Kesehatan

KESEHATAN
26 Desember 2020

Cari Tahu Keunggulan dan Risiko Sunat Klamp untuk Anak

Katanya termasuk metode terbaik untuk bayi dan anak-anak, apakah benar demikian?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Putriana
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Saat ini metode sunat atau khitan sudah semakin berkembang. Alat yang digunakan pun sudah semkin maju dan beragam selain dengan cara bedah konvensional.

Salah satu yang paling banyak digunakan adalah metode sunat klamp. Sebetulnya ada belasan hingga puluhan jenis sirkumsisi menggunakan metode klamp di seluruh dunia, seperti metode gomco clamp, mogen clamp, hingga smart clamp.

Sunat smart clamp adalah metode yang dimaksudkan sebagai sunat klamp di Indonesia, yakni menggunakan tabung khusus sekali pakai yang dipasang di kepala penis.

Metode sunat klamp diklaim memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan metode sunat lainnya, terutama bagi anak-anak. Hal ini karena metode ini memungkinkan perdarahan yang sedikit dan penyembuhannya lebih cepat.

Namun, sebelum Moms dan Dads memutuskan menggunakan metode klamp untuk mengkhitan Si Kecil, mari cari tahu terlebih dahulu tentang keunggulan dan risikonya di bawah ini.

Cara Kerja Metode Sunat Klamp

intechopen.com.jpeg

Foto: intechopen.com

Pertama, penis akan diukur untuk menentukan diameter tabung smart klamp yang akan digunakan. Setelah diukur, anastesi lokal pun dilakukan di sekitar penis hingga kebas.

Selanjutnya, tabung dipasang pada punggung kulup penis dan dijepit. Dokter akan melakukan pemotongan kulup dan kemudian memasang pengunci klem.

Proses tersebut dikerjakan hanya dalam waktu singkat. Tabung akan terpasang selama lima hari sebelum kemudian pengunci klamp dilepas.

Setelah klmap dilepas, biasanya tabung akan tetap menempel pada penis dan akan lepas dengan sendirinya. Moms dan Dads hanya perlu rutin meneteskan baby oil di area dalam tabung untuk mempermudah terlepasnya tabung.

Kelebihan Metode Sunat Klamp

theglobeandmail.com.jpg

Foto: theglobeandmail.com

Ada beberapa kelebihan metode sunat klamp dibandingkan metode sunat konvensional. Di antaranya:

1. Durasi Tindakan Lebih Cepat

Salah satu keunggulan sunat klamp adalah proses pemasangannya yang cepat, yakni hanya membutuhkan waktu sekitar 7-10 menit saja. Hal ini tentu membuat waktu menjadi lebih efisien dibandingkan metode sirkumsisi atau bedah minor pada proses khitan yang dapat berlangsung selama 30-50 menit.

2. Minim Pendarahan

Sunat klamp diklaim dapat meminimalisir pendarahan yang terjadi pada bekas sayatan. Hal ini karena kulit penis yang dipotong sudah terkunci dalam cincin tabung klamp sehingga risiko pendarahan lebih kecil.

3. Perawatan Luka yang Lebih Mudah

Karena metode sunat klamp tak mengalami proses penjahitan, perawatannya pun setelah khitan menjadi lebih mudah. Bekas luka sunat terlindungi oleh tabung klamp sehingga aman jika terkena air. Sunat klamp juga tak memerlukan perban yang harus rutin diganti.

Berbeda dengan sirkumsisi yang dalam proses penyembuhannya bekas luka jahitan tidak boleh terkena air. Selain itu, perban yang menutup luka jahitan juga harus diganti secara rutin hingga minimal tujuh hari pasca sunat.

4. Bisa Langsung Beraktivitas

Bayi yang sudah berusia di atas empat bulan umumnya sudah mulai aktif bergerak, terutama berguling dan beberapa lainnya sudah berlajar merangkak. Moms dan Dads pasti memiliki kekhawatiran jika Si Kecil yang belum dapat mengontrol gerakannya tersebut akan memengaruhi bekas luka khitan.

Namun, justru itulah salah satu keunggulan sunat klamp. Smart klamp yang terpasang pada penis bayi melindungi luka dari gesekan sehingga anak dapat langsung beraktivitas seperti biasanya sesaat setelah klamp terasang.

5. Minim Rasa Sakit

Sunat klamp diklaim akan meminimalisir rasa sakit yang dirasakan Si Kecil setelah dikhitan. Dengan begitu, orang tua tak lagi perlu khawatir menghadapi anak yang rewel akibat kesakitan pasca sunat.

Risiko Sunat Klamp

media-1527045893.jpg

foto: perdoski.id

Walau memiliki banyak keunggulan, namun melakukan khitan dengan metode sunat klamp bukan tanpa risiko. Meski jarang terjadi, namun Si Kecil kemungkinan dapat mengalami efek samping setelah sunat klamp seperti:

1. Infeksi

Infeksi tetap dapat terjadi pada area luka, terutama jika peralatan yang digunakan saat melakukan proses klamp kurang steril. Infeksi biasanya ditandai dengan area kulup penis yang bengkak, merah, bernanah, hingga muncul demam.

2. Pendarahan

Meski diklaim minim pendarahan, namun risiko ini tetap bisa terjadi apabila sayatan mengenai pembuluh darah pada penis. Namun hal ini dapat langsung diatasi dengan jahitan.

3. Pemotongan yang Tak Tuntas

Pemotongan kulup penis yang tak tuntas bisa terjadi karena tenaga medis ataupun mantri yang kurang berkompeten. Jika pemotongan kulup penis tidak sempurna dan masih menyisakan banyak kulit kulup penis, maka ada kemungkinan anak harus kembali dikhitan di kemudian hari.

Perawatan Pasca Sunat

cafemom.com.jpg

Foto: cafemom.com

Perawatan pasca sunat tetap perlu dilakukan untuk memastikan tabung bersih dan bebas infeksi. Seperti dilansir dari laman Rumah Sunatan Mahdian, berikut adalah cara perawatan setelah sunat klamp.

1. Mengonsumsi Obat Pereda Rasa Nyeri

Umumnya dokter akan meresepkan pemberian obat anti nyeri terutama pada ank-anak. Meski diklaim minim nyeri, namun rasa nyeri setelah khitan tidak dapat hilang sama sekali, terlebih setelah efek anastesinya hilang.

2. Istirahat Cukup

Setelah proses sunat klamp selesai, pasien memang bisa langsung beraktivitas. Namun, sebaiknya kondisikan Si Kecil beristirahat selama kurang lebih tiga jam untuk meminimalisir bengkak.

Bengkak normal terjadi pasca khitan, selama tabung klamp masih terpasang maka peredaran darah di sekitar penis belum lancar. Namun Moms dan Dads perlu memerhatikan apakah ada kondisi lain yang mengikuti, seperti penis terlalu bengkak, kemerahan berlebihan, demam, hingga menurunnya nafsu makan secara signifikan.

Jika hal-hal tersebut terjadi, baiknya segera bawa Si Kecil ke rumah sakit atau tenaga medis yang menangani.

3. Bersihkan Area Klamp Setiap Buang Air Kecil

Kebersihan tabung klamp harus tetap dijaga untuk menghindari kontaminasi bakteri, terutama yang diakibatkan keluarnya air seni. Moms dan Dads bisa membersihkan bagian dalam dan luar tabung smart clamp dengan kain kasa atau cotton bud yang telah dibasahi rivanol atau air. Selain itu, Moms juga bisa menggunakan cairan saline untuk membilasnya.

4. Mandi Secara Teratur

Tidak ada pantangan terkena air saat klamp masih terpasang. Justru, dianjurkan mandi secara teratur dua kali sehari untuk menjaga kebersihan.

Jangan lupa membasuh bagian dalam tabung klamp dengan air dan mengeringkannya dengan handuk. Untuk mengeringkan bagian dalam tabung, Moms bisa menggunakan cotton bud. Jika anak sudah berusia pra sekolah, disarankan mandi menggunakan air dengan campuran antiseptik.

Biaya untuk Melakukan Sunat Klamp

purewow.com.jpg

Foto: purewow.com

Biaya yang diperlukan untuk melakukan sunat klamp cukup beragam, yakni mulai dari Rp700.000 hingga Rp3.000.000 tergantung di mana tempat Moms dan Dads melakukan sunat. Jika pemasangan klamp dilakukan oleh dokter bedah di rumah sakit kemungkinan harganya akan berbeda dengan pemasangan klamp di rumah sunat oleh dokter umum.

Selain itu, kualitas alat klamp yang digunakan juga bisa jadi memengaruhi biaya yang perlu dikeluarkan. Selain mempertimbangkan biaya, pastikan juga tenaga medis yang menangani berkompeten dan tempat praktek sunatnya memiliki izin jelas agar risiko dapat diminimalisir.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memutuskan Menggunakan Metode Sunat Klamp

scientificamerican.com.jpg

Foto: scientificamerican.com

Meski tergolong aman untuk dilakukan pada anak, namun ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan sebelum membawa Si Kecil melakukan khitan dengan metode klamp. Salah satunya adalah jika anak memiliki kondisi fimosis.

Fimosis merupakan kondisi ketika kulup penis melekat erat ke kepala penis dan menyebabkan penyempitan. Hal ini disampaikan dr. Azwin Kamar, BMedSci, Sp.B dalam siaran langsung di Instagram bersama dokter spesialis anak dr. Miza Dito Afrizal, BMedSci, Sp.A (7/10).

"Kalau ada fimosis, baiknya dokter bedah," ujar dr. Azwin. "Karena tekniknya ada sedikit perbedaan, ada yang kita harus benar-benar bersihkan dan keluarkan pada saat kita operasi. Jadi harus dibersihin banget gitu."

Selain fimosis, sunat klamp tak dapat dilakukan pada anak yang terkena hipospadia atau kelainan letak lubang kencing serta pada anak yang memiliki ibu dengan infeksi virus HIV.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait