Kesehatan Umum

12 Juli 2021

9+ Manfaat Vitamin D untuk Kesehatan Tubuh, Bisa Meningkatkan Imun Tubuh lho!

Bisa juga meningkatkan kesuburan serta mengurangi risiko kanker payudara dan infeksi pernapasan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tinggal di daerah tropis membuat kita tidak merasa kurang akan vitamin D alami yang datang dari sinar matahari. Meski begitu, Moms harus mengetahui seberapa penting mengonsumsi vitamin D itu sendiri, lho!

Vitamin D yang terdapat pada tubuh membuat perlindungan khusus saat kulit terkena paparan sinar matahari.

Untuk dosis vitamin D sendiri setiap individu itu berbeda. Baik dari segmentasi usia ataupun riwayat penyakit tertentu.

Jika Moms memiliki kulit gelap, maka tubuh akan mensintesis banyak vitamin D.

Wanita yang memiliki tubuh gemuk biasanya 2-3 persen memiliki kemungkinan menderita kekurangan vitamin D karena ikut larut dalam lemak.

Menjadi salah satu suplemen yang dibutuhkan tubuh, tak heran jika manfaatnya sangat banyak untuk kesehatan.

Apa saja manfaat vitamin D untuk kesehatan serta harga dan jenis-jenisnya? Yuk cari tahu!

Manfaat Kesehatan Vitamin D

Salah satu peran vitamin D terbesar dalam tubuh adalah membantu pertumbuhan tulang, sel, pengurangan peradangan saat luka, dan memiliki fungsi sebagai neuromuskuler.

Kadar vitamin D terkait mampu meningkatkan kesuburan dan mengurangi risiko kanker payudara dan infeksi pernapasan.

Tak hanya itu, bahkan vitamin D terbukti dapat menurunkan kadar infeksi pada individu terinfeksi COVID-19, Moms.

Mengutip studi terbaru dalam frontiers in Physicology, kadar vitamin D yang rendah adanya peningkatan resiko dan keparahan infeksi saluran pernapasan akibat COVID-19.

Sehingga, tubuh perlu asupan vitamin D yang tepat dalam mencegah hal ini terjadi.

Yuk cari tahu manfaat lainnya vitamin D untuk kesehatan.

1. Alternatif Menurunkan Berat Badan

vitamin-d-untuk-berat-badan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Pertimbangkan untuk menambahkan suplemen vitamin D ke dalam asupan sehari-hari, yuk.

Manfaat kesehatan yang dirasakan yakni dapat menurunkan berat badan atau mencegah penyakit jantung.

Dalam sebuah penelitian Journals Cambridge, orang yang mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D setiap hari mampu menurunkan berat badan lebih banyak.

Para ilmuwan menemukan ekstra kalsium dan vitamin D memiliki efek dalam menekan nafsu makan.

Vitamin ini berpotensi mengurangi pembentukan sel lemak baru di dalam tubuh, menekan penyimpanan sel lemak, serta efektif mengurangi akumulasi lemak.

Manfaat kesehatan ini cocok untuk individu yang memiliki riyawat obesitas.

2. Menjaga Kesehatan Tulang

Vitamin D turut memainkan peran penting dalam pengaturan kalsium dan pemeliharaan kadar fosfor dalam darah.

Faktor-faktor ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang.

Kekurangan vitamin D pada anak-anak dapat menyebabkan rakhitis, yang menyebabkan penampilan kaki bengkak karena pelunakan tulang.

Demikian pula, pada orang dewasa, defisiensi vitamin ini memicu kondisi osteomalacia, atau pelunakan tulang. Osteomalacia adalah kondisi kepadatan tulang yang buruk dan otot yang melemah.

Sehingga manfaat kesehatan ini perlu diperhatikan, khususnya untuk anak-anak dan juga lansia.

Baca Juga: Ini Dia Daftar Vitamin Ibu Hamil yang Paling Dibutuhkan

3. Menurunkan Gejala Flu

Flu Saat Hamil, Amankah Mengonsumsi Vitamin D.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

International Journal of Molecular Sciences menemukan bahwa vitamin D memiliki efek perlindungan terhadap virus influenza.

Sehingga ini dapat menurunkan tingkat keparahan dari flu seperti sakit kepala, hidung tersumbat dan berair.

Inipun perlu dibarengi dengan obat-obatan lain yang dianjurkan dokter.

Bahkan studi lain juga menemukan bahwa vitamin D3 juga berperan dalam mencegah influenza pada anak-anak.

4. Meningkatkan Imunitas Anak

Kekurangan vitamin D memiliki kaitan erat dengan tekanan darah tinggi pada anak-anak.

American Academy of Allergy Asthma and Immunology (AAAAI) menunjukkan bahwa ada bukti hubungan antara asupan vitamin D yang rendah dan peningkatan risiko sensitisasi alergi.

Alergi salah satu kondisi yang kerap dialami anak-anak yang disebabkan dari berbagai faktor.

Ini bisa dicegah dengan memperbanyak asupan vitamin D.

Selain dalam bentuk suplemen, telur juga merupakan jenis makanan yang kaya akan vitamin D, lho.

5. Mencegah Kelahiran Prematur

3 Manfaat Vitamin D untuk Bayi Prematur

Foto: Orami Photo Stocks

Sebuah tinjauan tahun 2019 dalam National Library of Medicine, menunjukkan bahwa wanita hamil yang kekurangan vitamin D memiliki risiko lebih besar terkena preeklamsia dan melahirkan prematur.

Para dokter juga mengaitkan asupan itamin D yang buruk dengan diabetes gestasional dan vaginosis bakteri pada wanita hamil.

Untuk ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi 10 mikrogram (400 IU) vitamin D seharinya.

Dosis ini setidaknya akan memberikan vitamin D yang cukup untuk beberapa bulan pertama kehidupannya.

6. Menurunkan Resiko Kerusakan Gigi

Siapa sangka, manfaat kesehatan dari vitamin ini juga bisa dirasakan bagi kesehatan gigi, lho.

Vitamin D membantu tubuh dalam menyerap kalsium dan memainkan peran penting dalam mendukung kesehatan mulut, menurunkan risiko kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Sebuah tinjauan tahun 2011 di The Journal of the Tennessee Dental Association mencatat bahwa vitamin bermanfaat untuk kesehatan mulut, karena efeknya pada metabolisme tulang.

Serta ini dilihat dari kemampuannya untuk berfungsi sebagai anti inflamasi dan merangsang produksi peptida anti-mikroba.

Baca Juga: Program Hamil Anak Perempuan, Ini Suplemen dan Rincian Biayanya

7. Pengobatan Tekanan Darah Tinggi

6 Penyebab Umum Impotensi, Dads Harus Waspada! 6.JPG

Foto: Orami Photo Stocks

Dalam jurnal Current Protein & Peptide Science menunjukkan bahwa vitamin D mungkin berperan dalam pengobatan tekanan darah tinggi.

Sehingga ini dapat mencegah terjadinya penyakit kardiovaskular.

"Bahkan kekurangan vitamin D jangka pendek dapat secara langsung meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan kerusakan organ tubuh," terang Jackie Newgent, RDN, ahli gizi kuliner dan penulis The Clean & Simple Diabetes Cookbook.

Para peneliti melihat ada korelasi yang tinggi antara vitamin D dan hipertensi. Terapi suplementasi vitamin D mungkin menjadi temuan baru dalam pengobatan hipertensi.

8. Memperkuat Otot

Selain kemampuannya membangun tulang, vitamin D juga berpengaruh dalam memperkuat otot.

“Kurangnya vitamin D dalam tubuh dapat meningkatkan risiko memiliki otot yang lemah, yang pada akhirnya meningkatkan risiko cedera,” Lana Nasrallah, MPH, RD, ahli gizi klinis di UNC Health.

Manfaat kesehatan ini penting khususnya bagi lansia.

Vitamin D dapat membantu meningkatkan kekuatan otot sehingga mencegah jatuh, yang merupakan salah satu pemicu penyakit lain.

9. Mengatur Suasana Hati

manfaat-vitamin-d-untuk-orang-depresi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Moms, jenis lain manfaat kesehatan yang dirasakan adalah ini dapat mengatur suasana hati kita, lho.

Adanya hubungan yang signifikan antara depresi dan kekurangan vitamin D.

Kadar vitamin D yang rendah merupakan penyebab atau efek dari depresi pada individu.

Jenis gejala yang ditemukan adalah mudah marah, tubuh lelah serta tidak dapat mengontrol emosi dengan stabil.

10. Mencegah Sel Kanker dalam Tubuh

National Cancer Institute (NCI) menemukan beberapa bukti bahwa vitamin D memiliki kekuatan terhadap melawan kanker.

“Bukti semakin meningkat bahwa suplementasi vitamin D dapat mencegah penyebaran sel kanker” jelas Barry Boyd, MD, RDN, ahli hematologi, onkologi, dan ahli gizi Yale Medicine.

Jenis kanker yang paling sering terjadi adalah kanker kolorektal, payudara, prostat, dan pankreas.

Sehingga tak ada salahnya untuk mengonsumsi vitamin ini untuk asupan sehari-hari ya, Moms.

Baca Juga: Yuk Moms, Cari Tahu Serba-serbi Tentang Kanker Payudara Berikut Ini

Jenis dan Harga Vitamin D

harga-dan-jenis-vitamin-d-kompleks.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Moms perlu mengonsumsi suplemen harian seperti vitamin D selain melakukan aksi penjemuran di bawah paparan sinar matahari.

Perlu diketahui bahwa jenis vitamin D ini ada dua macam, yakni vitamin D2 (ergocalciferol) dan vitamin D3 (cholecalciferol).

Penting untuk memahami perbedaannya saat memilih jenis suplemen vitamin D mana yang akan dikonsumsi.

Umumnya, vitamin D2 berasal dari sumber tanaman, seperti jamur liar, serta makanan yang diperkaya, seperti susu atau produk sereal. Untuk satuannya adalah IU.

Vitamin D2 harga cenderung lebih murah karena merupakan bentuk yang paling umum ditemukan dalam produk makanan.

Untuk vitamin D3, jenis ini berasal dari sumber hewani seperti minyak ikan, ikan berlemak, hati, dan kuning telur.

Mengutip jurnal dalam National Library of Medicine, ketika kulit terkena sinar matahari, itu akan menghasilkan vitamin D3.

Satuannya sama yakni dalam IU dan harga cenderung sedikit lebih mahal.

Meski begitu, kedua jenis vitamin ini tersedia tanpa resep, ya.

Baca Juga: Kenali Kondisi Avitaminosis, Simak Dampaknya pada Tubuh dan Cara Mengatasinya

Semoga pemahaman tentang jenis vitamin D ini bermanfaat ya Moms!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7726316/
  • http://journals.cambridge.org/action/displayAbstract?fromPage=online&aid=4454676&fileId=S0007114508030808
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6121423/
  • https://www.aaaai.org/Tools-for-the-Public/Conditions-Library/Allergies/vitamin-d-food-allergy
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31411387/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21748977/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31389312/
  • https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/diet/vitamin-d-fact-sheet
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait