07 Juni 2022

7+ Jenis Penyakit Kelainan Otot, Waspadai Penyebabnya Moms

Sering terjadi saat menjalani aktivitas sehari-hari

Ada penyakit kelainan otot yang bisa terjadi pada manusia.

Seperti yang Moms ketahui, otot memiliki peran sangat penting bagi tubuh karena memungkinkan manusia untuk bergerak dengan baik.

Oleh karena itu, kesehatannya perlu diperhatikan agar tidak terserang penyakit kelainan otot.

Apabila Moms mengalami penyakit kelainan otot, tentu saja hal ini bisa memengaruhi gerakan tubuh sehingga aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman.

Yuk, ketahui lebih lanjut mengenai penyakit kelainan otot, mulai dari penyebab, jenis-jenis, dan cara mengatasinya, Moms.

Penyebab Penyakit Kelainan Otot

otot.jpg
Foto: otot.jpg (healthline)

Foto: Healthline

"Penyakit kelainan otot yang sering terjadi biasanya akibat dari aktivitas sehari-hari, atau cedera saat bekerja, berolahraga, atau berkendara," kata dr. Rizky Priambodo Wisnubaroto, Sp. OT, Dokter Spesialis Bedah Ortopedi RS Pondok Indah – Pondok Indah dan RS Pondok Indah – Puri Indah.

Dokter Rizky melanjutkan, "Posisi tubuh yang tidak sesuai dengan ergonomi tubuh cenderung menyebabkan otot memendek ataupun memanjang yang tidak seharusnya. Otot cenderung berkontraksi sehingga menyebabkan nyeri dan tidak nyaman."

Hal yang serupa juga bisa terjadi akibat benturan cedera, otot yang terbentur akan mengalami pembengkakkan serta berkontraksi, memulai reaksi inflamasi berantai yang akan menyebabkan nyeri otot dan jaringan sekitarnya.

Sementara itu, dikutip dari Mayo Clinic, penyakit kelainan otot bisa disebabkan oleh kondisi lainnya, seperti mutasi gen spontan yang diturunkan, gangguan sistem kekebalan tubuh, adanya infeksi atau peradangan, kanker tertentu, hingga obat-obatan tertentu.

Baca Juga: Kenali Spasmofilia, Gerakan Otot Tiba-tiba yang Kerap Terjadi

Jenis-jenis Kelainan Otot

Perlu Moms ketahui, ada beragam jenis kelainan otot yang bisa menyerang manusia. Mulai dari penyakit kelainan otot yang umum ditemui hingga penyakit langka.

Apa saja ya, Moms? Simak selengkapnya.

1. Keseleo

Keseleo
Foto: Keseleo

Foto: Orami Photo Stock

Keseleo merupakan kelainan otot yang umum terjadi, Moms pun mungkin sudah pernah mengalaminya.

Kondisi ini disebabkan oleh peregangan atau robeknya ligamen, sebuah pita keras di jaringan fibrosa yang menghubungkan 2 tulang pada persendian.

Keseleo terjadi ketika Moms meregangkan atau merobek ligamen saat menekan sendi. Biasanya, keseleo sering terjadi pada pergelangan kaki, pergelangan tangan, lutut, atau jempol.

Keseleo ringan dapat diobati di rumah, dengan istirahat, es, kompresi dan elevasi. Sementara keseleo yang parah terkadang memerlukan pembedahan untuk memperbaiki ligamen yang robek.

Baca Juga: Anak Keseleo? Jangan Sembarangan Dipijat! Lakukan Pertolongan Pertama Ini

2. Miopati Kongenital

Penyakit kelainan otot berikutnya, yakni miopati kongenital.

Melansir National Institute of Neurological Disorders and Stroke, miopati kongenital ditandai dengan keterlambatan perkembangan keterampilan motorik, kelainan tulang, dan wajah.

Kelainan otot ini terkadang bisa terlihat saat lahir atau pada masa bayi.

Biasanya, bayi dengan miopati kongenital akan mengalami kesulitan bernapas atau makan, dan akan tertinggal dari bayi lain dalam memenuhi tonggak perkembangan normal, seperti membalikkan badan atau duduk.

Kelemahan otot dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk masalah pada otot, masalah pada saraf yang merangsang otot, atau masalah pada otak.

3. Miopati Mitokondria

miopati mitokondria
Foto: miopati mitokondria (Shutterstock,com)

Foto: Orami Photo Stock

Miopati mitokondria merupakan penyakit kelainan otot yang disebabkan oleh kelainan genetik pada mitokondria, struktur seluler yang mengontrol energi.

Sel-sel saraf di otak dan otot membutuhkan banyak energi, dan hal ini bisa menjadi sangat rusak ketika terjadi disfungsi mitokondria.

Gejala miopati mitokondria, yakni kelemahan otot atau intoleransi olahraga, gagal jantung atau gangguan ritme, demensia, gangguan gerakan, episode, seperti stroke, tuli, kebutaan, kelopak mata turun, mobilitas mata terbatas, muntah, dan kejang.

Baca Juga: 7 Bahaya Mandi Malam Hari, Demam Hingga Nyeri Otot

4. Mioglobinuria

Penyakit kelainan otot yang satu ini disebabkan oleh gangguan dalam metabolisme bahan bakar (mioglobin) yang diperlukan untuk kerja otot.

Dalam jurnal yang diterbitkan oleh National Center for Biotechnology Information, hal ini sebagian besar disebabkan oleh kerusakan otot sehingga melepaskan sejumlah besar mioglobin dalam darah.

Mioglobinuria bisa disebabkan karena trauma, cedera remuk, sengatan panas, hipotermia, hipertermia maligna, luka bakar yang luas, kejang, olahraga berat, dan imobilitas berkepanjangan.

Cedera hipoksia, gangguan metabolisme, kelainan genetik, infeksi, obat-obatan, dan toksin juga dapat menjadi penyebabnya.

5. Miositis Ossificans

cedera otot
Foto: cedera otot

Foto: Orami Photo Stock

Kelainan pada otot lain yang dapat terjadi, yakni miositis ossificans yang ditandai dengan pertumbuhan tulang di jaringan otot.

Berdasarkan jurnal yang dipublikasikan pada laman Radiopaedia, sebagian besar kasus miositis ossificans terjadi sebagai akibat dari trauma.

Baca Juga: Nekrosis Adalah Cedera Sel Akut yang Membahayakan Nyawa, Cari Tahu Jenis dan Penyebabnya

6. Dermatomiositis

Menurut The Myositis Foundation, dermatomiositis adalah penyakit radang otot langka yang menyerang orang-orang dari segala usia atau jenis kelamin, tetapi lebih sering terjadi pada wanita.

Gejala kelainan otot ini berupa, ruam yang khas, kelemahan otot, otot yang meradang, dan nyeri.

Hingga kini, tidak ada penyebab atau obat yang diketahui untuk mengatasi dermatomiositis, tetapi kondisi ini bisa dikelola dengan obat-obatan dan terapi lainnya.

7. Distrofi Sistem Otot

penyakit kelainan otot - distorsi sistem otot
Foto: penyakit kelainan otot - distorsi sistem otot (Pexels/Meruyert Gonullu)

Foto: Pexels/Meruyert Gonullu

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan, distrofi sistem otot adalah sekelompok penyakit otot yang disebabkan oleh mutasi pada gen seseorang.

Pada beberapa kasus, kelainan ini muncul pada masa bayi atau masa kanak-kanak, dan yang lain mungkin tidak muncul sampai usia paruh baya atau bahkan setelahnya.

Gejala spesifik penyakit kelainan otot ini sangat bervariasi, tergantung kelompok otot dan orang yang terkena. Namun yang jelas, semua otot dapat bertambah buruk seiring waktu, dan kebanyakan penderitanya akan kehilangan kemampuan untuk berjalan.

Tidak ada obat untuk penyakit distrofi sistem otot, tetapi gejalanya dapat diobati, dan komplikasi dapat dicegah. Perawatannya termasuk obat-obatan, terapi fisik, terapi wicara, perangkat ortopedi, dan pembedahan.

Baca Juga: Waspadai Gejala dan Penyebab Stroke yang Mulai Menyerang Kelompok Usia Muda!

8. Polimiositis

Polimiositis adalah jenis penyakit kelainan otot yang langka.

Kelainan otot yang juga disebut myosotis ini merupakan sekelompok penyakit otot yang menyebabkan peradangan otot dan jaringan terkaitnya, termasuk pembuluh darah.

Menurut The Myositis Foundation yang dikutip dari Verywell Health, kondisi ini sebagian besar terlihat pada orang berusia di atas 20 tahun dan banyak di antaranya adalah wanita.

Polimiositis ditandai dengan peradangan dan kelemahan otot. Seseorang dengan kondisi ini mungkin mengalami jatuh dan kesulitan bangun, batuk kering kronis, dan/atau disfagia (kesulitan menelan).

9. Neuromiotonia

kedutan di lengan
Foto: kedutan di lengan (freepik.com/master1305)

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Journal of Clinical Neurophysiology, neuromiotonia adalah kondisi langka dari aktivitas serat otot spontan dan terus menerus yang berasal dari saraf perifer.

Kelainan otot yang satu ini ditandai dengan episode kedutan serta kekakuan bergantian, kram, lemas, peningkatan suhu kulit, berkeringat, detak jantung cepat, dan masalah dengan mengunyah, menelan, berbicara, serta bernapas.

Kondisi ini sering mempengaruhi otot-otot di lengan dan kaki, tetapi dapat mempengaruhi seluruh tubuh dan menyebabkan aktivitas otot konstan yang tidak dapat dikendalikan, bahkan saat tidur.

Gejalanya pun seringkali memburuk dari waktu ke waktu.

National Cancer Institute menyebutkan, neuromiotonia biasanya terjadi pada orang berusia 15 hingga 60 tahun. Hal ini dapat terjadi pada jenis kanker tertentu dan terkadang diturunkan.

Baca Juga: 13 Penyebab Kedutan Lengan Kiri dan Cara Mengatasinya, Catat!

10. Stiff-person Syndrome (SPS) atau Stiff-man Syndrome (SMS)

Stiff-person Syndrome (SPS) atau Stiff-man Syndrome (SMS) adalah gangguan neurologis langka dengan ciri-ciri penyakit autoimun.

SPS ditandai dengan kekakuan otot yang berfluktuasi di batang tubuh serta tungkai dan kepekaan yang meningkat terhadap rangsangan seperti kebisingan, sentuhan, dan tekanan emosional, yang dapat memicu kejang otot.

Postur tubuh yang tidak normal, sering membungkuk dan kaku, adalah karakteristik dari gangguan ini.

Penyandang SPS bisa jadi terlalu cacat untuk berjalan atau bergerak, atau takut keluar rumah karena suara jalanan, seperti bunyi klakson, karena bisa memicu kejang dan jatuh.

SPS mempengaruhi wanita 2 kali lebih banyak daripada pria. Hal ini sering dikaitkan dengan penyakit autoimun lain seperti diabetes, tiroiditis, vitiligo, dan anemia pernisiosa.

Cara Mengatasi Kelainan Otot

cara mengatasi kelainan otot
Foto: cara mengatasi kelainan otot

Foto: Orami Photo Stock

Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk kelainan otot menurut dr. Rizky meliputi:

  • Mengistirahatkan otot
  • Kompres air dingin apabila cedera baru saja terjadi
  • Meninggikan posisi tungkai yang cedera apabila cedera tersebut berada pada tungkai
  • Memberikan tekanan lunak pada area yang cedera

"Ungkapan "pencegahan lebih baik daripada mengobati" tentunya juga berlaku dalam penangangan cedera otot," tambahnya.

Dokter Rizky menyarankan untuk menghindari posisi yang berpotensi untuk menyebabkan cedera pada sistem otot dan tulang.

"Jadikan kebiasaan diri untuk bekerja dengan posisi se-ergonomis mungkin, misalnya, apabila bekerja dengan komputer, lakukanlah dengan posisi duduk dan menggunakan meja dan kursi dengan ukuran yang tepat. Kemudian, lakukan pemanasan yang cukup sebelum berolahraga dan jangan memaksakan diri apabila baru memulai kembali olahraga. Terakhir, apabila berkendara, berkendaralah dengan aman dan gunakan pelindung yang cukup."

Itu dia Moms, penjelasan seputar kelainan otot yang perlu dipahami beserta cara penanganannya. Semoga informasinya dapat bermanfaat, ya.

  • https://www.ninds.nih.gov/Disorders/All-Disorders/Myopathy-Information-Page
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/muscular-dystrophy/symptoms-causes/syc-20375388
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557379/
  • https://www.myositis.org/about-myositis/types-of-myositis/dermatomyositis/
  • https://www.cdc.gov/ncbddd/musculardystrophy/facts.html
  • https://www.verywellhealth.com/muscular-system-diseases-4799311
  • https://radiopaedia.org/articles/myositis-ossificans-1
  • https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/neuromyotonia

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.