Kesehatan

KESEHATAN
20 April 2020

7 Alasan Medis Penyebab Kencing Bau Tak Sedap

Bisa jadi tanda alami penyakit berisiko
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Saat buang air kecil atau kencing, pernahkah Moms mencium aroma tak sedap? Moms mungkin mengira bahwa bau tersebut berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Tetapi, ada alasan medis yang menjadi penyebab kencing bau lho, Moms. Bisa jadi, ini menunjukkan bila tubuh sedang mengalami kondisi atau memiliki penyakit tertentu.

Karena itu, baca lebih lanjut untuk mengetahui apa alasan medis air seni seseorang memiliki bau yang tidak sedap berikut ini, Moms.

Penyebab Kencing Bau Secara Medis

penyebab kencing bau-1

Foto: Orami Photo Stock

Air seni punya aroma yang khas. Itulah sebabnya, ketika ada perubahan bau pada air seni, seseorang bisa langsung menyadarinya. Dengan mengenali aroma tak sedap pada air seni, Moms dapat melakukan pemeriksaan lebih dini jika ada penyakit berbahaya.

Lalu, apa saja kondisi maupun penyakit penyebab kencing bau? Berikut ini penjelasannya.

Baca Juga: Kencing Berdarah Saat Hamil, Bahaya atau Tidak?

1. Dehidrasi

Dehidrasi terjadi saat tubuh tak mendapatkan cukup cairan. Dehidrasi bisa menyebabkan warna air seni menjadi kuning tua atau jingga. Penyebab kencing bau juga bisa disebabkan oleh dehidrasi.

Kebanyakan orang hanya mengalami dehidrasi ringan, sehingga meminum air putih secara teratur bisa langsung menghidrasi tubuh dan menghilangkan aroma bau tersebut.

Jika gejala seperti kelelahan, merasa lemah dan kebingungan muncul, bisa jadi itu menandakan dehidrasi yang sudah parah. Segera temui dokter untuk meminta perawatan.

2. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih bisa menyebabkan kencing bau. Berbagai gejala seperti sering kebelet buang air kecil (anyang-anyangan) dan munculnya sensasi panas setelah berkemih, sering menyertai kondisi medis ini.

Bakteri yang mengakibatkan timbulnya infeksi saluran kemih. Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebabnya.

3. Diabetes

Diabetes yang tidak diobati bisa menyebabkan kadar gula dalam tubuh meningkat. Kondisi ini pun menjadi penyebab kencing bau yang tak terhindari. Kencing bau yang disebabkan diabetes biasanya disertai dengan aroma manis yang tercium dari air seni.

Segera temui dokter untuk meminta perawatan. Sebab, diabetes yang tidak ditangani dengan baik, bisa mengancam nyawa.

Baca Juga: Diabetes Bisa Meningkatkan Risiko Sepsis? Kok Bisa?

4. Fistula Kandung Kemih

Fistula kandung kemih terjadi saat bakteri yang ada di dalam usus masuk ke kandung kemih. Kondisi ini dapat menjadi penyebab kencing bau.

Fistula kandung kemih adalah lubang abnormal pada kandung kemih yang dapat diakibatkan oleh cedera saat pembedahan, penyakit radang usus, kolitis ulseratif (peradangan pada usus besar), dan penyakit Crohn (radang usus kronis).

5. Penyakit Hati

Kencing bau juga dapat menjadi tanda seseorang mengalami penyakit pada organ hati. Beberapa gejala penyakit hati di bawah ini juga bisa terjadi:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Penyakit kuning (kulit dan mata menguning)
  • Tubuh melemah
  • Kembung
  • Penurunan berat badan
  • Warna air seni gelap

Penyakit hati yang menjadi penyebab kencing bau, bila tidak ditangani bisa mengancam nyawa penderitanya. Segera datang ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

6. Fenilketonuria

Fenilketonuria adalah penyakit genetik bawaan lahir yang tidak bisa disembuhkan. Fenilketonuria membuat tubuh tak bisa memecah asam amino bernama fenilalanin.

Kencing bau menjadi salah satu gejalanya. Jika fenilketonuria tidak segera ditangani, kondisi medis ini bisa menyebabkan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dan gangguan mental parah.

7. Maple Syrup Urine Disease (MSUD)

Maple syrup urine disease atau MSUD adalah penyakit langka yang tidak bisa disembuhkan. Penyakit ini menyebabkan bau kencing seperti sirup maple.

Tubuh pengidap MSUD tidak bisa memecah asam amino seperti leusin, isoleusin, dan valin. Kurangnya perawatan bisa menyebabkan kerusakan otak dan kematian.

Baca Juga: Pipis Terus-Terusan, Apakah Ini Salah Satu Gejala Diabetes?

Hubungan Kencing Bau dan Makanan

penyebab kencing bau-2

Foto: Orami Photo Stock

Banyak faktor yang bisa menyebabkan kencing bau, salah satunya makanan. Moms bisa menghindari aroma tak sedap pada air seni dengan mengurangi beberapa makanan dan minuman berikut ini:

  • Asparagus
  • Alkohol
  • Kopi
  • Bawang putih
  • Makanan dengan vitamin B-6 (pisang, salmon, ayam, kentang)
  • Suplemen vitamin B-6

Beberapa makanan di atas memiliki manfaat kesehatannya tersendiri untuk tubuh. Jika ingin menghilangkan kencing bau, Moms bisa mengurangi konsumsinya, terutama yang tidak baik untuk tubuh seperti alkohol.

Kencing Bau Juga Terjadi Saat Kehamilan

penyebab kencing bau-3

Foto: Orami Photo Stock

Tidak hanya makanan, tetapi penyebab kencing bau juga bisa disebabkan karena masa kehamilan. Beberapa faktor yang dialami ibu hamil ini, bisa sebabkan kencing bau.

1. Perubahan Pola Makan

Rasa ngidam pada ibu hamil terkadang tak tertahankan. Biasanya, makanan yang diidamkan masih asing di perut ibu hamil. Perubahan pola makan yang tiba-tiba ini bisa menyebabkan kencing bau.

Baca Juga:

2. Vitamin dan Suplemen

Vitamin dan suplemen yang mengandung vitamin B-6 dapat menyebabkan perubahan warna urine dan kencing bau.

Bagi ibu hamil yang ingin mengonsumsi vitamin atau suplemen, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

3. Dehidrasi Saat Hamil

Dehidrasi pada ibu hamil juga bisa dialami lho, Moms. Kondisi ini membuat ginjal kekurangan cairan, sehingga urine yang dikeluarkan lebih pekat dan memiliki bau tak sedap.

4. Infeksi Saluran Kemih

Sekitar 8% ibu hamil mengidap infeksi saluran kemih, yang bisa menyebabkan kencing bau. Infeksi saluran kemih terjadi akibat bakteri Escherichia coli.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Tak Boleh Menahan Pipis Terlalu Lama

Ubah Kebiasaan Buang Air untuk Hindari Kencing Bau

penyebab kencing bau-4

Foto: Orami Photo Stock

Pencegahan kencing bau tentunya dimulai dari diri sendiri, dengan melakukan kebiasaan buang air kecil yang sehat ini:

  • Frekuensi buang air kecil sebanyak 5-7 kali dalam sehari. Jika tidak ada rasa ingin buang air kecil sebanyak itu, ini menandakan Moms kurang minum air
  • Hanya buang air kecil saat dibutuhkan. Buang air kecil yang dipaksakan bisa membuat kandung kemih menahan urine lebih sedikit
  • Duduklah di toilet saat buang air kecil
  • Jangan terburu-buru dan memaksakan air seni keluar dengan cepat.

Jika kencing bau dibarengi dengan gejala mual, muntah-muntah, aroma manis dari urine, hingga kembung, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan.

Sebab, bisa jadi Moms mengidap penyakit diabetes, dehidrasi parah, atau penyakit hati.

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait