15 Februari 2022

Sering Merasa Nyeri atau Sakit saat Kencing? Waspada Infeksi Saluran Kemih!

Gejala lain yang mungkin muncul yakni panas atau perih saat buang air kecil, harus waspada!

Moms, pernahkah mengalami rasa sakit saat kencing? Rasa sakit atau nyeri yang dirasakan biasanya seperti terbakar, panas, dan terasa sangat tidak nyaman pada saat buang air kecil.

Kondisi tersebut disebut juga dengan nama anyang-anyangan, atau dalam istilah medis yaitu disuria.

Kira-kira apa penyebab nyeri tersebut? dan bagaimana cara mengatasinya?

Yuk simak ulasannya pada artikel ini.

Baca Juga: Ketahui Jenis Olahraga untuk Infeksi Saluran Kencing

Apa Itu Disuria atau Sakit saat Kencing?

Penyebab sering buang air kecil.jpeg
Foto: Penyebab sering buang air kecil.jpeg (https://www.franciscanhealth.org/news-and-events/news/bladder-leakage-isnt-normal-part-aging-women)

Foto: Orami Photo Stock

Disuria atau nyeri saat buang kecil merupakan rasa sakit atau rasa tidak nyaman yang timbul saat sedang berkemih.

Keadaan ini seringkali dijelaskan sebagai rasa terbakar yang disebabkan oleh beberapa kondisi.

"Sakit saat berkemih atau disuria, merupakan sensasi yang ditandai dengan rasa tidak nyaman, rasa panas atau terbakar, perih atau nyeri saat berkemih. Hal ini bukan merupakan diagnosis melainkan sebuah gejala atau tanda dari suatu penyakit yang dialami seseorang," kata dr. Doddy W. Hami Seno, Sp. U, yang merupakan Dokter Spesialis Bedah Urologi, yang berpraktik di RS Pondok Indah – Pondok Indah dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Selain itu, dr. Doddy juga menjelaskan bahwa nyeri saat berkemih dapat terjadi pada pria maupun wanita, dan dalam usia berapapun.

Namun, pada kondisi tertentu risikonya dapat menjadi lebih tinggi pada:

Baca Juga: Anuria (Gangguan Kencing): Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa Penyebab Sakit saat Kencing?

Susah Buang Air Kecil? Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya!
Foto: Susah Buang Air Kecil? Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya!

Foto: Orami Photo Stock

Nyeri saat berkemih dapat terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, atau kondisi.

Namun, pada dasarnya nyeri berkemih disebabkan oleh hal-hal kecil yang kadang sering diabaikan, seperti kurang minum air per harinya.

Menurut dr. Doddy, terdapat banyak kemungkinan penyebab terjadinya nyeri saat berkemih, di antaranya:

1. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih atau ISK, merupakan penyebab paling sering timbulnya nyeri saat buang air kecil.

Kondisi ini terjadi disebabkan karena adanya infeksi pada sistem urinaria yang mencakup organ-organ seperti, ginjal, kandung kemih, ureter, dan uretra.

Umumnya, infeksi sering terjadi di area saluran kemih bagian bawah, yaitu pada uretra dan kandung kemih.

Adanya infeksi pada saluran kemih bawah biasanya disebabkan oleh bakteri E. Coli atau Escherichia Coli yang pada umumnya berada di dalam usus besar.

Hal tersebut terjadi karena tidak bersihnya area selangkangan setelah buang air kecil, atau buang air besar, sehingga bakteri masuk ke uretra.

2. Batu Saluran Kemih

Batu saluran kemih merupakan kondisi dimana terjadi pengkristalan mineral di kandung kemih.

Pada dasarnya, kondisi ini tidak menyakitkan bila bentuk kristal masih dalam ukuran kecil.

Namun, jika ukurannya semakin besar, maka akan menimbulkan berbagai masalah, salah satunya nyeri saat berkemih.

Baca Juga: 7 Alasan Medis Penyebab Kencing Bau Tak Sedap

3. Peradangan pada Organ Saluran Kemih

Rasa nyeri juga terjadi akibat adanya peradangan yang terjadi organ di sistem saluran kemih.

Beberapa jenis peradangan tersebut, antara lain:

  • sistitis yang terjadi di kandung kemih,
  • uretritis di uretra,
  • prostatitis yang merupakan gangguan kelenjar prostat pada pria,
  • dan vaginitis yang merupakan gangguan vagina pada wanita.

4. Infeksi Menular Seksual

Seseorang yang mengalami kondisi infeksi menular seksual (IMS) juga dapat memiliki gejala nyeri saat buang air kecil.

Dilansir dari World Health Organization, kondisi ini terjadi akibat serangan virus, bakteri, serta parasit melalui hubungan seksual.

Terdapat beberapa jenis penyakit IMS, yaitu hepatitis B, virus herpes simpleks, HIV, HPV, klamidia, trikomoniasis, sifilis, dan gonore.

Selain beberapa kondisi di atas, sakit saat kencing juga dapat terjadi pada orang yang telah diberi tindakan atau prosedur urologi, seperti pemasangan kateter urine.

Baca Juga: Benarkah Riwayat Infeksi Menular Seksual Bikin Susah Hamil?

Bagaimana Cara Mengatasi Sakit saat Kencing?

Cara Menghilangkan Bau Pete pada Air Kencing
Foto: Cara Menghilangkan Bau Pete pada Air Kencing

Foto: Orami Photo Stock

Pada tingkat yang rendah, nyeri saat berkemih dapat sembuh dengan sendirinya saat rutin menerapkan gaya hidup sehat, seperti rutin minum air putih, berolahraga, dan menghindari alkohol.

Namun, pada beberapa kondisi yang dijelaskan oleh dr. Doddy di bawah ini, dapat menjadi tanda agar sesegera mungkin melakukan pemeriksaan ke dokter.

  • Nyeri berlangsung dalam jangka waktu panjang dan terus-menerus.
  • Keluar cairan yang berbau dari alat kelamin pria atau wanita.
  • Keluhan yang disertai gejala lain seperti demam, mual, muntah, nyeri pinggang yang sering hilang timbul, dan rasa gatal di sekitar kelamin.
  • Nyeri yang sangat menganggu hingga produksi urine sedikit atau bahkan sama sekali tidak dapat mengeluarkan urine.

Kalau sudah pada kondisi tersebut, cara mengatasi nyeri saat berkemih tergantung berdasarkan penyebab utama dari keluhan nyeri tersebut.

Maka dari itu, penting untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu dengan dokter spesialis bedah urologi.

Apabila terbukti ada infeksi, terapi pengobatan seperti antibiotik dan anti nyeri ringan dapat diberikan.

Sementara penanganan lainnya tentu disesusaikan dengan etiologi penyakitnya. Berikut ini, kondisi yang menyebabkan terjadinya nyeri saat berkemih, serta cara mengobatinya.

1. Sistitis dan Pielonefritis

Jenis infeksi ini biasanya disebabkan oleh bakteri, dan dapat disembuhkan dengan penggunaa antibiotik yang oral.

Namun, bagi penderita pielonefritis tingkat parah, dengan gejala demam tinggi, menggigil, kedinginan, dan muntah, penggunaan antibiotik dapat diberikan ke dalam vena.

2. Uretritis

Uretritis membutuhkan pengobatan dengan antibiotik. Jenis antibiotik yang dapat digunakan tergantung pada infeksi yang menjadi penyebab kondisi ini terjadi.

3. Vaginitis

Vaginitis juga dapat diobati dengan antibiotik. Infeksi jamur dapat diobati dengan obat antijamur, bisa dalam bentuk pil yang digunakan secara oral, atau dalam bentuk krim yang dioles ke dalam vagina.

Jika penderita kondisi ini aktif secara seksual dan sedang mendapatkan perawatan karena disuria yang disebabkan oleh infeksi menular seksual, pasangannya pun juga perlu mendapatkan perawatan.

Baca Juga: Susah Buang Air Kecil? Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya!

Mencegah Sakit saat Kencing

buang air kecil di malam hari-4.jpg
Foto: buang air kecil di malam hari-4.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Pencegahan untuk keadaan sakit saat buang air kecil berbeda-beda berdasarkan penyebab dari nyeri berkemih itu sendiri.

Selain itu, dr. Doddy juga menjelaskan pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Minum air putih yang cukup. Langkah ini sangat ampuh dalam membantu mencegah disuria yang disebabkan oleh sistitis atau pielonefritis.
  • Menjaga kebersihan alat kelamin terutama setelah buang air kecil. Ini penting guna menghalau bakteri yang dapat menyerang alat reproduksi.
  • Tidak menggunakan pakaian yang terlalu ketat dan mengganti pakaian dalam apabila sudah basah atau berkeringat.
  • Menjaga gaya hidup sehat, dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rajin berolahraga.
  • Menggunakan pengaman saat berhubungan intim. Jika aktif secara seksual, gunakanlah kondom.
  • Menghindari kebiasaan buruk, seperti merokok dan minum alkohol.

Baca Juga: Kencing Berdarah, Waspada Gejala Hematuria

Itulah ulasan tentang disuria, atau sakit saat sedang berkemih yang penting untuk Moms ketahui.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya, Moms!

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447
  • https://www.nhs.uk/conditions/bladder-stones/
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sexually-transmitted-infections-(stis)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.