Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
30 Oktober 2022

Amenorrhea, Ketika Haid Tidak Kunjung Datang atau Berhenti Berbulan-bulan

Berpotensi mengganggu kesuburan wanita
Amenorrhea, Ketika Haid Tidak Kunjung Datang atau Berhenti Berbulan-bulan

Belum pernah haid sama sekali atau sudah berbulan-bulan tak kunjung menstruasi? Moms mungkin sedang mengalami amenorrhea.

Adapun kondisi yang menyerang wanita ini bisa terjadi pada anak remaja dan juga orang dewasa.

Lantas, apa yang menyebabkan hal ini terjadi pada wanita? Yuk, ketahui gejala, penyebab, dan cara mengatasi penyakit ini Moms!

Baca Juga: Menorrhagia, Kondisi Menstruasi Abnormal yang Tidak Berhenti

Apa Itu Amenorrhea?

Apa Itu Amenorrhea?

Foto: Apa Itu Amenorrhea? (Orami Photo Stock)

Seperti yang sudah disebutkan secara singkat di atas, amenorrhea merupakan kondisi tidak adanya menstruasi atau menstruasi tidak teratur.

Penyebab paling umumnya adalah kadar hormon hingga masalah anatomi tubuh juga dapat memengaruhi kondisi ini.

Jenis Amenorrhea

Berikut ini jenis amenorrhea yang perlu diketahui.

1. Amenorea Primer

Amenore primer mengasu pada menstruasi yang tidak kunjung datang selama masa pubertas.

Melansir dari National Institutes of Health, jika menstruasi tidak terjadi pada usia 16 tahun, maka bisa dikatakan amenore primer.

2. Amenorea Sekunder

Amenore sekunder yaitu ketika periode menstruasi yang terjadi, tapi tiba-tiba berhenti dalam waktu lama. Amenore sekunder merupakan yang paling umum dialami.

Menstruasi yang tiba-tiba berhenti, merupakan tanda adanya masalah kesehatan, nih Moms!

Melansir dari Medical News Today, dokter mungkin akan mendiagnosis amenore jika seseorang mengalami menstruasi rutin tetapi berhenti selama 3 bulan.

Bisa juga ketika menstruasi sudah tidak teratur dari awal dan tidak haid selama 6 bulan.

Baca Juga: 5 Makanan yang Baik Saat Masa Menstruasi

Gejala Amenorrhea

Gejala Amenorrhea (Orami Photo Stocks)

Foto: Gejala Amenorrhea (Orami Photo Stocks)

Melansir Cleveland Clinic, amenorrhea adalah kondisi ketika wanita tidak mengalami menstruasi. Ada beberapa jenis yang memicu kondisi ini.

Jika belum pernah mendapat haid sama sekali, ini tergolong dalam amenorea primer. Seringnya terjadi pada anak remaja yang belum menstruasi ketika berusia 15 tahun.

Beda halnya, pada wanita yang pernah mendapat haid, ini disebut dengan amenorea sekunder.

Berikut beberapa gejala umum yang dirasakan dari kondisi ini:

  • Keluarnya cairan dari puting susu
  • Rambut rontok
  • Sakit kepala
  • Tumbuh rmbut wajah berlebih
  • Nyeri panggul
  • Jerawat

Sekilas terlihat menyerupai gejala PMS, bukan? Karenanya, banyak orang yang sering tertukar antara gejala amenorrhea dan juga menstruasi.

Baca Juga: Mata Cekung Tidak Selalu Karena Kurang Tidur! Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Menstruasi Tidak Teratur

Amrnorrhea memang kerap dikaitkan dengan menstruasi tidak teratur.

Nah, menstruasi tidak teratur sendiri bisa terjadi karena beberapa hal berikut, seperti melansir dari Cleveland Clinic.

1. Faktor Stres

Stress

Foto: Stress (Womenshealth.gov)

Stres dan gaya hidup tidak sehat seperti kenaikan dan penurunan berat badan yang signifikan berpengaruh pada menstruasi tidak teratur.

Selain itu, diet, perubahan olahraga, traveling, penyakit, gangguan lain dalam rutinitas harian juga berdampak.

2. Polip Rahim atau Fibroid

Polip rahim adalah pertumbuhan abnormal jinak non kanker di lapisan rahim. Sementara, fibroid rahim adalah tumor yang menempel pada dinding rahim.

Beberapa kondisi fibroid rahim berukuran biji apel hingga seukuran jeruk. Tumor ini biasanya jinak, tapi, bisa beresiko pendarahan hebat dan nyeri selama menstruasi.

Baca Juga: Mengenal Polip Uterus atau Polip Rahim: Penyebab dan Gejalanya

3. Endometriosis

Kondisi ini terjadi ketika jaringan endometrium yang melapisi rahim, rusak setiap bulan dan keluar bersamaan dengan periode menstruasi.

Endometriosis terjadi saat jaringan ini tumbuh di luar rahim dan seringkali menempel pada ovarium atau saluran tuba. Bahkan bisa juga tumbuh di usus atau organ lain.

4. Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul adalah infeksi bakteri yang memengaruhi sistem reproduksi wanita.

Penyakit ini dapat terjadi ketika bakteri masuk ke vagina melalui kontak seksual dan kemudian menyebar ke rahim dan saluran genital bagian atas

Selain itu, bakteri juga bisa masuk melalui saluran reproduksi karena prosedur ginekologi atau melalui persalinan, keguguran, atau aborsi.

Gejalanya berupa keputihan parah dengan bau tidak sedap, menstruasi tidak teratur, nyeri di daerah panggul dan bagian perut bagian bawah.

Baca Juga: Penyebab Radang Panggul yang Harus Diwaspadai

Penyebab Amenorrhea

Berat badan cukup berpengaruh terhadap fungsi hormon seks wanita.

Wanita yang mengalami obesitas maupun sedang mengalami penurunan berat badan dengan drastis, dapat mengalami gangguan siklus haid.

Tak hanya itu, berikut beberapa penyebab yang memicu seorang bisa mengalami amenorrhea:

1. Olahraga Berat

Olahraga Berat (Orami Photo Stocks)

Foto: Olahraga Berat (Orami Photo Stocks)

Olahraga memang baik untuk kesehatan, namun tak semua memiliki manfaat yang serupa, lho.

Wanita yang ikut serta dalam olahraga yang membutuhkan latihan keras, seperti balet, mungkin mengalami gangguan siklus menstruasi atau amenorrhea.

Hal ini karena balet membutuhkan latihan dengan frekuensi yang cukup sering dibandingkan olahraga lainnya.

Beberapa faktor lain yang membuat balet tergolong olahraga berat, seperti:

  • Membutuhkan postur tubuh yang ideal
  • Stres yang tinggi
  • Stamina energi tinggi

Tak heran jika haid lebih jarang terjadi pada anak-anak remaja yang mengikuti kelas balet, Moms.

2. Masalah Tiroid

Melansir Women's Health, hormon tiroid cukup penting dalam mengatur siklus menstruasi pada wanita.

Terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon tiroid, dapat membuat menstruasi menjadi sangat ringan, berat, ataubahkan tidak teratur.

Penyakit tiroid seperti hipertiroid juga dapat menyebabkan menstruasi berhenti selama beberapa bulan.

Gejala yang mungkin dirasakan dari penyakit ini, yakni:

Adapun pengobatan dari gangguan hormon tiroid ini salah satunya yakni mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Baca Juga: 7 Manfaat Jogging dan Tipsnya agar Tidak Cedera

3. Pil KB

Pil KB (Orami Photo Stocks)

Foto: Pil KB (Orami Photo Stocks)

Untuk wanita dewasa, kebanyakan dari mereka menggunakan pil KB sebagai alat kontrasepsi.

Namun, efek samping dari menggunakan ini berlarut-larut yakni memicu amenorrhea.

Bahkan setelah menghentikan pil KB, mungkin diperlukan beberapa waktu sebelum ovulasi dan menstruasi kembali teratur.

Kontrasepsi yang disuntikkan atau ditanamkan juga dapat menyebabkan kondisi ini, Moms.

4. Efek Samping Obat

Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan periode menstruasi berhenti atau amenorrhea.

Beberapa jenis obat tersebut meliputi:

Segera konsultasi dokter apabila kondisi ini terus berlangsung ya, Moms.

Nantinya, dokter akan mencarikan alternatif obat yang tepat untuk dikonsumsi tanpa mengganggu siklus menstruasi.

5. Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS)

Ilustrasi PCOS

Foto: Ilustrasi PCOS (nutraingredients-asia.com)

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah gangguan yang melibatkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

Sering kali disebabkan karena kadar hormon (androgen) yang berlebihan.

Wanita dengan PCOS mungkin mengalami siklus haid lebih jarang dalam setahun. Atau, menstruasi mereka mungkin datang setiap 21 hari atau lebih sering.

Gejala yang terlihat dari fisik meliputi terlalu banyak rambut di wajah, dagu, atau bagian tubuh di mana pria biasanya memiliki rambut.

Penyebab amenorea sekunder diketahui dapat didiagnosis dengan bantuan beberapa tes medis seperti tes darah, USG maupun CT scan.

Baca Juga: Hukum Hamil di Luar Nikah Berdasar Syariat Islam dan Ketentuan Negara

Cara Mengatasi Amenorrhea

Amenorrhea dapat berpotensi mengganggu kesuburan, terrgantung pada berat ringannya penyebab yang mendasarinya.

Olehh sebab itu, penanganan kondisi ini sejak dini dapat membantu kondisi ini.

Berikut beberapa cara dalam mengatasi amenorrhea:

1. Olahraga Rutin

Senam Kegel (Orami Photo Stocks)

Foto: Senam Kegel (Orami Photo Stocks)

Yuk, perbanyak gerakan fisik untuk mencegah siklus haid tidak teratur. Lakukan sejumlah olahraga yang tergolong ringan dan tidak berat, Moms.

Hal ini bisa dengan berjalan atau jogging di pagi atau sore hari.

Jenis olahraga fisik ini dapat mengurangi kembung dan nyeri kram akibat gejala dari amenorrhea.

Jika Moms menyukainya, latihan aerobik juga salah satu kegiatan yang bisa dicoba, lho.

Latihan aerobik dapat membantu sirkulasi darah dan pelepasan “hormon perasaan senang” yang disebut endorfin.

2. Berat Badan Ideal

Mempertahankan berat badan yang normal adalah cara dalam mengatasi amenorrhea.

Artinya, berat harus tetap stabil, yakni tidak berlebihan dan juga tidak kurang, Moms.

Konsumsi makanan bernutrisi tinggi dan kurangi asupan makanan tinggi gula.

Coba konsultasikan pada ahli gizi untuk mengetahui jenis makanan apa saja yang perlu dikonsumsi selama menjaga berat badan ideal.

3. Mengelola Stres

Melakukan Meditasi

Foto: Melakukan Meditasi (www.verywellmind.com)

Mengelola stres dengan baik adalah cara yang perlu dilakukan selanjutnya.

Saat ini, ada berbagai pilihan terapi relaksasi agar tubuh lebih rileks dan menjauhkan dari pikiran negatif.

Salah satunya dengan yoga ataupun meditasi. Rasakan manfaat dari meditasi yang meliputi:

  • Memperoleh perspektif baru untuk mengelola stres
  • Meningkatkan kesadaran diri
  • Lebih berfokus dan bisa konsentrasi
  • Mengurangi emosi negatif

Selain itu, meditasi juga dapat meningkatkan imajinasi dan kreativitas diri kita, lho.

Baca Juga: Infeksi Telinga: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

4. Istirahat Cukup

Menyeimbangkan waktu aktivitas dengan istirahat yang cukup adalah salah satu cara mengatasi amenorrhea.

Begadang di malam hari tidak memiliki manfaat apapun untuk kesehatan.

Justru ada berbagai bahaya yang mengintai dari begadang, seperti:

  • Perubahan hormon tubuh
  • Tubuh mudah lelah
  • Penurunan energi tubuh
  • Sulit berkonsenstrasi
  • Gangguan siklus menstruasi

Mulai sekarang pastikan kualitas tidur Moms tercukupi, ya.

5. Melakukan Pap Smear

Pemeriksaan Pap Smear

Foto: Pemeriksaan Pap Smear (shutterstock)

Umumnya, pap smear adalah alat skrining untuk mendeteksi kanker servis. Tes ini dapat mendeteksi sel-sel abnormal di serviks sebelum menjadi kanker.

Namun, ini juga bisa digunakan untuk memeriksa gangguan kesehatan terkait amenorrhea.

Baca Juga: Bolehkah Minum Soda Saat Haid?

Jika mendapati sedang mengalami gangguan menstruasi, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter kandungan, ya.

Hal ini penting untuk memastikan diagnosis, serta mencari tahu pengobatan yang paling tepat.

Dengan demikian, amenorrhea atau gangguan haid lainnya bisa segera teratasi dan Moms dapat nyaman beraktivitas lagi!

  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/3924-amenorrhea
  • https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/thyroid-disease#:~:text=Your%20thyroid%20helps%20control%20your,longer%2C%20a%20condition%20called%20amenorrhea.
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/215776#types
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/amenorrhea/symptoms-causes/syc-20369299#:~:text=Overview,a%20period%20by%20age%2015.
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14633-abnormal-menstruation-periods