Kesehatan Umum

29 September 2021

Mengenal Fungsi Alveolus, Kantong Udara Kecil di Paru-Paru

Jadi pusat pertukaran udara di paru-paru, ini fungsi penting alveolus
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Nydia
Disunting oleh Karla Farhana

Paru-paru sebagai organ pernapasan manusia terdiri dari banyak bagian yang saling berkaitan. Salah satunya alveolus. Sudah tahu fungsi alveolus, Moms?

Alveolus merupakan bagian dari paru-paru yang berbentuk seperti kantong kecil berisi udara.

Meski ukurannya sangat kecil, alveolus bisa dibilang merupakan “pekerja keras” dalam sistem pernapasan.

Menurut studi pada 2003 di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, ada sekitar 480 juta alveolus di paru-paru. Letaknya berada di ujung tabung bronkial.

Baca juga: Mengenal Hipoksia dari Jenis, Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegah

Kantong-kantong udara keci ini akan mengembang saat menghirup oksigen, dan menyusut saat mengeluarkan karbon dioksida.

Bisa hitung berapa kali Moms menarik dan membuang napas dalam sehari? Sebanyak itulah alveolus bekerja.

Fungsi Alveolus sebagai Pusat Pertukaran Udara

fungsi alveolus

Foto: verywellhealth.com

Ada 3 proses keseluruhan yang terlibat dalam pernapasan manusia, yaitu:

  • Ventilasi: Proses memindahkan udara masuk dan keluar dari paru-paru.
  • Difusi: Proses pertukaran oksigen dengan karbon dioksida.
  • Perfusi: Proses memompa darah melalui paru-paru.

Alveolus merupakan pusat pertukaran udara di sistem pernapasan.

Fungsi alveolus adalah untuk mengambil energi yang masuk (oksigen) yang dihirup, dan melepaskan produk limbah yang keluar (karbon dioksida) yang dihembuskan.

Saat bergerak melalui pembuluh darah (kapiler) di dinding alveoli, darah mengambil oksigen dari alveolus, dan mengeluarkan karbon dioksida ke alveolus.

Kantong-kantong kecil alveolus ini secara keseluruhan membentuk area permukaan yang sangat besar untuk menjalankan sistem pernapasan.

Diperkirakan, luas total permukaan alveolus adalah lebih dari 100 meter persegi.

Area permukaan yang luas ini berperan penting dalam memproses sejumlah besar udara yang terlibat dalam pernapasan, dan membawa oksigen ke paru-paru.

Untuk diketahui, paru-paru mengambil sekitar 5- 8 liter udara per menit. Saat beristirahat, alveolus mengirimkan sekitar 0,3 liter oksigen ke darah, per menitnya.

Fungsi alveolus ini tentu tidak mungkin berjalan tanpa bagian lain.

Untuk mendorong udara masuk dan keluar, diafragma dan otot lainnya membantu menciptakan tekanan di dalam dada.

Baca juga: Terapkan Posisi Tidur Saat Flu yang Tepat agar Pernapasan Lebih Lega

Saat Moms menarik napas, otot menciptakan tekanan negatif, yang lebih kecil dari tekanan atmosfer yang membantu menyedot udara masuk.

Saat menghembuskan napas, paru-paru menyusut dan kembali ke ukuran normalnya.

Karakteristik Alveolus dalam Sistem Pernapasan

fungsi alveolus

Foto: livescience.com

Bayangkan paru-paru seperti dua cabang pohon yang bercabang.

Paru-paru kanan memiliki tiga bagian (lobus), dan paru-paru kiri memiliki dua bagian (di atas jantung). Cabang-cabang yang lebih besar di setiap lobus disebut bronkus.

Bronkus terbagi lagi menjadi cabang-cabang yang lebih kecil yang disebut bronkiolus.

Di ujung setiap bronkiolus terdapat saluran kecil (saluran alveolus) yang menghubungkan ribuan kantong yang sangat kecil, yang disebut alveolus.

Kantong-kantong kecil alveolus saling bersentuhan, seperti buah anggur dalam kelompok yang rapat. Setiap alveolus memiliki diameter sekitar 0,2 milimeter (sekitar 0,008 inci).

Setiap alveolus memiliki bentuk seperti cangkir dengan dinding yang sangat tipis. Ini dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah yang disebut kapiler yang juga memiliki dinding tipis.

Oksigen yang dihirup masuk melalui alveolus dan pembuluh kapiler ke dalam darah.

Kemudian, karbon dioksida yang menyebar dari kapiler ke alveolus, naik ke cabang bronkial dan dikeluarkan dari tubuh.

Untuk mendukung fungsi alveolus, lapisan luar alveolus yang bernama epitel, terdiri dari dua jenis sel, yaitu sel tipe 1 dan tipe 2.

Menurut studi pada 2018 di Proceedings of The National Academy of Sciences, sel alveolus tipe 1 menutupi 95% permukaan alveolus.

Baca juga: 5 Penyebab Hidung Bengkak Plus Cara Mengatasinya Sesuai Kondisi

Sementara itu, sel alveolus tipe 2 lebih kecil dan bertanggung jawab untuk memproduksi surfaktan yang melapisi permukaan dalam alveolus dan membantu mengurangi tegangan di permukaan.

Surfaktan membantu menjaga bentuk setiap alveolus saat bernapas.

Sel alveolus tipe 2 juga bisa berubah menjadi sel punca. Jika diperlukan untuk perbaikan alveolus yang cedera, sel punca alveolus dapat menjadi sel alveolus baru.

Gangguan pada Fungsi Alveolus

tanda leukemia - sesak napas (shutterstock).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dari pembahasan tadi, dapat diketahui betapa pentingnya fungsi alveolus dalam sistem pernapasan. Itu sebabnya kesehatan alveolus perlu diperhatikan.

Ada beberapa masalah kesehatan yang dapat secara langsung memengaruhi alveolus. Ini disebut penyakit paru-paru alveolar.

Penyakit ini dapat menyebabkan alveolus menjadi meradang dan timbul bekas luka. Beberapa penyakit juga dapat menyebabkan alveolus terisi air, nanah, atau darah.

Perlu diketahui bahwa alveolus hanya akan berfungsi dengan benar jika dipompa dalam jumlah yang tepat.

Beberapa kondisi dan cedera yang dapat menyebabkan keseimbangan ini menjadi terganggu adalah:

  • Overdistensi: Kondisi ketika alveolus meregang, sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik.
  • Disfungsi surfaktan: Gangguan pada surfaktan yang berfungsi membantu kinerja alveolus.

Selain itu, ada juga beberapa kondisi medis lain yang secara tidak langsung juga memengaruhi alveolus, yaitu:

1. Radang Paru-Paru (Pneumonia)

Penyakit ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Pada kondisi ini, bisa terjadi peradangan pada alveolus, di salah satu atau kedua paru-paru.

Alveolus yang meradang terisi nanah, dan membuat sulit bernapas.

2. Empisema

Emfisema adalah penyakit paru-paru kronis atau jangka panjang. Penyakit ini biasanya berkembang pada orang yang memiliki kebiasaan merokok bertahun-tahun.

Penyakit ini menyebabkan peradangan di paru-paru, dan memicu kerusakan alveolus.

Hal ini membuat fungsi alveolus tidak lagi efektif sebagai pusat pertukaran udara di paru-paru.

Lambat laun, hal ini bisa menyebabkan kondisi yang disebut jebakan udara.

Artinya udara yang dihirup terjebak atau tetap berada di paru-paru, bahkan setelah menghembuskan napas.

Baca juga: 3 Manfaat Daun Mint untuk Kesehatan, Cari Tahu Cara Mengolahnya

3. Tuberkulosis

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular pada sistem pernapasan yang disebabkan oleh bakteri.

Penyakit ini menyebabkan tumbuhnya nodul (massa) di jaringan paru-paru.

Pada beberapa kasus, bakteri penyebab TB dapat berkembang biak di dalam alveolus dan menyebabkan kerusakan sel-sel.

4. Proteinosis Alveolus

Proteinosis alveolus adalah penyakit langka, yang menyebabkan protein menumpuk di alveolus.

Ini paling sering terjadi sebagai kondisi autoimun, di mana sistem kekebalan menyerang sel-sel sehat.

5. Karsinoma Bronkioloalveolar

Bronkioloalveolarkarsinoma (BAC) adalah salah satu jenis kanker paru-paru yang paling umum terjadi.

BAC dapat mengganggu fungsi alveolus dan sering ditemukan di satu atau kedua paru-paru.

6. Sindrom Gangguan Pernapasan Akut

Sindrom gangguan pernapasan akut adalah masalah kesehatan pada paru-paru yang mengancam jiwa.

Pada kondisi ini, cairan menumpuk di alveolus, dan mencegah oksigen masuk ke paru-paru.

7. Sindrom Gangguan Pernapasan

Sindrom gangguan pernapasan seringkali terjadi pada bayi prematur.

Hal ini karena bayi yang lahir terlalu dini tidak memiliki cukup surfaktan yang melapisi alveolus.

Ini berarti ada lebih sedikit area permukaan yang tersedia untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

Baca juga: Hipertiroid: Gejala, Penyebab, Komplikasi, dan Pengobatan

8. Edema Paru

Edema paru adalah kondisi yang disebabkan oleh kelebihan cairan di paru-paru. Cairan ini bisa terkumpul di alveolus dan menyebabkan gagal napas.

Kegagalan pernapasan adalah kondisi ketika darah tidak mendapatkan cukup oksigen untuk disalurkan ke jantung dan seluruh tubuh.

Sekian pembahasan mengenai fungsi alveolus dan berbagai masalah kesehatan yang bisa mengintai kantong udara kecil ini.

Dapat diketahui bahwa alveolus punya fungsi yang sangat penting bagi sistem pernapasan manusia.

Jadi, Moms perlu menjaga kesehatan paru-paru, dengan cara menghindari rokok, rutin berolahraga, dan makan makanan bergizi.

Jangan lupa juga untuk memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala, ya.

  • https://www.atsjournals.org/doi/10.1164/rccm.200308-1107OC
  • https://www.pnas.org/content/115/10/2407
  • https://www.healthline.com/health/alveoli-function#alveoli-health
  • https://www.verywellhealth.com/what-are-alveoli-2249043
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait