Scroll untuk melanjutkan membaca

PERNIKAHAN & SEKS
13 September 2022

Keluarga Berencana (KB): Ketahui Tujuan, Manfaat, Metode KB yang Umumnya Digunakan

Salah satu program pemerintah di Indonesia
Keluarga Berencana (KB): Ketahui Tujuan, Manfaat, Metode KB yang Umumnya Digunakan

Foto: Orami Photo Stocks

KB atau Keluarga Berencana merupakan program dari pemerintah dengan upaya membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran.

Dalam program ini, jumlah anak yang disarankan dalam sebuah keluarga yang dianggap ideal adalah dua.

Ini dilakukan dengan penggunaan alat kontrasepsi seperti kondom, spiral, IUD, dan sebagainya.

Tentunya, program dari pemerintah ini memiliki tujuan khusus.

Baca Juga: KB Spiral: Jenis, Efek Samping, Keunggulan, dan Prosedur Pemasangan hingga Biayanya

Tujuan Keluarga Berencana

Tujuan Keluarga Berencana

Foto: Tujuan Keluarga Berencana (stock.adobe.com)

Foto: keluarga (Orami Photo Stock)

Program Keluarga Berencana memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera.

Ini dilakukan dengan mengendalikan angka kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk.

Selain itu, terdapat tujuan khusus dari program ini, yaitu:

  • Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi.
  • Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi.
  • Meningkatnya kesehatan keluarga berencana dengan cara penundaan kelahiran.
  • Mengurangi risiko kematian ibu.

Baca Juga: 10 Jenis KB untuk Menunda Kehamilan, dari Kondom, Implan, IUD, Pil, hingga Suntik

Manfaat Metode Keluarga Berencana (KB)

Manfaat Metode Keluarga Berencana (KB)

Foto: Manfaat Metode Keluarga Berencana (KB) (self.com)

Foto: konsultasi dengan dokter (Orami Photo Stock)

Penggunaan alat kontrasepsi dapat memberikan sejumlah manfaat, yakni:

1. Mengurangi Nyeri Haid

Nyeri haid sudah menjadi hal umum yang dirasakan oleh para perempuan ketika sedang haid atau menstruasi.

Melansir dari Healthline, sekitar 31% wanita yang menggunakan pil KB, menyebutkan bahwa nyeri haid sebagai salah satu alasan mereka terus meminum alat kontrasep tersebut.

Penggunaan alat kontrasepsi dapat mencegah ovulasi. Sehingga, ketika tubuh tidak berovulasi (pelepasan sel telur ke rahim), rahim tidak akan mengalami kontraksi menyakitkan yang menyebabkan kram selama ovulasi.

2. Mencegah Timbulnya Jerawat

Perubahan hormon sering kali menjadi pemicu utama timbulnya jerawat.

Itu sebabnya jerawat biasanya paling parah selama masa remaja. Dengan meminimalkan perubahan hormon ini, penggunaan alat kontrasepsi dapat membantu menjinakkan jerawat hormonal.

Pil KB yang mengandung estrogen dan progesteron (dikenal sebagai pil kombinasi) adalah obat jerawat paling efektif.

3. Mengurangi Risiko Menderita Kanker Rahim

Penggunaan alat kontrasepsi juga memiliki beberapa manfaat jangka panjang.

Mengutip dari American Family Physician, wanita yang menggunakan pil KB kombinasi memiliki kemungkinan 50% lebih kecil untuk terkena kanker rahim.

Efek ini dapat bertahan hingga 20 tahun setelah berhenti minum pil.

Selain itu, berdasarkan penelitian di American Journal of Obstetrics & Gynecology, mengungkap bahwa penggunaan alat kontrasepsi oral dapat mengurangi risiko kanker ovarium.

Baca Juga: 7 Alat Kontrasepsi Wanita yang Efektif Menunda Kehamilan, Pilih yang Paling Nyaman, Moms!

Jenis-jenis KB

Jenis-jenis KB

Foto: Jenis-jenis KB (Orami Photo Stocks)

Foto: alat kontrasepsi (Orami Photo Stock)

Terdapat beberapa jenis alat kontrasepsi KB yang bisa digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan. Simak selengkapnya berikut ini.

1. Alat Kontrasepsi Oral (Pil KB)

Pil kontrasepsi oral merupakan jenis kontrasepsi yang paling sering digunakan oleh kebanyakan wanita.

Terdapat beberapa jenis pil yang bisa dipilih, jadi penting untuk Moms menemukan jenis yang tepat.

Pil KB ada yang hanya mengandung satu hormon saja, yaitu hormon progestin, dan ada juga pil kombinasi yang mengandung estrogen dan progestin

Perlu diingat bahwa pil ini harus dikonsumsi tepat waktu untuk keefektifan yang baik.

Jadwal minum pil ini harus disinkronkan dengan siklus menstruasi Moms agar efektif dalam mencegah kehamilan.

2. IUD (KB Spiral atau AKDR)

IUD atau Intrauterine Devices, seperti namanya, adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim untuk mencegah sperma dan sel telur menyatu.

Penggunaan alat kontrasepsi ini dapat bertahan selama 3 hingga 10 tahun, tergantung pada jenisnya.

Terdapat dua jenis IUD, yaitu:

  • Copper-T

Ini adalah perangkat berbahan tembaga berbentuk T kecil yang ditempatkan di dalam rahim melalui serviks.

  • IUD Hormonal

Jenis satu ini bekerja dengan cara melepas hormon progestin sedikit demi sedikit setiap hari selama penggunaannya.

Selain berfungsi sebagai alat kontrasepsi, ini juga digunakan untuk mengatasi perdarahan berat selama haid karena kondisi seperti endometriosis, PCOD/PCOS dan fibroid rahim.

3. KB Implan

KB implan adalah alat kontrasepsi berbentuk batang yang fleksibel memiliki ukuran sepanjang 4 inci, yang ditanam di lengan atas oleh dokter.

KB Implan bekerja dengan melepaskan progesteron ke dalam aliran darah, menghentikan ovulasi dan mengentalkan lendir di sekitar serviks.

4. KB Suntik

Jenis KB lain yang juga cukup umum adalah KB suntik. Satu suntikan efektif hingga 3 bulan.

Suntikan ini mengandung hormon buatan manusia yang meniru progesteron atau kombinasi estrogen dan progesteron.

Ini akan menghentikan ovulasi serta mengentalkan penutup lendir di sekitar serviks, sehingga sulit bagi sperma untuk sampai ke rahim.

5. Spermisida

Alat kontrasepsi ini berbentuk seperti gel yang dan diaplikasikan di dalam vagina 30 menit sebelum berhubungan seksual.

Alat kontrasepsi ini biasanya digunakan bersamaan dengan diafragma yang terbuat dari karet dan dipasangkan di mulut rahim, sehingga kemungkinan terjadinya kehamilan semakin rendah.

6. Kondom

Kondom merupakan alat kontrasepsi yang digunakan pria ketika ingin berhubungan intim sekaligus mencegah kehamilan.

Alat kontrasepsi ini berbentuk kantung atau balon yang tipis dan longgar befungsi untuk mencegah kehamilan.

Tidak hanya itu, alat kontrasepsi ini juga dapat sangat efektif dalam mencegah PMS, termasuk virus herpes simpleks (HSV) dan virus imunodefisiensi manusia (HIV).

Demikian informasi mengenai KB, gerakan penundaan kehamilan. Apakah Moms sudah menerapkannya? Jenis KB apa yang Moms gunakan?

  • https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2010/0801/p288.html
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28188769/
  • https://www.health.qld.gov.au/news-events/news/types-contraception-women-condoms-pill-iud-ring-implant-injection-diaphragm
  • https://www.healthline.com/health/birth-control-benefits