Scroll untuk melanjutkan membaca

2-3 TAHUN
28 Maret 2022

Penyakit Autoimun pada Anak, Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya!

Ketahui juga jenis penyakit autoimun yang umumnya diderita anak-anak
Penyakit Autoimun pada Anak, Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya!

Penyakit autoimun sendiri sangat umum dialami siapa saja termasuk yang paling berisiko adalah perempuan. Namun seperti dilansir dari Everydah Health, penyakit autoimun pada anak terbilang sangat jarang.

Tapi tidak menutup kemungkinan jika Si Kecil juga bisa mengalami kondisi ini apabila adanya keluarga dekat atau keluarga inti yang mengalami kondisi serupa.

Ibu hamil yang mengidap penyakit autoimun tertentu, misalnya lupus, bisa saja mentransfer antibodinya kepada bayi di kandungan lewat plasenta.

"Si bayi pun jadi memiliki antibodi yang sama dan nantinya mengalami gejala-gejala lupus,” terang Jane M. El-Dahr, M.D., dosen ilmu kesehatan anak dan ketua seksi imunologi, alergi, dan reumatologi anak di Tulane University School of Medicine in New Orleans.

Namun, itu hanya satu contoh. Faktanya, tidak semua ibu hamil yang mengidap penyakit autoimun otomatis akan mentransfer antibodinya kepada anaknya.

Baca Juga: Ashanty Didiagnosis Mengidap Penyakit Autoimun, Ini 3 Selebriti Indonesia yang Juga Mengidap Penyakit Autoimun

Apa Itu Autoimun pada Anak?

autoimun pada anak: Penyakit Kawasaki

Foto: autoimun pada anak: Penyakit Kawasaki

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit autoimun adalah kondisi saat sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Padahal, seharusnya sistem kekebalan tubuh berfungsi melindungi tubuh dari serangan kuman penyakit.

Sebagian besar penyakit autoimun muncul saat seseorang sudah dewasa. Kasus penyakit autoimun pada anak tergolong sedikit.

Dikutip dari situs web Everyday Health, penyakit autoimun pada anak bisa muncul karena diwariskan dari ibu yang memiliki penyakit autoimun tertentu.

Penyebab Autoimun pada Anak

hormon estrogen

Foto: hormon estrogen (Naturalcycles.com)

Foto: Orami Photo Stocks

Seperti dilansir dari Boston’s Children Hospital, penyebab autoimun pada anak masih menjadi misteri atau belum diketahui alasan pasti. Moms, perlu mengetahui bahwa penyakit autoimun tidak menular dan tidak disebabkan oleh satu hal tertentu.

Tapi para peneliti percaya bahwa ada beberapa proses yang memungkinkan terjadinya kondisi ini. seperti,

  • Faktor keturunan, penyakit autoimun tentu tidak muncul begitu saja dengan sendirinya tanpa ada pemicu walaupun hingga sekarang masih belum diketahui secara pasti. Tapi faktor keturunan masih dipercaya sebagai penyebab utama. Terlebih jika orang tua membawa atau membuat gen tertentu yang menyebabkan anak rentan terhadap autoimun.
  • Faktor kondisi yang mendahului, terjadinya autoimun dipercaya karena dipicu adanya kondisi kesehatan tertentu seperti infeksi, paparan racun, atau konsumsi obat-obatan tertentu.
  • Faktor hormonal, sebagai informasi untuk Moms, penyakit autoimun seringnya menyerang perempuan bisa dari usia anak-anak, remaja, dewasa muda, hingga orang tua. Hormon tertentu yang ada di tubuh wanita cenderung membuat penyakit kambuh.

Tidak bisa dipastikan apa penyebab penyakit autoimun. Namun penyakit autoimun cenderung terjadi pada orang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit autoimun juga.

"Berbagai infeksi virus serta pajanan terhadap bahan kimia di lingkungan dapat mencetuskan penyakit autoimun pada orang yang memiiliki gen penyakit autoimun," jelas dr. Endah Citraresmi, Sp.A (K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi & Imunologi Anak, RS Pondok Indah - Pondok Indah.

Dengan begitu, sayangnya penyebab autoimun pada anak belum bisa dipastikan ya, Moms.

Gejala Autoimun pada Anak

Kenali 5 Tanda Bahaya Infeksi Serius Pada Anak 1.jpg

Foto: Kenali 5 Tanda Bahaya Infeksi Serius Pada Anak 1.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Gejala autoimun biasanya tidak spesifik, artinya gejala yang timbul bisa disebabkan oleh kondisi yang mungkin tidak ada hubungannya dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. Selain itu gejala juga tergantung dari organ mana yang terserang.

Sehingga tidak jarang kondisi ini membuat dokter kesulitan untuk mendiagnosis penyakit autoimun. Maka biasanya anak bisa mendapatkan banyak tes untuk mencari tahu kemungkinan autoimun

1. Penyakit Autoimun yang Bersifat Sistemik

  • Demam
  • Kelelahan
  • Nyeri otot dan sendi

2. Pada Kondisi Autoimun SLE

  • Rambut rontok
  • Sariawan di mulut
  • Ruam merah menyerupai kupu-kupu pada wajah dikenal dengan butterfly rash atau malar rash
  • Gangguan pada ginjal, darah, otak, serta organ di sekitar lainnya.

3. Pada Penyakit Autoimun yang Menyerang Sendi atau Juvenile Idiopathic Arthritis

  • Nyeri dan bengkak pada sendi dan berlangsung selama lebih dari 6 minggu

"Gejala penyakit autoimun sering hilang timbul. Saat kambuh, gejala bisa berat untuk sementara waktu dan kemudian dapat terjadi remisi, yaitu gejala membaik atau hilang untuk periode waktu tertentu," ungkap dr. Endah.

Cara Mengatasi Autoimun pada Anak

insulin

Foto: insulin

Foto: Orami Photo Stocks

Dilansir dari Better Health, pada umumnya gangguan sistem kekebalan tubuh ini tidak bisa disembuhkan. Tapi Moms jangan cemas dulu, ya, karena walaupun tidak bisa disembuhkan, kondisi ini bisa dikendalikan agar gejala tidak terus muncul. Berikut beberapa cara untuk mengatasi autoimun pada anak

  • Mengonsumsi obat anti-inflamasi, pengobatan ini untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit yang ditimbulkan akibat kondisi autoimun.
  • Kortikostreroid, untuk mengurangi peradangan dan biasanya digunakan untuk mengobati gejala berat hingga sedang.
  • Obat penghilang rasa sakit, seperti parasetamol
  • Obat imunosupresan, untuk menghambat dan menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh.
  • Pengobatan diabetes, seperti suntik insulin jika anak dalam kondisi diabetes.
  • Operasi, bisa dilakukan jika ada penyumbatan di usus pada kondisi penyakit Crohn.

“Pengobatan penyakit autoimun tergantung dari jenisnya. Pada sebagian besar, tujuan pengobatan adalah untuk menekan atau memperlambat sistem kekebalan tubuh dan menghilangkan gejala dan nyeri dari peradangan,“ jelas dr. Endah.

Jenis Penyakit Autoimun pada Anak

autoimun pada anak: diabetes tipe 1

Foto: autoimun pada anak: diabetes tipe 1

Foto: Orami Photo Stock

Untuk menambah wawasan tentang penyakit autoimun pada anak, yuk, simak penjelasannya.

1. Penyakit Celiac (Celiac Disease)

Dalam situs web Everyday Health, dokter El-Dahr menyebut penyakit celiac adalah penyakit autoimun yang paling banyak menyerang anak-anak. Penyakit celiac terjadi saat sistem kekebalan tubuh seseorang menghambat penyerapan nutrisi akibat konsumsi gluten.

Pada anak yang menderita penyakit celiac, tubuhnya juga tidak dapat mencerna gluten dan memperlihatkan gejala seperti diare, anemia, kelelahan, sakit kepala, dan nyeri sendi.

2. Penyakit Lupus

Dikutip dari situs web Nationwide Children’s, Systemic Lupus Erythematous (SLE) atau lebih dikenal dengan sebutan penyakit Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang dapat mempengaruhi berbagai organ tubuh, terutama kulit, persendian, darah, ginjal dan sistem saraf pusat.

Sekitar 15 hingga 20 persen dari total penyakit Lupus terjadi pada anak, meski sebagian besar muncul saat anak berusia di atas 5 tahun. Sampai sekarang para ahli belum mengetahui faktor apa yang memicu munculnya penyakit Lupus.

Baca Juga: Kenali 7 Jenis Penyakit Autoimun. Cari Tahu Di Sini!

3. Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA)

Contoh penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah JIA yang tidak merujuk kepada satu jenis penyakit, melainkan istilah yang mewakili berbagai jenis masalah artritis yang diderita anak.

Artritis adalah peradangan atau degenerasi struktur sendi yang disertai dengan rasa sakit, pembengkakan, kekakuan, dan keterbatasan bergerak.

JIA terjadi saat sistem kekebalan tubuh mendorong tubuh untuk melepaskan zat kimia peradangan yang menyerang sinovium (lapisan jaringan di sekitar sendi). Sinovium yang meradang dapat membuat sendi terasa nyeri, lunak, memerah, bengkak, dan sulit digerakkan.

Menurut American College of Rheumatology, seorang anak akan mendapat diagnosis JIA jika ia mengalami peradangan di salah satu sendinya selama lebih dari enam minggu dan dokter telah menyingkirkan kemungkinan penyakit lain.

4. Penyakit Addison

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah penyakit Addison. Ini juga disebut insufisiensi adrenal pediatrik dan itu terjadi ketika kelenjar adrenal tidak menghasilkan kortisol dan aldosteron yang cukup.

Hormon-hormon ini mengatur metabolisme anak, sistem kekebalan tubuh, dan kadar natrium dan kalium dalam tubuh. Dengan tidak adanya hormon-hormon ini, metabolisme, sistem kekebalan tubuh, dan kadar natrium dan kalium dalam tubuh jadi tidak teartur. Penyakit Addison umumnya jarang terjadi.

Baca Juga: Penyakit Addison: Akibatnya Tak Seindah Namanya

5. Psoriasis

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah psoriasis. Ini bisa jadi karena kondisi autoimun atau disebabkan oleh infeksi bakteri pada kulit. Anak-anak dapat tertular penyakit ini melalui genetik atau karena penyakit autoimun lainnya seperti penyakit Crohn, diabetes tipe I, dan Artritis Reumatoid.

Penyakit ini menyebabkan peradangan dan gatal pada kulit dan persendian.

6. Penyakit Hati Autoimun

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah penyakit hati autoimun. Ia juga dikenal sebagai hepatitis autoimun. Ini adalah gangguan inflamasi yang merusak hati dan dapat menyebabkan sirosis.

Tipe I lebih jarang terjadi pada anak-anak. Tipe II juga jarang tetapi lebih umum daripada tipe I. enyakit ini biasanya menyerang anak perempuan berusia dua sampai 14 tahun.

7. Tiroiditis Autoimun (AT)

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah tiroiditis autoimun. Tiroiditis autoimun biasanya terjadi pada remaja, tetapi dapat lazim bahkan pada anak-anak yang lebih kecil. Ini adalah penyakit tiroid yang umum terjadi pada anak-anak.

AT bisa berupa hipotiroidisme atau hipertiroidisme. Gen dan faktor lingkungan menjadi penyebab penyakit pada anak.

8. Henoch-Schonlein Purpura (HSP)

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah Henoch-Schonlein Purpura. Pada anak yang terkena HSP, kulit yang meradang mengeluarkan sel darah merah yang menyebabkan ruam di kaki, bokong, dan lengan. Kondisi tersebut juga bisa menyerang organ dalam.

Di AS, HSP terjadi pada 20 per 100.000 anak, dan anak laki-laki lebih rentan dibandingkan anak perempuan. Ruam autoimun jenis ini pada anak-anak dapat berkembang antara usia dua dan 11 tahun.

Baca Juga: Henoch-Schönlein Purpura Pada Balita, Ini Penjelasannya

9. Immune (atau Idiopatik) Thrombocytopenia Purpura (ITP)

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah immune thrombocytopenia purpura. Pada kondisi ini, sistem imun menghancurkan trombosit (membantu pembekuan darah) di dalam tubuh anak, sebagian besar di limpa. Oleh karena itu, jika jumlahnya rendah, pendarahan bisa menjadi tidak terkendali.

Praktisi medis belum mengetahui penyebab dari kondisi tersebut, terkadang bisa juga disebabkan oleh virus yang tidak menular. Selain itu, ITP dapat terjadi jika anak tersebut memiliki kelainan autoimun lainnya.

10. Juvenile Dermatomyositis

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah juvenile dermatomyositis. Juvenile dermatomyositis adalah peradangan otot (miositis), karena sistem kekebalan yang rusak menyerang sel darah di seluruh tubuh anak.

Kondisi ini sangat jarang terjadi karena tiga dari satu juta anak-anak terkena di AS setiap tahun. Ini sebagian besar terjadi pada anak-anak berusia lima hingga sepuluh tahun.

11. Juvenile Scleroderma

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah juvenile scleroderma. Penyakit autoimun ini ditandai dengan pembentukan bercak kulit yang tebal akibat produksi kolagen yang berlebihan. Ada dua jenis, skleroderma lokal yang hanya menyerang kulit, dan skleroderma sistemik di mana, selain kulit, organ dalam seperti ginjal, jantung, dan saluran pencernaan juga terpengaruh.

Anak perempuan lebih rentan daripada anak laki-laki. AS memiliki sekitar 5.000 hingga 7.000 anak yang menderita penyakit langka ini. Di antara mereka yang terpengaruh, sebanyak 1,5 persen mendapatkannya sebelum usia 10 tahun sementara 7 persen mengembangkannya antara usia 10 dan 19 tahun.

12. Penyakit Kawasaki

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah penyakit kawasaki. Penyakit langka ini terjadi karena adanya peradangan pada otot-otot di dalam tubuh, dan jika tidak ditangani dapat mempengaruhi pembuluh koroner di jantung.

Ini dimulai dengan demam, ruam kulit dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher, yang berlanjut selama sekitar lima hari. Anak-anak berusia di bawah lima tahun rentan, dan satu dari 10.000 anak terpengaruh.

Baca Juga: Penyebab Penyakit Kawasaki Pada Bayi

13. Diabetes Tipe 1

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah diabetes tipe 1. Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun di mana pankreas berhenti memproduksi hormon insulin.

Penyakit ini dapat berkembang pada semua usia tetapi lebih sering terjadi pada orang yang berusia di bawah 20 tahun. Lebih dari 200.000 remaja di bawah 20 tahun diperkirakan menderita penyakit ini di AS.

14. Sindrom Autoimun Multipel (MAS)

Penyakit autoimun pada anak selanjutnya adalah sindrom autoimun multipel. MAS adalah kombinasi dari tiga atau lebih penyakit autoimun pada seseorang. Salah satu kelainan yang berkaitan dengan kulit, baik skleroderma atau psoriasis.

Sekitar 25 persen orang yang menderita penyakit autoimun cenderung mengalami lebih banyak gangguan autoimun.

Baca Juga: Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Autoimun, Bisakah Sembuh Total?

Itulah beberapa penyakit autoimun pada anak yang umumnya menyerang. Saat ini, banyak ahli kesehatan maupun orang tua yang memahami jika penyakit autoimun pada anak bisa mempengaruhi kondisi psikologis atau emosinya.

Anak dengan penyakit autoimun bisa saja merasa malu, kesepian, dan tidak percaya diri.

Padahal, penyakit autoimun membutuhkan penanganan yang tidak sebentar. Oleh karena itu, memperkaya wawasan tentang penyakit autoimun pada anak dapat membantu Moms dalam mendukung anak yang mengidap penyakit autoimun.

Nah, itu dia Moms informasi seputar autoimun pada anak. Penyakit autoimun yang tidak dikenali dengan cepat, dapat menyebabkan kerusakan organ dan jaringan, dan sebagian bahkan bisa membahayakan jiwa. Jadi, Moms perlu memperhatikan kondisi Si Kecil jika merasa ada kemiripian dengan gejala autoimun.

  • childrenshospital.org/conditions/autoimmune-diseases#:~:text=juvenile%20dermatomyositis%20affects%20the%20skin,intestine%20and%20sometimes%20the%20lungs
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/autoimmune-disorders
  • https://www.everydayhealth.com/autoimmune-disorders/childhood-autoimmune-disorders.aspx