lateks, sehingga tidak disarankan bagi yang memiliki alergi pada bahan tersebut.

Sebaiknya, cobalah kondom dengan bahan poliuretan. Walaupun lebih mahal, tetapi jenis ini menawarkan ukuran yang lebih longgar dan dapat mencegah infeksi menular seksual, serta terjadinya kehamilan.

Baca Juga: 10 Jenis Kondom dan Variasi Uniknya, dari yang Glow in the Dark hingga Beragam Rasa!

3. Gunakan Kondom dengan Pelumas

Vagina akan secara alami mengeluarkan pelumas saat terangsang. Namun, terkadang pelumas ini tidak cukup.

Sehingga pasangan Moms tetap harus menggunakan kondom berpelumas atau pelumas berbahan dasar air atau silikon yang terpisah.

Pelumasan di bagian luar kondom dapat mengurangi gesekan saat berhubungan seks dan membantu mencegah kondom terlepas atau robek saat berhubungan seks.

4. Jangan Menggunakan Pelumas dengan Bahan Dasar Minyak

Bahan minyak, seperti baby oil, lotion, atau petroleum jelly, dapat menyebabkan kondom rusak, sehingga sangat tidak disarankan untuk digunakan dengan kondom.

Pelumas berbahan dasar air atau silikon dapat membuat seks terasa lebih baik, dan membantu mencegah kondom agar tidak rusak.

5. Hindari Kondom yang Tidak Disimpan dengan Baik

Kondom sangat sensitif terhadap panas atau gesekan, sehingga cara penyimpanannya perlu diperhatikan.

Simpan kondom di tempat sejuk dan kering yang jauh dari paparan sinar matahari atau suhu dingin secara langsung.

Penyimpanan kondom yang tidak baik dapat membuat kondom kurang efektif saat digunakan.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Kondom Rusak?

Pria Memegang Kondom

Foto: Pria Memegang Kondom (Freepik.com/wayhomestudio)

Jika kondom rusak saat berhubungan, segera hentikan dan lepaskan kondom yang rusak. Kemudian ganti dengan yang baru.

Jika terdapat risiko IMS, Moms sebaiknya menemui dokter sesegera mungkin.

Dokter akan melakukan pemeriksaan kesehatan seksual, jangan lupa mengikutsertakan pasangan untuk melakukan pemeriksaan juga.

Baca Juga: 7 Alat Kontrasepsi Wanita yang Efektif Menunda Kehamilan, Pilih yang Paling Nyaman, Moms!

Apabila, Moms khawatir tentang kehamilan, ada sejumlah pilihan kontrasepsi darurat yang tersedia dari dokter, klinik kesehatan seksual, atau yang dijual bebas di apotek.

Pil ini dapat membantu mencegah kehamilan jika digunakan lebih awal setelah kondom rusak saat berhubungan intim.

Semakin cepat seseorang menggunakan kontrasepsi darurat, maka semakin efektif juga dalam menunda kehamilan.

Itu dia Moms cara memakai kondom yang tepat agar dapat mencegah kehamilan maupun penyakit menular seksual. Ikuti step-stepnya dengan tepat ya.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4660551/
  • https://www.nhs.uk/conditions/contraception/how-do-i-use-condom/
  • https://kinseyinstitute.org/research/condom-use.php
  • https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/condom/how-effective-are-condoms
  • https://www.verywellhealth.com/how-to-use-a-condom-4020370