29 Oktober 2022

Ingin Coba Sunat Cincin? Intip Kelebihan dan Kekurangannya!

Hanya membutuhkan proses 7-10 menit, lho

Ada berbagai cara untuk melakukan metode sunat, salah satunya yakni dengan sunat cincin.

Meski jarang terdengar, metode ini terbilang cukup modern dan aman untuk anak-anak.

Seiring perkembangan dunia kedokteran yang maju, metode sunat pun sekarang sudah bisa berbagai rupa.

Mulai dari tradisional, laser, ataupun menggunakan tabung khusus yang disebut klem.

Tak berhenti sampai di situ, sunat metode cincin pun sekarang mulai banyak peminatnya, lho.

Yuk, ketahui kelebihan dan kekurangan dari sunat cincin, Moms!

Mengenal Metode Sunat Cincin

Sunat Cincin (Orami Photo Stock)
Foto: Sunat Cincin (Orami Photo Stock)

Sebelum mengetahui kelebihan dan kekurangan dari sunat cincin, ketahui pengertiannya dulu, yuk!

Sunat cincin adalah sebuah metode khusus yang menggunakan bantuan alat menyerupai cincin.

Adapun ini dipasang secara melingkar di sekitar penis.

Tujuan alat ini dipasang adalah untuk menghambat aliran darah ke bagian kalup, sehingga mengurangi terjadinya pendarahan berlebihan.

Melansir studi yang diterbitkan dalam Karger.com, ini telah lama diterapkan dalam tradisional sunat masyarakat China.

Lalu, diperlukan obat bius atau anestesi dalam melakukan sunat cincin.

Lantas, apakah anak-anak bisa melakukan ini? Tenang, Moms.

Metode sunat dengan menggunakan alat cincin ini bisa dipakai untuk bayi baru lahir maupun anak remaja, lho.

Alat ini sangat mudah untuk dilepas dan menimbulkan efek samping yang ringan.

Mungkin pasca penyunatan, anak akan membutuhkan berbagai perawatan untuk mempercepat pemulihan luka akibat sunat.

Meski begitu, manfaat dari melakukan sunat ini tak perlu diragukan lagi untuk kesehatan, ya.

Baca Juga: Apakah Sunat untuk Bayi Perempuan sama Manfaatnya dengan Sunat Laki-laki?

Kelebihan Sunat Cincin

Kelebihan Sunat Cincin (Orami Photo Stock)
Foto: Kelebihan Sunat Cincin (Orami Photo Stock)

Moms berencana menyunat Si Kecil dengan metode cincin? Berikut kelebihan dan keunggulan menarik yang perlu diketahui:

1. Proses Cepat

Ingin prosedur yang cepat dan tidak memakan waktu lama? Pilihlah sunat cincin!

Sejumlah orang menyukai metode ini karena dianggap sangat cepat dan tidak membutuhkan waktu untuk menunggu.

Bahkan, untuk proses pengerjaannya hanya sekitar 15 menit, lho!

Selain itu, Moms bisa sewaktu-waktu membuat janji dokter untuk melakukan tindakan ini.

Apalagi sejumlah anak agak sedikit sulit untuk merasa tenang, bukan? Nah, metode satu ini bisa jadi pertimbangan untuk anak yang suka tantrum.

2. Minim Perdarahan

Karena tujuan menggunakan alat cincin ini untuk menghentikan aliran darah, tak heran jika ini salah satu kelebihannya, Moms!

Sunat cincin akan sangat minim berisiko sebabkan pendarahan hebat.

Hal ini karena saat prosedur sunat terjadi, alirah darah menuju kulup penis akan terhenti.

Dengan ini, akan membuat anak lebih tenang dan tertarik untuk melakukan sunat, bukan?

Baca Juga: 3 Manfaat Fluoride untuk Kesehatan Gigi Anak

3. Tanpa Jahitan

Jika sunat laser memerlukan jahitan untuk merapikannya, beda halnya dengan sunat cincin.

Sunat dengan cincin ini tidak membutuhkan jahitan, lho!

Karena tak memerlukan jahitan, anak bisa dengan mudah memakai celana dan beraktivitas seperti biasa.

Kelebihan lainnya, metode sunat ini juga membolehkan penis Si Kecil untuk terkena air.

Kekurangan Sunat Cincin

Sunat Cincin (Orami Photo Stock)
Foto: Sunat Cincin (Orami Photo Stock)

Meski termasuk dalam metode sunat yang cukup modern, ada beberapa risiko yang mungkin dialami anak.

Berikut kekurangan dari sunat cincin yang perlu diketahui:

1. Pembengkakan Pasca Sunat

Mengalami pembengkakan tak hanya pada sunat klamp, tetapi juga sunat cincin.

Penis anak berisiko untuk mengalami bengkak atau memar akibat prosedur sunat.

Meski demikian, ini umum terjadi dan tidak perlu dikhwatirkan.

Nantinya, dokter akan memberikan obat-obatan untuk meredakan bengkaknya.

2. Pemulihan Lama

Kekurangan dari sunat cincin lainnya adalah proses pemulihan yang cukup lama.

Membutuhkan sekitar waktu 10 hari agar luka pasca prosedur membaik dengan sempurna.

Hal ini pun perlu dibarengi dengan mengonsumsi makanan agar luka sunat cepat kering, ya.

3. Trauma

Karena ini menggunakan alat menyerupai cincin, ada risiko yang mungkin terjadi.

Kekurangannya yakni menimbulkan trauma saat melepaskan cincin pada penis Si Kecil.

Selain itu, ini juga memicu risiko akhir dari pemotongan kulup yang kurang baik.

Baca Juga: 7 Manfaat Jogging dan Tipsnya agar Tidak Cedera

Jenis-Jenis Sunat Cincin

Moms, sunat cincin ini ternyata memiliki berbagai jenis yang bisa jadi pertimbangan.

Untuk bayi baru lahir, berikut jenis-jenis dari sunat menggunakan alat cincin:

1. Klem Gomco

Tahap Penyembuhan Luka Sunat Cincin (Orami Photo Stock)
Foto: Tahap Penyembuhan Luka Sunat Cincin (Orami Photo Stock)

Melansir Kids Health, metode sunat cincin satu ini cukup banyak peminatnya.

Hal ini karena prosedur yang cepat, efektif, dan minim pendarahan.

Dengan klem Gomco, nantinya kulup akan dipisahkan dari kepala penis dengan alat yang disebut probe.

Nantinya, alat berbentuk lonceng akan dipasang di kepala penis dan di bawah kulup.

Pisau bedah digunakan untuk memotong dan membuang kulit sunat.

2. Klem Mogen

Jenis lainnya dari sunat cincin adalah klem Mogen. Bedanya, kulup akan ditarik keluar dan dimasukkan melalui penjepit logam.

Nantinya, penjepit akan menahan kulup ketika prosedur pemotongan kulit sunat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pendarahan dapat dikendalikan.

3. Plastibell

Sunat Cincin (Orami Photo Stock)
Foto: Sunat Cincin (Orami Photo Stock)

Metode ini mirip dengan teknik klem Gomco. Setelah pemisahan dengan probe, bel plastik akan ditempatkan di bawah kulup dan di atas kepala penis.

Setelahnya, plastik akan diikat di sekitar kulup untuk memotong aliran darah yang mengalir.

Menariknya, cincin di metode ini akan dibiarkan sekitar 6-12 hari hingga lepas dengan sendirinya.

Baca Juga: 15 Nama Bayi Perempuan Terindah di Dunia, Menawan Banget!

4. Klem Smart

Bagi anak yang berusia lebih tua, akan menggunakan klem smart.

Ini adalah metode sunatt cincin dengan menggunaan alat khusus berbentuk tabung plastik.

Ukuran tabung yang dipakai bervariasi antara 10-21 mm dan akan disesuaikan dengan ukuran penis.

Penis nantinya akan dimasukkan tabung plastik ini dan kulup dijepit dengan alat.

Klem dan tabung dibiarkan terpasang di penis selama 5 hari. Untuk mencegah risko menahan pipis, ujung tabung akan diberikan saluran untuk keluarnya urine.

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan sunat cincin, apakah Moms akan menggunakan metode ini untuk Si Kecil?

Pertimbangkan dan konsultasi terlebih dulu dengan dokter ya!

  • https://www.karger.com/article/fulltext/464449
  • https://kidshealth.org/en/parents/procedure-circumcision.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.