KESEHATAN UMUM
09 September 2022

Waspada Gigi Berlubang, Ketahui Penyebab, Cara Mengatasi, dan Cara Mencegahnya!

Pastikan periksa gigi secara rutin
Waspada Gigi Berlubang, Ketahui Penyebab, Cara Mengatasi, dan Cara Mencegahnya!

Kondisi gigi berlubang merupakan masalah gigi yang paling umum terjadi.

Masalah pada gigi ini, juga kerap kali disebut dengan nama karies, yang tidak hanya disebabkan oleh makanan, namun kombinasi dari beberapa faktor, seperti terdapat aktivitas bakteri di mulut dan tidak merawat kesehatan gigi.

Kondisi ini ditandai dengan gigi yang berwarna kecokelatan atau hitam yang semakin lama membentuk bukaan atau lubang serta dapat menimbulkan rasa sakit luar biasa pada beberapa orang.

Lubang pada gigi sangat rentan dialami oleh anak-anak dibandingkan orang tua.

Seperti yang kita ketahui bahwa anak-anak sangat menyukai makanan dan minuman yang manis, serta belum memahami arti penting membersihkan gigi secara teratur.

Baca Juga: 3 Penyebab Daging Tumbuh di Gusi dan Cara Mengatasinya sampai Tuntas

Apa Itu Gigi Berlubang?

gigi berlubang

Foto: gigi berlubang (Smilefortcollins.com)

Foto Gigi Berlubang (Orami Photo Stock)

Melansir StatPearls Journal, gigi berlubang atau karies gigi adalah kondisi kerusakan pada bagian terluar (enamel) dan terdalam (dentin) gigi.

Dalam istilah kedokteran, gigi berlubang disebut dengan cavities atau karies.

Pada dasarnya, karies gigi adalah proses pembusukan yang mengakibatkan kerusakan pada email gigi, dentin, bahkan sampai sementum gigi.

Munculnya lubang pada gigi bisa disebabkan banyak faktor.

Mulai dari bakteri di dalam mulut, mengonsumsi makanan dan minuman manis, hingga kebersihan mulut yang buruk.

Rasa sakit pada gigi berlubang tak boleh disepelekan.

Lubang akan menjadi lebih besar hingga memengaruhi lapisan gigi bagian yang lebih dalam (dentin).

Akibatnya, Moms akan mengalami sakit gigi parah, infeksi, atau bahkan gigi tanggal.

Baca Juga: Sinopsis Film Adrift, Kisah Nyata dan Tragis tentang Bertahan Hidup di Tengah Samudera

Gejala Gigi Berlubang

Gejala Gigi Berlubang

Foto: Gejala Gigi Berlubang

Foto Sakit Gigi (Orami Photo Stock)

Gigi berlubang seringkali dapat dideteksi lebih awal jika Moms melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.

Dalam beberapa kasus, rontgen gigi mungkin diperlukan untuk memastikan kerusakan gigi atau untuk memeriksa tanda-tanda gigi berlubang.

Lubang dapat terbentuk di semua jenis gigi, namun paling sering terjadi pada gigi posterior (gigi geraham depan dan belakang).

Karena, gigi tersebut merupakan tempat mengunyah makanan hingga halus, serta memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi untuk dibersihkan.

Berikut ini beberapa gejala gigi berlubang, meliputi:

1. Perubahan Warna atau Bintik Gelap pada Gigi

Ketika lubang mulai terbentuk, Moms dapat melihat secara langsung timbulnya bintik-bintik hitam pada sela-sela gigi.

Pada awalnya Moms mungkin akan mengabaikannya, dan menganggap hal tersebut merupakan hal biasa.

Namun, seiring waktu, bintik hitam tersebut dapat menyebar pada gigi dan semakin besar, yang menandakan bahwa telah terjadi infeski serta kerusakan gigi.

2. Sensitif Terhadap Makanan dan Minuman Panas atau Dingin

Kerusakan pada gigi dapat menyebabkan dentin (bagian tebal dari gigi di bawah enamel) menjadi keropos sehingga dapat menyebabkan gangguan sensitivitas pada gigi.

Moms dengan gigi sensitif yang mengonsumsi makanan dan minuman yang dingin atau panas, akan merasakan ngilu yang sangat mengganggu.

Biasanya ngilu yang dirasakan berbeda pada setiap orang. Tergantung seberapa parah kerusakan yang terjadi pada dentin gigi.

Baca Juga: 12 Manfaat Yoga, Meredakan Nyeri Punggung, Mengurangi Kecemasan, hingga Bikin Kulit Bercahaya!

3. Bau mulut

Gigi berlubang disebabkan oleh infeksi bakteri yang menempel pada gigi.

Seperti halnya organisme lain, bakteri di mulut dapat menghasilkan limbah yang dapat menyebabkan bau mulut.

Jika Moms mengalami hal tersebut meski telah membersihkan gigi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi.

4. Nyeri pada Gigi dan Gusi Bengkak

Gigi berlubang dapat menyebabkan rasa nyeri yang berasal dari gigi dan gusi bengkak yang tidak tertahankan

Timbulnya nyeri hebat ini membuat penderita gigi akan sulit dan tidak nyaman ketika makan.

Sakit gigi juga dapat mengganggu aktivitas harian seseorang.

Biasanya untuk menangani nyeri yang dialami dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat anti nyeri atau mencoba pengobatan yang alami, seperti berkumur dengan air garam.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Annals of Medical & Health Sciences Research, dijelaskan bahwa air garam dapat bekerja sebagai antibakteri alami yang mampu meredakan pembengkakan serta mengurangi bakteri pada mulut.

Ini sangat baik digunakan sebagai pengobatan oral jangka pendek.

Meskipun begitu, berkumur dengan air garam tidak disarankan sebagai pengobatan jangka panjang.

Karena dapat menyebabkan enamel gigi (lapisan teratas gigi) melunak sehingga lebih rentan mengalami kerusakan dan lubang pada gigi.

5. Tidak Ada Gejala

Kebanyakan pasien tidak mengetahui bahwa sedang mengalami gigi berlubang sampai saat mereka melakukan pemeriksaan gigi dan didiagnosis oleh dokter.

Baca Juga: Penyakit Faringitis, Peradangan pada Selaput Lendir Bagian Belakang Tenggorokan

Penyebab Gigi Berlubang

Penyebab Gigi Berlubang

Foto: Penyebab Gigi Berlubang

Foto Sakit Gigi (Orami Photo Stock)

Hilangnya kadar mineral pada gigi dapat menjadi salah satu penyebab dari gigi berlubang.

Kerusakan gigi juga terjadi ketika makanan terperangkap di antara gigi dan tidak sepenuhnya dapat dihilangkan hanya dengan menyikat gigi dan flossing.

Adapun penyebab gigi berlubang lainnya yang harus diwaspadai sebagai beriikut.

1. Kebersihan Mulut yang Buruk

Semakin banyak plak pada gigi, semakin tinggi risiko seseorang mengalami kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Plak terbentuk ketika bakteri di mulut bercampur dengan makanan manis dan bertepung, seperti susu, jus, roti, pasta, dan buah.

Bakteri ini melepaskan asam yang memecah karbohidrat dalam makanan dan minuman.

Jika Moms tidak segera menyikat gigi setelah makan atau minum, kombinasi bakteri, asam, dan karbohidrat dapat bercampur menjadi lapisan lengket yang disebut plak.

Jika terus dibiarkan, plak akan menumpuk dan menyerang email gigi, hingga berlubang.

2. Mulut Kering

Air liur berfungsi untuk membantu membersihkan penumpukan plak dari gigi dan mencegah mulut menjadi asam.

Jika Moms dan Dads memiliki mulut kering di mana jumlah air liur sangat sedikit, pertumbuhan plak dan bakteri gigi dapat terajadi lebih cepat.

Baca Juga: Waspada Gusi Turun, Bisa Sebabkan Komplikasi Serius pada Mulut!

3. Makanan dan Minuman

Makanan dan minuman merupakan faktor utama yang tidak dapat dihindari.

Bahkan setelah menyikat gigi sekalipun, Moms dan Dads tidak dapat menghilangkan semua partikel makanan atau karbohidrat yang menempel di gigi.

Makanan yang menempel dan sulit dibersihkan pada gigi dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.

Namun, meskipun tidak dapat membersihkan gigi secara keseluruhan, sebaiknya tetap menyikat gigi setelah makan.

Hal ini untuk mengurangi risiko dan mencegah terjadinya lubang pada gigi.

4. Stres

Stres telah dikenal sebagai salah satu faktor pemicu dari sejumlah penyakit pada tubuh, termasuk masalah gigi berlubang.

Hal ini dikarenakan stres dapat memengaruhi tubuh untuk memicu mulut menjadi kering. Mulut yang kering membuat air liur berkurang.

Sedangkan, air liur diperlukan untuk menetralkan asam di mulut.

Selain itu, stres juga memengaruhi sistem kekebalan tubuh, yang jika terjadi dapat menimbulkan peradangan di beberapa area tubuh.

Seseorang yang mengalami stres sering mengonsumsi makanan manis-manis guna menghilangkan stres yang dialami.

Ini tentunya dapat meninggalkan sisa makanan di gigi.

5. Usia

Gigi berlubang bisa dialami oleh siapa saja, namun anak-anak dan lansia adalah 2 (dua) kelompok usia yang paling rentan mengalami gigi berlubang.

Anak-anak rentan mengalami gigi berlubang oleh karena gemar mengonsumsi makanan dan minuman manis.

Sedangkan pada lansia, penggunaan obat-obatan tertentu berdampak pada penurunan produksi air liur sehingga plak dan sisa-sisa makanan tidak dapat dibersihkan dengan sempurna.

Perlu diketahui, setiap orang mungkin memiliki besaran lubang gigi yang berbeda satu sama lain, dan hal ini bergantung pada seberapa banyak plak yang sudah terbentuk.

Baca Juga: 7 Tempat Wisata Madiun yang Hits, Ada Taman, Hutan, Sawah, dan Kolam Renang

Cara Mengatasi Gigi Berlubang

Cara Mengatasi Gigi Berlubang

Foto: Cara Mengatasi Gigi Berlubang (https://lifeyourway.net/wp-content/uploads/2019/03/Kids-from-Getting-Cavities.jpg)

Foto Sakit Gigi (Orami Photo Stock)

Perawatan tergantung pada tingkat keparahan kerusakan gigi. Berikut beberapa cara mengatasi gigi berlubang meliputi:

1. Perawatan Fluoride

Ketika kerusakan gigi diketahui sejak dini, perawatan fluoride dapat memperbaiki email gigi.

Proses ini disebut remineralisasi dengan cara mengoleskan fluoride pada gigi yang bermasalah.

2. Menambal Gigi

Setelah lubang terbentuk di gigi, dokter gigi seringkali menawarkan perawatan dengan cara menambal gigi.

Menambal gigi dilakukan dengan cara mengebor gigi yang membusuk dan mengalami kerusakan.

Lalu mengisi lubang tersebut dengan cairan emas kuning, amalgam, resin komposit, logam, atau semen ionomer kaca (SIK).

Baca Juga: 9 Potret Rumah Krisdayanti di Kawasan Elite Jakarta, Mewah dan Fasilitasnya Lengkap!

3. Pemasangan Crown Gigi

Crown gigi, atau mahkota gigi merupakan penutup atau pelindung yang ditempatkan tepat di atas gigi yang rusak.

Mahkota digunakan dengan tujuan untuk melindungi, menutupi, dan mengembalikan bentuk gigi seperti semula.

Mahkota pelindung gigi ini dapat dibuat dari logam dan resin.

Pemasangan mahkota gigi ini biasanya tidak memerlukan perawatan khusus dari waktu ke waktu.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah agar tetap menjaga kebersihan gigi dengan baik setelah pemasangan.

4. Perawatan Saluran Akar

Perawatan saluran akar atau endodontik merupakan jenis perawatan gigi yang bertujuan untuk mengobati infeksi pada bagian gigi yang telah rusak.

Perawatan ini tidak menyakitkan dan dapat mencegah dilakukannya pencabutan gigi.

5. Pencabutan Gigi

Perawatan ini dapat dilakukan jika prosedur mengobati saluran akar tidak berhasil.

Setelah gigi tercabut, dokter biasanya akan menyarankan implan gigi untuk menggantikan gigi permanen yang telah dicabut sebelumnya.

Penggunaan implan dapat mencegah gigi bergeser agar tetap dapat berada dalam kondisi normal.

Baca Juga: Mengenal Fungsi Jaringan Tumbuhan dan Jenisnya untuk Edukasi Anak

Cara Mencegah Gigi Berlubang

Cara Mencegah Gigi Berlubang

Foto: Cara Mencegah Gigi Berlubang

Foto: Orami Photo Stock

Berikut beberapa hal penting yang bisa Moms lakukan guna mencegah terjadinya gigi berlubang.

1. Menyikat Gigi

Dalam mencegah gigi berlubang, penting bagi Moms untuk rutin menyikat gigi dengan benar sebanyak 2 kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.

Pastikan untuk menyikat semua sisi gigi, mulai dari depan, belakang, bawah dan atas.

Menyikat gigi dapat membantu menghilangkan plak yang menempel setelah makan.

2. Batasi Asupan Makanan dan Minuman Manis

Permen, soda, dan makanan manis lainnya yang mengandung gula dapat membuat bakteri penyebab plak gigi semakin banyak di dalam mulut.

Jangan pernah biarkan makanan manis menempel terlalu lama di gigi.

Karena itu, setelah mengonsumsi makanan manis segeralah membersihkan gigi.

3. Flossing dan Obat Kumur

Meskipun telah menyikat gigi dengan baik dan benar, namun sisa makanan atau plak pada gigi tidak dapat hilang secara sempurna.

Untuk mendapatkan gigi yang bersih maksimal, Moms bisa mencoba melakukan flossing gigi (membersihkan sela gigi dengan benang).

Selain itu juga menggunakan obat kumur yang mampu melindungi gigi terhadap penumpukan plak.

4. Mencoba Terapi Oil Pulling

Pengobatan Ayurveda yang berasal dari India telah melakukan terapi oil pulling berabad-abad lamanya.

Oil pulling adalah prosedur detoksifikasi dengan cara berkumur dengan satu sendok minyak selama 20 menit.

Terapi ini biasanya menggunakan minyak kelapa, minyak biji bunga matahari, atau minyak biji wijen.

Sebuah studi dalam jurnal Complementary Therapies In Medicine menunjukkan, terapi oil pulling memiliki efektivitas yang hampir sama dengan obat kumur chlorhexidine untuk mengurangi plak penyebab gigi berlubang.

Selain itu, prosedur detoks sederhana ini juga mampu membantu menyembuhkan masalah gigi, sakit kepala, hingga diabetes.

5. Kunjungi Dokter Gigi

Nah, yang terakhir tidak kalah penting dari lainnya, adalah melakukan pemeriksaan gigi ke dokter ahli.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menginformasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar melakukan pemeriksaan gigi paling tidak setiap 6 bulan sekali.

Penanganan yang tepat dan cepat akan sangat ampuh dalam mencegah masalah pada gigi dan mulut.

Baca Juga: 7 Jenis Buah untuk Diet yang Menyehatkan, Salah Satunya Pisang!

Itu dia informasi seputar masalah gigi berlubang.

Tentu kondisi tersebut tidak ingin dialami setiap orang. Maka dari itu sangat penting dalam mengedukasi diri sendiri dan orang-orang terdekat dalam menjaga kesehatan gigi dengan cara yang benar.

Yuk, Moms lebih dijaga lagi kesehatan gigi Moms dan keluarga.

  • https://dentistry.uic.edu/news-stories/5-amazingly-simple-things-you-can-do-to-prevent-cavities/
  • https://www.webmd.com/oral-health/guide/tooth-decay-prevention
  • https://www.verywellhealth.com/how-to-prevent-cavities-1059134
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/321259#seeing-a-dentist
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4717883/
  • https://www.nidcr.nih.gov/health-info/tooth-decay/more-info/tooth-decay-process
  • https://brushinonbelmont.com/how-to-tell-if-you-have-a-cavity-the-warning-signs-explained/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cavities/diagnosis-treatment
  • https://crest.com/en-us/oral-health/conditions/cavities-tooth-decay
  • https://www.aspendental.com/oral-health/cavities
  • https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/c/cavities
  • https://www.cdc.gov/oralhealth/fast-facts/cavities/index.html
  • https://promkes.kemkes.go.id/?p=5882
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/labs/pmc/articles/PMC4250986/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551699/