24 Februari 2018

Bahaya Kandungan Albothyl untuk Sariawan, Dapat Menyebabkan Kanker

Harus waspada ya, Moms!

Baru-baru ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengedarkan surat yang menyatakan bahwa kandungan Policreculen dalam cairan obat luar konsentrat 36 persen tidak terbukti secara ilmiah sebagi obat luar. Kandungan tersebut diduga terdapat dalam satu produk obat sariawan dan oral yang banyak digunakan masyarakat, Albothyl.

Dalam surat tersebut, BPOM menyatakan bahwa penggunaan obat tersebut berbahaya atau berisiko bila tidak diencerkan terlebih dahulu, dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa policresulen dalam bentuk cairan obat luar konsentrat 36 persen tidak boleh beredar lagi.

Sontak hal tersebut menimbulkan reaksi yang mengagetkan masyarakat luas, mengingat bahwa Albothyl telah beredar luas dan dalam waktu yang lama di masyarakat. BPOM juga menambahkan bahwa kasus ini masih dalam proses penyidikan dan belum ada langkah penindakan.

Baca juga: Perlukah Minum Susu Khusus Ibu Hamil?

Menyebabkan Kanker

Menanggapi berita soal Albothyl yang beredar di masyarakat, Drg. Widya Apsari membagikan pengalamannya akan salah seorang pasiennya yang meninggal akibat kanker parah di bagian mulutnya. Awalnya, pasiennya yang berusia 32 tahun itu mengeluh sariawan pada bibir bagian dalam. Mengingat bahwa Albothyl adalah obat sariawan, iapun meneteskannya pada bagian yang sariawan tersebut.

Tak disangka, alhasil sariawannnya membesar sehingga harus dibawa ke instalasi gawat darurat. Setelah menjalani perawatan selama 3 hari di rumah sakit, bengka di bibirnya mulai berkurang, namun luka pada sariawannya semakin membesar bahkan hingga membentuk lubang.

Menurut dokter tersebut, ternyata memang tidak ada jurnal kedokteran yang membahas penelitian terkait policresulen untuk di dalam mulut. Hasil penelitiannya juga policresulen yang digunakan pada sariawan akan berakibat terjadi penyempitan pembuluh darah di tepi sariawan yang mengakibatkan suplai darah ke area yang terkena sariawan menjadi terhenti. Selain itu, jaringan di sekitar sariawan pun akan mati.

Itulah yang menyebabkan sariawan tidak terasa sakit, karena jaringannya sudah mati. Saat sebuah jaringan mati, makan tubuh akan berusaha melepaskan jaringan tersebut. Maka terjadi pengelupasan kulit. Itulah mengapa mereka yang berkumur dengan obat Albothyl akan mengalami area mulut yang terkelupas.

Baca juga: Patut Tahu! Ternyata Ini Bedanya Tumor, Kanker dan Kista

Setelah jaringan yang mati sudah terkelupas, biasanya tubuh akan memproduksi jaringan baru yang sehat. Namun, penggunaan policresulen membuat jaringan terlalu rusak hingga tubuh tidak bisa membentuk jaringan yang sehat. Matinya jaringan sariawan malah bisa membuat sariawan bertambah besar dan sakit.

Moms mungkin bertanya-tanya, mengapa selama ini banyak penggunanya yang baik-baik saja? Hal demikian rupanya diduga karena kebetulan dosis yang digunakan kecil, selain itu kondisi tubuh si pengguna juga sedang sehat sehingga dapat meregenerasi sel mati dengan baik.

Fakta yang lebih mengejutkan lagi ditemukan setelah dokter tersebut mencari penelitian tentang penggunaan policresulen yang ternyata justru digunakan untuk anal.

Baca juga: Berbagai Minuman Bernutrisi untuk Ibu Hamil

Masyarakat Diimbau untuk Berhati-hati

Beredarnya surat dari BPOM RI terkait penarikan Albothyl, tentu memicu reaksi masyarakat. Namun, hal tersebut rupanya dibantah oleh pihak PT Pharos selaku produsen Albothyl. Menurut pihak perusahaan surat dari BPOM tersebut hanya memberikan tanda hati-hati terhadap pemakaian Albothyl untuk sariawan. Karena masyarakat memang biasanya menggunakan produk tersebut untuk mengobati sariawan di sekitar mulut.

PT Pharos juga menambahkan bahwa bukan kandungannya yang berbahaya, melainkan konsentrat 36 persen bahan policresulen di dalam Albothyl tidak untuk sariawan. Menurutnya, pemakaiannya untuk sariawan diperbolehkan dan tidak berbahaya, namun harus diencerkan terlebih dahulu. Pihak perusahaan juga menegaskan bahwa, pemakaian Albothyl awalnya memang diindikasikan untuk pengobatan pada area intim wanita. Meski demikian, sebenarnya kandungan policresulen sendiri bisa untuk beberapa penyakit yang mengalami kerusakan pada sel.

(MDP)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.