05 Januari 2023

8 Masalah pada Kulup Bayi Normal dan Cara Merawatnya, Waspada!

Jika mengalami salah satunya, maka segera konsultasikan dengan dokter ahli, Moms.

Punya bayi laki-laki memang ada tantanganya sendiri. Salah satu yang harus diperhatikan adalah kebersihan organ intim. Ini karena masih memiliki kulup bayi normal, organ intim Si Kecil rawan terkena masalah. Berikut ulasannya.

Penis adalah salah satu organ reproduksi laki-laki yang terletak di luar. Penis berfungsi untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme yang disebut urin.

Fungsi penis yang merupakan alat reproduksi menjadikan perawatan dan kesehatan organ ini harus diperhatikan sedini mungkin. Bukan tanpa alasan. Penis ternyata rentan terkena masalah.

Sejak lahir, bayi laki-laki bisa mengalami masalah dengan penisnya. Terutama di bagian kulit kulup. Kulit kulup merupakan selubung kulit yang menutupi penis.

Beberapa masalah yang terjadi pada kulit kulup laki-laki dapat diatasi dengan perawatan di rumah.

Namun, beberapa masalah lain membutuhkan penanganan dokter anak. Perawatan kulit kulup bai normal yang tepat merupakan cara terbaik untuk mencegah banyak masalah ini.

Baca Juga: Amankah Sunat Ketika Bayi Baru Lahir?

Masalah pada Kulup Bayi Normal

Beberapa masalah yang bisa timbul pada kulit kulup bayi normal di antaranya:

1. Adhesi

Smegma pada bayi (Freepik.com)
Foto: Smegma pada bayi (Freepik.com)

Ketika bayi tumbuh, kulit kulup secara alami akan terpisah dari kepala penis. Selama proses pemisahan ini, masalah-masalah berikut bisa terjadi pada kulit kulup bayi normal.

Bagian kulit kulup bisa tetap melekat (adhesi) di saat harusnya sudah terpisah.

Ini normal dan tidak diperlukan perawatan khusus. Walaupun pemisahan terlambat, kulit kulup akan sepenuhnya terpisah pada saat seorang anak mencapai pubertas.

Sampai terjadinya pemisahan itu, mungkin akan ada rasa sakit saat buang air kecil. Ini biasanya hilang setelah satu atau dua hari.

2. Balanitis

Kulup bayi merah (Unsplash.com)
Foto: Kulup bayi merah (Unsplash.com)

Balanitis adalah infeksi yang dapat menyebabkan kulit kulup bayi merah, bengkak, dan gatal.

Moms juga terkadang bisa melihat adanya penumpukan cairan dan bayi mengalami rasa sakit saat buang air kecil.

Perawatan area alat kelamin yang tepat dapat mencegah masalah kulup bayi merah ini terjadi.

Dikutip dari Fairview Health, balanitis dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, atau ragi. Selain itu, bahan kimia atau obat-obatan juga bisa menjadi penyebabnya.

Membersihkan penis terlalu berlebihan atau jarang juga dapat menyebabkan balanitis. Jadi, Moms dan Dads perlu mengetahui cara perawatan kebersihan penis yang tepat.

Baca Juga: Ternyata Ini 3 Manfaat Anak Disunat Sejak Bayi

3. Tourniquet Rambut

Tourniquet rambut (Freepik.com)
Foto: Tourniquet rambut (Freepik.com)

Masalah pada kulit kulup bayi normal juga bisa terjadi ketika tanpa sengaja, rambut atau benang dapat memilin penis dengan erat sehingga mengganggu aliran darah.

Kondisi rambut tersebut disebut tourniquet rambut.

Umumnya, rambut atau benang mungkin tampak seperti garis tipis di sekitar penis.

Area yang terkena biasanya bengkak dan memerah. Terkadang Moms mengalami kesulitan untuk melihat benang atau rambut yang melilit kulit kulup.

Moms, harus waspada dengan kondisi kulup bayi yang seperti ini, ya.

Jika kondisi ini menyebabkan penis bayi mengalami pembengkakan, perubahan warna, atau kemerahan pada penis, maka Moms harus segera membawa bayi ke rumah sakit.

Hal ini karena tourniquet rambut dapat merusak saraf dan pembuluh darah penis bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat oleh ahlinya.

4. Infeksi Bakteri

Ilustrasi infeksi bakteri (Unsplash.com)
Foto: Ilustrasi infeksi bakteri (Unsplash.com)

Luka atau goresan pada penis juga bisa menimbulkan masalah pada kulit kulup bayi normal. Bakteri dapat memasuki kulit melalui luka atau goresan dan menyebabkan infeksi.

Bakteri dapat dengan cepat menyebar ke seluruh kulit kulup bayi normal.

Ini dapat menyebabkan infeksi bakteri yang disebut balanoposthitis. Penis dan kulup membengkak, menjadi merah dan terasa sakit dan sangat sensitif saat disentuh.

5. Parafimosis

Bayi menangis (Freepik.com)
Foto: Bayi menangis (Freepik.com)

Ketika bayi semakin tumbuh besar, kulit kulup akan mengendur dan dapat ditarik sehingga kepala penis tampak.

Kondisi parafimosis terjadi ketika kulit kulup bisa ditarik ke belakang.

Namun dalam kondisi ini, tidak bisa kembali ke posisi semula menutupi kepala penis karena bengkak sehingga menjepit batang penis bayi.

Baca Juga: Mengenal Fimosis, Penyebab Umum Bayi Laki-laki Disunat Sejak Dini

6. Fimosis

Ilustrasi fimosis pada bayi (Freepik.com)
Foto: Ilustrasi fimosis pada bayi (Freepik.com)

Pada bayi baru lahir, kulit khatan biasanya tidak bisa ditarik. Seiring bertambahnya usia bayi, kulit kulup perlahan akan semakin mudah ditarik.

Dalam kondisi fimosis, bayi memiliki kulit kulup berukuran kecil.

Bayi dengan fimosis bisa mengalami kesakitan ketika buang air kecil karena kulit kulup yang kecil.

Umumnya, bayi akan menjadi rewel dan mudah menangis.

Jika kondisi fimosis bayi tidak membuat bayi merasa tidak nyaman, maka pemeriksaan ke dokter tidak diperlukan.

7. Smegma Pada Bayi

Ilustrasi bayi menangis (Unsplash.com)
Foto: Ilustrasi bayi menangis (Unsplash.com)

Pernahkah Moms dan Dads melihat adanya bercak puti di daerah penis bayi laki-laki? Bila iya, jangan panik dulu!

Kondisi penis yang demikian disebut dengan smegma. Apa itu smegma pada bayi?

Smegma sebenarya adalah zat alami yang berasal dari adanya penumpukan minyak, kulit mati, keringat, dan sel-sel mati pada bayi. Kebetulan zat tersebut dikeluarkan oleh bagian kulup bayi.

Moms, tak perlu khawatir. Ini karena smegma pada bayi tidak berbahaya.

Namun sebagai catatan, kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Bila Moms tidak apik merawatnya, smegma bisa mengeras dan menimbulkan bau.

Bila kondisi ini dibiarkan, di area penis bati bisa muncul rasa nyeri, infeksi, serta benjolan seperti mutiara. Jangan lupa Moms dan Dads untuk menjaga kebersihan alat kelamin bayi laki-laki.

8. Kulup Bayi Merah

Kulup bayi merah (Unsplash.com)
Foto: Kulup bayi merah (Unsplash.com)

Salah satu yang masalah yang sering muncul adalah kulup bayi merah. Apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi?

Sebenarnya, hal ini bisa disebabkan beberapa faktor, seperti ruam popok, infeksi di saluran kemih, serta iritasi kulit.

Semua ini bisa terjadi kalau bayi tidak cocok dengan popok, sabun, atau krim kulit yang digunakan. Oleh sebab itu, Moms dan Dads harus berhati-hati ketika memilih produk perawatan bayi.

Cara Merawat Kulup Bayi Normal

Moms, kulup bayi normal terutama yang belum disunat harus dirawat dengan baik. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari masalah yang umumnya dialami kulup bayi normal.

Dikutip dari American Academy of Pediatrics, ada beberapa langkah yang harus Moms lakukan untuk merawat kulup bayi normal. Berikut langkahnya.

  1. Dengan lembut menariknya menjauh dari kepala penis.
  2. Membilas kepala penis dan lipatan dalam kulup dengan sabun dan air hangat.
  3. Menarik kulup kembali ke atas kepala penis.

Nah, itulah beberapa masalah yang biasanya terjadi pada kulup bayi normal. Jika Si Kecil mengalami salah satunya, maka segera konsultasikan dengan dokter ahli, Moms.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb