Kesehatan

4 Mei 2021

Seberapa Sering Harus Scaling Gigi?

Sebaiknya seberapa sering membersihkan karang gigi? Simak jawabannya berikut
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Scaling gigi atau proses pembersihan karang gigi adalah salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan baik. Sejak masih kecil, tentunya Moms sudah mengerti bahwa merawat gigi dan mulut adalah hal yang penting untuk dilakukan.

Ketika seorang anak tumbuh gigi pertama kali sudah dianjurkan untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulutnya.

Cara paling utama dan terbaik untuk menjaga kesehatan gigi setiap harinya, yaitu rutin menyikat gigi paling tidak dua kali sehari dan menjaga setiap makanan serta minuman yang dikonsumsi.

Namun, terkadang masalah karang gigi tidak dapat dihindari. Nah, apabila tidak segera diatasi, maka bisa membuat kesehatan gigi menjadi terganggu. Untuk itu, penting dilakukan scaling gigi secara berkala. Lengkapnya, simak ulasan berikut ini!

Baca Juga: 4 Dampak Buruk Tidak Membersihkan Karang Gigi

Penyebab Munculnya Karang Gigi

Penyebab Munculnya Karang Gigi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Scaling gigi dilakukan untuk membersihkan karang gigi. Sebenarnya, apa yang menjadi penyebab munculnya karang gigi?

Dilansir dari American Dental Association, setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari dapat menimbulkan plak pada gigi, yang bisa menyebabkan gigi berubah warna.

Plak tersebut terbentuk dari sisa makanan yang menumpuk dan bakteri yang dibiarkan terlalu lama. Akhirnya, plak tersebut membentuk lapisan tipis berwarna kuning atau putih yang menempel di sela-sela gigi, yang menjadi permulaan terbentuknya karang gigi.

Jika sudah terbentuk karang gigi, menyikat gigi bukan menjadi solusi karena dibutuhkan perawatan yang lebih intensif untuk membersihkannya.

Baca Juga: 5 Cara Menghilangkan Karang Gigi dengan Bahan Alami

Seberapa Sering Harus Scaling Gigi?

membersihkan karang gigi 1.jpg

Foto: freepik.com

Tindakan scaling gigi dilakukan untuk membersihkan gigi secara lebih mendalam, termasuk mengikis apabila terdapat karang gigi. Scaling gigi hanya dapat dilakukan oleh dokter gigi. Lantas, seberapa sering sebaiknya melakukan scaling gigi?

Sebenarnya, hal ini tergantung pada kondisi masing-masing orang, ya, Moms. Namun, umumnya dokter menyarankan proses scaling gigi, serta pemeriksaan gigi dan gusi secara teratur sebanyak dua kali dalam setahun.

“Setiap orang punya kebutuhan yang berbeda-beda karena kesehatan giginya yang tidak sama. Rutin membersihkan karang gigi atau melakukan scaling gigi setidaknya 1 tahun sekali. Lebih baik lagi setiap 2 kali dalam setahun untuk mencegah setiap perubahan kecil dan bisa menanganinya dengan lebih cepat,” ujar Dr. Vera W.L. Tang, dokter gigi dari New York.

Lalu, siapa saja yang harus melakukan scaling gigi? Nyatanya, tidak ada batasan usia untuk melakukan scaling gigi. Namun, apabila Moms ingin membawa anak untuk melakukan scaling gigi, pastikan ia sudah memiliki gigi susu yang lengkap.

Ya, gigi susu anak tetap harus dijaga kesehatannya meskipun nantinya berganti menjadi gigi dewasa. Mengapa demikian? American Dental Association mengungkapkan, gigi susu memiliki pengaruh untuk kesehatan dan perkembangan anak.

Peranan gigi susu mampu membantu Si Kecil untuk mengunyah, berbicara, dan tersenyum. Mereka juga memiliki ruang di rahang untuk gigi permanen atau gigi dewasa yang tumbuh di bawah gusi.

Jadi, apabila muncul karang gigi pada gigi anak, ada baiknya Moms segera membawanya ke dokter gigi. Terlebih lagi, sejak tumbuh gigi pertamanya, anak memang harus rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

Baca Juga: Yuk, Ketahui 5 Penyebab Gigi Berlubang pada Anak

Mengapa Penting Membersihkan Karang Gigi?

Scaling gigi penting dilakukan secara rutin untuk menghindari kondisi karang gigi yang menumpuk atau dibiarkan terlalu lama. Sebab, karang gigi bisa mengakibatkan masalah gigi lainnya jika tidak segera diatasi.

Hal inilah yang membuat scaling gigi sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Berikut ini beberapa masalah kesehatan yang bisa terjadi apabila karang gigi tidak dibersihkan, yaitu:

1. Gigi Berlubang

Gigi Berlubang.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Baik anak-anak maupun orang dewasa tetap memiliki risiko untuk mengalami gigi berlubang. Kondisi ini dapat terjadi apabila karang gigi tidak segera dibersihkan atau dibiarkan begitu saja.

Karang gigi menjadi tempat bakteri bersarang. Asam yang diproduksi oleh bakteri dalam plak dapat menyebabkan tingkat pH rendah dan dapat menggerogoti email gigi. Akibatnya, gigi menjadi berlubang.

Ketika karang gigi terakumulasi, maka asam mulai memecah email, yang kemudian menghilangkan mineralisasi lapisan pelindungnya dan mengakibatkan gigi berlubang.

Selain itu, cara memerhatikan kesehatan gigi dan mulut agar tidak mengalami karang gigi yang menumpuk, yaitu pilih jenis makanan yang tepat.

Ada beberapa jenis makanan yang mudah menyebabkan plak gigi dan dapat menempel serta menumpuk di dalam gigi dan mulut.

“Perhatikan jenis makanan penyebab kerusakan pada enamel gigi dan meningkatkan sensitivitas gigi terhadap panas, dingin, manis, dan asam. Perhatikan juga makanan yang dikonsumsi agar terhindar dari gangguan kesehatan gigi dan mulut,” ungkap Dr. Mukul Dabholkar, dokter gigi asal India.

Jika dibiarkan, maka plak ini dapat menjadi karang gigi yang biasanya terbentuk di atas garis gusi. Jangan sepelekan kondisi karang gigi karena dapat menyebabkan gigi berlubang dan penyakit pada gusi.

2. Radang Gusi

Radang Gusi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Pentingnya membersihkan karang gigi tentunya untuk mencegah terjadinya radang gusi atau gingivitis. Penumpukan karang gigi yang dapat menimbulkan radang gusi.

Nah, ketika plak dibiarkan menetap pada gigi, maka akan mengeras. Setelah itu, menyerang gusi sehingga menyebabkan radang gusi.

”Setelah karang gigi menyerang gusi, maka terjadi peradangan yang menyebabkan gusi memerah dan berdarah. Hal tersebut dikarenakan plak terus bergerak hingga di bawah garis gusi. Ketika terjadi hal demikian, maka bisa menyebabkan gusi terpisah dari gigi,” ungkap Prostodontik dari New York, Dr. Jonathan Levine, DMD.

Baca Juga: Membersihkan Karang Gigi pada Anak? Ini Caranya!

3. Periodontitis

Periodontitis.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Pada penelitian yang dilakukan oleh Journal of the American Dental Association, membersihkan karang gigi bermanfaat bagi pasien yang memiliki masalah periodontitis.

Tindakan ini dilakukan untuk mencegah berbagai jenis gangguan kesehatan pada gigi dan mulut serta memberitahu kebiasaan baik yang dilakukan untuk mencegah masalah pada gigi.

Periodontitis sendiri terjadi ketika sudah terjadi gingivitis dan karang gigi tidak juga dibersihkan maka dapat menimbulkan penyakit periodontitis. Kondisi ini terjadi ketika terdapat kantong nanah yang muncul di antara gusi dan gigi.

4. Gigi Tanggal

Gigi Berlubang

Foto: Orami Photo Stock

Masih ragu untuk melakukan scaling gigi? Masalah karang gigi ternyata bisa mengakibatkan gigi tanggal, lho, Moms. Sungguh mengkhawatirkan, bukan?

Ternyata, hal ini dapat terjadi apabila periodontitis tidak segera ditangani dengan baik. Periodontitis terjadi ketika adanya peradangan, maka sistem kekebalan tubuh mengirimkan bahan kimia untuk melawan, kemudian bercampur dengan bakteri yang melepaskan zat pertahanan diri.

Nah, dampak paling fatalnya adalah gigi tanggal. Setelah terjadi peradangan pada gigi dan terus dibiarkan, maka seseorang bisa kehilangan giginya. Hal ini terjadi karena tulang gigi dan jaringannya sudah mengalami kerusakan yang parah.

Maka dari itu, selalu sempatkan waktu melakukan scaling gigi, paling tidak 1-2 kali dalam setahun, ya, Moms.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Membersihkan Karang Gigi?

Ibu Hamil Membersihkan Karang Gigi

membersihkan karang gigi 3.jpg

Foto: mydrdental.com

Seperti yang sudah diungkapkan di atas, siapa saja membutuhkan scaling gigi. Lantas, apakah juga termasuk dengan ibu hamil? Nah, pertanyaan satu ini mungkin sering terlintas di dalam pikiran Moms yang tengah mengandung.

Ternyata, ibu hamil juga harus memerhatikan kesehatan gigi dan mulutnya dengan baik, lho! Perawatan gigi dilakukan sebagai tindakan preventif untuk menghindarkan Moms dari risiko infeksi pada rongga mulut.

Masalah pada rongga mulut bisa mengakibatkan kontraksi sehingga bisa berdampak pada kelahiran secara dini.

Ibu hamil ternyata tetap bisa melakukan scaling gigi, namun perhatikan usia kehamilannya, ya.

“Jika ibu hamil ingin membersihkan karang gigi, sebaiknya lakukan saat trimester kedua. Saat trimester pertama, Moms rentan untuk mengalami mual karena pengaruh morning sickness. Ataupun pada trimester ketiga, posisi duduk di dental unit dalam waktu lama mungkin saja membuat Moms merasa tidak nyaman,” ungkap drg. Annisa Sabhrina, dari RSIA Cinta Kasih.

Jadi, ibu hamil tetap bisa menjaga kesehatan gigi dan mulutnya dengan baik melalui tindakan scaling gigi.

Selain itu, sebaiknya Moms memerhatikan jenis makanan atau minuman yang dikonsumsi. Makanan manis akan lebih mudah membentuk plak pada gigi, sehingga jangan lupa untuk rutin membersihkan gigi setelah mengonsumsinya.

Baca Juga: Ini Cara Membersihkan Mulut Bayi Sesuai Usia Agar Gigi Tumbuh Sehat, Catat!

Itulah penjelasan tentang pentingnya scaling gigi, yang dilakukan secara rutin. Ingat, jangan abaikan kesehatan gigi dan mulut. Rawat kesehatan gigi dan mulut dengan baik setiap harinya, ke dokter gigi secara rutin, dan jadilah contoh yang baik untuk anak-anak di rumah, ya, Moms!

  • https://jada.ada.org/article/S0002-8177%2815%2900346-3/abstract
  • https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/s/scaling-and-root-planing
  • https://www.hellomotherhood.com/pediatric-tartar-on-teeth-8053356.html
  • https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/b/baby-teeth#:~:text=Baby%20teeth%20are%20very%20important,are%20growing%20under%20the%20gums
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait