Jenis Olahraga untuk Infeksi Saluran Kencing, Coba Lakukan Senam Kegel di Rumah

Infeksi saluran kencing bisa ditangani dengan olahraga lho Moms!

Sudah bukan rahasia lagi kalau olahraga memiliki manfaat untuk kesehatan. Lalu, olahraga untuk infeksi saluran kencing yang tepat dan efektif dilakukan?

Beberapa penelitian menyebutkan, bergerak secara teratur dapat mencegah infeksi bakteri, termasuk saluran kantong kemih.

Dikutip dari studi di jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise, orang dengan aktivitas olahraga rutin selama 1 minggu memiliki risiko infeksi saluran kecing lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak.

Lebih lengkapnya, simak terus artikel berikut ini, ya, Moms!

Baca juga: 10 Olahraga di Rumah untuk Si Kecil yang Sederhana dan Mudah Dilakukan

Jenis Olahraga untuk Infeksi Saluran Kencing

Jenis Olahraga untuk Infeksi Saluran Kencing
Foto: Jenis Olahraga untuk Infeksi Saluran Kencing

Foto: Orami Photo Stock

Jenis olahraga untuk infeksi saluran kencing sebenarnya hampir sama dengan lainnya.

Namun, ada salah satu jenis olahraga yang memang diperuntukan untuk mengencangkan otot di sekitaran panggung.

Latihan kegel adalah latihan mengepalkan dan melepaskan sederhana yang dapat dilakukan untuk membuat otot-otot dasar panggul lebih kuat.

Seperti yang diketahui, panggul adalah area di antara pinggul yang menahan organ reproduksi.

Dasar panggul adalah serangkaian otot dan jaringan yang membentuk sling atau penopang di bagian bawah panggul. Sling ini akan menahan menahan organ di tempatnya.

Baca Juga: Sering Buang Air Kecil di Malam Hari, Apa Sebabnya?

Dasar panggul yang lemah dapat menyebabkan masalah seperti ketidakmampuan untuk mengontrol usus atau kandung kemih.

Sebuah studi di British Journal of Urology menjelaskan latihan kegel efektif mengobati infeksi saluran kencing pada 83% anak perempuan di inggris.

Jenis olahraga untuk infeksi saluran kemih ini terbilang cukup mudah.

Moms dapat melakukan latihan kegel di kamar, ruang tamu, atau tempat yang paling terasa nyaman.

Menurut Dr. Leah Millheiser, asisten klinis professor kebidanan dan ginekologi dari Universitas Stanford, menyarankan bahwa latihan kegel dilakukan setelah sekali sehari.

Tujuannya agar manfaat bisa dirasakan maksimal. Sederhananya, teknik melakukan senam kegel adalah squeeze selama 5 detik.

Lalu, rileks selama 5 detik. Lakukan 3 set sebanyak 15 repetisi setiap harinya.

Baca juga: Mengenal Infeksi Sinus dari Jenis, Gejala hingga Pengobatan

Cara Melakukan Olahraga untuk Infeksi Saluran Kencing

Cara melakukan Olahraga untuk Infeksi Saluran Kencing
Foto: Cara melakukan Olahraga untuk Infeksi Saluran Kencing (Affiliatedurologist.com)

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu manfaat senam kegel adalah mengencangkan otot-otot yang ada di saluran kencing. Jadi, penting untuk Moms menemukan lebih dulu otot yang tepat untuk dikencangkan.

Cara menemukannya cukup mudah. Moms berpura-pura ingin kencing kemudian berhenti seolah sedang menahan cairan keluar.

Nantinya Moms akan merasakan otot-otot di vagina, kandung kemih, atau anus mengencang dan bergerak ke atas. Ini adalah otot-otot dasar panggul.

Jika otot tersebut terasa kencang tandanya Moms telah melakukan latihan dengan benar. Pastikan paha, otot bokong, dan perut harus tetap terasa rileks.

Saat Moms sudah menemukan otot yang akan dikencangkan, lakukanlah latihan ini minimal tiga kali sehari.

Berikut ini beberapa langkahnya, yaitu:

  • Pastikan kandung kemih kosong, lalu duduk atau berbaring.
  • Kencangkan otot dasar panggul. Pegang erat-erat dan hitung 3 - 5 detik.
  • Relakskan otot dan hitung 3 - 5 detik.
  • Ulangi 10 kali, 3 kali sehari (pagi, siang, dan malam).

Tarik napas dalam-dalam dan rilekskan tubuh saat melakukan latihan ini. Pastikan Moms tidak mengencangkan otot perut, paha, bokong, atau dada.

Setelah 4 hingga 6 minggu, Moms akan merasa lebih baik dan memiliki lebih sedikit gejala infeksi saluran kencing.

Lakukan latihan ini secara rutin tanpa harus menambahkan durasinya. Sebab, hal ini akan membuat Moms sulit buang air kecil bahkan besar.

Baca juga: 7 Rekomendasi Menu Diet Keto untuk Pemula

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Melakukan Latihan Kegel

Olahraga untuk Infeksi Saluran Kencing
Foto: Olahraga untuk Infeksi Saluran Kencing (istockphoto)

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mempelajari cara melakukannya, jangan berlatih senam kegel atau olahraga untuk infeksi saluran kecing saat ingin buang air kecil lebih dari dua kali sebulan.

Melakukan latihan ini saat buang air kecil bisa melemahkan otot dasar panggul dari waktu ke waktu atau menyebabkan kerusakan pada kandung kemih dan ginjal.

Pada wanita, melakukan latihan kegel secara tidak benar atau dengan terlalu banyak kekuatan dapat menyebabkan otot-otot vagina terlalu kencang.

Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual. Inkontinensia akan kembali jika Moms berhenti melakukan latihan ini.

Setelah mulai melakukannya, Moms mungkin perlu melakukannya selamanya.

Mungkin diperlukan beberapa bulan agar inkontinensia berkurang setelah Moms mulai melakukan latihan ini.

Jika Moms tidak langsung berhasil saat melakukan latihan ini jangan berkecil hati, ya.

Latihan olahraga untuk infeksi saluran kemih mungkin memakan waktu selama beberapa bulan untuk memiliki efek pada inkontinensia urine.

Baca juga: Sering Buang Air Kecil Tanpa Disertai Rasa Sakit? Ini Dia 18 Penyebabnya!

Selain itu, olahraga untuk infeksi ini efeknya berbeda-beda untuk setiap orang. Beberapa Moms mungkin akan merasakan peningkatan besar dalam kontrol otot dan inkontinensia urine.

Selain itu, latihan kegel dapat mencegah kondisi menjadi lebih buruk. Cobalah mulai memahami mengenai gerakan latihan kegel apa yang membantu Moms untuk mencapai tujuan.

Jika sudah, kemudian ikui petunjuk untuk mengencangkan atau mengendurkan otot dasar pinggul.

Demikian penjelasan mengenai olahraga untuk infeksi saluran kencing. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Moms!

  • https://www.healthline.com/health/kegel-exercises#cautions
  • https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000141.htm
  • https://www.teenvogue.com/story/exercise-help-prevent-utis-study
  • https://journals.lww.com/acsm-msse/Fulltext/2016/09000/Leisure_Time_Physical_Activity_and_the_Risk_of.13.aspx

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.