12 Juni 2022

Mengenal Perawatan Laser Vagina: Manfaat, Prosedur, hingga Efek Samping

Amankah melakukan laser vagina?

Cara merapatkan vagina menjadi salah satu yang dicari-cari setelah Moms melahir. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satu laser vagina.

Fungsi vagina pun amat beragam. Mulai dari bagian sistem reproduksi wanita dimana menjadi penghubung ke rahim hingga jalan lahir saat bersalin, memiliki fungsi dalam siklus menstruasi, juga menjadi organ seksual dalam berhubungan intim.

Vagina kendur memang bukan suatu penyakit. Namun, kondisi ini tidak sedikit Moms yang merasa kurang percaya diri saat melakukan hubungan seks setelah melahirkan.

Oleh karena itu, merawat vagina usai melahirkan diperlukan agar penyembuhan bisa maksimal. Ada pula cara yang lebih praktis melalui laser vagina.

Lantas, apa saja manfaat laser vagina? Dan apakah ada bahayanya? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Baca Juga: Ingin Coba Sunat Cincin? Intip Kelebihan dan Kekurangannya

Pengertian Laser Vagina

laser vagina.jpg
Foto: laser vagina.jpg (drtahery.com)

Foto: drtahery.com

Laser Vagina Tightening (LVT) adalah tindakan non invasif menggunakan teknologi Laser Erbium Yag yang dilakukan di dalam dan luar organ keintiman wanita. Tujuannya untuk meremajakan dan mengembalikan kembali struktur optimal dari organ intim dan sekitarnya.

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Grace Waworuntu, meremajakan vagina dengan laser adalah prosedur medis yang aman.

“LVT adalah prosedur yang sangat nyaman dan tindak menimbulkan rasa sakit. Kenapa aman? karena tidak meninggalkan bekas luka dan bekas tindakan”, ujarnya.

Selama prosesnya, dokter akan “menembakkan” laser penghasil panas ke jaringan sekitar vagina yang kemudian merangsang pembentukan kolagen baru.

Adanya kolagen baru ini akhirnya mengencangkan kembali vagina yang kendur. Setiap tembakan laser ke vagina biasanya tidak akan terasa sakit, hanya seperti getaran hangat. Proses terapi ini juga cukup singkat, hanya 15-30 menit.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Glamping Malang dan Sekitarnya untuk Liburan Bersama Keluarga

Manfaat Laser Vagina

vagina
Foto: vagina

Foto: Orami Photo Stock

Sama seperti perawatan lainnya, metode ini tidak hanya merapatkan vagina tetapi juga memiliki manfaat lainnya. Berikut ini manfaat laser vagina:

1. Mengatasi Inkontinensia Urine

Inkontinensia urine adalah kondisi ketika seseorang sulit menahan buang air kecil, sehingga jadi mengompol tanpa disadari selama aktivitas yang mampu meningkatkan tekanan di perut seperti batuk, bersin, tertawa atau berolahraga

Inkontinensia urine umumnya dialami oleh lansia, dan lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan pria.

Kondisi ini disebabkan oleh hilangnya kekuatan di uretra karena struktur pendukung pelvis yang lemah.

Terapi laser vagina mengurangi gejala SUI dan secara efektif mengembalikan buang air kecil secara normal karena meningkatkan ketebalan dinding vagina dan memperkuat struktur pendukung pelvis.

2. Mengurangi Rasa Sakit karena Atrofi Vagina

Atrofi vagina adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan peradangan, kering, dan penipisan dinding vagina.

Keadaan ini dapat menimbulkan masalah pada vagina atau saluran kemih. Istilah lain yang digunakan untuk menggambarkan keadaan ini adalah atrofi vulvovaginal, atrofi urogenital, vaginitis atrofi.

Sebuah penelitian ilmiah Climacteric Journal menunjukkan bahwa, terapi laser vagina mampu mengurangi gejala atrofi vagina dan mengurangi rasa sakit saat berhubungan seksual.

Penelitian ini berlangsung selama 12 minggu dan melibatkan 50 wanita, diakhir penelitian, 84% wanita merasakan kondisi mereka membaik setelah melakukan terapi laser vagina.

3. Meningkatkan Kepuasaan Seksual

Kondisi vagina, otot perineum dan rektum setelah melahirkan tentu berubah dan tergantung pada proses kelahiran.

Melahirkan bayi dengan berat lahir besar akan menimbulkan luka yang lebih buruk dan pemulihan yang lebih lama. Adapun jika melahirkan bayi dengan berat lahir kecil, lukanya lebih mudah disembuhkan karena perineum tetap utuh.

Kondisi ini membuat jaringan vagina bisa menjadi kendur, longgar, dan berkurangnya kepekaan di daerah vagina. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kepuasan selama berhubungan seksual.

Terapi laser vagina bisa membentuk kembali jaringan kolagen baru pada dinding vagina, menambah sensivitas reseptor vagina, meningkatkan kemampuan kontraksi jaringan vagina yang ada, meningkatkan kekencangan vagina, dan meningkatkan kepuasan seksual.

Baca Juga: Ragam Manfaat Madu Hitam yang Menakjubkan, Sudah Tahu?

Prosedur Laser Vagina

Konsultasi dengan dokter
Foto: Konsultasi dengan dokter (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Waktu yang dibutuhkan untuk perawatan laser vagina adalah sekitar 60 menit mulai dari Moms masuk ruang perawatan, dilakukan anastesi, dilakukan perawatan, hingga selesai perawatan.

Sebelum perawatan, Moms diminta untuk melakukan pemeriksaan papsmear (prosedur untuk menguji kehadiran kanker serviks pada wanita) atau menunjukkan hasil papsmear satu tahun terakhir untuk memastikan tidak adanya infeksi dan tanda keganasan pada area kewanitaan.

Perawatan ini sebaiknya dilakukan diluar masa menstruasi. Setelah perawatan, kMoms juga dianjurkan untuk puasa berhubungan intim untuk tujuh sampai 14 hari kedepan.

Perawatan ini dilakukan dalam 2 tahap. Pertama, laser akan ditembakkan dari dalam dinding vagina. Tahap kedua, laser ditembakkan pada bibir vagina dan area sekitarnya.

Saat laser ditembakkan, pasien akan merasakan rasa hangat, namun tidak sampai menimbulkan rasa sakit yang membutuhkan masa pemulihan (downtime).

Untuk hasil yang optimal, dianjurkan untuk lakukan LVT sebanyak 1-3 kali per tahun tergantung dari seberapa berat keluhan yang dimiliki.

Baca Juga: 5 Manfaat Yoga untuk Ibu Hamil serta Gerakannya yang Bisa Dilakukan di Rumah

Efek Samping Laser Vagina

vaginal warts.jpg
Foto: vaginal warts.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Lasers in Surgery and Medicine menunjukkan bahwa, sekitar 3 persen wanita yang menggunakan metode perawatan laser vagina mengeluhkan rasa nyeri pada organ intim mereka.

Selain itu, beberapa dari mereka diketahui juga mengalami infeksi kandung kemih.

Di sisi lain, FDA mengatakan bahwa metode perawatan laser vagina bisa berpotensi memicu sejumlah komplikasi seperti memunculkan jaringan parut, nyeri pada vagina, infeksi, hingga perubahan sensasi seksual.

Baca Juga: Enak dan Bikin Ketagihan, Ini 10+ Snack Cokelat SD yang Bikin Kangen!

Nah itu dia Moms penjelasan mengenai laser vagina, ada baiknya agar lebih aman sebelum melakukan perawatan ini harus konsultasikan dengan dokter ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7028074/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24605832/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/322656
  • https://www.menopause.org.au/health-info/fact-sheets/vaginal-laser-therapy

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.