Scroll untuk melanjutkan membaca

PROGRAM HAMIL
02 Oktober 2022

Berapa Usia Ideal Hamil untuk Wanita? Ini Faktanya Menurut Ahli

Kualitas dan jumlah sel telur akan menurun seiringnya bertambahnya usia
Berapa Usia Ideal Hamil untuk Wanita? Ini Faktanya Menurut Ahli

Pernahkah Moms bertanya-tanya tentang usia ideal hamil?

Keinginan untuk hamil tentunya menjadi impian pasangan yang baru menikah.

Tetapi, setiap pasangan bisa menikah di umur yang berbeda-beda.

Lalu, berapa usia ideal hamil? Apakah hal ini memiliki standar atau ketentuan berdasarkan medis?

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi, RS Pondok Indah - Pondok Indah dan Bintaro Jaya, dr. Aida Riyanti, Sp. OG-KFER, membeberkan faktanya.

Cek di bawah ini, ya, Moms!

Baca Juga: Ini BMI Ideal untuk Ibu Hamil yang Direkomendasikan Ahli

Usia Ideal Hamil

Test Pack Kehamilan

Foto: Test Pack Kehamilan (Orami Photo Stocks)

Faktanya, keberhasilan wanita untuk bisa hamil dipengaruhi oleh banyak faktor.

Beberapa faktor tersebut, seperti tingkat kesuburan pria dan wanita, serta jumlah sel telur dan kualitas sperma.

Terkait usia ideal hamil, dr. Aida mengatakan bahwa hal tersebut adalah pada rentang 25-30 tahun, di mana terdapat jumlah sel telur terbanyak.

"Kesuburan menurun secara alamiah dengan meningkatnya usia," kata dr. Aida.

"Usia kisaran 25-30 adalah waktu dengan jumlah sel telur terbanyak, sehingga kemungkinan untuk hamil lebih tinggi dengan risiko lebih kecil," sambungnya.

Lebih lanjut, dr. Aida mengatakan, setelah usia 37 tahun, jumlah sel telur menurun secara cepat.

Setelah 40 tahun, jumlah sel telur pun akan semakin berkurang.

Hal tersebut membuat kemungkinan untuk hamil akan menurun secara alami..

Di sisi lain, dr. Andry, Sp.OG, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan mengungkapkan bahwa usia ideal hamil adalah 19 tahun.

“Mengacu pada UU Perkawinan yang telah direvisi pada tahun 2019 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, batas usia perkawinan minimal bagi perempuan dan laki-laki adalah 19 tahun. Jadi usia ideal hamil adalah 19 tahun,” jelasnya.

Lebih dalam, dr Andry mengungkapkan, usia ideal hamil anak kedua berdasarkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah minimal ketika anak pertama sudah 24 bulan.

Di masa tersebut, anak pertama sudah disapih dari menyusui, sehingga aman untuk kehamilan berikutnya.

Meski demikian, hal yang perlu dipersiapkan secara matang saat hamil adalah kesiapan fisik dan mental.

Kurangnya persiapan dalam hal tersebut membuat wanita hamil cenderung mudah untuk terkena depresi usai melahirkan.

Tak hanya itu, perasaan menyalahkan diri sendiri karena tidak siap menjadi ibu atau mengalami kehamilan yang tidak diinginkan pun bisa menjadi hal yang berbahaya bagi kesehatan mental wanita hamil.

Menjadi ibu bukanlah hal yang mudah. Butuh berbagai macam persiapan yang matang, mulai dari psikologis, finansial, dan fisik.

Hal tersebut dibutuhkan agar proses kehamilan hingga persalinan berjalan dengan lancar.

Baca Juga: Hamil Tua? Kenali Tanda-tanda Mau Melahirkan Ini

Hamil di Usia 20-an

Hasil Test Pack

Foto: Hasil Test Pack (Orami Photo Stocks)

Dikutip dari Journal Plos One, usia 20-an memang usia wanita paling subur. Pada usia ini, jumlah sel telur berkualitas paling tinggi dan kehamilan berisiko sangat kecil kemungkinannya.

Pada usia 25 tahun, peluang untuk hamil setelah tiga bulan mencoba di bawah 20%.

Ini menjadi usia ideal hamil, lho, Moms.

Hamil di Usia 30-an

Ibu Hamil

Foto: Ibu Hamil (Orami Photo Stocks)

Kesuburan secara bertahap mulai menurun pada sekitar usia 32. Setelah usia 35, penurunan itu mempercepat.

Wanita dilahirkan dengan semua telur yang mereka miliki - sekitar 1 juta dari mereka. Jumlah telur secara bertahap turun seiring waktu.

Pada usia 37, diperkirakan Moms akan memiliki sekitar 25.000 telur yang tersisa.

Pada usia 35, peluang untuk hamil setelah 3 bulan mencoba adalah sekitar 12%.

Risiko keguguran dan kelainan genetik juga mulai meningkat setelah usia 35.

Moms mungkin menghadapi lebih banyak komplikasi dalam kehamilan atau saat melahirkan bayi di kemudian hari.

Karena ini, dokter Anda mungkin merekomendasikan skrining dan pengujian tambahan untuk Moms dan bayi.

Meskipun ini bukan usia ideal hamil, Moms masih punya peluang untuk hamil sehat. Tentunya dengan terus dipantau oleh dokter kandungan.

Baca Juga: Kehamilan Serotinus, Kondisi Kehamilan Lebih dari 42 Minggu

Risiko Wanita Hamil Usia 40-an

Wanita Paruh Baya

Foto: Wanita Paruh Baya (medicalnewstoday.com)

Ada penurunan yang tajam dalam kemampuan wanita untuk hamil secara alami di usia 40-an.

Pada usia ini, peluang wanita untuk hamil setelah 3 bulan mencoba adalah sekitar 7%, menurut jurnal dalam Public Library of Science (PLOS).

Seiring waktu, jumlah dan kualitas telur akan menurun.

Pada sel telur yang lebih tua, dapat memiliki lebih banyak masalah kromosom, sehingga meningkatkan kemungkinan memiliki bayi dengan cacat lahir.

Sebagian besar wanita berusia 40-an masih dapat hamil dan melahirkan bayi yang sehat, tetapi risikonya meningkat secara signifikan selama waktu ini.

Risiko-risiko ini termasuk:

  • Saat persalinan caesar
  • Lahir prematur
  • Berat badan lahir rendah
  • Cacat lahir
  • Kelahiran mati

Kondisi medis, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, lebih sering terjadi pada wanita setelah usia 35.

Hal ini dapat menyebabkan komplikasi kehamilan seperti diabetes gestasional dan preeklampsia.

Lebih dalam, mari bahas beberapa masalah kesehatan yang bisa terjadi pada wanita yang hamil di atas usia 35 tahun.

Usia 40 bukan merupakan usia ideal hamil. Risiko hamil di usia ini patut menjadi pertimbangan Moms. Berikut uraiannya.

1. Diabetes Gestational

Risiko terkena diabetes dalam kehamilan atau yang lebih dikenal dengan diabetes gestasional bisa terjadi pada wanita yang hamil pada usia di atas 35 tahun yang bukan merupakan usia ideal hamil.

Jika hal ini terjadi, diperlukan penanganan yang tepat untuk menghindari komplikasi yang bisa saja terjadi pada kondisi ini.

Penangan biasanya dimulai dari mengonsumsi obat-obatan untuk mengontrol gula darah, mulai memperbaiki pola makan, olahraga yang teratur, hingga pemeriksaan kandungan secara rutin.

2. Tekanan Darah Tinggi

Wanita yang hamil pada usia di atas 35 tahun punya risiko lebih tinggi 4,5 kali lipat untuk mengalami kondisi preeklampsia.

Hal itu jika dibandingkan dengan wanita hamil pada usia antara 25 hingga 29 tahun.

Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai macam hal. Proses penuaan pada pembuluh darah, pembuluh darah yang sudah mulai kaku, obesitas, gaya hidup tidak sehat, atau pun kondisi medis lain yang mendasar pun bisa menjadi pengaruh atau penyebab terjadinya preeklampsia.

3. Keguguran

Seperti yang sudah diketahui, keguguran juga bisa terjadi karena berkurangnya kualitas sperma.

Ketika kualitas sperma menurun, risiko wanita hamil mengalami keguguran pun meningkat.

Kendati demikian, keguguran pun bisa disebabkan oleh masalah kesehatan yang lainnya.

Infeksi pada organ reproduksi, wanita yang hamil di usia terlalu tua, tekanan darah tinggi dan juga diabetes.

Hamil bukan pada usia ideal hamil memang meningkatkan risiko keguguran karena berbagai sebab.

Baca Juga: Tes Kesuburan untuk Wanita dan Pria, Apa Saja?

Hal yang Terjadi Jika Melewati Usia Ideal Hamil

Pasangan Lansia

Foto: Pasangan Lansia (Orami Photo Stocks)

Mungkin mustahil bagi seseorang untuk memperkirakan waktu yang tepat bagi mereka untuk memiliki bayi atau istilahnya usia ideal hamil.

Beberapa individu mungkin secara biologis siap untuk memiliki anak berusia 20-an tetapi tidak secara finansial dan emosional.

Ini tidak berarti bahwa mereka telah kehilangan kesempatan untuk memiliki anak.

Individu harus mempertimbangkan semua faktor sebelum membuat keputusan yang cocok untuk mereka.

Namun, wanita harus sadar bahwa mereka tidak dapat memiliki bayi setelah menopause.

Usia rata-rata menopause adalah 51, dan kebanyakan orang akan mengalami penurunan hormon yang signifikan pada tahun-tahun menjelang menopause.

Meskipun tidak ada usia tertentu di mana laki-laki tidak bisa lagi membuahi, sperma mereka berubah dan berkurang jumlahnya seiring bertambahnya usia.

Meskipun banyak laki-laki masih bisa memiliki bayi di usia 60-an dan setelahnya, sperma mereka mungkin tidak sehat secara genetis.

Jika orang melewatkan jendela biologis mereka untuk memiliki bayi, masih mungkin untuk memiliki anak dengan cara mengadopsi anak.

Sementara itu, orang masih dapat memiliki anak jika mereka melewatkan waktu ideal finansial atau psikologis mereka.

Mereka pun mungkin menemukan memiliki bayi lebih stres, lebih melelahkan, atau kurang bermanfaat.

Baca Juga: Kandidiasis, Jamur Vagina yang Pengaruhi Kesuburan?

Pilihan untuk Masalah Kesuburan

Ilustrasi Bayi Tabung

Foto: Ilustrasi Bayi Tabung (Orami Photo Stocks)

Jika Moms berusia lebih dari 35 tahun dan sudah berusaha untuk hamil lebih dari 6 bulan, Mungkin Moms mengalami masalah kesuburan.

Moms harus segera berkonsultasi dengan ahli untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Dokter juga akan memberikan arahan terkait dengan program hamil.

Teknologi reproduksi berbantuan dapat membantu Moms hamil, tetapi mereka tidak bisa sepenuhnya mengobati penurunan terkait usia dalam kesuburan.

Dokter mengobati masalah kesuburan pada wanita dengan obat yang merangsang produksi telur dan teknik seperti fertilisasi in vitro (IVF).

Tetapi kemungkinan mencapai kehamilan yang sukses dengan metode ini semakin rendah seiring bertambahnya usia.

Belakangan, banyak juga pasangan yang masih dalam usia ideal hamil melakukan prosedur ini dengan peluang hamil yang lebih besar.

Membekukan Sel Telur

Ilustrasi Membekukan Sel Telur

Foto: Ilustrasi Membekukan Sel Telur (Orami Photo Stocks)

Di luar negeri, banyak orang yang memutuskan untuk membekukan sel telur mereka ketika sel telur mereka berada di puncak kesuburan.

Pertama, Moms akan diberikan hormon untuk merangsang produksi telur.

Kemudian, telur akan diambil dan dibekukan. Sel telur dapat tetap beku selama beberapa tahun.

Saat Moms siap menggunakannya, telur akan dicairkan dan disuntikkan dengan sperma untuk dibuahi.

Embrio yang dihasilkan kemudian akan ditanamkan di rahim.

Membekukan telur tidak akan menjamin kehamilan. Bayangkan, bahkan dengan telur yang lebih muda, lebih sulit setelah Anda berusia 30-an dan 40-an.

Tetapi itu dapat memastikan bahwa telur yang sehat tersedia untuk digunakan.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Usia Ideal untuk Membekukan Sel Telur

Kesuburan Terganggu

Foto: Kesuburan Terganggu (Orami Photo Stocks)

Dalam American College of Obstetricians and Gynecologists,disebutkan bahwa pasangan sehat berusia 20-an dan awal 30-an, sekitar 1 dari 4 wanita akan hamil dalam siklus menstruasi tunggal.

Pada usia 40 tahun, sekitar 1 dari 10 wanita akan hamil per siklus menstruasi.

Tidak hanya wanita, kesuburan pria juga menurun seiring bertambahnya usia.

Menurut situs Fertility Coalition, pria dengan usia lebih tua dari 40 tahun akan menghasilkan produksi dan kualitas sperma yang menurun.

Kebanyakan pria menghasilkan jutaan sperma baru setiap harinya, tetapi pria yang lebih tua dari 40 tahun memiliki lebih sedikit sperma yang sehat daripada pria yang lebih muda.

Meskipun ada usia ideal hamil, tapi tidak menutup kemungkinan juga untuk hamil di luar usia tersebut.

Hanya saja, Moms harus lebih waspada dan memperhatikan kandungan ya. Tentu saja Moms juga harus rutin kontrol ke dokter kandungan.

Baca Juga: 5 Cara Menggugurkan Kandungan untuk Kehamilan Bermasalah

Nah, sekarang Moms sudah mengetahui mengeni usia ideal hamil menurut medis dan aturan yang berlaku, bukan?

Cobalah untuk mematuhi anjuran jika Moms dan Dads ingin terhindar dari berbagai risiko yang sudah dijelaskan di atas.