12 April 2022

Inilah Gejala yang Timbul Akibat Kekurangan Vitamin D

Moms harus tahu apa akibat kekurang vitamin D pada tubuh

Ada banyak sekali masalah kesehatan akibat kekurangan vitamin D.

Vitamin D adalah vitamin yang sangat penting yang memiliki efek kuat pada beberapa sistem di seluruh tubuh.

Tidak seperti vitamin lainnya, vitamin D berfungsi seperti hormon, dan setiap sel di tubuh memiliki reseptor untuknya.

Selain konsumsi makanan dan multivitamin, vitamin D juga bisa didapatkan dengan cara berjemur di bawah sinar matahari. Karena vitamin D dapat terbentuk dari kolesterol yang terkena sinar matahari.

Waktu berjemur terbaik untuk mendapatkan vitamin D alami bagi tubuh adalah mulai pukul 08.00 hingga 10.00 pagi.

Kekurangan vitamin D sangat umum terjadi.

Jurnal Age and Ageing menjelaskan bahwa diperkirakan sekitar 1 miliar orang di seluruh dunia memiliki kadar vitamin yang rendah dalam darahnya.

Orang yang tinggal di dekat khatulistiwa dan sering terpapar sinar matahari cenderung tidak mengalami kekurangan vitamin D.

Hal ini dikarenakan kulit masyarakat yang tinggal di dekat garis khatulistiwa menghasilkan cukup vitamin D untuk memenuhi kebutuhan tubuh Moms.

Baca Juga: Pentingnya Mengonsumsi Vitamin D Bagi Kesehatan

Gejala yang Timbul Akibat Kekurangan Vitamin D

Akibat Kekurangan Vitamin D
Foto: Akibat Kekurangan Vitamin D

Foto: freepik.com

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka kekurangan vitamin D. Karena gejala yang ditimbulkan biasanya memang tidak kentara.

Moms mungkin tidak dapat dengan mudah mengenalinya, meskipun akibat kekurangan vitamin D sangat berpengaruh terhadap kualitas hiduup Moms.

Nah, biar enggak terlambat, yuk Moms simak gejala kekurangan vitamin D.

1. Lebih Mudah Sakit

Salah satu peran vitamin D yang paling penting adalah menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat dan mampu melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.

Akibat kekurangan vitamin D dapat membuat tubuh mudah sakit.

Jurnal Molecular Nutrition & Food Research menjelaskan bahwa vitamin D secara langsung berinteraksi dengan sel yang bertanggung jawab melawan infeksi.

Jika Moms sering mengalami masuk angina tau flu, mungkin salah satu faktornya karena kadar vitamin D yang rendah.

Beberapa studi telah menunjukkan hubungan antara kekurangan vitamin D dan infeksi saluran pernapasan seperti pilek, bronkitis, dan pneumonia.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dengan dosis hingga 4.000 IU setiap hari dapat mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan.

2. Sering Mengalami Kelelahan

Rasa lelah bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya kekurangan vitamin D. Sayangnya, gejala ini sering diabaikan dan dianggap bukan akibat kekurangan vitamin D.

Studi kasus menunjukkan bahwa kadar darah yang sangat rendah dapat menyebabkan kelelahan yang memiliki efek negatif yang parah pada kualitas hidup.

Dalam satu kasus, seorang wanita yang mengeluh kelelahan kronis di siang hari dan sakit kepala ternyata memiliki kadar vitamin D dalam darah hanya 5,9 ng/mL. Ini sangat rendah, apapun yang di bawah 20 ng/mL dianggap kurang.

Ketika wanita tersebut mengonsumsi suplemen vitamin D, kadarnya meningkat menjadi 39 ng/mL dan gejalanya teratasi.

Global Journal Health Science menjelaskan ada hubungan kuat antara vitamin D yang rendah dengan kelelahan. Hal ini dibuktikan lewat penelitian yang melibatkan para wanita dengan profesi sebagai perawat.

Penelitian tersebut menunjukan bahwa 89% perawat mengalami kekurangan vitamin D.

Baca Juga: Benarkah Vitamin D Dapat Menambah Kesuburan?

3. Nyeri Sendi dan Tulang Belakang

Akibat Kekurangan Vitamin D
Foto: Akibat Kekurangan Vitamin D

Foto : freepik.com

Gejala yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D adalah nyeri sendi dan sakit punggung.

Seperti yang diketahui, vitamin D membantu menjaga kesehatan tulang. Salah satunya membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan.

Nyeri tulang dan nyeri punggung bawah mungkin merupakan tanda kadar vitamin D yang tidak mencukupi dalam darah.

4. Penyembuhan Luka yang Lebih Lama

Penyembuhan luka yang lambat setelah operasi atau cedera mungkin akibat kekurangan vitamin D.

Hasil dari penelitian tabung reaksi menunjukkan bahwa vitamin meningkatkan produksi senyawa yang penting untuk membentuk kulit baru sebagai bagian dari proses penyembuhan luka.

Peran vitamin D dalam mengendalikan peradangan dan melawan infeksi juga penting untuk penyembuhan yang tepat. Satu analisis mengamati pasien dengan infeksi kaki diabetik.

Studi tersebut menunjukan bahwa orang yang kekurangan vitamin D memiliki peradangan yang lebih tinggi dan dapat memperlambat proses penyembuhan.

Sayangnya, hanya ada sedikit penelitian tentang efek suplemen vitamin D pada penyembuhan luka pada orang dengan defisiensi saat ini.

Namun, satu penelitian menemukan bahwa ketika pasien yang kekurangan vitamin D dengan ulkus kaki diobati dengan vitamin, ukuran ulkus berkurang rata-rata 28%.

5. Pengeroposan Tulang

Vitamin D memainkan peran penting dalam penyerapan kalsium dan metabolisme tulang.

Banyak orang lanjut usia yang didiagnosis mengalami keropos tulang percaya bahwa mereka perlu mengonsumsi lebih banyak kalsium. Namun, hal ini mungkin juga sebagai akibat kekurangan vitamin D.

Kepadatan mineral tulang yang rendah merupakan indikasi bahwa tulang Moms telah kehilangan kalsium dan mineral lainnya.

Ini menempatkan orang dewasa yang lebih tua, terutama wanita, pada peningkatan risiko patah tulang.

Dalam sebuah studi observasional besar di lebih dari 1.100 wanita paruh baya yang mengalami menopause atau pascamenopause, para peneliti menemukan hubungan yang kuat antara tingkat vitamin D yang rendah dan kepadatan mineral tulang yang rendah.

Namun, sebuah studi terkontrol menemukan bahwa wanita yang kekurangan vitamin D tidak mengalami peningkatan dalam kepadatan mineral tulang ketika mereka mengonsumsi suplemen dosis tinggi, bahkan jika kadar vitamin D di dalam darah mereka meningkat.

Terlepas dari temuan ini, asupan vitamin D yang cukup dan menjaga kadar darah dalam kisaran optimal mungkin merupakan strategi yang baik untuk melindungi massa tulang dan mengurangi risiko pengeroposan tulang.

Baca Juga: Moms, Waspadai 5 Gejala Kekurangan Vitamin D Pada Balita Ini

6. Rambut Rontok

Penyebab umum rambut rontok adalah stress. Kedua hal ini memang sudah sering dikaitkan satu sama lain. Namun, jika rambut rontok parah, hal itu mungkin disebabkan oleh penyakit atau kekurangan nutrisi.

Jika wanita mengalami kerontokan rambut, mungkin itu akibat kekurangan vitamin D. Walaupun masih belum banyak penelitian mengenai hal ini.

Alopecia areata adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan kerontokan rambut yang parah dari kepala dan bagian tubuh lainnya.

Ini terkait dengan rakhitis, yaitu penyakit yang menyebabkan tulang lunak pada anak-anak akibat kekurangan vitamin D.

Kadar vitamin D yang rendah terkait dengan alopecia areata dan mungkin menjadi faktor risiko memperparah penyakit tersebut.

7. Nyeri Otot

Akibat Kekurangan Vitamin D
Foto: Akibat Kekurangan Vitamin D

Foto: freepik.com

Penyebab nyeri otot seringkali sulit ditentukan. Ada bukti bahwa, nyeri otot terjadi akibat kekurangan vitamin D, naik pada anak-anak atau orang tua.

Dalam sebuah penelitian, 71% orang dengan nyeri otot kronis diketahui mengalami kekurangan vitamin D.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dosis tinggi dapat mengurangi berbagai jenis rasa nyeri pada otot.

Baca Juga: Cari Tahu Gejala Kekurangan Vitamin D Pada Bayi

8. Masalah Kesuburan

Akibat kekurangan vitamin D berikutnya yang bisa Moms atau Dads alami, yakni masalah kesuburan atau infertilitas.

Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D mungkin berperan dalam perkembangan sindrom ovarium polikistik (PCOS), penyebab utama infertilitas wanita.

Salah satu gejala PCOS yang umum adalah acanthosis nigricans, yang menghasilkan bercak-bercak kulit gelap seperti beludru.

“Seorang wanita muda berusia awal dua puluhan memiliki acanthosis nigricans yang terlihat di sekitar leher dan dadanya. Dia menderita PCOS dan pra-diabetes. Setelah enam minggu suplementasi Vitamin D, acanthosis praktis hilang dan dia merasa jauh lebih sedikit lelah.” jelas ahli gizi diet terdaftar di wilayah Seattle, Judy Simon MS, RDN, CD, CHES, dari Mind Body Nutrition.

9. Gangguan Pernapasan

gangguan pernapasan karena kekurangan vitamin D
Foto: gangguan pernapasan karena kekurangan vitamin D

Foto: Orami Photo Stock

Studi yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa vitamin D dapat membantu mempertahankan diri dari penyakit pernapasan, terutama pada anak-anak.

Jika anak Moms menderita asma parah, Moms mungkin bisa membantunya dengan meningkatkan asupan vitamin D mereka.

Sebagai salah satu akibat kekurangan vitamin D, masalah pernapasan yang konstan dapat muncul dengan cara yang berbeda.

Seseorang yang menderita masalah ini mungkin merasa mudah lelah setelah tugas yang biasanya mereka tangani dengan baik.

Atau mungkin sulit menarik napas untuk waktu yang lama.

Masalah pernapasan perlu ditangani oleh profesional medis dengan cepat karena dapat menyebabkan masalah lain.

Seringkali, seseorang yang menderita masalah pernapasan terus-menerus juga akan menderita gangguan kecemasan, seperti serangan panik.

Baca Juga: Inilah Gejala yang Terjadi Akibat Kekurangan Vitamin E

10. Depresi

Akibat kekurangan vitamin D telah dikaitkan dengan depresi, menurut penelitian yang melibatkan lebih dari 31.000 peserta studi dan diterbitkan dalam U.S National Library of Medicine.

Hal ini mungkin dapat terjadi karena vitamin D dan reseptornya ditemukan di area otak yang terlibat dengan suasana hati dan perilaku, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada Mei 2020 dalam Journal of Affective Disorders.

"Vitamin D memainkan peran penting dalam fungsi otak yang sehat," kata Shannon Henry, ahli diet-gizi terdaftar dengan EZCareClinic di San Francisco.

Bagi mereka yang mengalami depresi ringan hingga sedang, suplementasi dengan vitamin D dapat membantu, tulis para peneliti studi, meskipun studi lebih lanjut masih diperlukan.

Baca Juga: Kenali Kondisi Avitaminosis, Simak Dampaknya pada Tubuh dan Cara Mengatasinya

11. Penyakit Kardiovaskular

penyakit kardiovaskular
Foto: penyakit kardiovaskular (shutterstock)

Foto: shutterstock.com

Penyakit kardiovaskular adalah rusaknya kondisi jantung yang mungkin juga termasuk kerusakan pada pembuluh darah dan pembekuan darah yang sering.

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh National Institutes of Health telah menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gagal jantung kongestif.

Sebagai akibat kekurangan vitamin D, beberapa gejala terkait penyakit kardiovaskular yang mudah dikenali adalah pusing, kembung berat, masalah pernapasan, dan nyeri dada.

Jika Moms mengalami gejala-gejala ini, sebaiknya segera menghubungi dokter. Biasanya, dokter akan melakukan tes untuk memeriksa kekurangan vitamin D.

Tes ini bekerja dengan cara menyaring darah dan mungkin menunjukkan apakah Moms mengalami kekurangan vitamin.

Nah, itu dia beberapa gejala yang timbul akibat kekurangan vitamin D. Kekurangan vitamin D sangat umum dan kebanyakan orang tidak menyadarinya karena gejalanya sulit diketahui secara spesifik.

Jadi mulai sekarang, yuk penuhi kebutuhan vitamin D pada tubuh Moms setiap harinya agar terhindar dari gejala-gejala di atas.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4143492/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20824663/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26755458/
  • https://www.healthyway.com/content/symptoms-of-vitamin-d-deficiency-that-most-people-ignore/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/?term=congestive+heart+failure+vitamin+d
  • https://www.who.int/elena/titles/vitamind_pneumonia_children/en/
  • https://www.everydayhealth.com/columns/therese-borchard-sanity-break/8-surprising-signs-you-may-be-vitamin-d-deficient/
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0165032719333713?dgcid=rss_sd_all
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23377209/
  • https://health.usnews.com/wellness/food/articles/signs-of-vitamin-d-deficiency
  • https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-d-deficiency-symptoms
  • https://www.everydayhealth.com/news/illnesses-linked-vitamin-d-deficiency/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.