16 Juni 2022

Orang Tua Wajib Tahu, Ini 5 Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Remaja

Yuk, ajarkan pada anak remaja Moms di rumah!

Ketika anak semakin besar dan memasuki usia remaja, tanggung jawab Moms dan Dads sebagai orang tua pun ikut bertambah. Salah satu hal yang penting untuk diajarkan pada anak, yakni bagaimana cara menjaga kesehatan reproduksi remaja.

Pasalnya, organ reproduksi pada usia remaja akan bertambah matang dan siap untuk bereproduksi.

Oleh karena itu, Moms dan Dads perlu menjaga kesehatan reproduksi remaja agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan.

Beberapa masalah kesehatan reproduki remaja yang dimaksud adalah kehamilan yang tak diinginkan, penyakit menular seksual, aborsi, pernikahan dini, serta penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA).

Baca Juga: Moms Wajib Tahu! Ini Pentingnya Sunscreen untuk Remaja

Kesehatan Reproduksi Remaja

kesehatan reproduksi remaja
Foto: kesehatan reproduksi remaja

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), remaja ada pada rentang usia 10-24 tahun dan belum menikah.

Apabila anak Moms di rumah sudah mencapai rentang usia ini, maka sudah saatnya orang tua mengajarkan pentingnya kesehatan reproduksi remaja.

Sebelum membahasnya lebih lanjut, Moms perlu tahu apa yang dimaksud dengan kesehatan reproduksi remaja.

Melansir laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja.

Pengertian sehat disini tidak semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan, tetapi juga sehat secara mental serta sosial kultural.

Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, mengajarkan kesehatan reproduksi remaja bertujuan untuk mencegah remaja dari masalah kesehatan.

Selain itu, ini juga serta mempersiapkan remaja untuk menjalani kehidupan reproduksi yang sehat dan bertanggung jawab yang meliputi persiapan fisik, psikis, dan sosial untuk menikah serta menjadi orang tua pada usia yang matang.

Baca Juga: 5 Dampak Negatif dari Pergaulan Bebas pada Remaja, Moms Harus Waspada

Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Remaja

Lalu, bagaimanakah cara mengajarkan remaja wanita dan pria untuk menjaga kesehatan reproduksi remaja? Panduan di bawah mungkin bisa membantu Moms dan Dads.

1. Menjaga Kebersihan Organ Intim

cara menjaga kesehatan reproduksi remaja - 1
Foto: cara menjaga kesehatan reproduksi remaja - 1 (stuff.co.nz)

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengajarkan remaja untuk menjaga kesehatan reproduksinya, yakni dengan mengingatkan mereka untuk selalu membersihkan organ intimnya.

Baik remaja wanita maupun pria, sebaiknya diajarkan untuk selalu menjaga kebersihan organ intimnya setelah buang air kecil dan besar.

Bagi remaja wanita, ajarkan mereka untuk selalu membersihkan vagina dari arah depan ke belakang.

Jangan sebaliknya, karena bakteri dari anus dapat menyebar ke vagina yang dapat menyebabkan infeksi.

Selain itu, cukup bersihkan organ intim kewanitaan dengan air. American College of Obstetricians and Gynecologists mengatakan bahwa vagina dapat menjaga dirinya tetap sehat dengan keseimbangan pH yang benar dan membersihkan dirinya sendiri melalui sekresi alami.

Vagina juga mengandung banyak bakteri "baik". Bakteri ini menjaga keseimbangan pH ideal di vagina, yang sedikit asam. PH asam akan mempersulit bakteri "jahat" untuk menginfeksi vagina.

Jadi, sebaiknya jangan menggunakan sabun, semprotan, atau gel untuk mencuci vagina karena bisa mengganggu keseimbangan bakteri.

Hal ini bisa saja menyebabkan vaginosis bakteri, infeksi jamur, dan iritasi lainnya.

Sementara untuk remaja pria, National Health Service menyarankan untuk mencuci penis dengan air setiap hari usai buang air besar dan kecil, serta mandi.

Saat membersihkan penis, ajarkan remaja pria untuk menarik bagian kulup ke belakang dengan lembut dan cuci bagian bawahnya.

Bagian bawah kulup yang dibersihkan dengan benar dapat mencegah berkembang biaknya bakteri penyebab kemerahan dan pembengkakan pada kepala penis yang disebut balanitis.

Baca Juga: 3 Alasan Utama Celana Dalam Berbahan Katun Baik untuk Kesehatan Vagina

2. Mengedukasi Akibat Seks Bebas

cara menjaga kesehatan reproduksi remaja - 2
Foto: cara menjaga kesehatan reproduksi remaja - 2

Foto: Orami Photo Stock

Cara menjaga kesehatan reproduksi remaja yang berikutnya adalah dengan memberikan edukasi tentang bahaya seks bebas.

Jadi, jelaskanlah pada remaja Moms bahwa mereka sudah bisa bereproduksi ketika memasuki usia remaja.

Oleh karenanya, sebaiknya tidak melakukan seks bebas atau berganti-ganti pasangan seksual.

Hal ini karena seks bebas merupakan perilaku menyimpang yang dapat menyebabkan penyakit menular seksual.

Melansir Journal Watch, terdapat lebih dari 17 juta wanita Amerika Serikat yang berisiko tinggi terkena penyakit menular seksual karena mereka atau pasangan pria mereka memiliki banyak pasangan.

Penyakit menular seksual yang dimaksud, yakni klamidia, gonore, herpes genital, human papillomavirus (HPV), sifilis, dan HIV.

Selain berisiko menularkan penyakit, seks bebas juga bisa menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan dan pada akhirnya berujung aborsi atau pernikahan dini.

Pada kasus pernikahan dini karena kehamilan yang tidak diinginkan ini, dinilai sangat berisiko bagi remaja wanita maupun bayinya.

Pasalnya, kehamilan remaja di bawah usia 20 tahun bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur, berat badan bayi rendah, perdarahan persalinan, yang dapat berisiko lebih tinggi pada kematian ibu dan bayi.

Pernikahan dini juga dapat memengaruhi kondisi mental karena umumnya, remaja belum siap secara psikologis untuk kehilangan masa mudanya.

Baca Juga: 5 Inspirasi Outfit Kondangan Remaja Perempuan Sesuai Tema Pesta Pernikahan

3. Mengonsumsi Makanan Bergizi Seimbang

cara menjaga kesehatan reproduksi remaja - 3
Foto: cara menjaga kesehatan reproduksi remaja - 3 (getty images)

Foto: Orami Photo Stock

Penting juga bagi Moms dan Dads untuk membiasakan remaja mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang.

Hal ini karena nutrisi dalam makanan sangat berpengaruh pada sistem reproduksi.

Menurut Journal of Reproductive Medicine and Biology yang menguji kaitan antara nutrisi dengan organ reproduksi, menunjukkan bahwa makanan yang kaya akan asam lemak omega-3, vitamin D, dan antioksidan berperan dalam sistem reproduksi.

Diet tinggi lemak tak jenuh, biji-bijian, sayuran, dan ikan juga telah dikaitkan dengan peningkatan kesuburan pada wanita dan pria.

Sementara itu, studi dalam Journal of Front Public Health menyimpulkan bahwa konsumsi susu, alkohol, dan kafein, lemak jenuh, dan gula telah dikaitkan dengan hasil kesuburan yang lebih buruk pada wanita dan pria.

Jadi, sebaiknya Moms dan Dads selalu memberikan makanan dengan kandungan nutrisi terbaik bagi remaja agar kesehatan reproduksinya terjaga.

Dalam jurnal yang diterbitkan oleh U.S National Library of Medicine menyebutkan bahwa nutrisi seperti seng, selenium, dan asam folat sangat bermanfaat bagi kualitas sperma maupun sel telur.

Remaja bisa mendapatkannya dari aneka sayur, buah-buahan, serta makanan lainnya.

Baca Juga: 11+ Makanan untuk Kesuburan Pria, Yuk Dads Konsumsi!

4. Membiasakan Remaja Olahraga

cara menjaga kesehatan reproduksi remaja - 4
Foto: cara menjaga kesehatan reproduksi remaja - 4 (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Tidak hanya memerhatikan makanan yang dikonsumsi, olahraga juga termasuk dalam cara menjaga kesehatan reproduksi remaja.

Dengan berolahraga, remaja dapat menjaga berat badannya dalam kadar normal sehingga mengurangi risiko gangguan kesuburan.

The Fertility Society of Australia menyarankan remaja wanita maupun pria untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga setidaknya 30 menit dengan intensitas ringan hingga sedang.

Pada wanita, olahraga teratur dapat meningkatkan frekuensi ovulasi yang mengarah ke siklus menstruasi yang lebih teratur. Ketika ovulasi menjadi lebih sering, kemungkinan hamil meningkat.

Sementara itu, olahraga ringan secara teratur dapat membantu pria menurunkan berat badan atau tetap dalam kisaran berat badan yang sehat dan dengan demikian dapat meningkatkan kualitas sperma.

Baca Juga: Kenapa Badan Sakit setelah Olahraga? Ini 6 Cara Mengatasinya

5. Menghindari Rokok dan Alkohol

cara menjaga kesehatan reproduksi remaja - 5
Foto: cara menjaga kesehatan reproduksi remaja - 5

Foto: Orami Photo Stock

Cara berikutnya yang sebaiknya orang tua ajarkan untuk menjaga kesehatan reproduksi remaja, yakni menghindari rokok dan alkohol.

Memang, usia remaja merupakan usia yang rentan bagi anak-anak untuk mencoba hal baru sehingga mungkin tertarik pada rokok atau alkohol.

Namun, Moms dan Dads sebaiknya memberi mereka peringatan agar terhindar dari kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.

Menurut American Society for Reproductive Medicine, selain meningkatkan risiko penyakit jantung, pembuluh darah, dan paru-paru, merokok juga dapat menyebabkan masalah kesuburan baik pada pria maupun wanita.

Selain itu, disfungsi ereksi dan tingkat komplikasi kehamilan meningkat dengan merokok.

Sementara itu, kebiasaan minum alkohol pada wanita dapat menyebabkan:

  • Mengganggu siklus menstruasi dan ovulasi.
  • Perubahan fungsi ovarium yang masing-masing dikenal sebagai amenore dan anovulasi.
  • Perubahan kadar hormon testosteron, estradiol dan hormon luteinizin.
  • Menyebabkan hiperprolaktinemia atau prolaktin tinggi dalam darah.

Pada pria, konsumsi alkohol yang berlebihan dapat mengakibatkan:

  • Penurunan kadar testosteron, hormon perangsang folikel, dan hormon luteinizing, dan meningkatkan kadar estrogen, yang mengurangi produksi sperma
  • Mengecilkan testis, yang dapat menyebabkan impotensi atau infertilitas
  • Mengubah pelepasan gonadotropin yang berdampak pada produksi sperma
  • Menyebabkan ejakulasi dini atau penurunan ejakulasi
  • Mengubah bentuk, ukuran, dan pergerakan sperma yang sehat.

Nah, itu dia Moms, cara mengajarkan remaja untuk menjaga kesehatan reproduksinya.

Dalam mengajarkannya, jadilah orang tua yang selalu terlibat aktif dalam kehidupan remaja, ciptakan hubungan yang erat, dan komunikasi terbuka satu sama lain agar remaja tidak terjerumus pada hal-hal negatif.

  • https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kesehatan-reproduksi-remaja-dalam-aspek-sosial
  • https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-reproduksi-remaja.pdf
  • https://www.yourfertility.org.au/sites/default/files/2018-08/The_role_of_exercise_in_improving_fertility.pdf
  • https://www.healthline.com/health/does-alcohol-kill-sperm-2
  • https://www.reproductivefacts.org/news-and-publications/patient-fact-sheets-and-booklets/documents/fact-sheets-and-info-booklets/smoking-and-infertility/
  • https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/how-to-keep-a-penis-clean/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7360971/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6079277/#:~:text=Diets%20high%20in%20unsaturated%20fats,outcomes%20in%20women%20and%20men
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22516697/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.